Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 175 Harga yang Harus Dibayar


__ADS_3

Kedatangan Byon membuat mati kutu semua pasukan gabungan Kenzo dan Carlos. Mereka semua tidak bisa berkutik, dan langsung meletakkan senjata mereka agar bosnya tidak dihabisi oleh mafia yang dulu terkenal dengan kekejamannya meski sekarang Byon sudah lama vakum.


Berasa aman, Byon menyeret tubuh Carlos mendekat ke arah Leo dan Shena supaya putranya bisa membawa menantunya itu pergi ke rumah sakit sesegera mungkin. Namun, ada salah satu anak buah Carlos yang mencoba memanfaatkan situasi ketika perhatian Byon teralih pada Shena yang terlihat sangat lemah.


Salah satu pasukan Carlos mengambil senapannya dengan cepat dan tanpa peringatan, dia menembak punggung Byon dari belakang sehingga cekalan tangan Byon terhadap Carlos terlepas. Leo yang menyadari ayahnya tertembak, seketika meletakan tubuh Shena dan ditangkap oleh Zian yang kebetulan berdiri di samping Leo. Sementara Leo sendiri mengambil senapannya dan langsung menembak orang yang sudah menembak ayahnya dan mengarahkan senjatanya tepat di betis Carlos yang hendak melarikan diri lagi sehingga pria itu pun jatuh tersungkur karena Leo menembak targetnya tepat mengenai sasaran.


Bersamaan dengan insiden menegangkan itu, datanglah pasukan Zian dan langsung melumpuhkan semua pasukan gabungan Carlos-Kenzo. Leo memerintahkan anak buahnya yang tersisa untuk membawa tubuh Carlos yang tidak berdaya agar segera di bawa ke tempat eksekusi khusus milik keluarga Pyordova.


“Ayah!” Leo berlari ke arah Ayahnya sementara Zian bertindak cepat menelepon ambulans.


Shena yang menyadari kalau ayah mertuanya tertembak mulai bangkit berdiri mendekat ke arah ayah mertuanya dibantu oleh Zian.


“Te-terimaksih, Tu-tuan Malik ... kau bersedia ... membantu ... menyelamatkan putra ... putriku,” ucap Byon terbata-bata.


“Ayah, jangan banyak bicara dulu. Ambulans akan segera datang.” Leo memangku kepala ayahnya sambil menggenggam erat tangan orang yang dikaguminya. Sedangkan Shena hanya bisa menangis karena dia sendiri sekuat tenaga menyangga tubuhnya agar tidak pingsan. Bagaimanapun juga, kondisi Shena masih lemah, tapi ia harus tetap kuat karena tak kuasa melihat kondisi ayah mertuanya.


“Yang Leo katakan benar, tuan Byon. Sebaiknya anda jangan banyak bicara dulu. Leo dan anda, juga banyak membantu saya, sudah seharusnya saya membantu kalian.” Zian juga berusaha menenangkan Shena agar ia tidak panik mengingat kondisinya sendiri juga sedang kritis.


Tak lama kemudian ambulans datang dan Byon segera mendapat pertolongan pertama, sedangkan Shena sediri juga ditandu masuk ke dalam mobil ambulans yang lain. Leo pun masuk untuk menunggui Shena sedangkan Zian membantu menunggui Byon yang sudah mulai tak sadarkan diri akibat kehilangan banyak darah.

__ADS_1


Di dalam ambulans, Leo menelepon semua anak buahnya untuk membereskan kekacauan yang terjadi di Vila, dan jangan sampai ada yang tahu keberadaan Carlos sekarang, karena Leo sudah merencanakan aksi balas dendam tersadis yang pernah ia lakukan melalui bantuan Rendy. Bukan berarti Leo tidak percaya dengan hukum atau polisi, tapi apa yang sudah dilakukan Carlos terhadap orang-orang yang dicintainya suah di luar batas. Penjara saja atau hukuman mati pun tidak akan cukup menebus apa yang sudah dilakukan Carlos pada istri dan ayahnya.


“Halo, Rendy, jika kau sudah selesai di Dieng. Aku ingin kau mengeksekusi seseorang. Anggap saja ini adalah hutang budiku padamu. Aku janji, akan membayarnya suatu saat nanti ... terimakasih atas semua bantuanmu, sampaikan salamku pada Jakson jika kau masih bersamanya. Aku akan mengirimkan alamat gedung eksekusi milik keluargaku. Macan Leopard juga ada di sana ... ha-ha ... Ayahku memang sengaja memberiku nama persis dengan binatang peliharaan kesayangannya. Aku akan menemuimu disana begitu urusanku selesai, bye.” Leo menutup sambungannya dan kembali fokus menatap wajah pucat istrinya juga memikirkan kondisi ayahnya saat ini.


Sesampainya di rumah sakit, keduanya langsung dimasukkan kedalam ruang ICU. Byon harus segera menjalani operasi sedangkan Shena masih dalam penanganan khusus untuk mengetahui bagaimana kondisi janinnya apakah masih bisa diselamatkan atau tidak.


Leo hanya bisa menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ia terlalu kesal karena momen inilah yang dimaksud Refald. ‘Ada harga yang harus di bayar’ kata-kata itulah yang terngiang di telinga Leo saat ini. Jika Shena dan janinnya selamat, maka kemungkinan Byon yang tidak akan selamat. Sebaliknya, jika Byon selamat makan Shena dan janinnya, salah satu dari mereka, tidak akan selamat. Itulah maksud Refald tadi dan Leo tidak bisa membuat pilihan ini. Sebisa mungkin semuanya harus selamat. Leo tidak ingin mengorbankan nyawa siapapun. Kalau bisa, ia sendiri yang akan mengorbankan nyawanya supaya semua orang Leo cintai selamat.


Leo menelepon Refald dengan kepanikan yang memuncak. “Refald! Katakan padaku! Apa yang kau lihat? Aku tidak bisa memilih salah satu diantara mereka! Katakan padaku!” Leo setengah berteriak.


“Kau sudah membuat pilihan tadi. Aku tidak melihat apa-apa. Tenanglah! Pilihanmu tadi sangatlah tepat!” Refald malah menutup teleponnya dari seberang sana dan meninggalkan teka-teki lagi untuk Leo.


Zian mengerti kegelisahan yang dialami Leo. Situasi dan kondisi ini sama persis dengan apa yang baru saja Zian alami saat ia tahu Anita keguguran dan itu semua karena kesalah pahaman yang terjadi antara dirinya dan Elsa. Posisi Leo saat ini, sama seperti posisinya waktu itu. Tidak ada yang bisa Zian katakan pada Leo sekarang. Semuanya tergantung pada takdir yang sudah Tuhan tentukan.


Saat ini, Dimas dan Anita juga berusaha tegar menghadapi kenyataan serta mengikhlaskan semuanya. Zian berharap, Leo juga akan melakukan hal yang sama.


Setengah jam kemudian, dokter yang menangani Shena keluar dari pintu ruangannya dan langsung disambut oleh Leo untuk mengetahui bagaimana kondisi istri dan calon anaknya.


“Bagaimana keadaan istri saya, Dok?” tanya Leo masih terlihat cemas.

__ADS_1


“Tuan muda Leo, Nyonya Shena dan janinnya tidak apa-apa. Hanya saja, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, istri anda tidak boleh banyak bergerak. Ia harus dirawat intensif di rumah sakit ini dengan pengawasan ketat dari kami, “ terang dokter yang menangani Shena.


Senyum mengembang terpancar di wajah Leo. Ia bersyukur Shena dan Leo juniornya baik-baik saja. “Bolehkah saya menemuinya, Dok?”


“Tentu, setelah dia dipindahkan ke kamarnya. Kalau begitu, saya permisi dulu.” Dokter itupun pergi meninggalkan Leo yang bernapas lega mendengar kabar baik dari Shena.


“Aku turut senang, Shena dan anakmu baik-baik saja. Tadinya aku sempat khawatir kau akan mengalami nasib yang sama seperti Dimas dan Anita,” ucap Zian sambil menepuk pelan bahu Leo.


“Aku ikut sedih atas apa yang menimpa kak Anita dan kak Dimas, tuan Malik. Aku juga masih belum bisa mengunjungi mereka. Tolong sampaikan maafku pada mereka dan semoga mereka tetap tegar menghadapi ini semua.” Leo mengucapkan kalimat itu dengan tulus.


“Ehm, pasti akan aku sampaikan. Maaf, kalau aku harus pergi sekarang, kabari aku jika sudah ada kabar tentang kondisi Ayahmu!”


“Terimakasih atas semua bantuanmu, tuan Malik. Kapan-kapan kami akan datang mengunjungimu.”


Zian hanya mengangguk senang dan pamit undur diri. Masih banyak hal yang harus diurus Zian. Makanya ia harus secepatnya pergi dari sini.


****


__ADS_1


__ADS_2