
Leo membawa Shena ke ruangan VVIP yang paling lengkap dan termahal di rumah sakit milik ayahnya ini. Tentu saja Shena sangat senang karena fasilitas rumah sakit milik mertuanya, tak jauh beda dengan hotel bintang lima.
Sebenarnya, Shena belum terbiasa dengan kemewahan yang sudah menjadi ciri khas gaya hidup Leo dan keluarganya. Namun, Shena tidak bisa menolak ataupun menghindari semua fasilitas komplit yg diberikan Leo padanya, karena sekarang Shena adalah istri sah Leo yang sudah menjadi bagian dari keluarga bangsawan seorang Byon Pyordova.
Shena terpaku melihat betapa mewah dan wahnya ruangan ini. Sampai-sampai ia lupa bagaimana cara mengatupkan mulutnya saking senangnya bisa masuk dan menikmati ruangan elegan nan berkelas ala film-film luar negeri.
“Kirim semua data yang aku minta tadi sesegera mungkin. Satu jam lagi rapat akan di mulai. Selama itu, jangan ada yang menggangguku. Jika sampai ada yang mengganggu sebelum aku keluar, habislah kalian semua! Kalian mengerti?” tandas Leo pada seluruh pengawalnya sebelum ia menutup pintu kamarnya.
“Siap Tuan muda!” para pengawal Leopun menjawab kompak titah atasannya.
“Haruskah kamu mengancam mereka seperti itu?” tanya Shena yang berdiri di belakang Leo. Cowok itu berjalan mendekat ke arah Shena dan langsung melingkarkan tangannya di pinggang istrinya, menarik tubuh ramping itu dan memeluknya dengan erat.
“Harus, karena selama satu jam yang tersisa ini, aku ingin main bulan tertusuk ilalang yang tertunda tadi denganmu, dan aku tidak ingin diganggu.” Seringai nakal mulai terpancar di wajah Leo.
Tentu saja kata-kata Leo membuat Shena langsung beringsut untuk melepaskan diri dari pelukan Leo. Tapi terlambat, Leo sudah menggendong tubuh Shena dan membaringkannya di atas pembaringan lalu mengunci tubuh istrinya itu dengan tubuhnya agar Shena tidak bisa lagi bergerak.
“Kamu tidak bisa menolak, Sayang. Terima dan nikmati saja! Tidak akan ada yang mengganggu kita lagi sekarang.” Tanpa menunggu lama, Leo pun memulai aktivitas birahinya pada Shena. Ia melucuti semua pakaian yang dikenakannya dan dikenakan istrinya lalu meletakkannya ke sembarang arah.
Tidak ada yang bisa dilakukan Shena selain menuruti apa yang diinginkan suaminya. Keduanya bergumul mesra dibalik selimut untuk menuntaskan hasrat dan syahwat keduanya yang kini sudah menjadi halal.
Setelah selesai, Leo mencium kening Shena dan kembali mengangkat tubuh istrinya masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri bersama-sama sekaligus memainkan ronde kedua. (Hedeuhh, greget kalau penulisnya nggak ikut komen, mungkin karena lagi pengantin baru kali, ya? Makanya mainnya beronde-ronde)
Kebahagiaan terpancar jelas di wajah Shena dan Leo saat keduanya keluar dari kamar mandi, mereka kembali memakai pakaian mereka masing-masing dan Leo pun bersiap menghadapi rapat darurat untuk memberantas semua orang yang berusaha merusak reputasi rumah sakit milik ayahnya.
__ADS_1
Leo membuka Laptopnya dan memeriksa apakah data yang ia minta dari para pengawalnya tadi sudah dikirim apa belum.
“Apa yang kamu periksa?” tanya Shena sambil memeluk leher suaminya dari belakang punggung Leo.
Leo menyambut tangan Shena sambil tersenyum senang.“Belang para kecoak-kecoak yang berkedok sebagai dokter. Data ini cukup membuktikan bahwa aku berhak menendang mereka keluar seperti sampah.”
“Memangnya, apa yang mereka lakukan pada rumah sakit ini?” tanya Shena karena terlalu penasaran sambil bergelut manja di bahu Leo.
“Kamu ingat preman yang hampir saja menjualmu ke pria hidung belang saat kamu melarikan diri dariku?” Leo malah balik bertanya pada istrinya dan mengingatkan kenangan masa lalu mereka.
Shena mengangguk pelan. "Ehm, aku ingat. Peristiwa itu tidak akan pernah aku lupakan. Kenapa memangnya?”
“Lalu bagaimana? Mereka pasti sangat kuat. Apa kamu bisa mengatasinya sendirian?” Shena mulai khawatir.
“Siapa bilang aku sendirian.”
“Apa kak Refald dan kak Fey akan datang kemari lagi?” Shena langsung berdiri tegak saking senangnya membayangkan dua idolanya akan kembali kemari untuk membantu menyelesaikan persoalan keluarga mertuanya.
“Kenapa kamu sesenang itu kalau mereka datang kemari.” Leo agak cemburu.
“Tentu saja aku senang, mereka berdua kan idolaku di dunia nyata.” Shena terlihat girang sekali.
__ADS_1
“Jadi aku bukan idolamu?” Leo mulai kesal karena merasa di duakan.
“Kamu suamiku, belahan jiwaku! Tapi, idolaku adalah mereka.”
Leo mendengus kesal sekaligus gemas juga pada istrinya. Bisa-bisanya dia mengidolakan orang lain selain suaminya. “Sayangnya, idolamu itu tidak akan datang kemari. Sebaliknya pamanku alias ayah Refaldlah yang datang kemari karena beliau adalah salah satu agen SWAT yang juga sudah lama mengincar para sindikat ini.”
“Apa? SWAT? Bukankah itu merupakan satuan kepolisian Amerika Serikat yang memiliki kemampuan, taktik dan pesenjataan khusus? Kenapa tidak panggil KOPASUS saja? Aku kok ngeri mendengar nama SWAT, ya?” Shena terkejut dan juga bingung.
Situasinya pasti gawat kalau sampai membawa-bawa nama agen international, pikir Shena.
“Akan ada banyak kejutan Sayang. Kamu tidak tahu seberapa kuat dan besar sindikat yang kamu temui waktu itu. Kamu beruntung masih bisa selamat dari mereka. Mereka adalah kelompok kriminal kelas kakap. Aku tidak akan pernah memaafkan mereka karena sudah berani menjadikan rumah sakit ayahku sebagai tameng mereka untuk bersembunyi selama ini. Lihat saja, akan aku buat mereka menyesal seumur hidup karena sudah mengusikku.”
“Apa mereka ada hubungannya dengan Kenzo?”
“Aku tidak tahu, semoga saja tidak. Tapi, jika para kriminal itu bersatu maka akan semakin mudah menangkap mereka.” Leo menatap tajam laptopnya sambil memainkan dagunya seolah sedang memikirkan sesuatu. Ia melirik istrinya yang sepertinya juga sedang memikirkan apa yang dia pikirkan. “Apa kamu tidak lapar, Sayang? Kamu mau makan apa? Tiba-tiba saja aku sangat lapar.” Leo membelai lembut rambut Shena dan menuntun istrinya agar mau duduk di pangkuannya.
“Aku akan memesankan makanan untukmu, tunggu di sini.” Shena mengecup mesra pipi suaminya dan mulai mengambil ponselnya untuk memesan makanan kesukaan Leo.
“Kalian tidak akan pernah bisa lolos dariku. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui,” gumam Leo dan langsung menelepon seseorang juga.
****
hehehe ... episode berikutnya lebih seru lagi .. akan ada banyak bintang tamu dari novel karya author pemes. yang bakal memeriahkan acara ... jangan bosan menunggu ya ... love you all
__ADS_1
terima kasih buat yang udah ngasih tips/koin .. aku terhuraaa dan makin bersemangat nih bikin cerita seru nya . terimakasih juga buat semua yang mau baca dan like, vote serta komentar di kisah ini...