Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 79 Pemilik Baru


__ADS_3

Roy kelabakan kerena Laura memergoki dirinya menyelinap ke kamarnya. Cowok itu jadi salah tingkah dan bingung alasan apa yang akan ia katakan pada Laura. “Aku ... a-aku ... ehem, aku ... tersesat.” Roy yang gugup buru-buru menyembunyikan kertas surat dari Shena di balik punggungnya.


“Apa yang kamu sembunyikan itu? perlihatkan padaku?” bentak Laura yang berjalan menghampiri Roy.


Roy yang panik berbalik badan membelakangi Laura dan memasukkan kertas surat itu ke dalam mulutnya. Laura yang gemas dengan sikap Roy itu langsung memaksa Roy untuk memuntahkan apa yang dimakan Roy.


“Muntahin nggak?” bentak Laura.


Roy hanya menggeleng karena tidak bisa bicara akibat terhalang kertas surat Shena yang ia masukkan ke dalam mulutnya.


Aduh, begoo banget aku! Harusnya ini kertas aku lempar keluar aja tadi, ngapain aku makan, sih? Pikir Roy yang bingung harus bagaimana menghadapi Laura.


Laura tidak menyerah, ia terus memaksa membuka mulut Roy dengan tangannya sendiri, tapi tangan Laura berhasil di tahan oleh Roy sehingga mereka berdua saling dorong mendorong satu sama lain. Roy jauh lebih kuat dari Laura tetapi tekad Laura untuk merebut kembali apa yang disembunyikan Roy darinya juga sangat kuat.


Saat mereka saling bertahan satu sama lain, tanpa sengaja Laura terbentur gagang kursi sehingga keseimbangannya oleng dan terjatuh ke lantai bersamaan dengan Roy yang juga ikut terseret jatuh karena tangan mereka berdua saling bertautan. Tanpa sengaja Roy mencium bibir Laura saat keduanya terjatuh ke lantai bersama sehingga kertas yang dimasukkan Roy kedalam mulut Roy tak sengaja terdorong masuk dan tertelan ke dalam tenggorokan Roy saking terkejut dan juga gugup.


Tentu saja hal itu membuat panik keduanya dan semakin kelabakanlah Roy karena tenggorokannya kemasukan kertas. Sekuat tenaga ia berusaha memuntahkan kembali surat itu agar bisa keluar.


“Huuk, uhukkk!” Roy bangun dari atas tubuh Laura dan membungkukkan badannya agar kertas yang tertelan itu cepat keluar kembali. Sayangnya, kertas itu masih menyangkut ditenggorokan Roy sehingga membuat takut Laura yang melihat wajah Roy jadi pucat seperti mayat.


Laura yang juga ikut panik membawa Roy ke balkon dan menyuruhnya membungkuk sambil berpegangan pada besi pembatas balkon. Dengan kuat, Laura memukul tengkuk Roy berkali-kali sampai kertas yang di telan Roy itu berhasil dikeluarkan.


Kertas itu langsung terlempar ke bawah akibat pukulan kuat dari Laura, seketika Roy langsung lemas akibat tenaganya terkuras habis untuk memuntahkan kertas yang tidak sengaja tertelan olehnya gara-gara mencium Laura.


Laura pun ikut ngos-ngosan karena khawatir pada Roy yang bertindak sangat konyol. Ia berdiri sambil berkacak pinggang menatap Roy yang sedang teler akibat insiden yang hampir saja merenggut nyawanya sendiri.


Tanpa sadar air mata Laura mengalir dan menetes bergantian karena ketakutan melihat wajah Roy yang menakuktkan seperti tadi. Ia berlari keluar kamarnya dan mengambilkan air putih untuk Roy agar cowok itu kembali tenang.


“Minumlah.” Laura membantu meminumkan air putih itu pada mantan pacarnya dengan perlahan-lahan dan sangat hati-hati. “Kamu tidak apa-apa?” Laura menatap khawatir wajah Roy yang terlihat sangat pucat.


Roy masih belum bisa bicara apa-apa karena terlalu shock dan lemas. Ini pertama kalinya dalam sejarah hidupnya ia mengalami kejadian naas seperti ini. Benar-benar tidak bisa dipercaya.

__ADS_1


Laura memapah Roy agar berbaring di tempat tidurnya, “Istirahatlah sebentar di sini sampai kamu merasa baikan lagi. Aku akan membangunkamu nanti.” Laura hendak berjalan pergi tapi Roy menarik tangan Laura agar Laura tidak beranjak dari tempatnya.


“Jangan pergi ... temani aku di sini,” pinta Roy dengan napas yang masih tersengal-sengal.


Laura mengamati raut wajah Roy yang masih pucat pasi. Ia sendiri juga tidak tega melihat keadaan Roy seperti itu. “Lagian kamu ini aneh-aneh saja, siapa yang menyuruhmu menelan kertas sebesar itu? memangnya kamu ini rayap apa? Sampai kertas saja kamu makan!” gerutu Laura yang duduk di samping Roy sambil menyelimuti tubuh orang yang dulu sangat dicintainya.


“Maafkan aku, Laura.” Roy menatap wajah mantannya. Ada sejuta kerinduan di matanya, tapi cowok itu tidak bisa mengungkapkannya karena ia sudah banyak menyakiti Laura.


Dulu, Roy hanya menjalankan misi dari Leo untuk berpura-pura mencintai Laura, tapi akhir-akhir ini. Roy merasa bahwa ia sedang jatuh cinta pada Laura setelah gadis itu mendadak berubah dingin padanya setelah Laura tahu kebenaran tentang perasaannya pada Laura, yang awalnya hanya pura-pura demi mensukseskan misi Leo untuk mendapatkan Shena.


Leo dan Shena berhasil membangun hubungan mereka dengan baik meski saat ini hubungan keduanya sedang diuji oleh takdir. Berbeda dengannya yang harus mengakhiri hubungannya dengan Laura karena misinya sudah selesai.


“Kita akan bicara lagi nanti setelah kamu sudah baikan, termasuk alasan apa yang membuatmu sampai menyelinap ke kamarku dan mencuri kertasku. Aku baru tahu kalau kamu sedang beralih profesi jadi pencuri,” tuduh Laura.


“Aku tidak mencuri!” Roy menyanggah tuduhan Laura karena ia tidak terima disebut pencuri.


“Lalu tadi apa? Kamu menyelinap masuk ke dalam kamar dan mengambil kertasku tanpa izin dariku. Itu namanya mencuri boodoh!” Laura gemas juga karena Roy masih saja menyangkal.


“Jangan bikin aku ngakak mendengar candaan garingmu itu. Aku sudah bukan Laura yang dulu lagi, jadi jurus gombalmu itu tidak mempan lagi padaku.” Laura hendak pergi tapi sekali lagi Roy menahan tangan Laura.


“Aku serius, aku ingin kita balikan lagi. Aku ... jatuh cinta padamu.” Roy menatap Laura yang juga menatapnya.


“Oh iya? Tapi aku tidak mencintamimu!”


“Kamu mencintaiku! Aku tahu kamu masih mencintaiku. Aku akan menunggu sampai kamu mau mengakui perasaan mu padaku.”


“Lepaskan tanganku! Aku mau ke toilet.” Laura bersikap cuek dengan pernyataan Roy yang mulai menyukainya.


“Oke! Bangunkan aku satu jam lagi, kita harus bicara.” Roy melepaskan genggamannya dari tangan Laura.


Laura berjalan keluar sambil tersenyum meninggalkan Roy di dalam kamarnya. Tak dapat dipungkiri kalau Laura memang masih mencintai Roy. Hanya saja, sakit hati yang pernah Roy torehkan padanya tidak bisa dengan mudah Laura lupakan begitu saja. Gadis itu ingin, Roy juga merasakan apa yang dulu pernah Laura rasakan sebelum ia mau menerima cinta Roy kembali.

__ADS_1


“Kamu harus merasakan seperti apa sakitnya mencintai seseorang yang tidak pernah mencintaimu, sakit banget Roy. Gara-gara kamu juga, aku hampir saja kehilanagn sahabatku. Kita akan bersama, tapi ... setelah kamu mendapatkan hukuman yang setimpal,” gumam Laura.


Sementara di dalam kantor KUD, Rega terus saja mencoba menarik perhatian Shena. Cowok itu selalu mengikuti Shena kemanapun Shena pergi, sampai Shena dan yang lainnya jadi risih sendiri.


“Apa Kakak tidak punya pekerjaan lain selain mengikutiku?” tanya Shena yang sudah mulai kesal dengan Rega.


“Aku hanya ingin membantumu jika kamu butuh bantuanku,” kilah Rega.


“Kalau begitu bantu aku!”


“Apa?”


“Jangan mengganggu konsentrasiku dengan mengikuti kemanapun aku pergi! Urus saja pekerjaan Kakak sendiri!” tandas Shena lalu berpindah tempat menjauh dari Rega.


Rega hendak menyusul Shena tapi telepeon kantor di ruang kerjanya berdering sehingga membuat Rega mengurungkan niatnya mendekati Shena.


“Halo,” ucap Rega saat menjawab telepon di kantornya.


“Halo, apa ini Rega Pratama?” tanya seseorang di seberang sana.


“Iya , benar. Maaf anda siapa?”


“Aku dengar perkebunan teh saat ini anda dan tim anda yang mengelolanya. Aku pemilik perkebunan teh yang baru, aku akan ke sana untuk melihat-lihat seperti apa perkembangannya saat ini. tolong siapkan saja data-datanya. Pengacaraku sedang dalam perjalanan ke sana. Dia akan memberitahumu segalanya, surat-surat kepemilikan tanah dan semuanya,” jelas orang itu dari balik telepon.


“Baik, kalau boleh tahu ini atas nama siapa, ya? Bolehkah saya tahu siapa nama pemilik baru perkebunan teh ini? Supaya mudah menyiapkan semua data yang anda butuhkan sebagai pemilik baru di perkebunan ini.”


“Aku ... Bayu!” orang itu langsung menutup sambungan teleponnya.


Rega langsung tercengang mendengar nama yang sudah tidak asing lagi ditelinganya. Nama itulah yang juga ia takutkan selama ini. Sebab, nama tersebut bisa membuat Rega kehilangan kesempatan untuk mendapatkan Shena selamanya jika orang yang bernama Bayu itu benar-benar muncul kembali di kehidupan Shena.


“Gawat!” ucap Rega sambil memerhatikan Shena yang sedang mencatat hasil reset datanya.

__ADS_1


***


__ADS_2