Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 85 Misi 4 Leo


__ADS_3

Semua mata langsung tertuju pada kehadiran sosok tampan, menawan dan stay cool yang berdiri tidak jauh dari pintu masuk kantor KUD. Leo berjalan dengan keren menuju halaman parkir di mana Rega dan Yani berada.


“Wauwwww ... siapa cowok itu, keren pakek banget, liat tuh gayanya? Oh my God. Cara jalannya aja kayak artis papan atas. Aje gileeee ... baru kali ini aku ngeliat cowok setampan itu di kampung ini ...” ucap Vita yang langsung melotot menatap Leo, begitu juga dengan yang lainnya.


“Itu cowok apa malaikat sih? Ganteng banget,” Fitri ikutan gemas juga.


“Inget Fit, elo ada suami ma anak di rumah. Jangan sampe macem-macem, lo. Bisa dicincang habis sama suami elo.” Dody mengingatkan temannya karena dia keki melihat Leo yang kelewat tampan untuk ukuran seorang cowok.


“Bacot, lo! Bilang aja kalau elo iri karena muka elo itu nggak secakep dia.” Kata-kata Fitri sungguh pedas gila pada Dody yang nyatanya memang benar.


“Wah, gila ini anak, awas saja kalian, gue mau oplas ngalah-ngalahin Lin Yi. Jangan deket-deket gue ntar, kalau muka gue udah cakep kayak cowok itu.”


Kata-kata Dody sukses membuat seluruh teman-temannya tertawa terpingkal-pingkal. “Elo mau oplas? Yang ada muka lo bukan kayak Lin Yi, tapi kayak lilin, iya? Hahaha ....” Fitri dan Vita kompak menertawakan lelucon Dody yang mau oplas demi menyetarakan wajahnya dengan Leo. Cowok yang bernama Dody jadi dongkol pada kedua teman-temannya yang sudah meremehkan ketampanannya.


Aryani langsung terpana melihat Leo berdiri mendekatinya. Wuaaahhhh, itu cowok ganteng banget, gila! Asli, siapa sih cowok ini, mau dong jadi pacarnya dia. Batin Aryani yang tidak tahu bahwa cowok yang dia anggap paling tampan di kampung ini ternyata adalah calon suami Shena.


“Oke, kalau begitu.” Yani beralih melihat Rega, tapi matanya melirik pada Leo. “Kita batalkan saja pernikahan kita, tapi ada satu hal yang harus mas Rega tahu, Shena bilang kalau dia akan segera menikah,” ucap Yani sambil menatap tajam Leo yang sedari tadi diam menatap Rega.


Leo hanya tersenyum simpul ada orang yang membicarakan Shena di depannya.


“Apa? Kamu bilang apa barusan? Shena menikah? Dengan siapa? Kamu jangan mengada-ada.” Rega tidak percaya dengan ucapan Aryani.


“Hai ganteng,” sapa Yani tanpa memedulikan lagi pertanyaan Rega sehingga membuat Rega semakin ilfeel dengan sikap Yani yang ternyata kecentilan kalau melihat cowok bening.


Leo tidak menggubris sapaan Yani, sebaliknya ia malah bersikap acuh pada Yani. “Yang dikatakan orang gila ini benar, Shena akan segera menikah,” ucapan Leo langsung disambut tawa cekikikan rekan-rekan Rega yang menguping pembicaraan mereka karena menyebut Yani sebagai orang gila.


“Woyy? Siapa yang kamu maksud orang gila, ha?” Yani tidak terima jika dirinya disebut gila oleh cowok tampan seperti Leo. “Kamu buta, ya? Cantik-cantik gini kamu bilang gila? Nggak salah? Jangan-jangan kamu yang tergila-gila sama aku.” Yani masih saja bersikap sok PeDe di depan Leo.


Leo hanya tersenyum sinis mendengar kata-kata Yani. Ia beralih menatap Rega yang penasaran akan kedatangannya kemari.


“Orang gila ini,” Leo menunjuk Yani dengan jari telunjuknya secara terang-terangan. “Dia meninggalkan Shena sendirian di tengah-tengah perkebunan teh yang dikelilingi bukit dan hutan rimba. Shena hampir saja mati kedinginan di sana kalau seandainya aku tidak datang tepat waktu untuk menyelamatkannya.”


Semua orang yang yang mendengar penjelasan Leo langsung terkejut, “Apaaaa?” Rega dan yani berucap bersamaan.


Jadi pelakor itu selamat dan cogan inilah yang nyelametin dia? Beruntung benget si pelakor itu. batin Yani.


Cowok ini yang menyelamatkan Shena? Bagaimana bisa? Rega mulai berperang dengan hatinya karena cemburu dengan Leo.


Sedangkan teman-temannya yang ada di balik kaca hanya saling pandang mendengar fakta mencengangkan yang tidak pernah ia duga. “Si Yani memang dasar kurang ajar. Sampai segitunya dia benci sama Shena. Pengen aku jambak aja rambutnya,” Fitri bergumam sambil memukul-mukul kepalan tangannya sendiri, begitu juga dengan yang lainnya.


“Bagaimana kondisi Shena saat ini? Apa dia baik-baik saja?” tanya Rega yang khawatir sangat dengan Shena sehingga membuat Leo jadi bersikap tidak welcome pada Rega.


“Kenapa kamu mencemaskannya? Memang kamu siapanya?” tanya Leo denga tatapan kilat petir yang siap menyambar.


“Dia calon suamiku,” Yani yang menjawab.


“Lebih tepatnya Man-tan, kamu sendiri yang tadi setuju untuk membatalkan pernikahan kita.” Rega memperjelas hubungan keduanya.


“Tapi aku belum secara resmi menyetujuinya!” sanggah Yani.


“Terserah!” Rega juga tak mau kalah.

__ADS_1


“Hooooh aku tahu, pasti kamu mau deketin Shena lagi, kan? Makanya kamu ngebet banget batalin pernikahan kita. Hebat juga si Shena. Dia bilang dia akan menikah tapi masih bisa saja menggoda banyak pria. Dasar pelakor nggak tahu diri!”


Plak!


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kanan Yani, dan tamparan itu datang dari tangan Leo.


Adegan tak terduga itu membuat semua orang terkejut termasuk Rega sendiri. Ia tidak menyangka Leo bakal seberani itu menampar pipi seorang gadis asing yang tidak ia kenal.


“Sudah lama sekali aku ingin menggampar mulut kotormu itu sampai kau tidak bisa bicara lagi!” geram Leo.


“Kenapa kamu menamparku? Dasar banci, kamu? Berani-beraninya kamu nampar cewek!” teriak Yani sambil menangis menahan marah dan memegangi pipinya yang sakit, akibat gamparan keras dari Leo.


“Aku tidak hanya akan menamparmu saja! Aku bahkan bisa mencincangmu jika aku mau?” Leo balas berteriak.


“Kenapa kamu bersikap kejam gitu sama aku? Apa salahku?” teriak Yani lagi.


Semua orang yang menyaksikan adegan ini menjadi tegang karena tidak menyangka cowok setampan dan sekeren Leo bisa bersikap sadis juga sama cewek.


Siapa cowok ini? Kenapa ia terlihat menakutkan begitu mendengar Shena di hina? Rega mencoba menduga-duga siapa Leo sebenarnya dan ada hubungan apa antara dia dengan Shena.


“Kamu masih berani bertanya apa salahmu? Huh, dasar wanita gila. Apa perlu aku jelaskan? Baik ... kau itu wanita gila yang sudah menyakiti Shenaku, berani-bearaninya kau mencelakainya, menguras semua harta benda yang dia punya dan bahkan kau masih saja menghinanya tepat di depanku. Aku tidak akan pernah memaafkanmu! Aku pastikan kau dan seluruh keluargamu mendapatkan ganjaran setimpal atas apa yang sudah kamu lakukan pada Shenaku!”


“Shenaku? Apa maksudmu? Siapa kau? Apa hubunganmu dengan Shena?” tanya Rega yang juga terkejut melihat amarah Leo jadi menggebu-gebu sekaligus heran karena pria asing di depannya ini mengetahui semua tentang Shena termasuk perlakuan keluarga Yani padanya.


“Aku adalah suaminya,” tandas Leo langsung. “Wanita gila ini sudah menghilangkan semua berkas-berkas berharganya sehingga kami tidak bisa mengurus pernikahan kami, tapi aku akan menyelesaikan semuanya di sini. Bersiap-siaplah kau!” Leo menatap tajam Yani dan Rega secara bergantian.


Teman-teman Shena yang dari tadi menyaksikan drama ikan terbang ini langsung tercengang karena tidak menyangka Shena bakal punya suami tampan seperti Leo.


Rega sendiri terhuyung ke belakang, ia tidak percaya kalau Shena sudah menikah dengan pria asing ini. “Tidak mungkin, ini tidak mungkin terjadi, Shena tidak pernah bilang kalau dia sudah menikah.” Rega masih belum bisa memercayai kata-kata Leo dan menganggap Leo hanya membual saja.


Yani juga shock tak percaya mendengar pengakuan cowok tampan yang baru saja menamparnya. “Tidak, bagaimana bisa Shena punya suami setampan dirimu? Ini sungguh tidak adil. Huh, pasti ada yang tidak beres, karena sepertinya, kamu tidak tahu apa-apa soal istrimu itu.” Yani mulai berulah lagi, ia berusaha mengompor-ngompori Leo agar ikutan benci pada Shena.


“Apa maksudmu?” tanya Leo penuh waspada.


“Shena,” Rega yang menjawab, karena ia juga punya niat sama dengan Yani. “Gadis yang sudah kau akui sebagai istrimu itu, punya pacar yang bernama Bayu, dia adalah cinta pertama Shena. Sebentar lagi Bayu akan datang kemari. Jika Shena tahu, aku yakin dia jauh lebih memilih Bayu daripada dirimu,” terang Rega yang merasa menang karena bukan hanya dirinya saja yang dicampakkan Shena, tapi juga cowok yang mengaku-ngaku sebagai suami Shena ini.


“Bayu?” tanya Leo dengan ekspresi tidak mengerti.


“Benar, Bayu sebentar lagi datang kemari dan mengambil surat-suarat tanah perkebunan milik alamarhum keluarga Shena. Aku yakin, kau akan ditinggalkan olehnya jika Shena tahu Bayu telah mengambil alih perkebunan milik ayahnya. Karena Bayu adalah cinta pertama Shena yang tidak akan pernah ia lupakan sampai saat ini.” Rega mencoba memanas-manasi Leo bahwa wanita yang diakuinya sebagai istrinya itu bukanlah wanita yang setia.


“Ehmmm ... maksudmu, Shena akan meninggalkanku jika dia tahu Bayu akan datang kemari, benar begitu?” tanya Leo dengan ekspresi datar tapi tetap menatap tajam mata Rega.


“Aku rasa begitu,” Rega sendiri juga tidak yakin.


“Apa Shena tahu kalau Bayu akan datang kemari? Jika yang kau katakan itu benar, harusnya dia mau saat aku ajak datang kemari supaya ia bisa bertemu dengan pacar pertamanya itu, tapi ia memilih tidak ikut kemari. Apa kau yakin dia masih mengingat pacarnya?” Leo menatap ekspresi Rega yang memang tidak yakin dengan ucapannya sendiri.


“Tidak, Shena tidak tahu kalau pacar pertamanya itu akan datang kemari, tapi jika dia tahu kalau Bayu akan datang. Aku yakin dia akan meninggalkanmu dan memilih Bayu.” Rega meyakinkan dirinya sendiri bahwa dugaannya itu benar.


Leo manggut-manggut, “Kita lihat saja nanti, apa yang kau katakan itu benar atau tidak. Aku akan mengurus wanita gila ini dulu.” Leo melihat arlojinya.


“Apa maksudmu?” Yani langsung nyolot karena terus-terusan dipanggil wanita gila oleh Leo.

__ADS_1


Leo tersenyum sinis pada Yani. “Kau akan tahu sebentar lagi.” Tatapan mata Leo yang tajam penuh makna membuat Yani bergidik ngeri.


Tidak lama kemudian, rombongan polisi bersenjata lengkap datang memasuki halaman parkir kantor KUD. Semua polisi itu turun dan berbaris rapi mengelilingi area parkir tanpa memedulikan semua mata yang menatap kehadiaran mereka dengan sejuta pertanyaan. Semua pasukan itu berdiri tegap dan siap menunggu perintah.


Kepala polisi berbadan tegap datang menghampiri Leo.


“Selamat siang tuan muda Leo, senang bertemu dengan anda di sini, dan juga terimaksih sudah banyak membantu penyelidikan kami selama ini. Kami sudah berhasil menangkapnya berkat bantuan darimu.” polisi itu bersalaman dengan Leo.


“Sama-sama, Pak,” balas Leo.


“Kenapa ada banyak polisi di sini? Serasa melihat adegan film action saja.” Dody mulai berkomentar lagi.


“Diem dan liat aja, aku jadi berasa tegang sekarang. Apa akan terjadi baku tembak? Tapi penjahatnya yang mana, nih?” tanya Fitri yang juga bingung karena tiba-tiba saja ada banyak polisi, yang lainnya pun juga merasakan hal yang sama.


“Maaf pak Rega, kami datang tanpa pemberitahuan lebih dulu.” Polisi itu juga menyalami Rega.


“Tidak apa-apa Pak, tapi ada apa ya? Kenapa banyak banget polisi di sini?” tanya Rega bingung dengan situasi yang tidak karuan ini.


Polisi itu menyuruh anak buahnya untuk memborgol tangan Yani.


“Eh, eh ... ini apa-apaan ini? Kenapa tanganku di borgol? Memangnya aku salah apa?” teriak Yani dan juga berusaha memberontak.


“Saudari Aryani, anda ditangkap atas tuduhan pembunuhan berencana terhadap seseorang yang mengakibatkan orang itu hampir mati jika saja tuan muda Leo tidak menyelamatkannya tepat waktu. Untuk lebih jelasnya lagi, silahkan jelaskan di kantor polisi, bawa dia.” Kepala polisi itu memerintahkan anak buahnya agar segera membawa Aryani masuk ke dalam mobil polisi.


Aryani panik karena tiba-tiba saja dirinya ditangkap tanpa pemberitahaun sebelumnya. Bahkan, ia sendiri tetap bersikukuh tidak merasa melakukan kesalahan seperti yang dituduhkan padanya.


“Ini fitnah, Pak. Saya tidak pernah merencanakan apapun.” Shena berteriak sambil meronta-ronta saat ia di pakasa masuk ka dalam mobil polisi.


Bersamaan dengan itu, bibi Shenapun datang dengan dikawal mobil polisi yang lainnya.


“Ada apa lagi ini? Kenapa Tante Eghatia ditangkap juga? Apa salahnya?” tanya Rega yang masih bingung dengan penangkapan ibu dan dan anak itu.


“Nyonya Purnama dan suaminya telah bersekongkol membuat berita kematian palsu supaya mereka bisa mendapatkan asuansi jiwa. Tuan muda Leo berhasil mengungkap rencana mereka dan menangkapnya sebelum, laki-laki yang bernama Purnama itu kabur ke luar negeri. Jika tidak, pasti negara akan sangat dirugikan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab seperti mereka. Sekali lagi terima kasih tuan muda Leo.” Polisi itu kembali menjabat tangan Leo.


“Sama-sama, Pak,” ucap Leo dengan ekspresi bahagia.


“Tunggu, kenapa anda memanggil orang ini tuan muda? Apa anda mengenalnya?” Rega sungguh-sungguh tidak mengerti dengan perubahan situasi seperti ini.


“Tentu saja kami semua para polisi mengenalnya, siapa yang tidak kenal dengan putra tunggal dari Byon Pyordova. Pemilik perusahaan terkenal Pyordova Grub yang terkenal di negara kita.


“Apa?” semua orang yang ada di situ langsung tercengang mendengar nama besar keluarga Leo yang memang sudah terkenal bukan hanya di negara asalnya saja. Tetapi juga berbagai negara di belahan dunia.


****


terimakasih yang sudah setia menunggu keseruan kisah Shena dan Leo.


jangan bosan menunggu up selanjutnya ya ..



jangan lupa dukung penulis dengan like,vote dan komentarnya ya. . episode selanjutnya lebih seru lagi..

__ADS_1


love you all


salam manis dari penulis


__ADS_2