Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 156 Pacuan Kuda


__ADS_3

Refald berjalan beriringan sambil menunggang kuda kesayangannya bersama Leo yang juga sedang menunggangi kuda putih pilihannya. Fey dan Shena hanya bisa mengamati suami-suami mereka dari atas balkon vila milik Refald.


Ini pertama kalinya bagi Shena melihat Leo menunggang kuda. Tentu saja Shena takjub dan terpukau melihat betapa kerennya Leo saat ini. Sedangkan Fey sudah tidak kaget lagi, jika saja dia tidak dalam kondisi hamil, pasti dia juga akan ikutan naik kuda bersama Refald seperti yang biasa mereka lakukan sebelumnya.


“Mereka berdua benar-benar keren,” gumam Shena sambil terus memandangi Leo.


Dari kejauhan suaminya itu melambaikan satu tangannya pada Shena dan gadis itupun membalas Leo dengan melakukan hal yang sama.


“Kamu tidak lelah?” tanya Fey pada Shena.


“Tidak, Kak. Aku suka melihat mereka. Ini pertama kalinya aku melihat Leo naik kuda. Apa mereka mau balapan?” tanya Shena yang masih saja memerhatikan gerak gerik Leo.


“Sepertinya begitu. Mau minum apa? Biar aku pesankan.”


“Jus melon saja, Kak. Tiba-tiba aku ingin sekali minum itu.” Shena menatap idolanya dengan senyuman ramah. “Terima kasih, Kak.”


“Sama-sama.” Fey balas tersenyum, ia memanggil salah satu pelayan di vila itu untuk membuatkan juz melon untuknya dan untuk Shena. Keduanya pun asyik memandangi suami-suami mereka beraksi di lapangan. Refald dan Leo terlihat layaknya sultan sesungguhnya.


“Siapa lawan kita, bukankah di Switzerland ada area berkuda, kenapa harus jauh-jauh datang ke Perancis?” tanya Leo yang masih saja heran karena kakak sepupunya itu mengajaknya berkuda di sini.


“Kenapa? Kau takut bertemu dengan mantanmu di sini? Atau kau takut Shena bakal marah karena kau juga punya mantan seorang wanita Perancis berdarah Indo yang dulu kau kira adalah gadis desa dari Indo yang menyelamatkan nyawamu saat masih kecil?” sindir Refald.


“Diam kau!” bentak Leo langsung sambil melambaikan tangannya pada Shena yang sedang mengamatinya. “Aku hanya menebak saja waktu itu, lagipula hubungan kami berakhir begitu saja karena aku sadar aku tidak mencintainya. Bukan dia orang yang aku cari.”


“Tapi kau sudah membuatnya jatuh cinta padamu.” Refald masih saja betah menggoda Leo.

__ADS_1


“Aku tidak peduli dengan semua mantan-mantanku. Aku tidak menyukai mereka semua, kau tahu alasanku mendekati semua wanita-wanita itu. Dan kini aku sudah menemukan wanita yang aku cari. Satu-satunya orang yang aku cintai hanyalah Shena. Aku rasa, aku tidak perlu menjelaskannya padamu juga.” Leo mulai pemanasan mengitari lapangan dengan memacu kudanya pelan-pelan.


Refaldpun berhasil menyusul sepupunya dan keduanya saling pemanasan bersama. “Ayah dari mantanmu itu, adalah dokter yang merawat Carlos di sini. Pasukankulah yang memberitahuku, karena itu aku mengajakmu kemari untuk balapan kuda dengannya. Jika kita menang, maka dia akan memberitahu apapun yang ingin kau ketahui soal Carlos. Jadi, bersiap-siaplah!” Refald memacu kudanya mendahului Leo.


“Apa?” Leo berhenti memacu kudanya untuk menguasai diri. Ia benar-benar terkejut dengan berita ini. “Kenapa harus dokter itu? Diantara banyak dokter di dunia kenapa Kenzo malah memilih dokter itu untuk menyembuhkan Carlos?” Leo pun memacu kudanya kembali dan mengejar Refald.


"Karena cuma dia yang mau melakukan hal gila yang tidak akan pernah bisa dilakukan oleh dokter manapun di dunia. Termasuk membunuh orang demi menyelamatkan orang lain." Refald menatap lurus ke depan seolah sedang berbicara dengan sesuatu yang sudah jelas itu adalah pasukannya yang tak kasat mata. "Ehm, aku mengerti, pergilah dan jaga saja mereka," perintah Refald pada pasukan dedemitnya.


"Ada apa?" tanya Leo.


"Mereka datang," jawab Refald singkat.


Tak berselang lama, datanglah seorang wanita cantik berdarah blasteran Perancis-Indo sedang berkuda bersama dengan Ayahnya. Mereka berdualah orang yang baru saja dibicarakan Refald. Keduanya juga terkejut mendapati Leo dan Refald ada di sini. Begitu juga dengan Leo, cowok itu tak henti-hentinya memandang ke arah Shena, berharap istrinya tidak tahu menahu soal masa lalunya dengan wanita yang baru saja datang bersama dengan ayahnya ini.


Jika saja bukan karena mencari informasi tentang Carlos, maka Leo tidak akan pernah mau datang kemari. Sebisa mungkin Leo harus segera mengetahui apa rencana Carlos selanjutnya. Kalau memang tujuan menampakkan diri adalah untuk balas dendam, harusnya Carlos sudah melancarkan aksinya mulai sekarang, tapi kenyataannya, tidak ada tanda-tanda pergerakan dari musuh Leo yang satu itu sehingga membuat Leo semakin curiga, kalau Carlos sedang merencanakan sesuatu yang besar untuk menghancurkannya.


Tanpa malu, mereka pun ikut berkuda lalu datang mendekati Refald dan Leo. Mereka semua tidak tahu kalau ada dua pasang mata elang yang sedang memerhatikan pergerakan ganjen semua wanita-wanita bule gak jelas itu.


“Siapa mereka?” tanya Shena pada Fey yang langsung meremas-remas gelas kosong yang tadinya berisi jus melon.


“Gadis yang baru datang bersama ayahnya itu adalah Anne.” Fey mulai menjelaskan pada Shena. “Mantan Leo yang suamimu kira adalah wanita yang mengaku-ngaku menyelamatkannya di desa saat dia masih kecil. Namun, Leo menyadari kalau wanita itu berbohong, makanya Leo langsung memutuskan hubungan mereka secara sepihak. Padahal, hubungan mereka hanya berjalan beberapa hari saja."


“Apa?” Shena agak sedikit terkejut, tapi ia berusaha menyembunyikan emosinya agar tidak keluar di depan Fey. “Lalu, kenapa kak Refald malah mengajak kita kemari?” Shena malu sendiri karena sepertinya, nada bicaranya ini mengandung makna kecemburuan yang tinggi. Untung saja Fey paham dan bisa memakluminya karena apa yang dirasakan Shena saat ini, juga sedang Fey rasakan.


“Ini ada hubungannya dengan masalah yang dihadapi Leo demi melindungimu. Mungkin Leo tidak memberitahumu kalau akan ada bahaya besar yang sedang mengintai kalian. Suamimu tidak ingin kau tahu karena kau sedang hamil muda. Dia takut kau akan cemas dan berpengaruh pada janin yang kau kandung saat ini.

__ADS_1


Jangan bilang pada Leo kalau aku yang memberitahumu. Aku tahu kau itu sangat kuat, dan aku tidak sependapat dengan Leo, bagaimanapun juga kau berhak tahu. Apapun yang dilakukan Leo saat ini, semua hanya untuk menjagamu agar kau tetap bahagia bersamanya.” Fey menatap tajam wanita-wanita yang berusaha mendekati Refald meskipun Refald acuh tak acuh pada semuanya.


Shena sendiri tidak menyangka bahwa cinta Leo padanya begitu besar sampai tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Shenapun juga bertekad melakukan hal yang sama. Ia akan menunjukkan pada dunia bahwa Shena, istri dari Leopard Bay Pyordova bukanlah wanita lemah yang hanya bisa bersembunyi di balik punggung suaminya.


Sudah saatnya gadis itu menunjukkan gigi dan taringnya menghadapi segala rintangan yang mencoba menyerang bahtera rumah tangganya. Gadis itu juga berusaha berani menghadapi bahaya apapun demi bisa bahagia selamanya bersama dengan Leo, suami yang amat sangat ia cintai.


“Terimakasih Kak, karena sudah memberitahuku. Aku tidak tahu tujuan pasti suamiku, yang jelas aku merasa, aku harus membantunya.” Shenapun juga menatap tajam pergerakan suaminya yang terus menatapnya dari kejauhan. Padahal, Leo sedang diajak ngobrol oleh mantannya.


“Apa rencanamu?” tanya Fey yang mulai kagum dengan tekad dan semangat Shena.


“Kalahkan mereka.” Shena memandang semua wanita-wanita tidak tahu malu itu dengan kilatan mata menakutkan karena sudah berani mengganggu pria yang sudah beristri.


“Kau bisa berkuda?” tanya Fey penasaran sekaligus senang akan rencana yang ada dipikiran saudara iparnya ini. Karena Fey punya kekuatan Refald, sedikit banyak Fey juga tahu apa yang ada dalam pikiran Shena meskipun tidak semuanya.


Shena hanya tersenyum licik menatap para wanita-wanita pengganggu pria beristri itu.


****


mungkin banyak yang tanya kenapa Leo repot-repot mau balapan kuda dan terpaksa memilih bertemu mantannya, karena saat ini Leo harus jadi gengster alim dulu, dia gak boleh bunuh orang atau menyakiti orang lain karena istrinya, Shena lagi hamil. Apalagi jika lihat darah, Leo bakal langsung muntah. Kan gak lucu kalo dia berkelahi atau nyiksa orang terus pas lihat darah musuh, dia muntah-muntah. Mau ditaruh dimana muka gantengnya? hehehe .. (becanda ya)


terus dukung like, vote, dan komentarnya ya ... love you all



__ADS_1




__ADS_2