
Hari yang dinantikan pun tiba, tepat pukul 09.00 pagi, acara talkshow yang dilakukan Leo di televisi akan segera di mulai. Semua orang yang terlibat sudah mulai bersiap-siap begitu acara siaran dilakukan. Begitu juga dengan Shena, ia akan ikut kemanapun Leo pergi sampai ia berhasil membawa Deniz dan Naya ke tempat yang lebih aman begitu acara talkshow ini selesai dilakukan.
“Bagaimana penampilanku?” tanya Leo pada Shena yang membenahi jaz putihnya.
“Sempurna!” ujar Shena sambil tersenyum manis di depan Leo.
Leo mengecup kening Shena sambil berkata, “Tetaplah disisiku, karena setelah ini akan lebih berat. Kamu tidak boleh jauh-jauh dariku, oke.”
“Ehm, aku akan melihatmu dari sini. Aku tidak akan kemana-mana,” Shena membelai lembut pipi Leo.
Leo mencium tangan Shena dan memasuki ruang acara yang dipandu langsung oleh pembawa acara handal yang tak kalah keren seperti sekelas Najwa Sihab. Hal pertama yang membuat heboh bukanlah acara atau isi yang akan disampaikan Leo pada talkshow ini. Melainkan kedatangan Leo yang super duper keren mempesona membuat para kaum hawa yang ada di studio jadi histeris saat Leo memasuki ruangan dan duduk di tempat yang sudah disediakan.
Pembawa acara yang memandu acara pun berusaha menenangkan semuanya agar acara bisa segera dimulai meski ia sendiri juga mengagumi ketampanan paripurna yang dimiliki Leo.
“Baiklah, kita mulai saja acaranya,” ucap pembawa acara wanita nan elegan itu setelah para audience kembali merasa tenang. “Selamat pagi semuanya, hari ini kita kedatangan tamu spesial yang rupawan dan langsung jadi dambaan semua kaum hawa di seluruh alam jagad raya. Beliau adalah tuan muda Leopard Bay Proydova. Putra tunggal dari tuan Byon Pyordova. Kedatangan beliau kemari, dikarenakan ada beberapa hal yang ingin beliau sampaikan. Mari, kita langsung saja ke acara intinya untuk mempersingkat waktu acara ini.” Pembawa acara itu mempersilahkan Leo untuk mengutarakan maksud ia mengadakan acara talkshow hari ini.
“Oke, terima kasih untuk semuanya, dan aku sangat senang, kalian semua mau menyaksikan acara ini. Ada berita penting yang ingin aku sampaikan pada kalian semua.” Leo diam sejenak sambil melihat Shena yang kini ada di depannya. Gadis itu berbaur dengan para audience lainnya untuk menyemangati Leo.
“Aku, Leopard Bay Pyordova. Aku akan menceritakan sebuah kisah yang aku alami di masa kecilku. Sepuluh tahun silam, aku mengalami sebuah kejadian yang tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku. Ada seorang pria menculikku dan membawaku pada seorang bos mafia.
Saat itu usiaku masih 12 tahun dan aku disekap selama berhari-hari di kediamannya, aku kira aku akan mati saat itu, sampai akhirnya tibalah hari dimana mereka akan menjualku pada seseorang. Saat itulah, hadir seorang pria asing yang tidak aku kenal bersedia mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkanku sehingga aku bisa hidup sampai sekarang berkat seseorang berhati malaikat itu.
Kalian semua pasti pernah mendengar nama Zildjian Malik Azkara, pengusaha sukses yang mendirikan KIA group, bukan? Dialah orang yang telah menyelamatkanku dari kematian akibat penculikan yang orang-orang jahat itu lakukan padaku.
Sayangnya, Saat ini tuan Malik sedang dalam masalah karena difitnah oleh oknum tertentu. Beliau di tuduh sebagai seorang bos mafia perdagangan organ tubuh manusia ilegal dan juga seorang bos mafia obat-obatan terlarang. Mereka semua bekerja sama menjebloskan Tuan Malik ke dalam penjara atas tuduhan palsu yang sama sekali tidak pernah ia lakukan. Aku yakin, tuan Malik tidak bersalah, ada konspirasi besar yang sudah para penjahat itu mainkan di sini.
Aku ingin, kalian semua bersedia membantuku menegakkan kebenaran dengan menjadi saksi untuk seseorang yang sudah difitnah oleh orang-orang tidak bertanggung jawab atas tuduhan palsu yang tidak pernah tuan Malik lakukan.
__ADS_1
Aku adalah orang pertama yang akan jadi saksi bahwa tuan Malik tidak bersalah, jika di antara kalian ada yang merasa pernah diselamatkan tuan Malik, pasti tahu seperti apa kebenarannya. Maka dari itu, aku mengajak kalian untuk bersaksi bersamaku membela beliau.
Sekaranglah Saatnya bagi kalian semua membalas semua kebaikan yang diberikan tuan Malik pada kalian. Beliau adalah orang baik yang diperlakukan tidak adil oleh penjahat-penjahat itu. Saya harap kalian semua bisa membantuku. Sekian dari saya, untuk oknum yang sudah memfitnah tuan Malik, kalian harus mempertanggungjwabkan apa yang sudah kalian lakukan. Terima kasih.” Leo mengakiri pemberitahuannya.
Cowok itu bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan untuk segera melakukan rencana berikutnya.
Acara talkshow itu langsung sukses membuat heboh seluruh dunia. Apa yang dikatakan Leo tidak hanya diliput oleh media televisi lokal saja, tapi juga sebagian besar stasiun televisi international juga ikut meliput acara talkshow Leo, secara Leo adalah anak sultan yang patut diperhitungkan, sekali dia berucap maka semua orang pasti akan percaya padanya.
Berita itu dengan cepat tersebar hingga sampai ke telinga Alex dan juga Kenzo. Keduanya sama-sama dikejutkan dengan pernyataan putra tunggal musuh bebuyutan Kenzo, yaitu Byon Pyordova. Kenzo sama sekali tidak menyangka bahwa keluarga Pyordova ikut campur dalam urusannya. Kenzo geram dan melempari televisi itu dengan kayu karena sudah menyiarkan acara talkshow sehingga dirinya merasa terpojok.
“Kurang ajar si Pyordova itu, berani-beraninya dia ikut campur urusanku. Awas saja kalian!” Kenzo meremas remas gelas yang ada dalam genggamannya hingga gelas itu hancur berkeping-keping.
Sementara di tempat lain, Alex langsung kalang kabut mendengar berita heboh di luar sana. Ia pun bingung apa yang harus ia lakukan sekarang. Ia menemui Kenzo dan memintanya agar segera membawa Naya dan Deniz padanya. Alex ingin membuat Malik mendapatkan hukuman mati, bagaimanapun caranya.
Kenzo pun menuruti permintaan Alex dan menyuruh Dimas supaya membawa Naya dan putranya pada Alex. Dimas melakukan apa yang diperintahkan Kenzo dengan syarat yang sudah ia ajukan sebelumnya, yaitu jangan sampai membuat Naya dan Deniz terluka sedikitpun agar mereka tidak terlibat dengan polisi, apalagi pemberitaan diluar sana langsung membuat heboh para penggemar Zian yang sedang berbondong-bondong menegakkan keadilan untuk Zian.
Saat ini, yang bisa Naya lakukan hanyalah memeluk anaknya erat-erat dan mencari jalan keluar agar ia bisa kabur dari sini lalu pergi menyelamatkan suaminya. Walaupun saat ini ia masih belum tahu bagaimana caranya. Namun, ia yakin pasti akan ada jalan keluar dari sini.
****
Sementara itu, Leo bergegas masuk ke dalam mobil bersama dengan Shena. Para wartawan pun juga langsung menyerbu keduanya. Untunglah para pengawal Leo langsung sigap menghadang para wartawan itu agar tidak sampai menyentuh Leo dan Shena yang hendak masuk ke dalam mobil Corvette Stingray-nya.
“Tuan muda Leo apa yang anda ceritakan itu benar?”
“Apa yang akan anda lakukan sekarang?”
“Siapakah orang yang sudah menjebloskan tuan Malik ke penjara?”
__ADS_1
Pertanyaan demi pertanyaan, terus dilontarkan para wartawan itu pada Leo. Cowok itu berdiri menghadap para wartawan dan mengatakan satu kalimat yang langsung membuat para wartawan itu diam seketika. “Kalian akan tahu tepat pada waktunya,” jawab Leo dan mengajak Shena masuk ke dalam mobil lalu menutup pintu mobil itu dengan kencang.
Leo menelepon banyak orang untuk segera melakukan apa yang akan dilakukan selanjutnya. “Halo, cepat awasi mereka, jangan sampai ada yang curiga. Pastikan mereka semua baik baik saja. Hubungi aku jika ada apa-apa.” Leo menutup teleponnya, lalu menelepon orang lain lagi.
“Ini aku, kumpulkan orang-orang yang akan bergerak besok, kawal mereka semua dengan ketat dan jangan biarkan anak buah Kenzo atau Alex mendekati mereka semua. Acara nanti harus meriah, pastikan semua tidak ada yang terluka.” Leo kembali menutup teleponnya, lalu menyalakan mesin mobilnya dan melaju dengan kencang.
“Kita mau kemana sekarang,” tanya Shena.
“Berkencan,” jawab Leo singkat.
“Apa? Disaat seperti ini? Apa kamu baik-baik saja?” tanya Shena yang tidak percaya kalau Leo masih saja bisa mengajaknya berkencan dalam situasi genting seperti ini.
“Aku baik-baik saja, Sayang. Kita masih punya waktu 12 jam untuk berkencan sebelum pertunjukan, aku yakin kamu pasti akan menyukainya.” Leo tersenyum senang sambil mengemudikan mobilnya dengan kencang ke sebuah tempat sehingga membuat Shena terheran-heran.
****
jangan bosan menunggu up selanjutnya ya ..
terus dukung penulis dengan like, vote dan komentarnya .. terimakasih
Leo saat melakukan talkshow
maaf kalau tulisannya agak berantakan.. love you all
salam manis dari penulis
__ADS_1