
Leo sampai di sebuah Vila yang ada di Bandung sesuai dengan alamat yang dikirimkan Xiaonai padanya. Ia mengamati gerak gerik para pasukan Carlos yang dijaga dengan super duper ketat. Leo sedang mempersiapkan semua segala perlengkapannya untuk membuat onar vila itu. Tiba-tiba saja, ia mendapat telepon dari Jakson soal keberadaan sepupunya yang ternyata disekap di tempat berbeda dengan Shena, jauh pula lokasinya, sehingga tidak mungkin Leo menyelamatkan mereka berdua dalam waktu bersamaan. Karena itu Leo butuh bantuan banyak orang untuk menyelamatkan Xiaonai sementara Leo menyelamatkan istrinya. Lokasi penyekapan Xiaonai sangat jauh dari tempat ini. Xiaonai disekap di hutan daerah Dieng, Jawa tengah, sedangkan Leo saat ini ada di Bandung.
“Ya, Mr. Jakson ... ehm, aku sudah menemukan lokasi penyekapan istriku, tapi aku juga butuh bantuan Raython untuk menyelamatkan sepupuku. Bisakah kau mengatakan pada bosmu? ... baiklah, terimakasih.” Leo menutup panggilannya dan menelepon Roy. “Roy! Pergilah ke Dieng dan selamatkan Xiaonai. Kau akan di bantu oleh Raython dan juga Rendy. Akan aku kirimkan alamatnya padamu.” Leo kembali menutup teleponnya lalu mengotak-atik ponselnya untuk menagih janji pada Rendy supaya mau membantunya menyelamatkan Xiaonai.
[Bantu aku mengeksekusi seseorang!]
Begitulah isi pesan yang dikirimkan Leo untuk Rendy.
Leo keluar dari dalam mobilnya dan mulai masuk meloncati pagar vila setelah berhasil menyingkirkan salah satu penjaga yang berjaga di bawahnya. Cowok itu memanjat sebuah pohon sampai batas pagar lalu melompat meloncati pagar pembatas Vila dan sukses mendarat mulus di halaman vila Carlos.
“Bersiap-siaplah, aku sudah di dalam. Begitu aku memberi aba-aba, singkirkan semua anak buah Carlos dan jangan sampai ketahuan,” bisik Leo pada semua anak buahnya. Ternyata Leo menggunakan haedsead untuk memantau keadaan dan memberi perintah pada seluruh anak buahnya yang sudah tersebar di seluruh area vila ini.
“Habislah kau Carlos! Kali ini aku tidak akan pernah memaafkanmu! Beraninya kau menculik istriku!” gumam Leo.
Sementara di dalam kamar, Shena sedang berdebat dengan Carlos. Cowok itu bersikap kurang ajar pada Shena.
“Sebaiknya kau cepat pergi dar sini sebelum Leo menghabisimu!” bentak Shena pada Carlos.
“Justru aku ingin dia datang kemari supaya kau bisa menyaksikan sendiri bagaimana aku membunuh suamimu! Huh, kalian sudah cukup lama berbahagia! Sekarang saatnyalah kalian harus menderita sama seperti yang aku rasakan selama ini! begitu Leo mati nanti. Kau harus menkah denganku!” Carlos tertawa terbahak-bahak sambil terus mendekati Shena.
“Itu tidak akan pernah terjadi! Kau lah yang akan mati!” teriak Shena dengan lantang.
“Oh, iya? Kita lihat saja.” Carlos semakin mendekat ke arah Shena.
Berhenti di situ, atau kau akan menyesal seumur hidup!” bentak Shena. Gadis itu tahu gelagat Carlos yang mulai berniat buruk padanya.
__ADS_1
Shena sudah melakukan ancang-ancang dan bersiap-siap jika Carlos menyentuhnya. Sampai mati, Shena akan tetap menjaga kehormatannya hingga Leo datang menyelamatkannnya. Gadis itu yakin, Leo tidak akan tinggal diam dan ia tahu saat ini Leo pasti sudah ada di sekitar sini. Shena bisa merasakan kehadiran suaminya, karena itu Shena harus mengulur waktu supaya Carlos lengah.
“Sebelum suamimu datang, bagaimana kalau kita bersenang-senang. Aku dengar, kau sedang hamil sekarang. Si brengsek Leo top cer juga rupanya.” Carlos tertawa sambil terus memandangi tubuh Shena.
“Kau jauh lebih brengsek daripada dia! Kau bukan manusia! Kau itu binatang!” teriak Shena sehingga sedikit memancing emosi Carlos.
Cowok itu berusaha merengkuh tubuh Shena dengan cepat tapi Shena langsung menendang pedang etalibun milik Carlos sehingga cowok itu mengerang kesakitan, Shena menggunakan kesempatan itu untuk berlari keluar kamar dan menabrak seseorang yang tak lain adalah suaminya sendiri.
“Sayang, kamu tidak apa-apa?” tanya Leo pada Shena yang terlihat tegang. Shena sendiri sangat senang Leo datang tepat waktu. Gadis itu langsung memeluk suaminya dengan erat sambil menangis. “Sudah tidak apa-apa, Sayang. Ada aku di sini, jangan takut lagi.” Leo menenangkan Shena yang masih gemetar ketakutan sambil merutuki Carlos yang sudah membuat Shena jadi berantakan seperti ini.
“Mau lari kemana kau!” teriak Carlos dari dalam kamar dan ia terkejut ketika sebuah senapan sudah ditodongkan ke arahnya. Refleks Carlos mengangkat tangannya. “Leo!” wajah Carlos terliha terkejut karena Leo tiba-tiba saja sudah ada di sini.
“Kenapa? Kau kaget? Meski kau sudah menculik sepupuku yang ahli melacak orang, tapi aku masih bisa menemukanmu? Kau pikir hanya Xiaonai yang bisa melacak bajingaan sepertimu? Kau itu cuma sampah yang harus disingkirkan. Kau pun bahkan tidak pantas disebut manusia! Dasar binatang!” Leo menatap tajam mata Carlos.
Mendengar ucapa Leo yang hampir sama dengan apa yang dikatakan Shena padanya barusan, membuat Carlos tertawa terbahak-bahak. Leo dan Shena hanya diam mengamati orang yang sudah mereka anggap tidak waras itu.
Carlos juga menyerang Leo secara bertubi-tubi yang kini sudah tidak bersenjaa lagi, tapi semua seranagn Carlos berhasil di tangkis oleh Leo. Meski tanpa senjata, Leo juga jago berkelahi. Dia pun membalas menyerang carlos dengan tendangan dan pukulan. Keduanya saling beradu tinju.
Leo terus maju menyerang Carlos tanpa henti. Cowok itu berkelahi layaknya orang yang sedang kerasukan setan. Beberapa pukulan dan tendangan dari Leo, berhasil mendarat di tubuh Carlos hingga tubuh musuhnya terhuyung ke belakang. Tak henti disitu, Loepun langsung melompat dan siap menendang wajah Carlos sampai ia terpental ke samping. Darah segar mulai keluar dari mulut Carlos.
Melihat darah, seketika Leo langsung merasa mual, tapi mati-matian ia tahan. Bagaimanapun juga, amarahnya jauh lebih besar dari rasa ngidamnya. Leo tidak bisa memafkan Carlos yang sudah berani menculik Shena.
Tanpa henti, Leo terus menghujani pukulan ke arah Carlos tanpa Leo sadari, Carlos tidak sengaja mendapatkan senjata miik Leo yang sempat terlempar tadi. Dengan cepat keadaan mulai berbalik arah, Carlos langsung menodong Leo dengan senjata apinya sendiri sehingga membuat Shena yang melihat kejadian itu berteriak kencang saking paniknya.
“Ucapkan salam perpisahan terakhir untuk istrimu!” Carlos menyeringai.
__ADS_1
“Tidaaaaakkk!” teriak Shena seketika, ia langsung berlari menghalau peluru yang akan ditembakkan Carlos pada Leo. Namun, belum sempat Carlos menarik pelatuknya, sebuah tembakan tepat mengenai tangan Carlos sehingga senapan yang ada di tangan musuh Leo pun terjatuh dan kesempatan itu, Leo gunakan untuk merebut kembali senjata apinya dan berbalik menodong Carlos. Kini, giliran cowok itu yang panik.
“Keadaan. Kembali berbalik lagi sekarang.” Ganti Leo yang menyeringai.
Shena berhenti berlari dan menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang telah menembak Carlos. Ternyata orang itu adalah Zian. “Tuan Malik!” teriak Shena senang.
“Syukurlah aku datang tepat waktu, aku tidak mungkin membiarkanmu menghabisinya sendirian. Gara-gara orang itu, Anita kehilangan bayinya. Bagaimana bisa aku hanya duduk diam sementara kau di sini bersenang-senang.” Zian tersenyum simpul pada Leo dan beralih menatap Shena. “Kau tidak apa-apa Shena?” tanya Zian pada Shena sambil terus berjalan ke arah Leo yang sedang menodongkan senjata apinya pada Carlos.
Sedangakan Carlos sendiri, merintih kesakitan karena tangannya tertembak. Merasa terpojok, Carlos pun berusaha melarikan diri ke luar jedela sebeluam Zian dan Leo benar-benar menghabisinya.
Tiba-tiba saja, Shena mengerang kesakitan memegangi perutnya, gadis itu terduduk lemah bersandar di dinding. Tentu saja Leo langsung terkejut dan berlari mendekati istrinya.
“Sayang, kau tidak apa-apa?” tanya Leo cemas, ia melihat ada darah keluar di selangkang Shena. Gadis itu tidak bisa bicara karena terus merintih kesakitan.
“Cepat bawa istrimu ke rumah sakit! Biar aku yang mengurus semuanya di sini!” teriak Zian yang jadi ikut cemas juga.
Leo menggendong tubuh Shena sambil berlari dan Zian melindunginya dari depan. Setiap orang yang menghalangi langkah Leo, langsung dihabisi oleh Zian. Sampai akhinya, mereka tiba di pintu utama keluar vila ini. Sayangnya, bahaya besar sudah mengancam mereka. Leo dan Zian seketika berhenti melangkah, sebab mereka sudah terkepung oleh semua pasukan Carlos atau lebih tepatnya, semua pasukan Kenzo.
BERSAMBUNG
****
mulai actionnya. ..hehe .
__ADS_1
Leo kalau lagi marah ...tatapannnya ...
terima kasih untuk semuanyaaa. ... love you all