
Sesampainya di rumah bu Dewi, orang yang dicari Shena dan Leo ternyata tidak ada di rumah. Tetangganya bilang kalau sekarang bu Dewi mengajar anak-anak kurang mampu di sebuah taman yang ada di perbatasan kampung dan kota setiap akhir pekan. Tanpa pikir pajang, Leopun mengajak Shena menyusul bu Dewi kesana.
Apa yang dikatakan tetangga bu Dewi benar. Ada sekitar 6-8 anak yang sedang diajar oleh bu Dewi di tempat terbuka. Sepertinya mereka sedang menulis sesuatu di papan kecil yang sudah disediakan untuk setiap anak yang belajar disana. Shena langsung berlari keluar mobil menuju ke arah wanita paruh baya yang sangat dihormatinya karena telah banyak membantunya hingga Shena menjadi seperti sekarang ini. Jika tidak ada bu Dewi dalam hidup Shena, mungkin Shena juga tidak ada lagi di dunia ini.
Begitu melihat sosok Shena, bu Dewi sangat terkejut dan senang bukan kepalang. Pelajaran dihentikan sementara karena kedua wanita beda usia itu saling melepas kerinduan satu sama lain.
“Shena, bagaimana kabarmu? Kau semakin cantik sekarang? Aku hampir saja tidak mengenalimu. Bagaimana kau tahu kalau aku ada disini?” bu Dewi memberondong Shena dengan banyak sekali pertanyaan, sesekali ia melirik Leo yang berdiri di samping mobil muscle carsnya.
“Tetangga Ibu yang memberitahu kami, aku juga sangat senang bisa kembali bertemu dengan Ibu. Ibu sama sekali tidak berubah, tetap awet muda dan juga cantik.” Shenapun tak kalah memuji wanita yang sudah Shena anggap sebagai ibu keduanya.
Leo menghampiri dua wanita yang sedang temu kangen itu dan memberi salam pada bu Dewi. “Maaf kalau ini agak sedikit terlambat, Bu. Saya suami Shena, Leo. Senang bertemu dengan anda, dan saya sangat berterima kasih kerena anda telah bersedia menjaga Shena untuk saya selama ini.” Leo membungkukkan badannya tanda memberi hormat pada orang yang sudah berjasa dalam hidup Shena.
“Senang bertemu denganmu juga, Leo. Harusnya aku yang berterimakasih karena sudah mencintai Shena dan membuatnya bahagia. Walau aku tak bisa bersama dengan kalian, tapi dilihat dari raut wajah Shena sekarang, ia jauh lebih bahagia dari pada saat berada disini dulu. aku yakin, semua itu berkat kau, nak Leo. Kau telah membuat hidup Shena jauh lebih baik dari sebelumnya. Dan aku ucapkan banyak terimakasih. Oh iya, selamat juga untuk pernikahan kalian. Semoga kalian berdua menjadi keluarga samawa dan diberi keturunan yang banyak.”
“Terimakasih atas doanya, Bu.” Shena dan Leo menjawab bersamaan dengan kata-kata yang sama pula.
“Sungguh kalian adalah pasangan yang serasi, Arga pasti juga senang jika melihat kalian lagi disini.”
“Dimana Arga, bu?” tanya Shena mengalihkan perhatian agar ia tidak terus-terusan terlalu larut dalam suasana haru ini.
“Dia sedang tidak ada disni, mungkin baru pulang akhir pekan bulan depan. Apa kalian akan menginap disini?”
__ADS_1
“Kami, hanya mampir, Bu. Lain kali kami akan menginap disini selama yang Shena inginkan. Namun, untuk hari ini, kami tidak bisa menginap.” Leo menjawab pertanyaan bu Dewi.
“Baiklah kalau begitu, kalian tunggu disini sebentar, aku akan memulangkan mereka semua dan menunda pelajarannya pekan depan.” Bu Dewi hendak pergi tapi langkah kakinya dihentikan oleh Leo.
“Ah, tidak perlu Bu. Aku yang akan menggantikan Ibu mengajar. Kalian berdua, silahkan curahkan semua kerinduan kalian selama berada disini. Serahkan semua padaku.” Leo mengedipkan salah satu matanya pada Shena.
Mudah-mudahan Leo tidak mengajarkan sikap nggak ada akhlaknya pada mereka semua yang ada disini, batin Shena sambil mengamati gerak-gerik suaminya.
Tanpa menunggu jawaban dari bu Dewi, Leo mengambil alih tugas wanita paruh baya itu untuk mengajar anak-anak yang sejak tadi sudah menunggu. Dengan telaten, Leo memberikan materi dan pengarahan yang memukau pada anak-anak didik bu Dewi. Sepertinya, anak-anak itu juag mulai suka dengan gaya Leo yang santai.
Apa yang dikhawatirkan Shena ternyata tidak terjadi, Leo terlihat rileks saat mengajar anak-anak. Bahkan ia terlihat seperti bukan Leo saja. Semakin terlihat kerenlah Leo dimata Shena sehingga gadis itu tak henti-hentinya memandangi suaminya.
“Suamimu itu sangat keren, kau sangat beruntung Shena. Kau mendapatkan suami yang sempurna.” Bu Dewi mulai mengerti suasana yang terjadi diantara pasangan suami istri ini.
“Anda benar, Bu. Aku bahkan tidak pernah membayangkan bakal memliki suami luar biasa sepertinya.” Rona pipi Shena langsung merah padam kerena merasa malu pada bu Dewi. “Sudahlah jangan bicarakan dia. Bagaimana kabar bu Dewi, apa semuanya baik-baik saja?” tanya Shena mengalihkan pembicaraan, tapi matanya sesekali melirik ke arah Leo yang sibuk mengajar.
“Ibu baik-baik saja, berkat kau juga. Proposal yang kau ajukan pada ibu, akan segera terealisasikan. Sebentar lagi, impian kita akan segera terwujud.”
“Proposal? Proposal apa, Bu?” tanya Shena tidak mengerti apa maksud dari kata-kata bu Dewi,
“Bukankah seminggu yang lalu kau mengajukan proposal untuk mendirika sekolah gratis disini? Saat ini, semua berkas-berkas yang kau ajukan sedang dalam proses dan akan segera terealisasi. Bukankah kau sendiri yang menulis proposal itu?”
__ADS_1
Shena mengernyitkan alisnya, ia tidak tahu menahu soal proposal itu. Apa mungkin Leo yang melakukannya? Batin Shena.
“Ah, iya ...baguslah kalau begitu Bu, mudah-mudahan dengan didirikannya sekolah itu bisa meringankan beban anak-aak yang tidak bisa sekolah karena masalah finansial.” Shena memutuskan untuk mengikuti apa saja yang dilakukan pangeran Leo untuknya.
Semakin jatuh cintalah Shena pada Leo. Tak hanya mencintainya dengan sepenuh hati, Leo bahkan rela melakukan apa saja untuk Shena tanpa syarat apapun. Leo adalah suami yang benar-benar langka. Seandainya para suami di dunia ini seperti Leo, bahagialah semua kaum hawa.
“Iya kau benar, dan ini semua berkat kau Sayang. Kau adalah malaikat kecil kami yang selalu menerangi kampung ini, kau adalah bunga desa sesungguhnya yang pantas mendapat pangeran tampan pelindung malaikat seperti Leo suamimu. Aku ikut bahagia untuk kalian berdua.”
“Aku pun merasa demikian, Bu. Pangeranku, mengubahku dari itik buruk rupa, menjadi seekor angsa. Angsa yang paling bahagia di dunia.” Shena tersenyum melihat Leo yang juga tersenyum padanya. Dibalik sikapnya yang nggak ada akhlak, Leo juga bisa bersikap dewasa dan berwibawa. Ia mengajar anak-anak dengan sangat baik dan penuh semangat. Mereka semua juga senang belajar dengan Leo.
Sambil menunggu Leo selesai dengan kelas dadakannya, Shena pergi ke toilet dan mengambil barang-barang yang akan diberikan pada bu Dewi dan semua orang yang ada disini. Namun, di tengah perjalanan kembali, tiba-tiba ada yang membekapnya dari belakang dan menyeret tubuh Shena menghilang dari lokasi tempat bu Dewi mengajar. Semua barang-barang yang dibawa Shena jatuh berserakan dimana-mana karena Shena diculik. Sekali lagi, Shena diculik! DI-CU-LIK!
BERSAMBUNG
****
sisa 1 episode lagi ...
Leo yang lagi mengajar anak didik Bu Dewi ...
__ADS_1