
Kebahagiaan tak terkira sedang menyelimuti romansa Roy dan Laura. Pasangan pengantin baru itu terlihat malu-malu kucing dihadapan semua saksi yang menyaksikan hari pernikahan mereka. Tidak seperti Leo dan Shena yang suka mengumbar kemesraan dimana-mana, Roy masih bisa mengontrol dirinya mengingat Laura sepertinya masih belum bisa memaafkan Roy sepenuhnya akibat sandiwara cinta yang sudah ia buat.
Mereka semua sepakat akan mengadakan pesta resepsi malam ini di tempat yang sudah di siapkan oleh ayah Laura dan Roy.
Sebelum acara resepsi itu dimulai, Laura mengajak Shena ke suatu tempat untuk menagih janji Shena sebelum ia mendengar penjelasan dari suaminya.
"Hari ini kau harus menemaniku, aku tidak akan membiarkanmu bertemu dengan Leo sebelum kau menceritakan alasan dibalik semua sandiwara ini." Laura menggandeng lengan Shena tanpa peduli Leo sedang memelototinya.
"Mau kau bawa kemana istriku, Ra!" Teriak Leo dan hendak menyusul kepergian dua wanita cantik di depannya. Namun, langkah Leo ditahan oleh Roy.
"Biarkan saja mereka, Laura masih marah pada kita. Mungkin bersama dengan Shena, dia bisa melupakan amarahnya. Kau sudah cukup lama merebut Shena darinya."
"Aku? Merebutnya? Kau ini bicara apa?" Leo benar-benar kesal dengan Laura yang tiba-tiba saja menculik Shena ditambah Roy tiba-tiba saja berkata seperti itu.
"Shena adalah sahabat terbaik Laura. Saat dia tahu kau bertunangan dengan Shena, Laura sering marah-marah nggak jelas, dia selalu merengek padaku karena tidak bisa lagi mengajak Shena nonton, makan bersama, jalan-jalan bersama bahkan yang lebih membuatku kesal ternyata mereka suka sekali cuci mata. Namun, mereka berdua tidak bisa melakukan itu karena kau terus saja menempel pada Shena layaknya perangko."
"Apa? Apa maksudmu cuci mata?" Tanya Leo penuh curiga.
"Mereka berdua suka melihat konser idol Korea dan China. Aku pernah diberitahu siapa artis China favorit mereka, cuma aku lupa. Mereka bahkan sempat berfoto bersama. Lebih dari itu, ada salah satu artis penyanyi papan atas China yang jadi idola Shena sampai sekarang." Roy tidak sadar kalau Leo sudah mengeluarkan asap kemarahan di puncak ubun-ubun kepalanya.
Leo langsung mencengkeram kerah baju Roy seolah dialah idol yang diidolakan Shena. "Katakan padaku siapa idol itu! Akan aku bunuh dia sekarang juga!" Leo menatap Roy dengan penuh amarah.
"Lepaskan aku! Aku bukan idol yang Shena suka! Kenapa kau malah marah padaku?" Roy mendorong Leo dengan kuat.
Apa yang dikatakan Roy benar, Leo terlalu terbakar api cemburu mendengar Shena suka cuci mata melihat pria lain selain dirinya, apalagi sampai berfoto bersama. Tidak bisa dimaafkan. "Kenapa Shena tidak pernah menceritakannya padaku, kalau dia punya idola selain aku?" geram Leo.
"Mungkin Shena tahu, kau akan buat masalah jika sampai kau tahu siapa idola Shena."
__ADS_1
"Aku bisa mentolerir dia mengidolakan semua sepupuku, dan temannya yang bernama Arga, tapi aku tidak bisa mentolerir lagi jika benar ada idola lain yang tidak ku ketahui selama ini. Kenapa kau baru bilang padaku sekarang, ha?" bentak Leo pada Roy.
"Sudahlah bro, itu kan masa lalu mereka. Kini keduanya sudah jadi milik kita. Lupakan saja hal itu, toh tidak mungkin Shena menyukai idolanya sementara dia sudah menjadi istrimu, hamil anakmu pula? Kurang apa lagi coba?"
Leo masih kesal, ia hanya menendang-nendang kerikil yang ada di bawah kakinya sambil menggerutu nggak jelas.
Dengan cepat ia langsung meraih ponselnya untuk menelepon seseorang.
"Halo, ini aku! Cari idol K-Pop dan artis China yang di sukai Shena. Kirim semua data pribadinya padaku secepatnya! Aku beri kau waktu 2 x 24 jam. Jika tidak bisa menemukannya, maka kau akan aku pecat detik itu juga! Cepat cari sekarang!" Bentak Leo sambil meremas-remas ponselnya. Untung saja benda pipih itu kuat, jika tidak, pasti benda tak berdosa itu akan hancur berkeping-keping akibat lampiasan amarah Leo.
Beberapa detik kemudian, ponsel Leo kembali berbunyi dan Leo langsung mengernyitkan alisnya ketika melihat nama dari orang yang menghubunginya.
"Halo," ucap Leo dengan ketus.
"Selamat malam tuan, Leo." Terdengar suara orang dari seberang sana.
"Katakan, jika kau merindukanku."
"Cih, buat apa aku merindukanmu? Aku sedang ingin mencincang orang sekarang! Kenapa kau meneleponku? Kau ingin daftar jadi orang pertama yang ku cincang, ha?"
"Padahal aku ingin sekali bertemu denganmu, bukan ingin jadi orang pertama sasaran amukanmu, tapi aku ingin mendaftarkan diri menjadi asisten pribadimu."
"Aku tidak ingin punya asisten kurang ajar sepertimu, aku heran dengan Raython yang masih saja betah bersamamu. Ilmu pelet apa yang kau gunakan pada Raython sehingga dia tetap menjadikanmu sebagi asisten pribadinya."
"Jaran goyang, Tuan. Jika kau mau aku juga bisa memberikannya padamu."
"Kau gila? Lalu kenapa kau melamar jadi asistenku? Apakah sekarang ilmu pelet mu sudah tidak mempan sehingga Raython memecatmu?"
__ADS_1
"Belum. Tapi akan dipecat!"
"Kenapa?" Leo jadi kepo juga dengan jawaban Jakson.
Jakson pun menjelaskan tentang apa yang kini sedang dialami Raython. Ia berasumsi kalau atasannya sedang jatuh cinta pada wanita yang telah membobol data pribadi Raython.
Leo pun tertawa ngakak mendengar penjelasan Jakson. Akhirnya kutukan Shena terjadi juga. Seorang predator wanita kelas kakap dunia, kini telah jatuh cinta pada orang yang sudah membobol gawang pertahanan sistemnya.
"Jadi kau khawatir tuanmu akan memecatmu karena dia jatuh cinta?"
"Lebih dari itu tuan, aku khawatir dia jadi gila."
"Ray memang sudah gila, dia selalu bersikap kejam pada wanita, dan sekarang dia kena kutukan istriku Shena. Kau lihat dan saksikan saja, dan beritahu aku jika dia sudah benar-benar jadi gila hanya karena cinta."
Leopun asyik berghibah ria soal Raython di depan Roy yang hanya bisa garuk-garuk kepala melihat tingkah konyol sahabatnya. Leo jadi berjubah 180 derajat dari yang tadinya kesal sekarang menjadi senang.
"Kenapa dengan Leo? Apa dia kerasukan setan ghibah sekarang?" Gumam Roy dan meninggalkan Leo sendirian.
BERSAMBUNG
****
Segini dulu, nanti aku lanjutkan lagi kalau senggang.
love you all and happy weekend ya. ...
__ADS_1