Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 55 Siapa wanita itu?


__ADS_3

Leo membawa pulang Shena dan merebahkan tubuh gadis itu di atas kasurnya. Leo menahan tubuhnya di atas tubuh Shena dengan bertumpu di kedua lengannya agar tidak benar-benar menindih tubuh Shena. Mereka berdua saling menatap satu sama lain dengan jarak pandang hanya 1 cm saja.


Leo langsung menyapu bersih bibir merah delima Shena dengan lembut. “Istirahatlah, istriku. Aku akan datang lagi kemari begitu kamu sudah bangun, aku pergi dulu, ada banyak hal yang harus aku urus,” terang Leo sembari mengusap lembut kepala Shena.


Senyum mengembang di wajah Leo memancarkan aura kebahagiaan yang tak terkira. Ia pun bangun berdiri lalu meninggalkan Shena yang masih saja menatap punggung tunangannya pergi ke luar sampai menutup pintunya.


“Kenapa aku gugup sekali saat Leo memanggilku sebagai istrinya,” gumam Shena begitu pintu kamarnya sudah tertutup.


Sementara itu, Leo berjalan menuju kamarnya sendiri. Dia teringat dengan permintaan yang diajukan Shena ketika ia melamar gadis itu. Shena ingin Leo mengembalikan surat tanah yang sudah ia rampas dari para emak-emak rempong yang menyakitinya dulu. Jika Leo mau menuruti persyaratan itu, maka Shena mau menikah dengan Leo.


“Kamu bisa membuatku bangkrut dengan kebaikan hati yang kamu miliki Shena, harusnya kamu meminta lebih dari itu, tapi kamu memang sangat luar biasa dan paling berbeda dengan wanita-wanita lain yang pernah aku kenal,” gumam Leo sambil tersenyum pada dirinya sendiri memikirkan betapa baiknya hati Shena yang selalu mudah memaafkan siapapun orang-orang yang menyakitinya. Leo berjalan di lorong lantai tiga lalu menelepon seseorang. “Halo, pak Bas ... ada yang harus anda urus, datanglah ke rumah ... oke, aku mengerti. Sampai ketemu nanti.” Leo menutup sambungan teleponnya.


Leo hendak membuka pintu kamarnya tapi ia urungkan niatnya karena melihat bibi Jenny datang menghampirinya.


“Permisi Tuan, ada yang ingin bertemu dengan anda,” ucap bibi Jenny sambil membungkuk di depan Leo.


“Siapa?” tanya Leo penasaran saat melihat ekspresi wajah bibi Jenny, seolah pengasuhnya itu sudah mengenal betul siapakah orang yang mencarinya.


“Nonaaa ... Anasti Ramira.” Bibi Jenny tidak berani menatap wajah Leo. Wanita itu hanay menunduk sambil menunggu titah selanjutnya.


Awalnya Leo terkejut mendengar nama yang dulu tidak asing lagi di telinganya, tapi ia hanya tersenyum simpul setelah memahami situasi yang mungkin akan terjadi. Itulah alasan kenapa bibi pengasuhnya bersikap seperti itu.


“Jangan khawatir Bibi, aku sudah melupakan wanita jaalang itu. Bagiku, hanya Shena yang ada di hatiku, sekarang ... dan untuk selamanya. Usir saja wanita itu dari sini. Aku juga tidak ingin melihatnya.” Leo membuka pintu kamarnya dan hendak masuk ke dalam tapi di tahan oleh bibi Jenny.


“Tapi Tuan ... nona Ana bilang, dia hanya ingin bertemu sebentar dengan Tuan, dan tidak mau pergi dari sini sebelum Tuan mau menemuinya,” jelas bibi Jenny.


“Biarkan saja dia, yang penting jangan pernah izinkan dia masuk ke kamarku. Jangan pedulikan dia. Oh iya, nanti malam aku akan makan malam dengan Shena. Jangan ceritakan apapun soal Ana pada Shena. Anggap saja wanita itu tidak ada dan Shena tidak perlu tahu juga.” Leo masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintunya. Namun, belum sempat bibi Jenny melangkah pergi, Leo sudah membuka pintunya lagi dan mengatakan sesuatu pada bibi pengasuhnya.

__ADS_1


“Suruh bibi Nunuk untuk menemani Shena di kamarnya, jangan biarkan dia keluar kamar sebelum aku menemuinya. Pastikan kalian memenuhi semua kebutuhan Shena dengan baik. Dan jangan lupa, suruh dia meminum obatnya.” Ucapan Leo yang panjang lebar membuat bibi Jenny tersenyum simpul sambil menganggukkan kepalanya. Bibi Jenny sangat senang, karena kini, Leo sudah banyak berubah dari Leo yang dingin dan kasar menjadi Leo yang lembut dan perhatian, apalagi kepada seorang wanita yang amat dicintainya.


“Akan saya lakukan, Tuan,” ujar bibi Jenny sambil berlalu meninggalkan Leo. Namun langkahnya terhenti lagi karena Leo mengatakan sesuatu yang membuat bibi Jenny terpaku seketika.


“Tunggu Bibi, ada satu lagi ... aku ingin ... kau menyiapkan segala persiapan pernikahan kami bersama dengan bibi Nunuk. Pastikan semua acaranya nanti berjalan dengan lancar. Sebulan dari sekarang.” Leo menutup kembali pintu kamarnya sambil tersenyum bahagia tanpa menunggu komentar dari bibi pengasuhnya.


“Apa? Tuan muda Leo akan menikah dengan nona Shena?” bibi Jenny terkejut setelah mendengar kata-kata Leo yang terakhir.


Bibi Jenny menoleh ke arah Leo yang sudah tidak ada lagi di depannya. Wanita paruh baya itu benar-benar tidak percaya, tuan mudanya akan mengambil keputusan sebesar dan secepat ini. bibi Jenny tidak tahu harus bagaimana. Apakah merasa senang atau malah sebaliknya setelah mendengar kabar mengejutkan dari Leo, mengingat orang tua tuan mudanya tidak akan setuju semudah itu dengan keputusan yang diambil putranya. Terlebih lagi, perbedaan strata keduaanya juga sangat terlihat jelas. Di tambah lagi, muncul masalah baru dengan kedatangan Anasti kembali ke rumah mereka.


“Situasinya sangat rumit sekarang, aku khawatir pada nona Shena,” gumam bibi Jenny dan pergi untuk memberitahu Nunuk.


****


Shena terjaga setelah satu jam sudah ia tertidur. Gadis itu melihat arlojinya yang masih menunjukkan pukul 14.30. Shena juga terkejut melihat sebuah kepala tertidur pulas di samping ranjangnya sementara badannya terduduk anggun disebuah kursi empuk yang ada di samping ranjang Shena. Gadis itu tersenyum melihat bibi Nunuk tertidur di sebelahnya karena kelelahan menunggui Shena.


Shena berjalan ke luar pelan-pelan untuk mengambil minuman karena ia merasa sangat haus dan ingin minum sebuah jus segar. Ia tidak tega jika harus membangunkan bibi Nunuk hanya untuk memintanya mengambilkan minuman tersebut. Karena itu ia pergi diam-diam untuk mengambil sendiri minuman apa yang ia inginkan.


“Anda siapa?” tanya Shena tanpa basa basi setelah ia berada di depan wanita cantik yang tidak lain adalah Anasti Ramira.


Wanita anggun itu melihat Shena dan memerhatikan seluruh penampilan Shena yang hanya berpakaian biasa saja.


“Panggilkan saja Leo, aku ingin bertemu dengannya, wanita tua tadi juga tidak datang lagi kemari. Aku sudah lama menunggu di sini, dan aku sangat bosan,” ujar wanita itu dengan gaya khas sombongnya.


Wanita tua? Apa yang dia maksud adalah bibi Jenny? Kenapa wanita ini mencari Leo? Siapa dia? Tanya Shena dalam hati.


“Kalau boleh tahu ... anda siapa?” tanya Shena sekali lagi karena masih penasaran dengan wanita angkuh ini.

__ADS_1


“Sepertinya, kau pelayan baru di rumah ini, sampai tidak mengenal siapa aku. Ya sudahlah ... nanti kau juga akan tahu sendiri, cepat panggilkan Leo dan juga bawakan minuman lagi untukku. Minumannya sudah habis dari tadi. Kemana semua pelayan di rumah ini? Huh, membosankan sekali tempat ini.” Wanita itu mengoceh dan mengomel sendiri, dan parahnya lagi, wanita bernama Anasti Ramira yang tidak tahu diri itu malah menganggap calon nyonya rumah ini sebagai pembantunya.


Shena masih bingung, hubungan apa yang terjalin antara wanita itu dengan Leo. Apa wanita itu salah satu mantan Leo? Pikir Shena dan memilih pergi ke dapur untuk mengambil minuman sekaligus menuruti permintaan wanita itu.


Shena mengambil jalan memutar sambil mengamati sekeliling rumah untuk mencari-cari keberadaan dapur istana ini. Untunglah, ia segera menemukan ruang dapurnya dan Shena lagsung masuk ke ke dalam.


“Kenapa di rumah ini tidak ada orang sama sekali? Apa semuanya sedang pergi? Ah ... mungkin saja mereka sedang beristirahat di ruangan mereka sebelum menyiapkan makan malam,” gumam Shena ketika memasuki area dapur rumah Leo yang terbilang cukup luas seluas lapangan basket.


“Wauuuww, dapurnya besar sekali.” Shena merasa takjub dengan semua peralatan lengkap yang tersedia di dapur ini. Rasanya seperti memasuki dapur ala restoran luar negeri. Namun ini bukan saatnya Shena mengagumi kemegahan dapur dan isinya, yang terpenting Shena ingin mengambil minuman yang ada di lemari pendingin alias kulkas. “Ada di mana kulkasnya?” Shena celingukan mencari-cari kulkas yang tenyata ada di samping kanan Shena berdiri. Ukuran kulkas itu pun tak tanggung-tanggung besarnya.


Shena sampai tercengang karena baru pertama kali melihat betapa besarnya kulkas yang ada di dapur ini. “Ini kulkas apa rumah? Besar sekali?” gumam Shena. Matanya masih tak bisa lepas dari lemari pendingin besar ini sampai tanpa sadar, Shena menengadah menatap betapa besar dan tingginya kulkas ini.


Shena mencoba membuka pintu kulkas yang dekat dengan dirinya. Tapi ia tidak menemukan minuman yang ia cari. Isi kulkas yang Shena buka hanya berisi bermacam-macam sayuran dan buah-buahan saja. gadis itu beralih ke pintu kulkas yang ada di bawahnya, kali ini juga nihil. Apa yang Shena cari juga tidak ada, karena isi kulkas itu hanya berisi kue dan makanan ringan serta camilan yang sepertinya khusus disediakan untuk Leo.


Shena mencoba peruntungannya kembali membuka kulkas yang ada di bawahnya lagi. Kali ini, barulah Shena terlihat senang karena ada banyak jenis minuman di dalamnya. Shena memilih botol minuman yang berisi jus leci karena dia, sangat menyukai minuman itu. Tidak lupa, Shena juga mengambilkan salah satu minuman jus rasa melon untuk ia berikan pada wanita yang mencari Leo tadi.


Shena ke luar dari ruang dapur dan membawakan sebotol jus rasa melon untuk diberikan kepada wanita yang duduk santai di sofa.


“Ini, minumlah! Rasanya segar sekali. Aku sudah coba yang rasa leci. Enak sekali!” Shena memberikan botol minuman itu pada Anasti tapi gadis itu dengan kasar menampik botolnya ke samping sehingga botol itu terpental jauh dan menabrak salah satu kursi tak berdosa yang ada di samping vas bunga.


Anasti berdiri dan langsung menampar pipi kiri Shena dengan keras sehingga terdengar bunyi ‘plak’.


Shena sangat terkejut karena tidak ada angin dan tidak ada hujan, tiba-tiba saja dirinya di gampar oleh seorang wanita yang sama sekali tidak ia kenal.


****


maaf telat.. terus ikutin up selanjutnya ya ..

__ADS_1


dukung authornya supaya lebih semangat untuk up dengan klik like dan beri komentar dan votenya ... trimakasih yang sudah setia menunggu up selanjutnya 🙏🙏


salam manis dari penulis ♥️♥️


__ADS_2