
Leo menatap tajam Refald yang masih terkekeh melihat amarahnya. “Kau! Kau berbohong padaku! Kau menyuruhku bersandiwara? Sandiwara apanya, ha? Hampir saja aku merencanakan mati bunuh diri begitu akad nikah ini selesai! Kenapa kau berbohong padaku! Bagaimana jika aku benar-benar mati?” teriak Leo pada Refald dengan penuh emosi.
“Tapi nyatanya kau tidak mati, kan? Buktinya kau masih hidup sampai sekarang!” elak Refald masih saja menahan tawa melihat Leo sedang kalap.
“Sialan, kau Refald!” Leo berdiri dan hendak menghajar Refald, tapi sepupunya itu langsung berlari ke belakang penghulu yang terlihat linglung karena bingung dengan tingkah dua orang nggak ada akhlak ini.
“Jangan lari, kau! Sini! Akan ku hajar kau habis-habisan karena sudah membohongiku dengan ide gilamu itu! Kau bukan apa-apa jika kekuatanmu hilang, kan! Sini kau! jangan lari! Kau bahkan bersandiwara berkelahi denganku! Apa kau beralih profesi jadi aktor, ha? Kesini, kau! Aku tidak akan melepaskanmu!” teriak Leo sambil berputar putar mengejar Refald mengitari meja pernikahan yang akan ia gunakan untuk ijab qabul pernikahannya. Keduanya bagai Tom and Jerry yang sedang bermain kucing-kucingan.
Leo bahkan melempari Refald dengan semua benda yang ada di depannya, tapi Refald selalu bisa menghindar sehingga semua benda-benda yang dilempar Leo padanya tidak ada yang mengenainya.
Sedangkan pak penghulu? Jangan di tanya lagi, dia bersembunyi di bawah meja ijab qabul agar tidak terkena sasaran amukan Leo. Penghulu itu gemetar sampai harus bolak balik mengusap keringat dinginnya dengan sapu tangan yang selalu ia bawa kemana-mana.
Semua penonton dan tamu undangan hanya bisa tertawa menyaksikan aksi konyol keduanya yang mengalahkan perilaku anak kecil. Mereka berdua membuat berantakan semua tempat. Bunga-bunga yang tadinya tersusun rapi, kini berserakan di mana-mana. Leo benar-benar mengacaukan pesta pernikahannya sendiri.
“Ada apa ini?” tanya ayah Leo yang datang untuk melerai aksi kejar-kejaran antara Leo dengan Refald.
Refald langsung berlari ke arah Byon dan berdiri di belakangnya. “Paman, putramu benar-benar sudah tidak waras, sebaiknya paman batalkan saja pernikahannya sampai ia kembali normal. Kasihan Shena jika dia jadi gila seperti itu.” Refald masih saja menggoda Leo.
“Diam kau!” bentak Leo, tapi ia tidak berani membentak ayahnya. “Ayah! Kenapa ayah tega padaku! Kau mengerjaiku sampai seperti itu? Bagaimana bisa kau melakukan ini padaku, Yah!” rengek Leo.
“Kenapa? Kau tidak terima? Kau tidak ingin melanjutkan pernikahanmu? Baik, kalau begitu kita batalkan saja pernikahan ini ....”
“Jangan! Jangan, Ayah. Oke ... aku terima!” Leo memotong kata-kata ayahnya dan kembali merapikan jaznya, tapi matanya melirik tajam pada Refald yang masih meledeknya dengan senyuman.
“Duduk di tempatmu dan lanjutkan ijab qabulmu!” Byon menatap serius wajah putranya sehingga Leo kembali tenang. “Jika kau masih bikin onar lagi, akan aku batalkan pernikahan ini.”
“Baik, Ayah. Tapi ....”
“Tidak ada protes!” Byon memotong kata-kata Leo karena ia tahu apa yang akan dikatakan putranya.
__ADS_1
Leopun menuruti apa yang diperintahkan Byon. Sebenarnya ia sangat senang karena sebentar lagi ia akan sah menikah dengan Shena meski ia sempat dikerjai oleh ayah dan keluarga besarnya sendiri.
“Dimana penghulunya?” tanya Byon celingukan mencari-cari keberadaan pak penghulu yang ternyata masih betah bersembunyi di bawah meja. Tidak lama, penghulu itupun menampakkan diri setelah kepalanya sempat terbentur meja saking takutnya melihat Leo yang mengamuk.
Penghulu yang sudah lama mengelus dada sejak tadi pun mempersiapkan dirinya kembali untuk melanjutkan memandu Leo mengucapkan kalimat ijab qabul yang sempat tetunda gara-gara drama Tom and Jerry keluarga bangsawan ini.
“Kita lanjutkan tuan muda, anda sudah siap?” tanya penghulu itu, padahal ia sendiri masih gugup.
“Saya sudah siap, Pak. Tapi sepertinya Bapak yang belum siap.” Leo menahan tawa melihat penghulunya mandi keringat.
“Oh, sebentar.” Penghulu itu mengambil botol mineral yang disediakan di mejanya lalu meneguknya hingga habis untuk menghilangkan rasa gugupnya, ia juga mengelap seluruh keringatnya dengan sapu tangan yang sudah basah kuyub daritadi.
“Anda baik-baik saja, Pak? Apa anda perlu tissyu?” tanya Leo yang melihat keringat dingin penghulu itu bukannya berkurang tapi malah semakin bertambah.
“Ah, tidak terima kasih, sebaiknya kita mulai saja acaranya agar cepat selesai, dan saya bisa cepat pergi dari sini.” Penghulu itu menjabat lagi tangan Leo.
Leopun menjabat tangan penghulu itu sambil mendengarkan dengan khidmad apa yang penghulu itu ucapkan.
Leo langsung menyahut, “Saya terima nikahnya Shena Maililiani binti Narendra Bosscha dengan mas kawin seperangkat alat sholat, satu set perhiasan emas dan berlian, satu mobil dan rumah seisinya, satu pulau berserta seluruh isinya dan juga uang tunai sebesar 20.112.020 rupiah dibayar tunai.” Leo mengatakan qabulnya dengan sangat lantang dan lancar tanpa ada kesalahan sedikitpun seolah-olah lidahnya memang sudah sangat terlatih untuk mengucapkan kalimat yang selalu ia nantikan untuk menjadikan Shena sebagai istrinya.
“Sah!” teriak seluruh para tamu undangan dan saksi-saksi yang hadir di acara proses ijab qabul Leo.
Penghulu itu tersenyum puas meski agak aneh saat membacakan sederet mas kawin yang diberikan pada mempelai pengantin wanitanya. “Beruntungnya yang bisa menikah dengan anak sultan, sampai pulau saja dijadikan mas kawin. Aku juga ingin anak perempuanku nanti menikah dengan sultan supaya bisa minta sebuah negara buat dijadikan mas kawinnya,” gumam penghulu itu setelah selesai membacakan doa untuk kedua mempelai.
“Dimana pengantinku? Kenapa aku tidak melihatnya?” tanya Leo yang mencari-cari keberadaan Shena. Ia sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya.
Semua tamu undangan yang hanya dihadiri keluarga besar dan beberapa rekan bisnis kepercayaan Byon, langsung berdiri saat Shena mulai memasuki area tempat pernikahannya. Acara pernikahan yang dilakukan di sebuah taman dengan tema outdoor inipun semakin menambah kecantikan Shena yang kontras dengan bunga-bunga bermekaran disekitarnya.
Shena yang memakai kebaya modern gold dari kain tile motif akar bertabur mutiara dan gliter di sepanjang gaunnya, membuat Shena semakin terlihat anggun dan menawan. Semua mata tertuju pada kecantikan Shena yang paripurna.
__ADS_1
Leo terperangah melihat wanita yang amat sangat dicintainya begitu cantik bak bidadari dari surga telah datang perlahan menghampirinya. Leo berjalan hendak menyambut istrinya. Ia pun mengulurkan tangannya sambil tersenyum bahagia ketika sudah berdiri di depan Shena.
Shena menyambut uluran tangan Leo. Laki-laki yang kini sudah resmi menjadi suaminya. Leo menatap Shena penuh dengan cinta begitu juga sebaliknya. Tidak ada kata-kata yang bisa Leo ucapkan melihat betapa cantik dan anggunnya Shena didepannya.
Keduanya hanya saling melempar senyuman manis mengingat status keduanya kini sudah sah sebagai pasangan suami istri.
“Aku mencintaimu, Istriku.” Leo menatap lembut mata istrinya.
“Aku juga mencintaimu, Suamiku.” Shena membalas kata-kata Leo dengan mesra.
Leo mendekatkan wajahnya pada bibir Shena dan menyapu bersih bibir ranum itu. Keduanya saling menikmati syahdu dan indahnya suasana bahagia di hari pernikahan mereka dengan disaksikan seluruh keluarga besar dan orang terdekat Byon Pyordova.
Mereka berdua saling melumaat bibir masing masing dengan lembut seakan dunia kini hanya menjadi milik mereka berdua saja.
****
Jangan dibully lho ya soal mas kawin, ini ide dari kalian semua aku gabungin jadi satu ... hehe ... pesta pernikahannya belum dimulai, karena ini hanya proses akadnya saja. terimakasih atas dukungannya love yo all ... om Zian dkk, pasti di undang kok.
oh iya, kenapa kok ada 20.112.020 itu karena tanggal hari ini. hehehe ....
Leo yang terlihat bahagia di hari pernikahannya
Shena juga bahagia akhirnya bisa menikah dengan Leo.
Jangan lupa like,vote dan komentarnya ya ...
__ADS_1
salam manis dari penulis
love you all