Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 60 Moment Spesial


__ADS_3

Shena turun dari dalam mobil limosin rolls royce milik Leo yang mengantarnya ke sebuah taman bunga. Taman itu sangat luas, indah dan megah. Di tengah-tengah taman tersebut terdapat rumah kaca yang berukuran lumayan besar. Disitulah Leo menunggu kedatangan Shena sejak tadi.


Shena sangat takjub dengan kemerlipnya lampu-lampu yang ada di sekitar jalan utama taman yang dilewatinya. Berbagai macam tumbuhan di seluruh dunia tumbuh subur di taman ini. Mata Shena tak henti-hentinya mengagumi keindahan taman yang ada di depan mata. Apalagi setelah melihat betapa indahnya bunga tulip yang bermekaran di area yang begitu luas. Meski sudah malam, tapi warna bunganya masih terlihat begitu menawan karena disekelilingnya dipasang lampu-lampu taman yang sudah dinyalakan.


Shena tak henti-hentinya meluapkan rasa kekagumannya pada setiap tempat yang dilewatinya. Semua bunga-bunga di taman ini membuat hati Shena sangat tenang dan nyaman. “Malam hari saja taman ini begitu indah. Bagaimana jika siang hari? Pasti lebih indah lagi. Tempat ini benar-benar menakjubkan! Aku baru tahu kalau ada tempat seperti ini.” Shena berbicara pada dirinya sendiri. Ia sungguh senang karena sudah diperbolehkan datang ke tempat yang menurutnya seperti surganya dunia.


Shena semakin terpaku ketika melihat sesosok pria memakai setelan jaz berwarna biru elektrik sehingga membuat pria itu terlihat lebih stand-out dari biasanya. Pria itu adalah Leo yang berjalan mendekati Shena dan menyambut kedatangannya.


“Kau cantik sekali, Sayang. Bahkan bunga-bunga di taman ini langsung layu begitu melihat kecantikanmu.” Leo mengulurkan tangannya menyambut tangan Shena.


Shena terkekeh mendengar rayuan garing Leo. “Sejak kapan kamu jadi pintar menggombal seperti itu? Apa kata-kata itu selalu kamu ucapkan pada wanita-wanita yang pernah dekat denganmu?” tanya Shena penuh selidik.


“Tidak, hanya kamulah satu-satunya wanita yang aku rayu, tidak ada yang lain!” Leo menyeringai genit pada Shena. Ia mengedipkan salah satu matanya.


Dasar playboy, batin Shena.


“Ayo, kita masuk!” Leo meminjamkan lengannya agar tangan Shena mau berpegangan padanya dan berjalan bersama. Mereka berdua terlihat seperti pasangan pengantin yang berjalan beriringan menuju altar. Senyum mengembang yang tersirat diwajah mereka, memancarkan rona kebahagiaan keduanya.


“Ada apa ini, Leo? Kenapa kamu menyuruhku datang kemari?” Shena memulai pembicaraan untuk mengurangi rasa penasarannya serta untuk mengalihkan pikirannya agar tidak terlalu terpesona dengan ketampanan Leo malam ini.


Leo tidak langsung menjawab pertanyaan Shena. Cowok itu menuntun kekasihnya masuk ke dalam rumah kaca yang gelap tanpa diterangi cahaya. “Bersiap-siaplah!” bisik Leo pada Shena.


Shena tidak mengerti maksud ucapan Leo. “Bersiap-siap untuk apa?” tanya Shena.


Leo tidak mau menjawab lagi, tangannya masih menuntun Shena masuk ke dalam rumah kaca yang gelap dengan perlahan-lahan. Setelah itu, Leo melepaskan tangan Shena dan berjalan ke depan menjauhi Shena.

__ADS_1


Awalnya Shena bingung kenapa Leo malah menjauhinya, tapi gadis itu langsung terkejut tak percaya setelah Leo menjetikkan jarinya sehingga semua lampu kembali menyala terang. Dari situlah Shena menangis karena terkejut setelah mengetahui ada di mana dia sekarang, rumah kaca yang begitu indah dan mengesankan bak sebuah negeri dongeng.


Shena terkagum-kagum menyaksikan keindahan dekorasi rumah kaca ini. Bunga-bunga indah bertaburan disetiap sudut ruangan, dan menghiasi seluruh tempat.


Shena sangat terkejut saat matanya tertuju pada sebuah tulisan yang bertuliskan “Happy birthday my wife, will you merry me?” tulisan itu terpampang jelas di belakang Leo yang berdiri menghadap Shena dan terpajang tepat di depan mata Shena. Ditambah lagi, tiba-tiba Leo mengeluarkan sebuah kotak berwarna biru tua berisikan cincin berlian terindah yang pernah Shena lihat.


Leo berlutut sambil melayangkan cincin berlian itu di depan Shena dan berkata, “Maukah kau menikah denganku, dan hidup selamanya bersamaku, Shena ....?” kata-kata Leo terdengar tulus, sehingga lagi-lagi, gadis itu tak kuasa menahan air matanya karena terlalu bahagia. Shena menangis saking terharunya. Leo benar-benar jago membuat Shena hanyut dalam kebaperannya sampai ia tidak bisa berkata-kata.


Alunan musik romantis yang dimainkan oleh pianis dan iringan lagu dari gesekan biola yang dimainkan oleh orang-orang sewaan Leo menambah kesan sweet dari momen spesial ini.


Bibi Nunuk dan bibi Jenny beserta semua pelayan yang ikut memeriahkan acara spesial ini juga ikut menangis haru di belakang layar. Mereka bahkan saling berpelukan karena tidak menyangka tuan mudanya yang dingin dan berhati kaku bisa seromantis ini pada wanita biasa seperti Shena.


Sedangkan Shena tidak bisa lagi berkata-kata, ia langsung memeluk Leo yang masih berlutut didepannya. Gadis itu menangis sesenggukan dipelukan Leo sehingga keduanya terhanyut dalam suasana yang mengharu biru.


Perlahan, Leo melepaskan pelukannya, menuntun Shena bangun dan menatap wajah Shena dengan lembut. Leo mengusap buliran air mata yang tersisa di pipi Shena.


Shena sendiri tidak tahu bagaimana menjawabnya, ia benar-benar terharu dengan apa yang dilakukan Leo padanya. Shena merebahkan kepalanya di dada Leo dan berkata, “Aku siap.”


Senyum mengembang tercurah di bibir Leo. Cowok itu mengangkat wajah Shena yang sudah merah seperti semangka.


Untuk sesaat keduanya saling menatap satu sama lain. Dengan mesra, Leo mencium bibir merah Shena, mereka berdua saling membalas ciuman satu sama lain. Menikmati suasana indah dan romantis yang diiringi lantunan musik melankolis.


Tanpa sadar, keduanya menari dan berdansa mengikuti alunan musiknya. Para pelayan mereka juga tak mau tinggal diam. Mereka semua mengabadikan moment haru nan sweet ini di kamera mereka masing-masing.


“Tuan muda Leo benar-benar luar biasa. Air mataku tak henti-hentinya keluar menyaksikan adegan itu ... beruntungnya nona Shena yang mendapatkan pangeran seperti tuan muda Leo,” komentar salah satu pelayan yang menyaksikan majikannya berdansa sambil terus mengusap air matanya.

__ADS_1


“Nona Shena seperti putri cinderella di dunia nyata. Awalnya aku sempat heran apa yang menarik dari wanita biasa seperti nona Shena sehingga membuat tuan muda Leo sampai memilihnya diantara jutaan gadis cantik yang sepadan dengannya, tapi kini aku tahu ... nona Shena tidak hanya memiliki wajah yang sangat cantik, tetapi hatinya juga baik. Tidak ada wanita lain yang bisa menandingi kecantikan hatinya. Seminggu bersamanya, membuatku salut akan kesederhanaan nona Shena yang sebentar lagi bakal jadi nyonya muda kita,” cerocos pelayan wanita yang bernama Maya. Para pelayan itu, saling memuji keserasian Shena dan Leo.


“Yang satu cantik dan berhati baik, sedangkan yang satunya tampan dan chaming. Mereka berdua memang pasangan yang serasi,” ujar pelayan lainnya.


“Charming doodol, bukan chaming.” Maya mencoba meralat maksud kata temannya.


“Ah, itu maksudku, maklumlah ... aku kan cuma lulusan SMP yang nggak bisa bahasa inggris, aku harap nona Shena nanti mau mengajariku.” Pelayan itu terkekeh bangga dengan gelar SMP-nya.


“Siapa kau, berani-beraninya minta diajarin majikan?” Maya tidak terima kalau rekannya minta diajari majikan diluar kontek pekerjaan. Apalagi menurutnya, itu sangat tidak sopan.


“Nona Shena sendiri yang menawarkan kalau mau mengajariku bahasa inggris saat aku mengantarkan camilan untuknya. Itulah kenapa aku sangat mengaguminya, dia tidak pernah mengangap pelayannya sebagai pembantu, tapi sebaliknya, nona Shena menganggap kita semua yang ada di sini sebagai rekannya juga.” Pelayan termuda itu cengingisan mengagumi Shena.


Bibi Nunuk dan bibi Jenny hanya saling pandang mendengar komentar-komentar anak buah mereka. “Mereka berdua memang pasangan yang serasi,” ucap bibi Jenny pada bibi Nunuk yang berdiri disebelahnya. “Nona Shena berhasil mengubah tuan muda Leo menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” lanjutnya.


Bibi Nunuk mengangguk pelan, “Bukankah mereka berdua mengingatkan kita kepada seseorang yang sudah kita layani bertahun-tahun bahkan jauh sebelum tuan muda Leo lahir ke dunia ini?” bibi Nunuk ikut berkomentar.


“Iya, kau benar, Teman. Kisah mereka memang sangat mirip, benar-benar mirip.” Bibi Jenny tersenyum dan meninggalkan kerumunan orang-orang yang kepo dengan apa yang terjadi diantara Shena dan Leo selanjutnya.


****


nantikan kelanjutan kisah Shena dan Leo selanjutnya ya ...


dukung penulis dengan like, vote, dan komen agar lebih semangat lagi up nyaa ...


untuk viaual tunggu tanggal 1 bulan depan ya ... terimakasih 🙏

__ADS_1


salam manis dari penulis ♥️♥️♥️


__ADS_2