
Kondisi Shena kian hari kian membaik. Sekarang, Shena sudah mulai bisa berjalan, dan 2 hari lagi Shena juga di perbolehkan pulang. Shena sangat senang dengan kabar gembira itu, karena dia bisa mengikuti ujian tanpa harus tinggal di rumah sakit lagi. Kalau bukan karena Leo yang setia menemaninya, mungkin gadis itu sudah bosan sekali berada di rumah sakit.
“Sayang, aku akan pergi ke luar, ada beberapa hal yang harus aku urus, tapi jika kamu butuh sesuatu, bilang saja padaku. Pengawalku akan menjagamu di luar ruangan. Saat ini Laura tidak bisa menemanimu karena dia harus menyelesaikan masalahnya dengan Roy.” Leo menatap Shena yang sedang fokus belajar untuk ujian sambil meletakkan beberapa barang yang dibutuhkan Shena. Leo sangat tahu kalau Shena sangat suka sekali membaca buku. Ia tidak ingin gadis itu bosan di rumah sakit selama menjalani masa pemulihannya jika Leo harus terpaksa pergi ke luar meninggalkan Shena.
Shena sangat senang Leo membawakan semua barang yang memang ia butuhkan. Shena juga mengerti kesibukan Leo, karena itu ia hanya mengangguk saja saat Leo berpamitan padanya.
“Aku akan segera kembali.” Leo mengecup kening Shena dengan mesra. “Jangan lupa minum obat, selamat istirahat, istriku!” Leo pergi sambil tersenyum karena melihat wajah Shena menjadi merah merona.
Dasar sok romantis!
Suster yang biasa merawat Shena masuk ke dalam untuk memeriksa kondisi Shena. “Apaaa ... suamimu sedang ada urusan?” tanya suster itu.
Shena hanya mengangguk sambil meletakkan buku-bukunya.
“Harusnya dia yang menggantikan perbanmu hari ini, kenapa malah pergi.” suster itu agak keberatan karena ia terpaksa harus menggantikan Leo untuk mengganti perban Shena.
“Karena memang urusannya tidak bisa di tinggal lagi, sudah berhari-hari dia di sini tanpa ke luar kemana-mana. Semua pekerjaannya terbengkalai jika dia tidak ke luar untuk mengurusnya,” jelas Shena yang lama-lama keki juga karena suster ini selalu mengkepoinya.
“Di luar sekarang sedang heboh lagi,” ujar suster itu lagi, ia mulai mengerti maksud Shena.
“Kenapa? Apa mereka berhasil mengambil foto kami lagi?” tanya Shena heran karena masih saja ada yang heboh gara-gara si playboy Leo itu.
Harusnya Leo sudah memasang pengaman agar aktivitas kami tidak diintai orang yang tidak bertanggungjawab. Pikir Shena.
__ADS_1
“Bukan, justru mereka heboh karena situs forum rumah sakit ini dan juga foto-foto kalian yang pernah terupload tiba-tiba saja menghilang, dan situsnya tidak bisa di akses lagi. Mereka benar-benar heboh di sana. Bahkan ada yang sampai stress,” jawab suster itu sambil mulai membuka perban Shena.
“Oh, itu ....” Tentu saja Shena tahu, situs itu memang sudah dihapus oleh hacker profesioanal sekelas Xiao nai. Seorang GM dari Zhi Yi Technologi, salah satu perusahaan terbesar yang paling terkenal di China.
Baguslah, dengan begitu mereka tidak akan julid lagi padaku. Pikir Shena sambil tersenyum sendiri.
“Yang jadi pertanyaan adalah, bagaimana bisa situs forum sebesar itu tiba-tiba menghilang dan tidak bisa diakses lagi, apa ada yang mencoba meretasnya lalu menghapusnya?” tanya suster itu mencoba menerka-nerka.
“Bisa jadi begitu,” jawab Shena cuek.
“Menurutmu siap yang melakukannya? Apa suamimu bisa menghacknya?” suster itu semakin membuat Shena kesal dengan pertanyaan-pertanyaan yang seolah memojokkannya.
“Leo tidak akan membuang-buang waktunya untuk hal konyol semacam itu. Pekerjaaannya sudah cukup banyak, untuk apa dia menghack sebuah situs yang bahkan ia sendiri tidak tahu?” alasan shena memang masuk akal dan sangat tepat.
“Kamu benar, mungkin ada orang di luar sana yang tidak suka dengan pemberitaan tentang kalian, makanya mereka menghapus situs forumnya. Hanya saja, sekarang semua orang yang ada di rumah sakit ini, tidak bisa membuat situs forum baru lagi. Apa akun mereka semua juga sudah di bajak? Setiap log in semuanya gagal. Aku sendiri juga tidak bisa log in disemua media sosialku.” Pernyataan suster itu langsung membuat Shena terkejut, tapi gadis itu cepat-cepat menguasai diri agar suster kepo ini tidak curiga kalau Shena mengetahui siapa yang telah menghapus akun mereka semua yang ada di rumah sakit ini.
****
Leo menuju ke sebuah ruangan di mana Carlos di rawat di tempat yang sama dengan Shena. Leo mengamati semua peralatan kesehatan yang dipasangkan diseluruh tubuh Carlos. Leo tidak akan membiarkan cowok yang sudah menyakiti Shena itu mati begitu saja. Leo bertekad akan membuat hidup Carlos menderita, sampai penjahat itu lupa bagaimana caranya bahagia.
Berani-beraninya kau mengusik kehidupanku, bahkan kau pun punya niat merebut Shena dariku. Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah memaafkanmu. Selamat datang di kehidupan barumu yang penuh dengan penderitaan. Akan aku pastikan, kau tidak akan pernah hidup bahagia.
“Bagaimana kondisinya?” tanya Leo pada salah satu pengawal yang menjaganya.
__ADS_1
“Dia masih koma, Bos. Jika dalam waktu 24 jam dia masih belum sadar, maka orang itu ....” pengawal itu tidak melanjutkan kata-katanya. Leopun mengerti maksudnya.
“Awasi dia, jangan biarkan dia lolos dari tempat ini. Panggil aku jika dia sudah sadar.”
“Siap, Bos!” pengawal itu memberi hormat pada Leo sebelum atasannya pergi meninggalkan ruangan.
Leo pun pergi meninggalkan ruangan Carlos dan menelepon seseorang, “Halo, Ayah. Ehm ... aku tidak apa-apa ... dia masih belum sadar ... aku mengerti ... sekarang giliran Ayah! Kabari aku lagi jika ada sesuatu.” Leo mematikan ponselnya dan menelepon orang lain lagi, “Xiao nai, ini aku ... iya, dia baik ... bagaimana keadaan di sana? ... kau berhasil? Sepertinya aku tidak bisa ke sana untuk sementara waktu, Ayahku yang akan datang sendiri ke sana ... ehm ... akan aku sampaikan nanti, saat ini Shena sedang istirahat. Nanti akan aku hubungi lagi.” Leo menutup kembali sambungannya. Dan pergi menemui Roy yang sudah menunggunya di suatu tempat.
Roy langsung menyambut kedatangan Leo begitu melihat mobil Ferrari Portofino M warna silver milik Leo datang bergabung dengannya dan juga yang lainnya. Leo memarkir mobilnya tepat di samping mobil Hyunday Kona biru milik Roy. Leo ke luar dari mobil mewahnya dan membuat semua orang yang melihatnya takjub akan pesona dan kemewahan yang dimiliki Leo and the gengnya.
“Bagaimana. Apa semuanya sudah siap?” tanya Leo pada teman-temannya yang lain.
“Siap Bos!” jawab para anak buah Leo dengan kompak.
Para ibu-ibu kosan dan sekumpulan emak-emak rempong yang menyaksikan kedatangan Leo dan para pasukannya jadi bingung dengan sikap aneh para gerombolan gengster itu.
“Mau apa mereka datang kemari?” tanya salah satu ibu-ibu yang tinggal di sekitar area kos-kosan yang dulu sempat ditinggali Shena dan almarhum Sasa.
“Bukankah cowok itu ... yang waktu itu ... kita liat, ya? Yang lagi mesum sama Shena dan bikin malu seluruh warga sini?” ujar salah satu ibu-ibu berambut keriting.
“Benar juga, kenapa dia datang kemari? Bukannya Shena sudah kita usir, ya? Apa dia datang untuk mencari Shena? Tapi kenapa bawa pasukan bermobil mewah segala? Mereka mau ngadain pesta, apa?” tanya emak-emak rempong yang berdandan menor.
“Kayaknya ada yang nggak beres di sini,” jawab ibu-ibu yang berbadan gempal sekaligus ibu kandung dari Putri yang di jebloskan Leo ke penjara.
__ADS_1
Para ibu-ibu dan emak-emak rempong itu berkumpul dan terus saja bergunjing sambil mengamati gerak-gerik Leo dan pasukannya.
***