
Shena menangis sesenggukan di dalam kamarnya. Gadis itu menumpahkan semua emosinya dan menangis sejadi-jadinya sampai matanya menjadi sembab. Selama ber jam-jam, Shena tidak keluar dan hanya menangis diatas kasur yang sudah basah karena air mata Shena. Berkotak-kotak tissyu sudah ia habiskan selama dia menangis di dalam kamar.
Bela yang menyaksikan mantan calon nyonya mudanya menangis seperti orang gila, jadi ikutan menangis juga karena tidak tega melihat Shena yang sedang patah hati akut. Wajah cantik Shena yang menggemaskan, kini berubah berantakan karena terlalu banyak mengeluarkan airmata.
“Nona, apa anda baik-baik saja?” tanya Bela disela tangisannya.
“Apa aku terlihat baik-baik saja, sekarang?” isak Shena. “Dan kamu kenapa ikutan menangis?” Shena jadi bingung karena pelayan wanita muda yang bernama Bela ini ikut-ikutan menangis bersamanya.
“Nona menangis seperti itu, saya jadi ikut sedih juga,” isak Bela sambil menundukkan wajahnya karena malu dilihat Shena.
Shena merasa terharu sehingga air matanya mulai berhenti mengalir, “Jangan panggil aku nona lagi. Mulai sekarang, aku sudah bukan calon istri Leo lagi, hiks ... hiks ... huuuuaaaaaa,” Shena kembali menangis tersedu-sedu karena teringat status barunya kini sudah bukanlah calon istri Leo lagi. Shena kembali mengambil tissyu dan mengeluarkan semua ingusnya sampai terdengar bunyi, ‘Sssrrrrrrtttttt’. Shena mengelap ingusnya dengan tissyu yang entah sudah berapa puluh kotak ia habiskan.
“Nona ... maaf, jika aku mengganggu ... tapi ini sudah waktunya, jika Nona tidak segera bersiap-siap, anda bisa ketinggalan pesawat.” Bela mencoba mengingatkan Shena karena waktunya sudah tiba untuk meninggalkan istana ini dan pulang kembali ke asalnya. Shena jadi teringat kata-kata yang diucapkan ayah Leo padanya.
“Kau akan diantar oleh salah satu pengawalku sampai tujuan terakhirmu. Penuhi janjimu padaku, jangan pernah temui Leo lagi. Maka ... aku juga akan memenuhi janjiku untuk membuat Leo tetap bahagia meski tidak ada dirimu di sampingnya,” ucap ayah Leo sesaat sebelum Shena kembali ke kamarnya.
Hati Shena serasa perih mengingat kata-kata itu. Shena berharap, ini semua hanyalah sebuah mimpi buruk yang akan hilang jika nanti ia terbangun. Berkali-kali Shena menepuk kedua pipinya tapi tetap saja terasa sakit. Artinya, semua yang terjadi ini bukanlah mimpi. Shena kembali terisak saat ia memikirkan wajah Leo yang selalu menatapnya dengan sejuta isyarat cinta ketika mereka bersama.
Bayang-bayang wajah Leo, mulai memenuhi pikiran Shena. Untuk pertama kalinya, Shena begitu merindukan Leo. Ia teringat akan kenangan Leo yang selalu ada disisinya, merawatnya, menjaganya dan juga melindunginya. Shena mulai sadar bahwa rasa rindu itu juga bisa menyesakkan dada karena kenyataannya kini, Leo sudah bukan miliknya lagi. Shena ingin sekali bertemu dengan Leo untuk yang terakhir kali sebelum ia benar-benar pergi menghilang dari kehidupan orang yang amat sangat Shena cintai. Namun sepertinya, keinginannya adalah hal yang mustahil terjadi, jika sampai mereka berdua bertemu, semuanya pasti akan berantakan dan masalah akan semakin bertambah runyam. Tidak menuntut kemungkinan Leo akan mengambil pilihan terberat, yaitu melawan ayahnya sendiri hanya demi bersama Shena. Hal itulah yang paling tidak diinginkan Shena. Satu-satunya jalan yang terbaik adalah ... menghilang tanpa jejak. Akan lebih baik lagi jika Leo menganggap Shena sudah tidak ada lagi di dunia ini.
__ADS_1
Aku merindukanmu Leo ... saat ini aku benar-benar merindukanmu. Jerit Shena dalam hati.
Memikirkan hari-hari tanpa Leo disisinya, membuat Shena kembali merasa sakit, sedih dan kecewa. Shena sungguh benar-benar terluka. Gadis itu tidak tahu bagaimana ia akan menjalani hari-harinya tanpa Leo, sebab secara tidak langsung, Shena sudah terbiasa bersama dengan Leo. Cowok itu bahkan tidak pernah benar-benar meninggalkan Shena sendirian. Meskipun keduanya sibuk, Leo tetap menyempatkan diri untuk mememuinya dan menemani Shena. Namun sekarang, Shena tidak akan bisa bertemu dengan Leo lagi bahkan untuk selamanya.
“Sedang apa Leo saat ini, apa dia masih mencariku? Apa dia juga tahu kalau ayahnya tidak setuju dengan pernikahan ini?” guman Shena lirih sembari mengusap linangan air mata yang tak henti-hentinya mengalir deras di pipi Shena saat berjalan menuju pintu keluar istana keluarga Pyordova.
Bela mengantar kepergian Shena sampai di depan pintu istana. “Hati-hati di jalan, Nona. Semoga kebahagiaan menyertaimu selamanya.” Dengan sopan, Bela menundukkan kepalanya tanda memberi hormat pada Shena.
Shena pun balas membungkukkan badannya dan menatap wajah Bela yang imut itu. “Terima kasih, Bela. Aku senang sekali bisa bertemu denganmu meski aku ....” Shena tidak bisa lagi melanjutan kalimatnya karena air matanya kembali pecah, tapi ia berusaha menahan diri agar tidak menangis lagi. “Aku harap, jika kamu bertemu dengan Leo, katakan padanya agar tetap bahagia, karena aku akan selalu mencintainya meski aku tak lagi bersamnya.” Shena menahan air matanya agar tidak keluar saat mengucapkan kalimat yang berupa pesan terakhir untuk Leo.
“Pasti akan saya sampaikan Nona, dan saya juga berharap suatu hari nanti, kalian berdua akan kembali bersama entah bagaimanapun caranya. Saya yakin itu! Saya percaya dengan adanya mukjizat,” terang Bela dengan penuh keyakinan yang entah datang darimana.
“Baiklah, aku pergi dulu.” Shena memeluk Bela dengan erat dan masuk ke dalam mobl BMW hitam yang sudah disiapkan pengawal yang akan mengantarnya sampai ke tujuannya.
Pemandangan di tempat ini sangatlah indah dan menawan. Dari fitur jalan dan bangunan serta tulisan-tulisan yang terpampang di pinggir jalan, sudah jelas kalau sekarang ini, Shena sedang berada di Jerman. Selama perjalanan, Shena mengamati orang-orag yang beralu lalang ditrotoar jalan. Mereka semua adalah bule asli penduduk warga negara ini.
Harusnya Shena merasa senang karena seumur-umur, baru kali ini ia merasakan hidup di negeri asing. Apalagi, ini adalah negara Jerman. Negara maju yang juga terkenal dengan banyaknya universitas favorit dambaan semua orang, khususnya orang-orang yang seperti Shena. Banyak mahasiswa dari Indonesia yang memilih meneruskan pendidikannya di negara maju ini. Salah satunya adalah Claudia Emmanuela Santoso yang sempat menjadi juara The Voice of Germany, yaitu salah satu ajang bergengsi di negara ini dan mengalahkan ribuan peserta dari seluruh penjuru dunia. Nama Claudia berhasil membawa harum negara asalnya yang juga menjadi negara asal Shena, yaitu Indonesia.
Shena sendiri juga punya cita-cita bahwa suatu hati nanti, ia juga ingin mengharumkan nama bangsa seperti gadis muda yang bernama Claudia itu. Tapi sekarang, suasana hati Shena sedang buruk, jangankan untuk mengejar cita-cita setinggi langitnya, menjalani hidup selanjutmya saja Shena ragu apakah mampu atau tidak.
__ADS_1
Saat ini, yang ada di pikiran Shena hanyalah Leo, Leo, dan Leo saja. Bahkan setiap orang yang ia lihat di jalan, selalu mirip dengan wajah Leo walaupun jelas-jelas orang itu bukanlah Leo.
Seperti inikah rasanya patah hati? Kenapa rasanya sakit sekali? Jauh lebih sakit dari luka tembak yang pernah aku alami. Batin Shena sambil memegang perutnya yang sudah mulai sembuh dari lukanya.
Shena mengalihkan perhatian dengan melihat-lihat pemandangan indah dan tempat-tempat menakjubkan yang sempat Shena lewati sepanjang perjalanan. Sayangnya, semua panorama menakjubkan itu menjadi gelap gulita segelap perasaan Shena saat ini. Itu karena Shena berusaha mati-matian memendam kerinduan yang begitu dalam pada Leo yang sudah lebih dari dua hari keduanya tidak bertemu.
Hari-hariku mungkin akan terasa berat mulai saat ini, tanpa adanya Leo disisiku. Selamat tinggal Leo ... semoga kamu selalu bahagia dan menemukan orang yang jauh lebih pantas bersanding denganmu. Shena menjerit dalam hati sambil terus mengusap air matanya disepanjang perjalanan menuju bandara internasional Hanburg.
***
Maaf up nya agak lama, karena kesibukan penulis di dunia nyata.
Jangan bosan menunggu up selanjutnya ya ...
Terimakasih untuk semua yang sudah memberikan dukungan vote, rate, like, dan komennya. Love you all 😘
Jika tidak ada halangan nanti malam, penulis akan mengupload visual para tokoh dalam cerita ini sekaligus up episode selanjutnya.
Salam manis dari penulis ♥️♥️
__ADS_1