Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 57 Misteri Cinta Pertama


__ADS_3

“Sudah ku bilang, jangan sampai mengatai istriku dengan mulut kotormu itu! Kalau kau masih tetap saja seperti itu, maka aku akan benar-benar menghabisimu!” Leo menatap Ana yang terhuyung mundur sambil memegangi pipinya. Wanita itu sama sekali tidak percaya, Leo bersikap kasar padanya hanya karena membela wanita rendahan seperti Shena.


“Ayahmu tidak akan setuju dengan apa yang kau lakukan ini! Aku yakin dia belum tahu kalau kalian berdua sudah menikah!” bentak Ana disela-sela tangisannya.


“Aku tidak perlu menunggu persetujuan ayahku untuk menikah dengan wanita yang aku cintai, sebaiknya pergilah dari sini dan jangan pernah menginjakkan kakimu lagi di rumah ini. Aku tidak ingin melihatmu!” Leo menatap wajah Ana dengan penuh kemarahan yang luar biasa.


“Apa kau sudah lupa, Leo? Dulu kau bilang kau sangat mencintaiku! Kenapa kau jadi seperti ini padaku!” rengek Ana.


Leo menyeringai, "Kau salah! Aku hanya bersaing dengan Rendy. Jika aku bisa memilikimu waktu itu, maka Rendy kalah dariku. Tapi sialnya, kau malah lebih memilih dia. Aku tidak bisa menerima kekalahan, jadi jangan salah paham. Dan aku benar-benar sangat membencimu!” tegas Leo.


“Bohong! Semua orang juga tahu bahwa kau sangat tergila-gila padaku!” Ana masih saja bersikap sok PD di depan Leo.


“Bagiku, kau itu sudah mati! Aku sudah tidak punya perasaan apa-apa lagi padamu. Satu-satunya cinta yang kumiliki saat ini hanyalah Shena. Wanita yang sudah kau anggap sebagai pelayan itu, dialah Nyonya rumah di sini. Dia adalah wanita yang aku cintai melebihi apapun. Sedangkan diantara kita, tidak ada hubungan apa-apa. Hubungan kita saat ini hanya satu, yaitu ‘orang asing yang tidak saling kenal satu sama lain'! Jadi, jangan pernah datang kemari! Cepat pergi!” usir Leo, matanya memerah karena menahan marah.


Ana jatuh terkulai karena syok dan masih tidak percaya dengan semua yang dikatakan Leo.


Bagaimana bisa Leo yang dulu pernah mengejar-ngejarku jadi berubah menakutkan begitu? Batin Ana karena tak percaya pada perubahan sikap Leo padanya. Meskipun Leo sudah menjelaskan secara gamblang tentang perasaannya yang sesungguhnya, tetap saja Ana tidak bisa memercayai semua ini. Untuk kedua kalinya, Ana ditolak mentah-mentah oleh dua orang lelaki yang sangat disukainya.


“Kalian semua yang ada di sini! Usir wanita ini dari rumah ini dan jangan biarkan dia datang lagi! Masukkan wajahnya dalam list daftar hitam agar dia tidak bisa lagi kemari!” teriak Leo pada seluruh pelayannya yang menyaksikan adegan menegangkan ini.


Leo berjalan melewati Ana yang terkulai lemas akibat bentakan dan tatapan membunuh yang dipancarkan Leo padanya tanpa mau menatap wajahnya. Air mata Ana tak henti-hentinya mengalir akibat perlakuan kasar dari orang yang dulu pernah menyukainya. Sebagai tuan putri dari salah satu anak konglomerat, perlakuan ini sama saja dengan penghinaan besar baginya.

__ADS_1


Leo menghampiri Shena yang berdiri kaku menyaksikan kemarahan Leo. Gadis itu merasa, saat ini, Leo terlihat sangat menakutkan tapi juga menakjubkan. Ini sama sekali diluar dugaan Shena.


Sejenak Leo menatap Shena dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan. Shena sendiri juga takut berkata-berkata.


Leo sangat mengerikan bila marah. Jiwa gengsternya keluar sehingga siapapun tidak berani mendekatinya atau bicara dengannya.


Tanpa bicara sepatah katapun, Leo menggendong Shena dan membawa gadis itu pergi ke kamarnya. Leo berjalan lurus ke depan meninggalkan ruang tamu tanpa peduli dengan banyaknya pasang mata yang menatap Leo dan Shena.


Para pelayan langsung mendekati Anasti untuk membantunya berdiri, tapi gadis itu malah tetap bersikap angkuh dan tidak mau dibantu oleh siapapun. Wanita sombong itu keluar sendiri dari rumah Leo dengan segudang kebencian yang terpendam di hatinya.


Awas saja kalian berdua! Akan aku balas apa yang sudah kalian lakukan padaku! Batin ana yang sudah sangat kesal setengah mati.


Bibi Nunuk dan bibi Jenny yang menyaksikan peristiwa tak terduga itu langsung membubarkan para anak buah mereka agar kembali bekerja tanpa ada yang boleh bergunjing satu sama lain. Bibi Jenny meminta kepala pelayan bagian dapur agar segera menyiapkan makan malam untuk Shena dan tuan muda mereka.


Leo menyentuh pipi kiri Shena, “Apa terasa sakit?” tanya Leo yang sedikit khawatir pada Shena.


Shena hanya menggeleng pelan sambil tersenyum. Gadis itu memeluk tubuh Leo yang duduk disampingnya agar emosi Leo menghilang sepenuhnya. Akan lebih baik jika Shena tidak membahas wanita yang sudah membuat marah Leo seperti ini. “Tidak, sentuhan tangan wanita tadi tidak sebanding dengan luka tembak yang aku alami,” gurau Shena yang sukses membuat Leo tersenyum simpul.


Leo mengecup kening Shena dan membaringkannya di atas kasur. “Kenapa kamu keluar sendiri tanpa memberitahu siapapun, aku sangat mencemaskanmu,” ujar Leo sambil berbaring di sisi Shena. Leo melingkarkan tangannya di pinggang Shena dan mengusap-usap perban luka tembak Shena dengan lembut.


“Aku hanya tidak ingin merepotkan siapapun, lagipula aku sudah tidak apa-apa. Jika aku memanjakan diriku, luka tembak ini tidak akan cepat pulih. Paling tidak aku harus banyak menggerakkan ototku agar bisa kembali seperti sedia kala. Kamu terus saja menggendongku kemana-mana. Aku jadi tidak bisa bebas bergerak untuk melatih otot-ototku.”

__ADS_1


“Itu karena aku tidak ingin kamu cedera, Sayang. Aku benar-benar mita maaf sudah menyusahkanmu seperti ini. Dan soal Anasti ....” Leo diam sejenak sebelum melanjutkan kalimatnya, sedangkan Shena masih menunggu-nunggu kata apa yang akan keluar dari mulut Leo. “Lupakan saja dia, anggap wanita itu tidak ada lagi di dunia ini.” Leo menempelkan wajahnya di rambut Shena sambil memeluk erat tubuh Shena.


“Ehm, menurutku kamu terlalu kejam padanya. Dia hanya salah paham tapi kamu memperlakukannya dengan sangat kasar. Sebagai wanita aku bisa merasakan seperti apa sakitnya diperlakukan seperti itu. Apalagi, dia adalah cinta pertamamu.”


“Apa yang aku lakukan tidak sebanding dengan apa yang sudah dia lakukan padamu. Dan dia ... bukan cinta pertamaku. Cinta pertamaku adalah ...” lagi-lagi Leo tidak mau melanjutkan kata-katanya, sehingga membuat Shena kembali mengerutkan dahinya. “Sudah ku bilang, aku tidak akan berbelas kasih pada siapapun yang sudah menyakitimu. Apalagi dia sampai membentak dan memarahimu di depan para pelayan, padahal jelas-jelas kamu adalah calon Nyonya rumah ini yang sah.” Leo mengubah topik pembicaraan dan membuat Shena tercengang, tapi akhirnya dia memahami situasinya.


Apa dia punya masalah dengan cinta pertamanya? Apakah karena itu Leo memilih menjadi playboy? Kenapa aku penasaran dengan cinta pertama Leo? Sebaiknya, aku cari tahu lewat bibi Nunuk atau bibi Jenny saja nanti. Pikir Shena.


“Bersiap-siaplah untuk makan malam, aku akan menunggumu di sini,” bisik Leo di telinga Shena.


“Maksudmu, kamu ingin menungguiku mandi?” tanya Shena yang langsung bangun menghadap Leo.


“Kenapa? Aku kan calon suamimu, sah sah saja, bukan?" Leo mengamati wajah Shena yang penuh dengan waspada. "Aku tidak akan meminta melakukannya sekarang, karena aku mengerti kamu masih dalam tahap penyembuhan. Tapi tidak ada salahnya jika kita mandi bersama.” Leo mulai menyeringai nakal.


“Keluar!” bentak Shena dengan kesal.


“Kenapa? Ini kan, kamarku?” Leo mulai menggoda Shena. Ia sangat suka jika wajah Shena berubah jadi merah karena marah.


“Oke, kalau begitu aku yang keluar,” Shena hendak beranjak bangun tapi Leo menarik tangan Shena ke dalam pelukanya. Leo mendekap erat tubuh Shena dan hendak mencium bibir mungilnya


“Hati-hati, perutku masih terasa sakit,” rintih Shena yang balik menggoda Leo sehingga cowok itu mengurungkan niatnya mencium Shena.

__ADS_1


“Oh, maaf, aku lupa.” Leo kembali bangun dan berdiri di sisi ranjang sembari merapikan pakaiannya. “Cepatlah mandi dan kita makan malam bersama. Aku sudah lapar.” Leo pergi keluar dari kamar dan menutup pintu kamar Shena. “Hampir saja,” gumam Leo ketika ia sudah berada di luar pintu kamar Shena.


***


__ADS_2