
“Tunggu! Orang itu mau menikah?” Leo menatap Sintal dan Shena bergantian. Ia merasa bersalah pada Shena karena sudah salah paham pada istrinya. Gadis itu berjalan cepat mendahului Leo yang melongo karena bingung dengan situasi aneh ini. “Sayang, tunggu aku!” teriak Leo yang sempat melihat Sintal berdiri terpaku menatap kepergian Shena.
Leo berhasil menyusul Shena dan mencekal lengan istrinya yang lagi ngambek padanya. “Kenapa tidak menjelaskannya padaku?” tanya Leo langsung saat ia berhasil menghadang langkah Shena.
“Apa kamu bilang? Aku sudah akan menjelaskannya padamu tapi kamu malah membentakku! Kamu lupa?” Shena menatap marah Leo. “Lepaskan tanganku dan jangan ikuti aku! Aku ingin sendiri!” Shena menarik paksa tangannya dan pergi meninggalkan Leo.
Tanpa di duga, Leo langsung memeluk Shena dari belakang dan menahan istrinya agar tidak pergi meninggalkannya. “Maafkan aku Sayang,” bisik Leo di telinga Shena. “ Aku terlalu dibutakan api cemburu saat melihat pria asing menyentuhmu.” Leo mulai mengungkapkan perasaannya yang sesungguhnya. “Aku tidak rela jika ada pria lain memegang tanganmu selain aku. Aku tidak tahu kalau dokter itu sudah punya kekasih dan mereka akan segera menikah. Aku kira dia juga menyukaimu. Jangan marah oke, aku janji tidak akan membentakmu lagi. Maafkan aku!” Leo berusaha merayu Shena dengan mengecup lembut pipi Shena agar istrinya itu tidak marah lagi padanya. Ia juga mengeratkan pelukan tangannya di dada Shena.
Perlahan, Leo membalikkan tubuh Shena yang masih menunduk. Shena sendiri juga ingin mengungkapkan apa yang terjadi diantara dirinya dan Sintal supaya Leo tidak salah paham lagi.
“Dokter sintal adalah seniorku.” Shena mulai menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya. “Dia dulu memang sempat menyukaiku saat kami masih SMA, tapi aku menolaknya. Saat itu, aku tidak ingin menjalin hubungan dengan siapapun dan fokus belajar agar aku bisa masuk universitas ini.
Aku tidak menyangka bakal bertemu dia di sini dan aku senang dia bisa hidup bahagia meski aku dulu menolaknya. Aku tadi hanya mengucapkan selamat untuknya karena sebentar lagi, dia akan menikah dengan kekasihnya. Tidak kusangka kamu malah salah paham padaku dan membentakku seperti itu. Padahal, aku tidak melakukan kesalahan apapun.” Nada suara Shena terdengar sedih. Mungkin karena ini adalah pertengkaran pertama antara dirinya dengan Leo pasca mereka menikah.
Leo langsung kembali memeluk erat tubuh istrinya. “Aku tahu, kamu tidak salah, akulah yang salah, maafkan aku, Sayang. Aku langsung berlari kesini begitu mendengar kamu ditabrak seseorang tak dikenal dan terjatuh, aku terkejut saat sampai di sini, aku melihatmu begitu akrab dengan dokter itu sambil berpegangan tangan dengannya. Tentu saja aku cemburu tanpa tahu apa yang terjadi sebenarnya. Kamu menolak ikut bersamaku dan memilih datang ke tempat ini lalu mengobrol ria dengan pria asing, bagaimana bisa aku tidak emosi? Kamu adalah milikku dan tidak akan aku biarkan siapapun merebutmu dariku.” Pelukan Leo, semakin mengerat di tubuh Shena.
__ADS_1
Shena melepas pelan pelukan suaminya. “Aku tidak akan pernah berpaling darimu, Leo. Karena aku juga sangat mencintaimu. Jangan berpikiran seperti itu lagi, oke. Kamu sangat jahat padaku.”
Leo langsung mengecup bibir Shena ditengah banyak pasang mata yang memerhatikan mereka tanpa merasa malu lagi.”Aku tidak akan memarahimu lagi, aku janji.” Leo tersenyum manis pada istrinya. “Apa kamu baik-baik, saja?” Leo menanggalkan jaznya dan memakaikannya pada Shena supaya istrinya itu tidak kedinginan.
“Ehm, aku baik-baik saja.” Shena mengangguk pelan.
Leo pun menggendong Shena dan membawanya masuk ke dalam. Tentu saja apa yang dilakukan Leo itu langsung sukses membuat histeris semua orang yang melihat betapa romantisanya Leo pada Shena.
“Turunkan aku, aku bisa jalan sendiri. Mereka semua sedang menggunjingkan kita,” pinta Shena karena malu sudah dilihatin banyak orang.
“Biarin aja, aku nggak peduli apapun kata mereka. Kamu istriku, aku berhak melakukan apapun padamu, termasuk menggendongmu seperti ini. Harusnya kamu senang Sayang, karena kamu punya suami gengster yang super duper romantis.” Leo menyeringai dan mulai memamerkan jiwa narsisnya.
“Apa kamu masih marah padaku?” tanya Leo saat mereka berdua sudah ada di dalam kamar.
“Sedikit,” jawab Shena dan langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur. Tiba-tiba saja Shena merasa sangat lelah sekali hari ini.
__ADS_1
Leo hendak menyusul Shena berbaring diatas kasur tapi tiba-tiba saja ponselnya berdering lagi. “Iya, Ayah. Ada apa? ... ehm, apa? ... oke, baiklah, kebetulan aku juga ingin menyampaikan sesuatu padanya. Aku akan menghubunginya secepatnya untuk datang makan malam di rumah kita. Ayah akan pulang juga? ... Baiklah ... Shena baik-baik saja, kami masih di rumah sakit, malam nanti kami akan kembali ke rumah, bye.” Leo menutup sambungan teleponnya dan beralih menatap Shena.
“Kita akan pulang nanti malam, karena besok kita akan kedatangan tamu spesial, aku yakin kamu bakal suka melihat siapa tamu kita nanti.”
“Benarkah? Siapa memangnya? Kak Refald? Kak Fey? Ka Xiao nai dan kak Wei wei?” mata Shena langsung berbinar menyebut nama-nama idolanya.
“Bukanlah, ada tamu spesial kita satu lagi. Pasti kamu bakal senang karena bisa bertemu dengan mereka lagi. Sekarang istirahatlah, kamu terlihat pucat sekali, Sayang. Apa kamu yakin kamu baik-baik saja?”
“Ehm.” Shena mengangguk pelan. “Aku hanya sedikit lelah, temani aku, ya? Aku bosan sekali kalau nggak ada kamu di sini.”
Leo berbaring di samping Shena dan memeluk tubuh istrinya. “Tidurlah, aku akan menemanimu sampai kamu tidur.” Leo mengecup kening istrinya sebelum Shena benar-benar terlelap.
__ADS_1
****
semoga suka ya .... love you all .. pasti udah pada tahu siapa tamu spesial itu kan? hehehhe ...jangan bosan nunggu up berikutnya.