
Tarian Shena dan Leo berhasil mematahkan spekulasi tentang insiden yang hampir saja merusak reputasi Xukun saat Leo memperlakukan penari latar dengan kasar. Kini, para fans fanatik Xukun berpendapat kejadian tadi tak sengaja dilakukan, sebab Leo yang dikira Xukun itu, bisa menari dengan baik bersama dengan istrinya. Bahkan ini pertama kalinya semua orang melihat betapa mesranya Xukun kw alias Leo saat menari bersama dengan Shena tanpa mereka ketahui kalau sebenarnya pasangan yang sedang beraksi di atas panggung adalah pasangan suami istri fenomenal yang pernah ada di dunia ini.
Begitu lagu penutup selesai, Leo dan Shena kembali ke balik panggung diiringi suara histeris para penggemarnya.
“Cai Xukun ... Cai Xukun .... Cai Xukun ...,!” teriak mereka semua. Acara konser yang dilakukan Shena dan Leo sukses tanpa menimbulkan kecurigaan sedikitpun.
“Kalian memang pasangan luar biasa. Aku akui, aku tidak bisa semesra itu dengan wanita,” puji Kun saat Leo dan Shena sudah berada di balik panggung.
“Tentu saja, kami berdua memang pasangan serasi sejak awal. Julukan istriku adalah ‘Ratu panggung’ di kampus kami. Leo menatap wajah Shena yang sedari tadi hanya diam seolah sedang merasakan sesuatu.
“Aku tahu, ia sudah cerita sedikit tentang alasanmu menyatakan cinta di atas panggung.” Kun tersenyum sambil menelepon manajernya untuk memberitahu kalau ia kurang enak badan dan ingin segera istirahat di rumah. Manajer Kun pun mengerti dan menyiapkan pengawalan ketat untuk mengawal kepergian Kun dan yang lainnya keluar gedung pertunjukan.
Mereka bertiga, akhirnya bergegas kembali ke ruangan VIP yang sudah disediakan khusus untuk Kun. Sesampainya di dalam, Leo langsung mengganti pakaiannya agar bisa keluar bersama dengan Shena.
“Ada apa Sayang, kenapa kamu diam saja? Apa yang kamu rasakan?” tanya Leo. Ia agak sedikit khawatir karena Shena tidak bicara apapun daritadi.
“Entahlah, aku merasa ada yang bergerak diperutku.” Shena masih terlihat shock bercampur senang begitu juga dengan Leo, ia terkejut mendengar Shena berkata seperti itu.
“Benarkah?” Leo langsung menundukkan kepalanya dan menempelkannya di perut Shena. “Kenapa aku tidak bisa merasakannya?” Leo masih berusaha mendengar sesuatu dari dalam perut Shena.
“Kau akan merasakannya kalau sudah waktunya,” komentar Kun yang sejak tadi jadi kacang dan obat nyamuk mereka berdua. “Selamat untuk kalian dan terimakasih untuk semuanya, manajer dan semua bodyguardku sudah menunggu di luar. Ayo kita pergi supaya istrimu bisa istirahat.”
__ADS_1
Sesuai rencana, Leo dan Shena bisa kembali ke hotel tanpa ada yang curiga. Tanpa menunggu lama, Leo dan Shena langsung pulang kembali ke Indonesia menggunakan jet pribadi Leo sendiri.
Byon, Shena dan Leo duduk bersama di dalam pesawat. Ayah Leo sedang memeriksa sebuah dokumen penting yang baru ia dapat mengenai biodata asli Kun, artis idola Shena. Byon penasaran bagaimana bisa wajah artis itu bisa sama persis dengan Leo.
“Apa yang sedang Ayah lakukan? Berkas apa itu?” tanya Leo. Ia duduk di sebelah Shena ketika ketiganya sedang terbang mengudara di atas langit.
“Bukan apa-apa.” Byon tersenyum puas karena data yang ia lihat, sesuai dengan ekspekstasinya. “Begitu kita mendarat, hubungi pak Bas untuk segera menemuiku. Ada yang ingin aku bicarakan dengannya.”
“Baik, Ayah,” ujar Leo sambil terus mengamati Shena. Istrinya itu sedang sibuk memeriksa foto-foto suaminya yang ia abadikan sendiri saat Leo beraksi di atas panggung sebagai kenang-kenangan mereka.
“Tumben kau tidak membantahku!”
“Karena aku lagi bahagia, tidak ada alasan untuk membantah, Ayah.” Leo masih belum berpaling menatap Shena. Hal itu membuat Byon jadi tersenyum simpul melihat putranya yang sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah. Padahal, rasanya baru kemarin ia menggendong bayi mungil Leo saat pertama ia hadir ke dunia. “Dasar bucin,” gumamnya lirih.
“Benarkah itu, Ayah?” mata Shena langsung berbinar-binar.
“Itu benar, kalian berdua harus datang ke kampus untuk mengurus beberapa hal berkaitan dengan wisuda kalian. Lakukan setelah pesta resepsi pernikahan kalian selesai.” Byon bangkit dari kursinya lalu pergi meninggalkan Leo dan Shena berdua saja.
Lengkap sudah kebahagian Shena hari ini. Bisa konser bersama Leo di atas panggung menggantikan artis idolanya adalah hal terindah yang pernah Shena lakukan bersama dengan suaminya. Di tambah lagi, ada Leo kecil mulai bergerak-gerak diperutnya sehingga membuat Shena merasa menjadi seorang ibu sebenarnya. Dan kini, ia dinyatakan lulus dengan predikat camlaud dikampusnya. Benar-benar kebahagiaan yang sempurna.
“Selamat untukmu, Sayang.” Leo mengecup kening Shena dengan mesra.
__ADS_1
“Kamu juga, Sayang.” Shena merebahkan kepalanya di bahu Leo sambil memandangi foto suaminya yang ia ambil saat Leo menjadi Xukun kw.
“Itu kan fotoku?” Leo ikut melihat fotonya sendiri. “Ketampananku memang tidak ada duanya.” Sifat narsis Leo mulai muncul.
“Aku tidak setuju denganmu, kak Refald dan Kun juga tampan.” Shena menatap wajah suaminya. Tentu saja Leo langsung kesal karena ia disamakan dengan kakak dan kembarannya. “Tapi bagiku, kamu adalah suami yang luar bisa. Aku sangat beruntung memiliki suami yang tidak ada duanya di dunia ini. Dan aku ... sangat sangat sangat mencintai suamiku lebih dari apapun.” Shena mencubit kedua pipi Leo yang lagi cemberut.
Mendengar kata-kata Shena yang menghanyutkan jiwa, Leo bangun dari tempat duduknya dan berlutut di depan Shena sambil memegang erat tangan istrinya.
“Duhai istriku yang paling aku cintai melebihi nyawaku sendiri, maukah kamu hidup bersamaku untuk selamanya? Membangun bahtera rumah tangga bersama yang hanya akan dipenuhi dengan cinta dan kasih sayang? Punya banyak anak dan berjanji akan terus bersama hingga anak cucu kita nanti?” Leo menyodorkan sebuah cincin berlian terindah yang pernah Shena lihat.
Shena tersenyum bahagia bahkan matanya sampai berkaca-kaca melihat suaminya bersikap romantis padanya tepat ketika mereka berdua berada di atas awan. Shena benar-benar dibuat terbang melayang dalam arti yang sebenarnya oleh Leo.
“Tentu saja aku bersedia, aku tidak bisa hidup tanpamu, suamiku.” Shena memeluk erat leher suaminya dengan hati yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.
Perlahan, Leo melepas pelukan Shena dan memasukkan cincin berlian di jari manis istrinya. Keduanya berciuman mesra tepat saat melintasi awan yang cerah dan menakjubkan, menambah suasana romantis ala Leo dan Shena.
THE END
__ADS_1
Baca episode selanjutnya ya gaes .. biar gak kecewa. Love you all ...