
“Jika memang anda tidak punya uang, harusnya jangan datang kemari!” ucap salah satu dokter berwajah jutek dan songong. Kata-kata dokter itu membuat Shena memicingkan mata.
“Karena rumah sakit inilah yang terdekat dari tempat tinggal kami, makanya aku membawa putraku kesini, berharap kalian semua bisa menyelamatkan nyawanya. Tapi apa yang kalian lakukan? Kalian malah memerasku! Cepat selamatkan putraku atau aku akan membunuh wanita ini!” teriaknya dengan penuh emosi. Laki-laki itu sampai menangis saking marahnya karena penanganan dokter yang tidak langsung menyelamatkan nyawa putranya hanya karena ia tidak punya uang untuk membayar administrasi di muka.
“Bunuh saja! Huh, tidak ada yang peduli dengan wanita yang kau sandera itu, karena kami sama sekali tidak mengenalnya. Dia bukan wanita yang berpengaruh di rumah sakit ini, tidak ada untungnya bagi kami membiarkan wanita yang kau sandera itu tetap hidup.” Dokter songong itu sama sekali tidak punya hati. Dia tidak tahu, kalau Shena adalah istri dari pewaris pemilik rumah sakit tempatnya bekerja saat ini. Bisa-bisanya dia mengatakan kalau Shena bukanlah wanita yang berpengaruh di rumah sakit ini.
Wah, dokter ini cari mati rupanya, jika Leo sampai tahu dengan apa yang kau katakan itu, habislah kau! Dasar dokter brengseek! Shena membatin dalam hati sambil menyunggingkan senyumnya sekaligus geram melihat tingkah songong dokter yang suka meremehkan orang lain. Ingin rasanya Shena mematahkan tulang dan giginya agar dokter itu tidak bicara sembarangan lagi.
“Hei, Nona. Kenapa kau malah tersenyum seperti itu? Kau mengejekku, ya? Atau jangan-jangan, kalian berdua sekongkol untuk mengancam kami?” tanya dokter congkak itu. Alih-alih bersimpati pada Shena, dokter itu malah balik menuduh Shena yang bukan-bukan.
Sedikit banyak, Shena mulai paham situasi darurat yang sedang ia hadapi saat ini, ia sangat marah mendengar pernyataan dokter sombong itu. Shena bahkan sampai mendengus kesal saking emosinya menghadapi dokter gak ada akhlak ini.
“Bagaimana anda bisa bicara seperti itu? Padahal anda adalah seorang dokter? Bukankah sebelum menjadi dokter anda disumpah untuk lebih mementingkan keselamatan nyawa pasien melebihi apapun? Kenapa anda menjadikan profesi anda sebagai alat unuk mengumpulkan pundi-pundi kekayaan? Harusnya anda malu pada gelar anda!” Apa yang dikatakan Shena membuat semua orang terkejut, temasuk juga Leo yang sudah mengepalkan tangannya sejak tadi karena menahan amarah yang tak terkira mendengar istrinya diremehkan oleh pegawai rumah sakit milik ayahnya sendiri..
Namun, Leo tersenyum melihat keberanian istrinya dalam menghadapi situasi genting. Leo memutuskan untuk tidak ikut campur dulu dan memilih mengamati Shena dari kejauhan, tapi juga akan siap siaga melindungi istrinya jika sesuatu yang buruk menimpanya.
“Siapa kau? Berani-beraninya kau bicara seperti itu padaku! Apa kau tidak tahu siapa aku, ha?” Dokter sombong itu terlihat emosi dan tidak terima dengan apa yang dikatakan Shena.
“Lepaskan aku, Pak.” Shena berbicara pada orang yang menyanderanya. “Akan aku pastikan putramu segera dioperasi.” Shena menatap tajam semua orang yang ada di depannya. Shena sangat iba melihat seorang anak laki-laki berusia 13 tahun terbaring lemah di ranjang dengan dipasang selang infus dan alat bantu lainnya tapi tidak segera mendapat tindakan.
Awalnya, pria kekar itu ragu dengan apa yang dikatakan Shena, tapi ia tetap saja menuruti Shena karena gadis itu terlihat sangat serius kali ini.
__ADS_1
Begitu Shena terlepas dari cengkeraman pria kekar ini. Ia berjalan mendekati salah satu petugas rumah sakit dan mengeluarkan dompetnya dari dalam tasnya, lalu mengambil kartu hitam milik Leo yang dulu sempat suaminya berikan pada Shena.
“Gunakan kartu hitam ini untuk membayar seluruh biaya operasi anak ini sekarang juga. Tapi, aku tidak ingin dokter ini yang mengoperasinya. Bisa-bisa dia akan membunuh anak ini jika dia ikut masuk ke ruang operasi.” Shena memberikan kartu hitam itu pada salah satu petugas rumah sakit yang ada di depannya.
Petugas itu mengambil kartu hitam yang diberikan Shena dan mulai menyelesaikan proses administrasinya sehingga anak itu bisa melakukan operasi sesuai prosedur rumah sakit. “Baik, tunggu sebentar, kami akan segera menyiapkan semuanya.” Petugas itu pergi meninggalkan ruangan yang semakin panas situasinya.
Dokter sombong itu merasa tersinggung dan menatap marah pada Shena. “Mau jadi pahlawan kesiangan kau rupanya, ha? Apa kau pikir uangmu itu akan berguna untuk anak itu? Dia lebih pantas mati daripada menjadi sampah masyarakat!”
Plak!
Sebuah pukulan keras mendarat mulus di pipi dokter menyebalkan itu. Siapa lagi orang yang berani menggampar wajah dokter spesialis kalau buka Shena yang tidak terima jika ada orang yang suka merendahkan orang lain.
“Ada, ya? Model dokter nggak punya hati seperti anda ini? Masih saja melihat kasta mana yang lebih dulu di dahulukan keselamatannya? Kau pikir kau siapa, ha?” bentak Shena yang sudah tidak bisa sabar lagi menghadapi orang yang menurut Shena, tidak pantas disebut sebagai seorang dokter karena sikapnya yang sombong dan congkak.
“Memangnya kenapa kalau kau dokter spesialis? Kau tetap tidak bisa seenaknya memperlakukan pasien sesuka hatimu. Ngaca dong! Pantas nggak sih seorang dokter bersikap seperti ini? Lebih baik ganti pekerjaan jadi preman sana! Daripada merusak citra baik rumah sakit ini!” Shena tak gentar sedikitpun dengan bentakan dokter yang ada di depannya ini. Bahasa yang diucapkan Shenapun juga berubah jadi kasar.
“Wuah, wanita itu keren sekali, ia berani membentak dan menggampar wajah dokter Tyo yang menyebalkan itu,” gumam suster yang ada di belakang Leo sambil ikut menyaksikan adegan menegangkan yang terjadi di rumah sakit itu.
“Siapa wanita itu, dia berani sekali? Apa dia tidak takut kalau dokter Tyo akan melaporkannya pada atasan kita?” tanya suster yang lainnya. “Secara dokter Tyo kan kesayangan salah satu petinggi rumah sakit ini.”
Leo yang daritadi diam menyaksikan keberanian istri tercintanya, hanya tersenyum bangga pada Shena.
__ADS_1
“Tuan muda, akan saya bereskan ini segera. Maaf kalau anda merasa tidak nyaman karena harus menyaksikan hal yang tidak menyenangkan ini.” Wanita seksi itu ikut geram dan mencoba menjelaskan situasinya pada Leo. Ia agak risih juga karena disaat seperti ini, malah ada saja yang membuat keributan di rumah sakit yang sudah bertahun-tahun ia kelola.
Sedangkan Leo sendiri hanya diam tanpa berkomentar apapun, pandangannya tetap tertuju pada pujaan hatinya yang begitu berani dalam mengahdapi situasi yang menegangkan. Leo juga ingin tahu, apa yang akan dilakukan wanita yang menjabat sebagai kepala bagian adminisatrasi dalam menyelesaikan perkara ini.
Wanita seksi yang ternyata bernama Mila, langsung berjalan ke arah TKP yang sedang kacau balau akibat pertengkaran Shena dengan salah satu dokter spesialis ternama di rumah sakit ini. Semua orang mengira kalau wanita seksi itu juga bakal membela Shena, tapi nyatanya dugaan mereka salah. Mila malah lebih membela dokter tidak bertanggung jawab itu dan menuntut Shena untuk ganti rugi karena sudah menampar wajahnya.
“Apa kau bilang? Ganti rugi? Aku? Pada orang itu? Apa aku tidak salah dengar?” tanya Shena tak percaya degan tuntutan Mila terhadapnya.
“Kami hanya mengikuti prosedur yang berlaku, Nona. Apa yang dilakukan dokter Tyo sudah sesuai dengan ketentuan rumah sakit ini. Andalah yang bersalah karena anda sudah menamparnya tanpa alasan yang jelas. Anda bisa dituntut jika tidak meminta maaf padanya.”
“Apa? Huh, aku tidak percaya ini? Siapa yang membuat peraturan seperti itu di rumah sakit ini? Katakan padaku! Siapa orang yang membuat peraturan konyol yang jelas-jelas tidak cocok dengan sumpah seorang dokter?” Shena sudah benar-benar di puncak emosi sekarang. Ia tidak bsia membayangkan sudah berapa banyak orang yang harus menderita atau bahkan mungkin kehilangan nyawa akibat peraturan memberatkan yang diterapkan dalam rumah sakit ini terutama untuk masyarakat kalangan menengah ke bawah seperti bapak-bapak yang berdiri di belakang Shena.
Tidak ada yang bisa dilakukan pria kekar yang terkejut dengan aksi luar biasa Shena. Ia hanya diam sambil mengagumi keberanian Shena yang masih mau membela rakyat biasa sepertinya.
****
masih ada 1 episode lagi karena kemarin ada yang ngasih tips banyak banget ... ditunggu ya ..
terimakasih buat yg sudah dukung vote, like dan komentarnya .. 2 hari lagi 'PUTRA RAJA 2' rilis . yang penasaran dengan kisah fantasi Refald dan Fey ala Edward dan Bella bisa mampir nanti. tunggu ya ..
berkat dukungan kalian aku semangat banget bikin cerita ... semoga semuanya suka .. love you all ..
__ADS_1
Leo yang lagi mengamati situasi