Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 144 Cemburu


__ADS_3

Mata Leo tertuju pada seseorang yang sedang menolong Rendy. Entah bagaimana caranya Rendy yang tadi terlihat keren saat berkelahi mendadak pingsan seperti itu. Partner dadakan Leo itu hendak di bawa oleh orang yang tidak asing lagi bagi Leo.


Sepertinya aku pernah melihat laki-laki itu, tapi dimana, ya? Batin Leo sambil menatap tajam seseorang yang membopong tubuh Rendy.


“Ada apa, Sayang? kamu terlihat serius sekali?” tanya Shena yang sejak tadi memerhatikan suaminya. “Lihat kekacauan yang sudah kamu buat. Nggak di dalam atau di luar negeri, kamu suka sekali bikin onar. Ayah pasti akan sangat marah padamu jika beliau sampai tahu apa yang sudah kamu lakukan di sini.”


Leo menggenggam erat tangan istrinya dan mencium punggung tangan itu. “Ini menyenangkan Sayang, siapa suruh bule itu menggodamu. Lagipula, ayah pasti sudah tahu berita kekacauan ini, karena mata-matanya, ada di seluruh dunia.” Leo mulai mendekatkan wajahnya pada Shena dan mencium lembut bibir istrinya tepat di depan Dimas dan Anita yang langsung bergidik ngeri melihat kemesraan Leo dan Shena.


“Mereka benar-benar nggak ada akhlak!” cetus Anita dan langsung sewot pada Dimas yang sejak tadi meliriknya dengan tatapan aneh. “Kenapa kau lihat-lihat?” bentak Anita pada suaminya.


“Aku nggak lihat kamu! Tapi aku lihatin mereka,” elak Dimas meski sebenarnya yang dia lihat adalah istrinya. Bodo amat dengan Shena dan Leo yang sedang pamer kemesraan.


“Kalian tunggu di sini sebentar, ada hal yang harus aku urus.” Tanpa menunggu persetujuan Shena dan yang lainnya, Leo berjalan cepat menghampiri Key, yaitu salah satu anak buah Rendy yang sedang membopongnya pergi.


“Tunggu, Mr! Apa yang kau lakukan? Mengapa anda membawa Rendy secara paksa?” tanya Leo sambil melihat Rendy yang sedang pingsan digendongan orang yang memang tidak asing bagi Leo. Meskipun saat ini Leo lagi amnesia, ia sangat yakin pernah bertemu orang ini di suatu tempat.


“Maaf Tuan. Sudah cukup bagi Tuan Muda saya untuk bersenang-senang,” jawab Key dengan aura yang dingin.


“Apa dia, baik-baik saja?” Leo agak sedikit cemas dengan partner yang baru saja ia kenal.


“Dia hanya pingsan, pasti sebentar lagi akan sadar, kami akan membawanya kembali lebih dulu.” Key hendak pergi meninggalkan Leo tapi langsung ditahan oleh Leo.


“Tunggu, sebaiknya biarkan dia istirahat di salah satu kamar hotel ini, aku akan memesankan kamar untuk kalian, karena aku ingin mengundang kalian makan malam sebagai ungkapan rasa terima kasihku karena sudah membantuku membuat kekacauan di sini.” Leo terkekeh bangga.


Kei menatap Leo penuh heran, sudah buat onar masih saja bangga! Dasar orang aneh! Batin Kei.


“Maaf, tapi saya tidak berani memutuskan apakah Tuan Muda saya mau memenuhi undangan mu atau tidak. Saya akan menunggu dia sadar, baru saya bisa putuskan.”


“Kau siapanya?” tanya Leo penuh selidik.


“Dia Tuan Muda saya,” jawab Key dengan singkat, padat, dan jelas.

__ADS_1


Leo sudah menduga, “Oke, aku akan panggil pelayan untuk mengurus kamarmu. Sampai ketemu nanti. Jangan lupa tawaranku tadi, bye. ” Leo pun mulai beranjak meninggalkan Key dan kembali ke arah Shena, Dimas dan istrinya berada. Namun, sebuah teriakan menghentikannya.


"Tuan tunggu sebentar!" teriakan Key sejenak membuat Leo menoleh. Kemudian Key mengambil secarik kertas dan memberikannya kepada Leo. "Ini kartu nama saya. Silahkan hubungi saya. Jika Tuan Muda saya sudah sadar, saya akan memberikan info mengenai makan malam tersebut. Permisi Tuan."


Leo mengangguk sembari menyimpan secarik kertas itu didalam sakunya. Setelahnya Leo berjalan beranjak meninggalkan Key.


“Tuan,” ujar manager bar yang langsung datang menghampiri Leo sambil membawa berlembar-lembar catatan panjang soal kompensasi akibat kekacauan yang sudah Leo buat. “Apa yang harus saya lakukan pada mereka-mereka yang sudah anda kalahkan?” tidak mungkin mereka semua berada di sini terus-terusan.” Pria bule paruh baya yang menjabat sebagai manager bar mulai khawatir dengan keadaan bar nya. Jika tidak ada yang mau membayar ganti rugi atas rusaknya bar ini, maka secara otomatis dirinya akan dipecat dari sini.


“Tenanglah, sebentar lagi ada kenalanku yang datang kemari untuk membereskan kekacauan di sini. Kau jangan khawatir oke. Hubungi saja nomer ini, katakan aku yang menyuruhmu. Namaku adalah Leopard Bay Pyordova.” Leo menyerahkan selembar kertas yang berisi nomer ponsel Raython.


“Ja-jadi anda adalah putra tuan Pyordova?” pria paruh baya itu terkejut menatap Leo.


“Ayahku, memang terkenal dimana-mana. Aku tidak terkejut.” Leo menyunggingkan senyumnya karena terlalu bangga menjadi putra tunggal ayahnya.


“Tapi kenapa ini atas nama Raython? Bukannya nama ayah anda sendiri?” tanya manager itu sambil membolak-balikkan kertas yang diberikan Leo.


“Bukan urusanmu! Lakukan saja apa yang aku perintahkan jika kau ingin mendapat kompensasi atas apa yang sudah aku buat!” Leo meninggalkan pria itu dengan keren.


“Hai, seksi!” wanita itu mencoba menyentuh pipi tirus Leo dengan mesra. “Tahu nggak, sih? Kamu keren banget, loh. Mau dong aku dibantai juga, tapi ... bantainya di ranjang,” bisik wanita seksi itu di telinga Leo.


Leo hanya tersenyum sinis pada wanita seksi itu. “Menyingkir dari hadapanku dan jangan coba-coba menyentuhku!” geram Leo sambil menatap tajam mata wanita itu. Bukannya takut, wanita itu malah senyam senyum menatap Leo.


Dari kejauhan, Leo melihat Shena sedang tertawa memerhatikan pemandangan yang sama dialami oleh Dimas juga. Tangan kanan Zian itu sedang digoda beberapa wanita. Hanya saja, Anita istrinya terlihat marah dan kesal. Sementara istrinya sendiri, Shena, malah tidak peduli padanya dan terkesan lebih tertarik memerhatikan Dimas yang sedang dikerubungi banyak wanita.


Apa yang dilakukan Shena? Dia sama sekali tidak peduli pada suaminya yang sedang digoda wanita cantik? Padahahal aku buat kekacauan ini hanya karena melihatnya digoda pria lain. Batin Leo dengan kesal. Ditambah lagi, wanita penggoda ini terus-terusan tebar pesona padanya.


“Kau mau koktail ini?” tanya si wanita seksi itu.


Leo hanya diam terpaku memerhatikan istrinya yang sibuk melihat Anita dan Dimas secara bergantian. Leo sama sekali tidak tertarik dengan wanita seksi ini. Sebaliknya, cowok itu malah ingin sekali memutilasi semua wanita yang berusaha menggodanya.


Suami Anita, yaitu Dimas, lagi di goda oleh beberapa wanita yang bergelandot mesra di tubuh pria itu. Sedangkan Anita sendiri, sudah mulai mengeluarkan asap dan sungutnya sambil mengepalkan tangan melihat suaminya hanya diam saja tanpa melakukan perlawanan saat wanita-wanita jalang berpakaian setengah telanjang itu terus merayu Dimas.

__ADS_1


“Kau benar-benar cari mati, ha!” gumam Anita yang disusul tawa kecil dari Shena ketika melihat gadis yang berdiri di sampingnya sedang memancarkan aura membunuh yang begitu kuat.


“Kak, Dimas, habislah kau malam ini. Monster betinamu, akan benar-benar menghancurkanmu!” gumam Shena. Ia pun tak sengaja melihat Leo juga sedang di goda wanita super duper seksi. Namun, bukannya cemburu melihat Leo ditempeli wanita lain selain dirinya, Shena malah acuh tak acuh dan pergi meninggalkan Leo dan yang lainnya keluar dari bar lebih dulu.


Leo mendorong kasar, tubuh wanita seksi yang terus saja menempel padanya hingga wanita itu jatuh ke lantai. Sambil berlari, ia mengejar Shena yang sudah mendekati pintu keluar bar.


“Kok kamu ninggalin aku sih, Sayang?” tanya Leo sambil mencekal tangan istrinya.


Dengan senyuman manis yang dibuat-buat, Shena memegang bahu suaminya sehingga keduanya saling berhadapan. “Suamiku, Sayang ... kamu sedang sibuk tadi, aku tidak ingin mengganggu kesenanganmu. Jadi, aku pergi dulu, silahkan dilanjutkan, bye!” Wajah Shena terlihat ceria ketika mengatakan sindiran super pedas pada Leo seolah sangat memahami seperti apa suaminya itu. Leo sendiri, enggan melepaskan tangan istrinya yang sedang dilanda cemburu, tapi tidak mau mengakuinya.


“Kamu cemburu?” tanya Leo sambil menyunggingkan senyumnya.


Shena tertawa menertawai pertanyaan Leo. “Aku? Cemburu?” Shena menggeleng-gelengkan kepalanya. “Nggak! Aku sama sekali nggak cemburu, kamu tahu kenapa? karena dari awal aku sudah mengerti, siapa kamu sebenarnya, Leo si playboy kelas kakap! Nggak bakal lah kamu tahan melihat cewek super duper seksi ada di hadapannya.”


“Tapi kan kamu tahu sendiri kalau aku tuh sayang dan cinta banget sama kamu Sayang, nggak mungkinlah aku tergoda sama cewek murahan seperti mereka. Karena cuma kamu yang ada di hati aku. Nggak akan ada yang lainnya. Suer!” Leo mengangkat tangannya sambil membentuk huruf V dari jarinya.


“Oh iya, tapi sepertinya yang aku lihat tidak begitu, kamu menikmati setiap sentuhan wanita seksi itu, silahkan dilanjutkan! Aku pergi dulu, bye.” Shena menarik paksa genggaman tangan Leo hingga terlepas dan berjalan cepat meninggalkan Leo.


Bukan Leo namanya kalau tidak bisa mengatasi istri yang lagi ngambek karena jeoleus. “Kak Dimas! Kak Anita!” teriak Leo pada Dimas dan Anita. “Aku sudah pesankan kamar untuk kalian jika ingin berperang disana. Aku harus melakukan ritual bulan tertusuk ilalang lagi kali ini. Aku duluan! Oh iya, selamat untuk pernikahan kalian. Sampai ketemu nanti, bye!” Leo pun berlari menyusul kepergian istrinya sambil tertawa puas.


"Habislah kamu, Sayang!" geram Leo


****


BERSAMBUNG




Shena yang sebenarnya cemburu melihat Leo.

__ADS_1


__ADS_2