Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 185 Buat Onar


__ADS_3

Melihat kemarahan Leo yang bagai singa kelaparan siap menerkam mangsa, Roy pun berdiri dan menanyakan apa yang harus mereka lakukan sekarang. Sebab, para istri mereka tidak hanya kabur dan memilih bertemu dengan idola mereka, tetapi juga merampas semua dompet serta ponsel Leo dan Roy. Secara otomatis, duo somplak ini kelimpungan mencari cara supaya bisa cepat menyusul para istri mereka dan memberikan hukuman setimpal atas apa yang sudah istri mereka lakukan.


“Sekarang bagaimana?” tanya Roy.


“Batalkan pestamu dan bilang pada ayah mertuamu apa yang terjadi sebenarnya. Sisanya biar aku saja yang urus.” Leo keluar dari kamar hotel dan berjalan menuju meja resepsionis hotel. Kilatan mata tajam Leo membuat semua orang yang melihatnya langsung beringsut ketakutan. Tanpa bertanya pun semua orang tahu kalau Leo, si singa somplak sedang dalam keadaan marah besar.


Leo meminjam telepon hotel dan menghubungi seseorang. “Ini aku, urus penerbanganku sekarang juga ke China dan siapkan semua hal yang aku butuhkan ... selesaikan secepatnya! Jika tidak, akan aku pecat kalian semua!”bentak Leo, ia menutup teleponnya dengan keras sambil mengumpat, “Sial!” Leo menggebrak meja resepsionis sampai membuat pegawai yang berdiri di depan Leo jadi gemetar ketakutan. Ia takut menjadi sasaran empuk amukan Leo.


Sedangkan pegawai yang lain lebih memilih bersembunyi dan tidak menampakkan diri daripada nanti di bantai oleh singa Leopard kerena telah ditinggal kabur istrinya, apalagi alasannya adalah hanya demi melihat sang idola pula.


Sementara di tempat lain, Laura dan Shena berhasil mendarat dengan selamat ke tujuan mereka. Shena benar-benar senang sekali karena sebentar lagi, ia bisa melihat langsung konser idolanya.


“Kita cari penginapan dulu untuk istirahat, kita masih punya banyak waktu. Apa kau baik-baik saja? Kau tak tampak seperti wanita hamil pada umumnya?” tanya Laura yang juga ikut senang melihat wajah Shena terlihat begitu bahagia.


Sudah lama juga mereka tidak pergi jalan-jalan bersama. Semenjak Shena resmi menjadi pacar Leo, Laura sangat kesulitan bertemu dengan Shena seolah ada pagar pembatas tinggi yang menghalangi mereka berdua. Namun akhirnya, kini mereka bisa menghabiskan waktu menonton konser idola mereka bersama-sama.


“Yang ngidam ayahnya, jadi aku dan Leo juniorku ini bisa bersenang-senang tanpa khawatir mual atau ngidam.” Shena tersenyum sambil memegangi perutnya.


“Ehm, Shena ... sebenarnya ada hal yang ingin aku tanyakan dari dulu, kenapa kau sangat mengidolakan artis China ini? Kalau dipikir-pikir, bukankah wajah idola kamu itu mirip sama ...,”


“Iya, mereka berdua mirip.” Shena tersenyum senang.


“Jangan-jangan, kau sudah menyukai Leo sejak dulu? Tapi, kenapa kau bilang kalau kau sangat membencinya? Kau bahkan selalu menghindar darinya setiap kali ia mendekatimu. Bahkan kau juga tak pernah menganggap Leo ada.” Laura membuka pintu kamar hotel yang baru saja mereka pesan supaya Shena yang sedang hamil muda bisa berisitirahat setelah menempuh perjalanan jauh.

__ADS_1


Sambil rebahan di atas kasur, Shena menjawab pertanyaan dari Laura. “Ra, saat pertama kali datang ke kampus, Leo menyelamatkanku yang hampir saja di tabrak oleh geng pengendara motor. Sebenarnya aku yang salah karena waktu itu aku memakai headset, jadi tidak bisa mendengar bunyi klakson pengendara motor yang lewat. Aku tidak tahu kenapa Leo begitu marah dan langsung mengajak berkelahi geng motor tersebut sehingga ia langsung jadi terkenal dan fenomenal di kampus setelah berhasil mengalahkan semua anggota geng motor dengan mudah.


Sejak saat itu, sebenarnya aku menyukainya, tapi aku langung ilfeel setelah melihat Leo sering sekali bergonta ganti pasangan di setiap jam. Kebencianku padanya semakin memuncak setelah aku kira, Leolah penyebab kematian Sasa. Kerena itu aku tidak ingin berurusan dengannya dan tak pernah menganggap ia ada. Sebagai gantinya, aku mengidolakan artis ini, supaya aku bisa melupakan Leo yang waktu itu benar-benar brengseek.” Shena senyam-senyum sendiri bila mengingat pertengkaran dan ancaman dari suaminya yang pemaksa.


“Ah, aku tahu ... Roy juga membantu Leo saat itu dan kita berdua belum saling mengenal. Aku juga jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat aksi Roy berkelahi. Menurutku, dia sangat keren dan juga tampan.” Laura pun ikut tersenyum mengingat kenangan antara dirinya dan Roy di masa lalu.


“Dan sekarang, akhirnya kalian berdua menikah.” Awalnya Shena tersenyum, tapi senyumnya memudar seketika mengingat apa yang sudah mereka lakukan sekarang. “Tapi, Ra? Bagaimana dengan Leo dan Roy? Saat ini, mereka berdua pasti sedang mengamuk tak karuan.”


“Aku sudah mematikan semua ponselku. Salah sendiri, siapa suruh mereka mengerjaiku. Ini adalah balas dendamku pada mereka. Biarkan saja mereka kelimpungan mencari kita. Kau sudah mematikan semua ponselmu, kan?” Laura balik bertanya dan langsung dijawab anggukan oleh Shena. “Baiklah, istirahatlah sebentar, setelah itu kita akan melihat konser para idola kita. Para cecunguk itu, tidak akan bisa mengganggu kita lagi.” Mereka berdua cekikikan di dalam kamar tanpa peduli bahwa suami-suami mereka sudah berangkat menuju kemari untuk membuat onar.


“Kau tahu? Kau itu kejam sekali. Kau kabur dari pesta pernikahanmu untuk menghindari malam pertama kalian, kan?” tebak Shena sekaligus menggoda Laura.


“Tidak juga, aku memang mengidolakan Cha Eun Wo. kapan lagi ASTRO konser jadi satu dengan artis idolamu? Kesempatan seperti ini sangatlah langka, aku tidak akan pernah melewatkannya walaupun aku batal menikah.” Laura sangat yakin dengan ucapannya.


“Wuah, daebak! Kau luar biasa, Ra!” Shena mengagumi kegilaan sahabatnya.


****


“Sepertinya, kita datang lebih awal, kenapa tidak banyak orang, ya? Apa konsernya sudah di mulai?” tanya Laura yang agak sedikit bingung. Sebab ini merupakan konser kolaborasi terbesar yang pernah ada, harusnya sudah banyak orang yang datang. Tapi kenapa malah sepi dan hanya ada beberapa saja.


“Kau benar, ini aneh sekali? Padahal konsernya akan dimulai sebentar lagi. Tapi kenapa suasananya masih sangat sepi?” Shena memerhatikan sekeliling. Tiba-tiba saja, mereka berdua melihat segerombol orang dan banyak sekali petugas keamanan yang berlari dengan ekspresi cemas.


Shena menghentikan salah satu petugas untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi. “Permisi, Sir. Ada apa ini? Apa terjadi sesuatu?” tanya Shena pada salah satu petugas itu.

__ADS_1


“Ada yang membuat kekacauan di ruang tata rias artis. Mereka merusak dan mengobrak-abrik ruangan. Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena orang itu juga sangat berbahaya. Melawannya, sama saja dengan bunuh diri,” terang petugas itu.


“Dimana ruang artisnya,” tanya Laura cepat seolah menyadari sesuatu.


“Disana!” petugas itu menunjuk salah satu lorong dan kami berdua langsung berjalan cepat menuju lokasi yang ditunjuk petugas tadi.


“Gawat, jangan-jangan ....” Shena tidak bisa melanjutkan kata-katanya.


Apa yang dipikirkan Shena saat ini, sama persis seperti yang dipikirkan Laura. “Yang dimaksud dengan orang berbahaya tadi, pastilah Roy dan Leo. Bagaimana bisa mereka berdua sampai secepat ini?” Laura pun mulai khawatir kalau duo somplak itu bakal merusak acara konsernya.


Shena sendiri tak bisa berkomentar apa-apa. Ia harus segera memutar otak supaya Leo tidak marah lagi padanya.


“Apa yang kau lakukan?” tanya Laura ketika melihat Roy berdiri tegap setelah tiba di ruang make up artis para idola mereka. Ruangan ini benar-benar sudah hancur berantakan layaknya kapal pecah.


“Apalagi? Buat onarlah?” jawab Roy santai menatap istrinya sambil membawa tongkat yang habis ia gunakan untuk menghancurkan seisi ruangan. Laura hanya terpana tak percaya menatap Roy.


“Halo, Sayang. Kau merindukanku?” tanya Leo yang tiba-tiba saja muncul dari samping pintu tempat Shena berdiri dan mengagetkan Shena sampai ia terhuyung ke belakang.


Leo langsung menangkap tubuh Shena yang hampir saja jatuh karena terlalu shock melihat kedatangannya secara tiba-tiba.


BERSAMBUNG


****

__ADS_1




__ADS_2