Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 160 Finish


__ADS_3

Jika Shena terlihat keren dengan selendang pelangi peninggalan leluhur Fey yang membuatnya bisa melayang tanpa mengalami guncangan, maka istri Refald pun juga tak kalah menakjubkan. Fey bisa melayang karena ia terlindungi oleh tubuh pasukan Refald yang ada di bawahnya. Sehingga ia pun juga terlihat melayang seperti halnya Shena. Tentu saja, hal ghaib itu hanya bisa dilihat oleh Leo dan Refald saja.


Namun, ketegangan tidak berhenti sampai di situ saja. Anne dan Hellen tampaknya masih belum mau menyerah. Mereka berdua juga tidak bisa dianggap remeh. Anne berhasil mensejajarkan kudanya dengan Shena sambil tersenyum licik dan mengejek. Sedangkan Hellen, masih berusaha mengejar kecepatan Fey.


Persaingan kejar mengejar di area pacuan kuda sedang berlangsung sengit, sampai akhirnya sampailah mereka semua pada lintasan palang yang penghalangnya jauh lebih tinggi dari rintangan palang sebelumnya. Jumlahnya pun juga tak hanya satu tapi sangat banyak. Disinilah para penunggang kuda yang sedang ikut lomba di uji keterampilan berkudanya.


“Shena!” panggil Fey. “Bersiaplah! Dan juga hati-hati!” teriaknya memperingatkan.


“Baik!” Shena mulai bersiap dan mengambil ancang-ancang lompatan yang harus ia perhitungkan dengan matang.


Jangan sampai terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Jika terlalu tinggi, maka sudah dipastikan Shena akan jatuh karena menabrak palang didepannya. Sebaliknya, jika terlalu rendah, maka ia akan menabrak palang pertama dan sudah pasti jatuh juga. Karena itulah, Shena harus ekstra hati-hati dengan kecepatannya.


Palang itu sudah semakin dekat, Shena pun mulai bersiap untuk melompat setelah perhitungannya di rasa tepat. Lompatan palang pertama berhasil dilalui Shena begitu juga dengan lompatan yang kedua, ketiga dan seterusnya. Shena bisa melalui dan melompati palang itu dengan sempurna tanpa ada kendala. Jarak yang ia perhitungkan juga sesuai dengan ekspektasinya, begitu juga dengan Fey yang sudah pasti bisa melompat tanpa mengalami kesulitan apapun berkat kekuatan yang ia miliki.


Sedangkan Anne, hampir saja ia menabrak palang kedua yang ia lompati, tapi ia masih bisa menyeimbangkan lagi lajunya sehingga lompatan ketiga dan seterusnya, bisa ia lalui dengan mulus sama seperti Shena dan Fey. Namun, hal berbeda terjadi pada Hellen. Perhitungannya meleset sehingga saat melompat, dia menabrak palang kedua dan sudah bisa dipastikan apa yang terjadi selanjutnya. Bule ganjen itu pun terjatuh dari kudanya dan pingsan seketika.


Jatuhnya Hellen menandakan bahwa Feylah pemenang balapan kuda ini. Sekarang, tinggal Shena dan Anne saja yang masih bersaing di area balapan. Keduanya sama-sama gigih dan tidak ada yang mau menyerah. Shena pun juga tidak mau kalah, ia tidak akan membiarkan suaminya jatuh kepelukan wanita jalang tidak tahu malu ini.


Shena mengencangkan selendang pelanginya dan memacu kudanya lebih cepat lagi dari sebelumnya. Kecepatan Shena melesat jadi berubah dua kali lipat dari sebelumnya.


Di detik-detik terakhir menjelang finish, Shena mulai merasakan sedikit keram diperutnya, tapi ia harus tetap bertahan. Jangan sampai Anne menyusulnya dan memenangkan pertandingan yang sebentar lagi diraihnya.


“Bertahanlah, Sayang ... sedikit lagi kita akan menang. Kamu harus kuat dan jangan biarkan ayahmu berkencan dengan wanita jalaang itu.” Shena mengelus lembut dan bicara pada perutnya sendiri sambil memacu kudannya menggunakan satu tangan. Sementara tangannya yang lain memegangi perutnya.


Tinggal selangkah lagi, Anne bisa menyusul Shena. Sayangnya, saat dia berhasil menyusul lawannya, Shena dan kudanya sudah melintasi garis finish dan itu artinya, perlombaan ini dimenangkan oleh Shena, istri Refald. Sebab, Shena jauh lebih cepat dari Anne.

__ADS_1


Leo dan Refald yang sejak tadi sudah harap-harap cemas langsung turun dari kudanya dan berlari memasuki area balapan menuju ke arah istri mereka masing-masing.


Namun, tampaknya kesialan masih saja menghantui Shena. Anne, yang tidak terima dengan kekalahan telaknya mencoba memacu kudanya kembali dan berlari kencang menuju Shena yang sedang duduk rileks di atas kudanya. Dengan sengaja, Anne bermaksud menabrakkan kudanya dengan kuda Shena.


Kejadian itu tepat terjadi di depan mata Leo yang sedang berlari ke arah istrinya. Secepat mungkin, Leo berusaha mencegah apa yang akan dilakukan Anne, tapi sepertinya Leo tidak akan sampai tepat waktu. Sebab, kecepatan berlari Leo, kalah jauh dengan kecepatan berlari kuda mantannya itu.


Awalnya, Shena tidak menyadari niat buruk Anne, namun teriakan suaminya tiba-tiba mengejutkannya sehingga membuat Shena kaget ketika melihat Anne berlari mendekat ke arahnya.


“Shenaaa! Awaaaas!” teriak Leo menggelegar.


Semua orang yang mendengar teriakan Leo juga ikut panik dan tegang. Mereka semua mengutuk tindakan yang akan Anne lakukan pada Shena. Untungnya, di detik-detik kuda Anne yang hampir menabrak Shena, tiba-tiba saja kuda milik mantan Leo itu berhenti dan mengangkat tubuhnya tinggi-tinggi seolah memberontak pada apa yang diperitahkan Anne.


Berkali-kali kuda itu mengangkat dua kaki depannya dan berusaha menjatuhkan tubuh Anne. Namun, wanita berhati busuk itu tetap bertahan di atas kudanya dan berusaha menenangkan kudanya.


Si kuda sendiri nampaknya masih tidak terima dan berusaha melompat-lompat sehingga membat tubuh Anne kehilangan keseimbangan dan akhirnya ia terlempar dan terpental jauh hingga jatuh di kubangan lumpur yang ada di tengah-tengah lapangan balapan kuda.


“Dasar kuda sialan! Tak tahu diri! Awaa saja, kau! Akan kubunuh kau nanti!” teriak Anne kesal sambil mencoba bangun dan pergi dari lapangan untuk segera membersihkan diri. Betapa malunya dia ketika melewati banyak pasang mata yang memerhatikanya dengan penuh tawa. Tak sedikit juga yang menghujat karena hendak berbuat jahat pada Shena.


Rusak sudah reputasi Anne sebagai pembalap kuda profesional akibat ulahnya sendiri. Siapa suruh jadi pelakor, coba kalau bakat dan kecantikannya digunakan untuk hal yang baik, pasti Anne tidak akan hancur seperti ini.


Shena menoleh pada Fey, karena sudah jelas dialah yang membuat kuda Anne memberontak pada majikannya. “Terima kasih, Kak,” ucap Shena sambil tersenyum senang.


“Sama-sama.” Fey pun balas tersenyum.


Tidak berselang lama, Refald langsung naik dan duduk di belakang Fey sambil memeluk mesra istrinya. Tak lupa, Refald pun menghadiahi istrinya itu dengan ciuman mautnya.

__ADS_1


“Sudah cukup bersenang-senangnya, Honey. Kau terlalu memforsir kekuatanmu. Ayo kita istirahat dulu,” ujar Refald langsung mengambil alih kendali kuda yang mereka tumpangi bersama dan membawa pergi Fey dari lapangan kuda. “Kami pergi dulu, Shena. Sampai ketemu lagi di vila.” Refaldpun melambaikan satu tangannya pada Shena.


Leo yang melihat bahwa istri dan calon anaknya baik-baik saja, juga langsung berlari menghampiri Shena dan melompat ke belakang istrinya seperti yang dilakukan Refald pada Fey. Leo memeluk tubuh istrinya dengan mesra. Ia juga tak henti-hentinya menghujani Shena dengan ciuman lembut menghanyutkan. Seperti biasa, Leo sama sekali tidak peduli kalau ada banyak sekali pasang mata yang masih memerhatikan aksi nggak ada akhlaknya itu.


“Kamu hebat, Sayang, aku bangga padamu! Malam ini, kamu harus berkencan denganku. Sekaligus aku ingin menengok jagoan kecilku.” ujar Leo sambil memeluk istrinya.


“Hah, tapi ...”


“Tidak ada protes! Aku tidak suka di tolak!” ujar Leo dengan senyum mengembang.


BERSAMBUNG


****


NB: Dari awal sudah aku kasih tahu, kalau ada Refald dan Fey. Genrenya pasti melenceng ke arah fantasi yang memang nggak masuk akal dan tingkat halunya lebay. Jika ada yang tidak suka, tidak masalah, karena itu hak setiap orang.


Part ini sudah selesai dan episode selanjutnya, mulai kembali ke genre aslinya. Kenapa aku menambahkan Refald sebelum memasuki konflik utama Leo dan Shena, itu karena aku sedang menunggu partner yang aku ajakin kolabs terakhir sebelum Shena dan Leo tamat. Namun, jika ada yang tidak suka atau kecewa, tidak masalah. Tidak ada paksaan untuk terus menyukai novel nggak jelasku ini.


Terimakasih untuk yang masih mau bersedia membaca dan menunggu kelanjutan kisah Shena dan Leo yang nggak ada akhlak ini. Juga yang mendukung like, vote, komentar dan tipsnya. Aku sangat berterimaksih sehingga terus bersemangat melanjutkan kisah ini.


Sebagai penulis remahan rengginang, aku sadar diri, kalau karyaku ini sangat jauh dari kata sempurna.


Untuk kalian semua love you all ... love banget pokoknya. Dan maaf jika tidak bisa membalas komentar kalian satu persatu.


__ADS_1



__ADS_2