Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 35 A


__ADS_3

Leo melihat ada senjata api milik musuh yang sudah terlebih dulu berhasil Leo kalahkan tergeletak di dekat cowok itu berdiri. Leo mengambil senjata tersebut dengan cepat agar dapat ia gunakan untuk menyerang balik musuh-musuhnya yang masih hidup.


Leo mempersiapkan ancang-ancang untuk menembak semua pasukan yang menghalangi jalannya mengejar penembak berbaju hitam itu. Insting Leo dalam bertarung sangatlah tepat dan tidak pernah meleset, ia menghitung semua jumlah musuhnya hanya dari suara tembakan yang ditujukan padanya. Bahkan, ia juga hafal jenis senjata dan peluru apa yang di gunakan musuh serta seberapa cepat peluru itu bisa sampai pada target lawan ketika ditembakkan.


Sejauh ini, Leo menyimpulkan cuma pelurunya yang paling cepat mengenai sasaran bila dibandingkan dengan peluru-peluru lain yang dipakai para lawan Leo. Dengan begitu, jika mereka beradu senjata di saat bersamaan, maka Leo jauh lebih berpotensi menang karena pelurunya jauh lebih cepat mengenai mangsa ketimbang peluru lawannya.


Begitu timingnya dirasa pas, Leo ke luar dari persembunyiannya dan berguling ke bawah sambil menembaki satu persatu lawannya sampai tepat mengenai sasaran. Gerakan gesit Leo, tidak dapat diprediksi lawan sehingga peluru yang diarahkan pada Leo meleset jauh, tapi peluru yang ditujukan Leo pada lawannya tidak ada yang meleset, semuanya tepat mengenai sasaran. Dalam hitungan detik, Leo berhasil melumpuhkan mereka semua hanya dengan sekali tembak. Tidak salah jika semua orang menjulukinya sebagai gengster kelas kakap.


Setelah semua musuhnya tumbang tak bergerak, Leo beranjak ke lantai atas sambil melompati anak tangga dengan cepat dan mengejar orang berbaju hitam tadi.


Leo sampai di sebuah dermaga yang lumayan luas areanya, sepertinya tempat ini adalah tempat terluas yang pernah ada di dermaga ini, dan biasanya digunakan untuk pendaratan pesawat helikopter. Tak banyak peti kemas di area ini. Hanya ada beberapa truk container yang berbaris rapi di parkiran.


Leo mengamati sekeliling dengan waspada dan bersiap-siap untuk menembak jika ada yang berusaha menyerangnya. Tanpa di duga, Leo mendapat pukulan dari belakang sehingga senjata api dan pistol yang ia pegang terlempar jauh darinya. Leo kembali berdiri dan bermaksud mengambil senjatanya kembali, tapi seorang laki-laki berbaju hitam yang menyerang Leo dari belakang, kembali menyerang Leo agar Leo tidak bisa mengambil lagi senjatanya.


Mereka berdua saling beradu pukulan tangan. Bogem dan tinju saling dilayangkan satu sama lain. Mereka juga saling menangkis dan menyerang. Namun, bukan Leo namanya jika ia dapat dikalahkan dengan mudah, kemampuannya berkelahi juga tak kalah jago dari keterampilannya menggunakan senjata. Dia terus menyerang dan melayangkan bogemnya pada pria bertopi yang akhirnya berhasil di buka oleh Leo.


Bogem mentah mendarat mulus di pria berbaju hitam itu sehingga topi yang ia kenakan terlepas dari kepalanya, dan akhirnya terkuaklah wajah dari pria berbaju hitam itu.


“Carlos?” Leo yang terkejut bahwa orang yang telah menembak Shena adalah anak dari teman ayahnya sendiri. Apalagi waktu itu Carlos juga sempat datang ke pesta pertunangan Leo.


“Huh, br3ngsek kau!” pria yang bernama Carlos itu pun menyerang Leo dengan memukul balik wajah Leo, tapi serangannya bisa cepat ditangkis oleh Leo.


Leo menarik tangan Carlos dan mencekalnya dengan kuat. Ia memelintir tangan pria itu dan menendang punggungnya kuat-kuat sehingga Carlos jatuh terjerembab di atas lantai bersemen. Carlos mengerang kesakitan tapi ia berusaha bangkit dan menyerang Leo lagi. Sayangnya, gerakan Carlos sudah terbaca jelas oleh Leo sehingga dengan mudah Leo bisa menangkis dan menyerang balik Carlos.

__ADS_1


Amarah dalam diri Leo masih belum reda sehingga ia lampiaskan semua pada Carlos dan membantai pria itu hingga babak belur sampai terluka parah. Pukulan demi pukulan Leo layangkan pada Carlos tanpa henti. Darah segar juga bolak balik ke luar dari mulut pria berotot yang bernama Carlos itu. Pukulan terakhir dari Leo, tepat mengenai pelipisnya sehingga Carlos terpental jauh dan dia terjatuh tak berdaya.


“Berani-beraninya kau melukai tunanganku! Apa tujuanmu? Kenapa kau memanfaatkan orang lain? Aku tidak punya masalah denganmu? Tapi kau malah cari gara-gara denganku! Jangan salahkan aku jika aku membunuhmu di sini!” Teriak Leo yang masih menggebu-gebu saking emosinya sambil memukul wajah Carlos yang sudah lemas tak bertenaga.


Carlos yang tertelungkup akibat pukulan terakhir dari Leo hanya tertawa kecut mendengar pertanyaan Leo.


“Huh, aku tidak tahu kalau tunanganmu itu akan datang menghalangi peluruku yang kuarahkan padamu. Bibi pengasuhmu itu menawarkan hal yang menarik padaku. Dia bilang, aku bisa mendapatkan Shena selamanya asal aku mau membantunya menyingkirkanmu.”Carlos masih saja bersikap sok kuat. Matanya tertuju pada sesuatu hal yang membuat Carlos menyunggingkan senyum liciknya.


“Jangan bilang, kau juga menyukai Shena dan berusaha merebutnya dariku. Cara kotormu ini tidak akan pernah berhasil! Karena Shena hanya milikku. Tidak akan ku biarkan siapapun merebutnya dariku!” Leo berdiri dan mencari-cari senjatanya, ia bermaksud mengakhiri nyawa Carlos secepatnya sehingga ia bisa menyusul Shena yang kini mungkin sudah di bawa ke rumah sakit.


“Oh, iya ... tapi mulai detik ini! Dia yang akan jadi milikku!” teriak Carlos sambil berdiri dan menarik pelatuk dari pistol Leo yang tadi sempat jatuh terpental. Ternyata, Carlos berhasil memungutnya lebih dulu dari Leo dan langsung menembakkannya pada Leo. Sayangnya, tembakan Carlos meleset karena dirinya lebih dulu ditembak oleh seseorang yang ada di belakangnya.


Dor!


Dor!


“Syukurlah, aku datang tepat waktu!” ucap Roy berjalan mendekati tubuh Carlos untuk memastikan apakah Carlos masih hidup atau tidak setelah dua timah panas mengenai tubuhnya. “Cepat pergilah dari sini, Shena membutuhkanmu! Sisanya, biar aku yang urus,” perintah Roy pada sahabatnya dan langsung di susul dengan anggukan Leo.


Leo bergegas pergi meninggalkan dermaga dan menuju rumah sakit di mana Shena sedang dirawat. Saat Leo tiba di rumah sakit, Shena sudah berada di ruang operasi. Semua dokter yang ada di rumah sakit ini berjuang untuk menyelamatkan Shena, mereka semua melakukan berbagai macam cara agar Shena bisa bertahan hidup.


Sudah hampir satu jam para dokter ahli berada di ruang operasi, sampai akhirnya ada seorang suster ke luar dari ruangan dengan ekspresi khawatir yang amat sangat.


“Ada apa, Suster?” tanya Leo menyambut suster yang baru saja menutup pintu luar ruang operasi.

__ADS_1


“Pasien sedang kehilangan banyak darah, stok darah yang golongannya sama dengannya sudah habis, kami harus segera mendapatkan pendonor darah secepatnya, karena untuk menerima transit darah yang sama dengan golongan darahnya dari rumah sakit lain terlalu lama, paling cepat membutuhkan waktu setengah jam. Jika tidak cepat-cepat pasien bisa mengalami koma.” Terang suster itu.


“Apa golongan darahnya, Sus?” Leo juga sangat mengkhawatirkan keadaan Shena.


“A,” jawab suster itu singkat.


“Ambil darah saya sebanyak yang Suster mau, golongan darah saya juga, A.” Leo terlalu bersemangat untuk mendonorkan darahnya pada gadis yang sangat dicintainya. Leo berharap dengan menyatunya darah mereka, Shena bisa mencintainya sama seperti Leo mencintai Shena saat ini.


“Syukurlah kalau begitu, cepat ikut kami, ehm ... kalau boleh tahu, anda siapanya pasien?” tanya suster ini dengan bingung.


“Saya suaminya,” jawab Leo dengan wajah sumringah.


“Wah, beruntung sekali istri anda, golongan darah kalian sama, kalian memang benar-benar pasangan yang serasi. Tapi, bagaimana dia bisa terkena luka tembak seperti itu? Dan anda sendiri juga terlihat sangat berantakan sekali.” Suster itu mulai mengkepoi Leo.


“Bisa percepat saja transfusi darahnya Sus, saya tidak ingin terjadi apa-apa dengan istri saya.” Leo mengalihkan pembicaraan, dan suster itupun mengerti.


****


terimakasih atas dukungannya dan juga sudah setia menunggu kelanjutan kisah Shena dan Leo.


untuk visualnya penulis masih mencari visual yang tepat .. jika sudah ketemu, pasti nanti akan di publis di sini.


jangan lupa like, vote, dan komentarnya ya .. terima kasih!

__ADS_1


salam manis dari penulis 😍😍😍


__ADS_2