Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 177


__ADS_3

Sambil menunggu Shena dipindahkan dari ruang ICU ke kamar VVIP, Leo datang menuju ruang operasi untuk mencari tahu bagaimana kondisi ayahnya saat ini. Kebetulan, Biyanca dan bibi Nunuk juga baru saja tiba.


“Apa yang terjadi? Bagaimana Ayahmu? Di mana Shena?” tanya Biyanca begitu melihat putranya datang.


“Shena dan cucu ibu baik-baik saja, aku akan menemuinya begitu Shena di pindahkan ke ruang VVIP. Saat ini yang perlu kita khawatirkan adalah kondisi, Ayah.” Leo terlihat masih cemas sambil mengamati ruang operasi yang belum terbuka.


“Jangan khawatirkan ayahmu. Hanya luka tembak saja, tidak akan membunuhnya, dia bahkan pernah mati tapi hidup kembali karena tidak ingin meninggalkanku. Bagaimana bisa dia mati sebelum cucunya lahir. Itu tidak akan terjadi, percayalah padaku.” Biyanca memegang bahu putranya.


“Maafkan aku ibu, aku lengah. Harusnya aku lebih kuat dari ayah. Tapi aku tidak berdaya.” Leo memegang tangan ibunya.


“Kau kuat, Sayang. Kau punya taktik yang jauh lebih jitu dari ayahmu. Kau jauh lebih cerdik dan cerdas darinya. Ayahmu selalu gegabah dan ceroboh. Dia pernah menghadang puluhan peluru hanya untuk menyelamatkanku, dan dia masih bisa kembali hidup. Hanya itulah kekuatan fisik yang dimiliki ayahmu. Manusia manapun tidak akan bisa seperti dia. Sementara kau, kau punya banyak teman yang membantumu. Kau tidak sendirian, kau lebih luar biasa daripada dia. Jangan khawatir lagi, oke. Karena ayahmu, pasti bisa melewati ini semua.” Biyanca memeluk putranya dengan penuh kasih sayang.


Sudah lama sejak Leo beranjak dewasa, dia tidak pernah memeluk putranya seperti ini. Rasanya baru kemarin Biyanca melahirkan putra semata wayangnya yang sebentar lagi juga akan menjadi seorang ayah.


“Aku sangat penasaran dengan kisah kalian berdua, kalian tidak pernah menceritakan detail bagaimana kalian bisa bertemu dan akhirnya menikah.” Leo melepaskan pelukan ibunya.


“Kakakmu Refald yang tahu detail kisah kami. Ayahmu pernah menceritakan bagaimana kisah cinta kami sebagai pemicu Refald untuk segera menemukan Fey. Jika kau ingin tahu, mintalah Refald menceritakannya padamu. Bukankah sebentar lagi dia akan kembali ke Indonesia bersama dengan Fey?” Biyanca memegang kedua pipi Leo.


“Ayah menceritakan kisah kalian pada Refald tapi tidak padaku? Yang jadi anak kalian siapa? Refald atau aku?” Leo mulai menunjukkan sisi anak maminya. Tidak biasanya Leo bersikap manja pada ibunya semenjak dia lulus di Inligua Berlin.


“Bagiku kalian semua adalah putra kami, tidak ada yang dibedakan, bahkan kaulah yang paling menjadi putra kesayangan keluarga besar kita. Saat itu Refald sedang galau, dia putus asa karena Fey memutuskan menghilang dari hidupnya, dia bahkan menutup semua akses dan berganti nama untuk menutupi data diri Fey yang sebenarnya. Karena itulah ayahmu menceritakan kisah kami dengan harapan, Refald bisa kembali bangkit dan memperjuangkan kembali cintanya. Karena mereka berdua memang sudah ditakdirkan bersama, seperti kau dan Shena.”


Leo semakin kagum dengan ayah dan keluarga besarnya sendiri. Ia menduga setiap kisah cinta anggota keluarganya, selalu unik dan menarik, termasuk kisah cintanya sendiri dengan Shena.


Pintu ruang operasi pun terbuka dan para dokter spesialis keluar dari ruangan itu.


“Bagaimana kondisi suami saya, Dok?” tanya Biyanca.

__ADS_1


“Tuan Byon sudah melewati masa kritis Nyonya, kami berhasil mengangkat pelurunya. Untung saja, timah panas itu tidak sampai menembus organ vitalnya sehingga kondisi tuan Byon tidak terlalu parah, ini masih belum seberapa dibandingkan luka tuan Byon yang waktu itu. Jangan khawatir lagi, tuan Byon akan segera sembuh. Kami masih melakukan proses terakhir, sebelum beliau dipindahkan ke kamar VVIP,” terang dokter paruh baya yang memang sudah biasa menangani semua luka-luka Byon mulai dari dia masih lajang hingga ia sudah menikah.


“Terimakasih banyak, Dok.” Biyanca dan Leo merasa lega mendengar penjelasan Dokter keluarga Pyordova.


“Sama-sama Nyonya, kami permisi dulu.” Dokter itupun pamit undur diri untuk memeriksa pasien yang lainnya.


“Tuh kan, apa ibu bilang, ayahmu pasti baik-baik saja. Sekarang temui Shena, dia pasti mencarimu!”


“Baik ibu, aku akan menemui ayah nanti jika sudah dipindahkan ke ruang VVIP.” Senyum Leo mulai mengembang dan di susul anggukan setuju dari ibunya.


Selama dalam perjalanan menuju ruangan Shena, Leo mendapat telepon yang sudah ia prediksi sejak lama. Telepon itu berasal dari Xiaonai yang memberitahu Leo tentang apa yang terjadi pada Roy. “Ehm, aku mengerti, aku akan segera kesana secepatnya. Pengawalku akan menjemputmu, cepat temui Wei wei, biarkan aku yang mengurus sisanya.” Leo menutup sambungan teleponnya dan bergegas menemui Shena sebelum ia pergi ke TKP tempat Roy terjatuh.



Leo mencondongkan kepalanya di daun pintu sambil membawakan setangkai bunga mawar merah yang tak sengaja ia comot dari kumpulan bunga dari dalam vas yang terletak di meja informasi rumah sakit saat Leo melewatinya menuju kamar VVIP untuk menemui Shena.



“Untukmu permata hatiku.” Leo menatap Shena dengan seluruh cinta yang ia punya dan berharap Shena mau menerima bunga darinya. Shena sendiri mengambil bunga mawar merah pemberian suaminya lalu mencium wangi bunga itu.


“Darimana kamu dapat bunga ini? Apa kau memetiknya?”


“Tidak, aku mencomotnya dari vas bunga yang ada di bagian informasi saat aku melewatinya.”


“Apa?” Shena tersenyum kaku mendengar tingkah konyol Leo. “Kau itu sultan, bagaimana bisa kau mencuri bunga mawar ini di rumah sakitmu sendiri?”


“Sayang, aku tidak mencuri, sudah kubilang aku mencomotnya.”

__ADS_1


“Sama saja? Apa bedanya itu dengan mencuri!” Shena tetap kukuh pada asumsimnya.


“Oke, baiklah, anggap saja aku pencuri. Aku juga sedang bersiap-siap untuk mencuri lagi.” Leo suka sekali menggoda Shena.


“Apalagi yang ingin kau curi, berhenti bertindak konyol Leo, aku su ...,” Shena tak bisa melanjutkan kata-katanya karena Leo membungkam mulut Shena dengan telapak tangannya.


“Aku sedang bersia-siap mencuri hati istriku supaya dia terus mencintaiku walau apapun yang terjadi.” Leo menatap mesra wajah Shena dan menghadiahinya satu kecupan lembut nan syahdu.


“Tanpa kau curipun, kau sudah mendapatkan hatiku, kau ini pintar sekali merayu sekarang! Shena merebahkan kepalanya di dada Leo sambil tersenyum senang. “Bagaimana kondisi Ayah, apa beliau baik-baik saja? Bisakah kau bawa aku menemuinya?” Shena terlihat cemas.


“Ayah baik-baik saja, dia sudah melewati masa kritis, jangan khawairkan ayah lagi karena sudah ada ibu yang menjaganya. Sebaliknya, aku sangat berterimakasih padamu karena kamu sudah berusaha keras menjaga Leo junior kita dengan sangat baik. Terimakasih, Sayang, dan istirahatlah, supaya kamu lekas sembuh.” Leo mengecup kening Shena dengan lembut sambil memegang perut istrinya.


Shena sendiri tidak bisa berkata apa-apa. Ia juga sangat bahagia karena buah hatinya masih mau bertahan dalam rahimnya. Tak ada kata yang bisa melukiskan betapa bahagainya Shena saat ini, terlebih lagi ayah mertuanya juga baik-baik saja sekarang.


“Sayang, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu sebelum aku pergi. Aku harap kau dengarkan aku baik-baik dan lakukan sesuatu untukku dan Roy nanti, ini demi kebaikan Laura.” Wajah Leo terlihat serius.


“Kau mau pergi kemana?” tanya Shena. “Apa kau akan balas dendam pada Carlos? Kau janji padaku untuk tidak membunuh siapapun, apa kau akan melanggar janjimu?”


“Tidak, aku tidak akan melanggar janjiku. Aku memang akan balas dendam padanya tapi bukan aku yang membunuhnya, melainkan Rendy. Aku hanya akan menjamin dia bakal merasakan neraka dunia sebelum dia masuk ke neraka sungguhan di alam baka sana.”


Shena langsung menatap wajah suaminya yang juga menatapnya. Shena tidak mengerti maksud ucapan Leo.


Leo mulai menjelaskan panjang lebar mengenai apa yang terjadi pada Roy saat ini, Shena pun mangangguk paham dan berjanji akan melakukan apa yang Leo katakan. Tanpa sadar, air mata Shena sudah mengalir deras membasahi pipi lembutnya.


“Jangan menangis, Sayang.” Leo mengusap sisa bulir air mata yang mengalir di pipi istri tercintanya. “Ini sudah takdir, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan sekarang. Aku pegi dulu, aku akan cepat kembali setelah urusanku selesai.” Leo mengecup kening Shena dan berlalu pergi. Sedangkan Shena hanya diam menatap kepergian suaminya, ia tidak tahu bagaimana menggambarkan perasaannya saat ini. Semua rasa, telah bercampur aduk menjadi satu.


****

__ADS_1


love you all ...


__ADS_2