
Ciuman manis yang diberikan Shena pada suaminya membuat Leo semakin bersemangat lagi dalam membantai kerumunan gengster yang kini sedang mengepungnya.
Bule itu juga semakin panas menyaksikan Leo yang begitu sok memamerkan kemesraan di depannya. Padahal jelas-jelas Leo sedang dalam kondisi terdesak akibat kalah jumlah.
"Kau benar-benar orang yang menyebalkan," teriak bule gila itu sambil berlari menyerang Leo. Namun, Shena yang menyaksikan suaminya hendak diserang langsung menyingkirkan tubuh Leo dari hadapannya dan menendang pedang etalibun berharga milik bule gila itu sehingga terdengarlah erangan menggelegar menyayat hati semua orang yang mendengarnya.
Seketika bule itu tumbang sambil memegang gagang yang kini entah seperti apa bentuknya setelah mendapat tendangan maut dari Shena.
"Wuaaahhhh, kamu hebat Sayang, pasti rasanya nano nano itu. Aku semakin jatuh cinta padamu." Sebuah ciuman mesra lagi-lagi mendarat di bibir lembut Shena.
"Aku istrimu, aku juga harus hebat sepertimu." Shena melingkarkan kedua tangannya di leher suaminya seolah mereka sedang berdansa ditengah-tengah kekacauan yang sudah mereka buat.
Tidak bisa dijelaskan lagi seperti apa kondisi bar saat ini. Pemilik bar ini mungkin sedang bersembunyi sambil menghitung semua biaya kerusakan yang sudah dibuat oleh Leo dan Rendy di bawah meja.
Suasana kembali ricuh saat lelaki yang bernama Rendy berteriak pada Leo dengan perasaan kesal setengah mati. Sebab, apa yang dilakukan Leo membuat jiwa jomblonya seakan terusik.
"Eh kamprret! Lu dibantuin malah nggak ada akhlak! Sini tong. Kalo mau nyosor di kamar aja!" teriak Rendy kesal. Kekesalan Rendy pun tak main-main. Lelaki itu kini membanting tubuh salah satu lawannya.
"Kamprret! Lu ganggu kesenengan gua!" Leo beralih menatap Shena. "Sayang, sebentar ya. Secepatnya aku menyelesaikan ini. Sekali lagi dong, beri kecupan mesra untukku, Sayang," ujar Leo ditengah-tengah kerumunan. Rendy pikir, Shena bakal menolak permintaan Leo karena malu dilihatin banyak orang, tapi apa yang diduga Rendy ternyata salah, Istri Leo malah dengan senang hati menuruti keinginan dari suaminya. Sang istri terlihat begitu bersemangat saat mendaratkan bibirnya dibibir Leo.
"Sialaan!" umpat Rendy. Detik berikutnya lelaki itu mengangkat sebuah kursi dan melayangkannya untuk memukul salah satu lawan yang ada di hadapannya. Yang lebih gila adalah, Rendy melakukannya dengan sangat cepat. Membuat lawan-lawannya sedikit mundur.
"Hei bro. Kenapa kau? kesetanan, kah?" tanya Leo sambil mendaratkan sebuah tendangan tepat di ulu hati seorang bule yang maju menyerangnya..
"Elu yang kesetanan! Nggak sadar diri!" Rendy terlihat makin kesal dengan Leo yang benar-benar nggak punya akhlak. Bisa-bisanya dia bermesraan disaat genting seperti ini.
Perkelahian sengit pun kembali terjadi. Rendy dan Leo sama-sama mengamuk dan menghancurkan semua benda yang ada di bar ini.
__ADS_1
Saat keributan terjadi, muncullah sepaket pengantin baru yang sengaja datang jauh-jauh untuk menemui Leo. Mereka mendengar dari bosnya, kalau Leo sedang ada di London. Keduanya terkejut saat melihat orang yang mereka cari sedang membuat onar di tempat ini.
"Bukankah itu Leo?" Ujar Dimas pada istrinya saat keduanya masuk ke dalam Bar dan menyaksikan acara perkelahian live streaming ala film kungfu dunk yang dibintangi Jay Chou saat mengacau di sebuah bar sama seperti yang sedang dilakukan Leo-Rendi vs gengster bule dan komplotannya.
"Mana?" tanya Anita yang masih mengamati situasi.
"Itu yang ada di dekat Shena, yang sedang memiting tangan seorang bule.
Anita pun mengikuti petunjuk suaminya dan menemukan Leo yang sedang beraksi gila-gilaan. "Kelihatannya dia sedang bersenang-senang di sini. Aku juga sedang dalam mood baik untuk ikut bergabung dengan mereka." Anita memukul-mukul kepalan tangannya sendiri.
"Jangan bilang kamu mau ikutan ke sana, Sayang."
"Ayolah, sepertinya ini menyenangkan. Kapan lagi kita bisa bersenang-senang seperti ini. Kalau tidak bergabung, duduk dan lihat saja disini."
Tanpa menunggu persetujuan dari suaminya, wanita yang dijuluki monster betina itu maju dan mulai menghajar semua orang yang berusaha menyerang Shena saat Leo sedang sibuk membantai musuh.
"Kak Anita?" teriak Shena sehingga membuat Leo menoleh ke arah mereka berdua sambil meninju muka salah satu anggota gengster bule sehingga gengster itu jatuh tepat di atas tubuh bos gengster yang sedang terkapar tak berdaya akibat tendangan maut Shena telah tepat mengenai etalibun berharga bule gila itu.
Dimas pun tak tinggal diam, dia juga ikut melayangkan bogem mentah pada gengster yang sedang mencoba memukul istrinya dari belakang. Gengster itupun tumbang sebelum ia berhasil menyerang Anita.
"Kak Dimas!" Seru Shena. "Kalian berdua ada di sini juga? Wah, ini kebetulan sekali," seru Shena dengan senang.
"Ada apa ini? Kenapa kau membuat kekacauaan di tempat ini?" tanya Anita heran.
"Kita bereskan dulu mereka semua baru aku akan menjelaskan semuanya." Leo menatap tajam semua gengster yang kini mulai mengepung mereka berempat. Sementara Rendy masih asyik banting sana sini semua benda yang ada didepannya, termasuk tubuh ngenes para gengster yang menyerangnya.
jika tadi Leo dan Rendy terdesak karena kalah jumlah, kini keadaan jadi berbanding terbalik dengan sebelumnya. Bala bantuan Leo yaitu sepasang pengantin Baru Anita dan Dimas dan para pasukan Rendy pun datang bersamaan untuk membantu mereka mengalahkan semua gengster yang ada di dalam bar ini.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama, akhirnya mereka pun bisa menyelesaikan dengan baik musuh-musuh mereka. Semua gengster terkapar di mana-mana. Suara erangan dan rintihan terdengar menggema di telinga.
"Sekarang bagaimana?" tanya Anita.
Leo tersenyum licik sambil berkata, "Aku akan menelepon seseorang." Leo meminta ponselnya yang sejak tadi di bawa Shena dan mulai menghubungi orang yang tepat untuk menyelesaikan semua kekacauan ini. "Halo, Ray. Ini aku Leo, anak buahmu sudah meneleponku tadi dan aku sangat kesal karena kau tidak memberitahuku kalau Ramdan tidak ada di Inggris dan ternyata malah masih berada di Indonesia. Aku minta kompensasi darimu karena sudah membuang waktuku datang kemari. Orang yang aku cari, tidak ada disini."
"Apa itu?" tanya Raython dari balik ponselnya tanpa protes dengan apa yang dikatakan Leo padanya.
"Bereskan kekacauan yang aku buat di Red Bar, hotel tempatku menginap. Aku ada di hotel Jw Marriot Grosvenor House London. Cepatlah, aku tunggu kedatanganmu." Leo mematikan ponselnya.
"Siapa Ray?" tanya Dimas dan Anita bersamaan.
"Rekan kerja ayahku. Mungkin tuan Malik juga mengenalnya. Kau tidak tahu ya, Kak?" tanya Leo pada Anita.
"Aku hanya pernah mendengar namanya tapi belum pernah bertemu dengan pria yang bernama Ray itu."
"Sekarang apa yang akan kita lakukan disini?" tanya Dimas sambil memerhatikan kondisi bar yang kondisinya kini berubah mengerikan. Kata 'kapal pecah' saja tidak cukup menggambarkan situasi saat ini.
BERSAMBUNG
****
Nantikan kisah keseruan berikutnya ya ... jangan lupa untuk like, vote dan komentarnya supaya aku semangat lagi.
aku kasih bonus visual Leo ya ...
__ADS_1