
"Apa kau sudah menemukan Shena?" Tanya Leo saat menelepon Roy sahabatnya.
"Belum, seperti dugaanmu, Laura memang pura-pura tidak tahu di mana keberadaan Shena. Berhari-hari aku mengintainya tapi aku tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan," terang Roy dari seberang sana.
"Kalau begitu, akan aku katakan rencanaku padamu. Aku yakin, jika kau melakukannya dengan baik. Kau pasti bisa menemukan di mana keberadaan Shena lewat Laura. Dan juga ... aku ingin kau menyampaikan pesanku pada emak-emak rempong pemilik kosan Shena yang dulu, agar mau membantuku nanti." Leo menjelaskan panjang lebar apa yang harus dilakukan Roy agar bisa cepat menemukan Shena serta misi yang sedang ia jalankan.
Roy langsung setuju dengan rencana matang Leo yang tersusun rapi sekali. "Pantas saja kau itu disebut gengster kelas kakap. Kau cepat menemukan strategi jitu dalam mengalahkan musuh," puji Roy pada sahabatnya.
"Terimakasih atas pujianmu, tapi aku sama sekali tidak tersanjung. Cepat lakukan apa yang aku katakan dan hubungi aku lagi saat kau bertemu dengan Shena." Leo mematikan sambungan teleponnya lalu pergi menemui beberapa orang kenalan ayahnya untuk membantunya melakukan misi yang diberikan ibunya.
"Sangat tidak mudah melakukan misi seperti ini, tapi ... semuanya demi Shena. Tunggu sebentar lagi, Sayang. Aku janji, kita akan kembali lagi bersama dan aku pastikan tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan kita begitu misiku selesai." Leo masuk ke sebuah gedung tempat di mana beberapa mafia kenalan ayah Leo berkumpul.
****
Keesokan harinya, Shena datang ke kantor KUD sesuai janjinya pada Rega. Cowok itu mempersilahkan Shena melakukan apapun yang ia butuhkan untuk bahan penelitiannya. Shena akui, Rega memang cowok yang cerdas dan juga berasal dari keluarga kaya. Ayahnya adalah kepala desa di kampung ini. Wajar kalau KUD ini dipercayakan padanya untuk dikelola sebaik mungkin oleh Rega.
“Aku senang kamu mau datang kemari Shena. Aku kira, kamu marah sama aku. Maaf kalau semalam aku khilaf. Tidak seharusnya aku bicara seperti itu padamu. Tamparanmu yang lumayan keras itu, sudah menyadarkanku.” Rega memulai pembicaraan saat Shena datang menemuinya.
“Jangan salah paham, Kak. Aku datang kemari semata-mata hanya untuk kepentingan skripsiku, tidak lebih dari itu. Aku tidak ingin membuat masalah di sini. Begitu penelitianku selesai, maka aku akan segera pergi.” Shena duduk di depan Rega.
“Kamu tinggal di mana sekarang, biar nanti aku yang akan antar dan jemput kamu.”
__ADS_1
“Sudah aku bilang, Kak. Sebaiknya jangan dekati aku, calon istrimu adalah Yani, sepupuku. Sebaiknya Kakak fokus saja dengan pernikahan kalian. Jika Kakak masih bersikap seperti ini, sebaiknya aku pergi, aku tidak ingin punya masalah di sini.” Shena bangun dari kursinya tapi Rega menahannya seperti biasa.
“Baiklah, maaf. Aku tidak akan menanyakan hal pribadi lagi padamu. Ayo ikut aku, kita akan berkeliling tempat ini.” Rega pun bangun dan berjalan keluar ruangannya diikuti Shena dari belakang.
Rega memperkenalkan para pegawai KUD yang ternyata sebagian besar adalah teman SMA Shena sendiri. Alhasil hari ini, Shena tidak jadi melakukan penelitian karena sibuk reuni dengan teman-teman SMA nya. Syukurlah semua data yang diperlukan Shena ada di tempat ini. Sehingga Shena pasti dengan cepat bisa menyelesaikan skripsinya.
“Sudah lama kita nggak ketemu, Shen. Nggak nyangka banget loh, kamu makin cantik aja sekarang,” ucap Rita teman sebangku Shena di SMA.
“Kamu juga cantik banget Rit, aku nggak nyangka ternyata kamu sudah menikah. Suami kamu pasti beruntung punya istri kayak kamu.” Shena balas memuji Rita.
“Ah, kamu bisa aja. Kamu sendiri? Apa kamu sudah punya pacar?” tanya Rita penasaran.
Senyum mengembang di wajah Shena langsung lenyap begitu mendengar pertanyaan teman sebangkunya dulu. Shena menunduk untuk menyembunyikan kesedihannya akan perpisahannya dengan Leo. Namun, Shena berusaha tetap tersenyum walaupun ia tidak tahu harus menjawab apa.
“Pasti pacar Shena cakep banget, iya kan? Nggak mungkinlah kalau dia jelek.” yang lainnya juga ikut berkomentar.
“Eh, tunggu-tunggu, Shena kan pacarnya Bayu dulu,” sahut salah satu teman Shena yang berambut panjang.
“Itu kan waktu mereka masih kecil, Fit. Lagian Bayu kan sudah lama tidak pernah datang kemari, kenapa kamu malah ngungkit-ngungkit dia, sih? Kalau Shena jadi sedih lagi gimana dong?” Rita mencoba membela Shena yang masih bingung harus menjawab apa. Sampai detik ini, Shena masih belum mengingat siapa Bayu yang entah kenapa Shena sama sekali tidak bisa mengingatnya.
Bukan hanya teman Shena saja yang penasaran apakah Shena sudah punya pacar atau belum. Rega, yang berdiri di belakang Shena juga ingin tahu apakah Shena memiliki tambatan hati lain selain Bayu.
__ADS_1
“Kamu kenapa, Shena? Kok kelihatan sedih gitu? Masak gadis secantik kamu tidak punya pacar? Atau jangan-jangan, pacar kamu beneran jelek, ya?” tanya Rita lagi yang disusul anggukan kepala teman-teman Shena.
Shena terdiam sejenak sambil menggaruk-garukkan kepalanya, ia hendak menjawab jujur pertanyaan Rita bahwa ia sempat bertunangan dan hendak menikah dengan Leo, tapi rencana pernikahannya batal karena orang tua Leo tidak menyetujui hubungan mereka dengan alasan Shena akan membawa kehancuran bagi keluarga besar Leo.
Kalau dipikir-pikir lagi, kisah Shena dan Leo hampir mirip kisah yang ada di sinetron ikan terbang, njelimet dan ruwet, tapi kenyatannya memang seperti itu. Perbedaan strata merekalah yang membuat Shena terpaksa harus merelakan Leo meski hati Shena sangat terasa sakit ketika memikirkan tak bisa lagi bersama dengan orang yang dia cintai.
Namun, sebelum Shena mengatakan semua itu, tiba-tiba saja ada seseorang datang dan membantu menjawab pertanyaan Shena sehingga semua orang yang ada di kantor KUD terkejut mendengarnya.
“Ada! Pacar Shena adalah aku, baik dulu ataupun sekarang, Shena adalah pacarku,” jawab seorang laki-laki yang berdiri dibelakang Rega. Seketika Shena menoleh ke arah orang yang mengaku-ngaku sebagai pacarnya, begitu juga dengan teman-teman Shena.
Shena benar-benar terkejut dan tidak menyangka bahwa ia masih bisa melihat kembali laki-laki itu. Shena sangat senang karena laki-laki itu adalah orang yang ingin sekali Shena temui saat ini.
Akhirnya, aku bisa bertemu lagi denganmu. Batin Shena, gadis itu tersenyum menatap sosok laki-laki yang juga menatapnya dengan senyuman manisnya.
****
Nantikan kisah Leo dan Shena selanjutnya ya ... semoga tidak bosan menunggu up selanjutnya.
jangan lupa juga dukung penulis dengan like, vote dan komentarnya ya ... terimakasih,🙏🙏
love you all😘😘
__ADS_1
salam manis dari penulis ♥️♥️♥️