
“Lepaskan aku! Kenapa kamu menghalangiku memberi pelajaran sama si bregsek Roy itu? atau jangan-jangan kamu sekongkol juga sama dia, Ya?” Shena mengoceh dan terus memberontak saat Leo menggendongnya menuju kamar VVIP mereka.
“Buka pintunya!” perintah Leo pada pengawal yang berjaga di depan kamarnya. Pengawal itupun langsung membukakan pintu untuk Leo. “Selama satu jam ke depan jangan biarkan siapapun menggangguku. Jika ada urusan mendesak tunggu aku sampai keluar dulu. Baru sampaikan apa yang ingin kalian sampaikan padaku. Kalau tidak, kalian tahu sendiri akibatnya.” Lagi-lagi, Leo mengancam anak buahnya agar tidak mengganggunya saat ia bersama dengan Shena. Leopun menutup pintu itu dan menguncinya rapat-rapat.
“Sepertinya akan ada perang lagi,” gumam pengawal itu.
Leo meletakkan tubuh Shena diatas ranjang dan mulai menanggalkan pakaian Leo satu persatu.
“Apa yang akan kamu lakukan?” tanya Shena dari atas tempat tidur.
“Apalagi? Main bulan tertusuk ilalang, lagilah!” Leo terus melepas pakaiannya.
“Tunggu!” Shena mengangkat kedua tangannya di depan Leo. “Kita sudah melakukannnya tadi! Aku sedang tidak mood. Aku kesal setengah mati pada si kampret Roy itu. Jangan memaksaku melakukannya.” Shena menatap penuh harap pada Leo.
“Justru aku ingin merasakan sensasi yang berbeda saat kamu sedang emosi, Sayang. Lampiaskan semua amarahmu padaku. Aku ingin tahu seperti apa rasanya bercinta disaat kamu sedang kalap.” Leo semakin mendekat ke arah Shena, tapi gadis itu langsung berlari menjauh dari Leo.
“Hentikan Leo! Aku bilang aku tidak mau!” teriak Shena sambil berdiri diatas ranjangnya untuk menghindari Leo.
“Aku tidak suka ditolak! Kalau sampai aku menangkapmu! Habislah kau, Sayang.” Leo juga naik ke atas ranjang dan hendak menangkap Shena. Namun gadis itu berhasil lolos dari Leo dengan melompat turun ke bawah. Leopun mengejar Shena dan keduanya saling kejar-kejaran layaknya Tom and Jerry.
Shena melempari Leo dengan bantal agar cowok itu berhenti mendekatinya. Namun, bukan Leo namanya kalau menyerah begitu saja hanya karena dilempar bantal oleh Shena. Sama peluru saja dia nggak takut apalagi cuma sama sebuah bantal.
Tidak ada jalan lagi sekarang, Shena sudah terpojok dan Leo langsung menangkap tubuh gadis itu. “Sudah cukup main kucing-kucingannya, Sayang.” Seringai nakal mulai terpancar di wajah Leo. “Ayo kita mulai!” Leo mendorong tubuh Shena di atas kasur dan langsung mengunci tubuhnya dengan tubuh Leo sehingga gadis itu tidak bisa bergerak.
“Tapi ...”
__ADS_1
“Tidak ada tapi-tapian.” Leo menyerang Shena dengan ciuman mautnya sehingga gadis itu tidak bisa lagi bicara. Mereka berdua akhirnya saling menuntaskan hasrat mereka masing-masing di atas ranjang yang bergoyang.
Untuk kesekian kalinya, bulan tertusuk ilalang sedang berlangsung selama kurang lebih setengah jam. Leo benar-benar ganas di ranjang dan semakin membabi buta saat Shena juga meluapkan emosinya melayani gairah Leo yang membara. Begitu Leo selesai menyalurkan puncak birahinya, ia berbaring di sisi Shena dan memberikan kecupan lembut dikening istrinya.
“Terima kasih, Sayang. kamu membuatku puas.” Leo kembali memeluk istrinya yang sepertinya kelelahan setelah bercinta tadi.
“Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku?” tanya Shena yang masih berada dipelukan Leo sambil berbalut selimut putih.
“Yang mana?”
“Apa kamu dan Roy sekongkol mengerjaiku dan Laura?” Shena mengulangi pertanyannya.
“Tidak, aku tidak sekongkol dengannya. Tapi aku tahu, Roy tidak akan mati semudah itu, apalagi hanya karena satu luka tembak,” terang Leo.
“Lalu, bagaimana kamu bisa tahu kalau Roy pura-pura mati?”
Benar juga, pantas Leo hanya diam saat dokter mengatakan kalau Roy tak bisa diselamatkan. Ternyata ini alasannya, pikir Shena.
“Ehm, aku jadi penasaran. Seberapa lama persahabatan kalian? Soalnya aku merasa kamu sangat mengenal betul seperti apa Roy luar dalam, begitu juga sebaliknya. Bahkan saat dia tak mengatakan rahasianya padamu saja, kamu sudah tahu duluan. Roy bahkan rela melakukan apa saja untukmu termasuk pura-pura mencintai Laura demi melancarkan semua rencanamau untuk mendapatkanku. Jangan-jangan, dia juga tertembak karena ....”
“Melindungiku.” Leo menjawab pernyataan istrinya. Shena hanya diam menatap Leo karena terlalu kagum dengan persahabatan antara suaminya dan Roy yang begitu kuat lebih dari apapun. “Roy dan aku, sama-sama tumbuh besar di Jerman. Roy adalah teman sekolahku sejak ayahku membawaku tinggal di sana. Karena kami berasal dari negara yang sama, makanya kami bisa berteman, kami bahkan bicara hanya menggunakan bahasa indonesia saat di Jerman.” Leo mulai menceritakan kisah persahabatannya dengan Roy.
Diantara Roy dan Leo memang tidak ada rahasia apapun. Keduanya sudah bersahabat dekat sejak mereka masih ditingkatan dasar, itu pun saat mereka sama-sama sekolah di Jerman dulu. Mereka berdua memiliki karakter yang sama, yaitu suka berkelahi dan cari masalah pada orang-orang yang suka membuat onar di sekolah mereka. Bisa dibilang, Leo dan Roy adalah sepaket gengster kelas kakap yang paling ditakuti disekolahnya.
Keduanya juga sama-sama digandrungi banyak wanita, dan sama-sama playboy juga. Bedanya, Leo hanya ingin mencari sosok Shena dengan mendekati banyak wanita, itupun saat ia pulang ke Indonesia. Sementara di Jerman, Leo sama sekali tidak tertarik dengan semua wanita yang mendekatinya. Bahkan Leo tak segan-segan menolak setiap wanita yang berusaha memintanya berkencan dengannya. Tentu saja saat menolak, Leo selalu memakai gaya khas gengsternya yang tak punya belas kasih.
Sedangkan Roy, sengaja menjadi playboy, hanya untuk bersenang-senang saja. Sudah banyak wanita yang jatuh kepelukan Roy dan semuanya berakhir tanpa adanya hubungan yang jelas. Hanya Laura saja yang bisa membuat Roy merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta sekaligus patah hati karena ditolak berkali-kali.
Selama di Jerman, Leo hanya fokus pada kegiatannya bermain senjata dan berkelahi dengan para preman di tempatnya sekaligus untuk mengasah kemampuan bela dirinya. Ia juga sering berlatih dengan semua pengawal-pengawalnya. Tak heran kalau begitu Leo kembali kesini, ia langsung mendapat julukan gengster karena bisa mengalahkan ketua geng motor terkuat di hari pertama mereka masuk kuliah. Masalahnya hanya sepele, yaitu rebutan cewek. Saat itulah Laura pertama kali bertemu Roy dan gadis itu langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Roy.
__ADS_1
Sebelumnya, Roy memang tinggal di Jerman bersama dengan ayahnya sama seperti Leo. Saat Leo memutuskan kuliah di Indonesia untuk mencari keberadaan Shena, Roy pun memutuskan untuk mengikuti jejak sahabatnya dan datang kemari karena kebetulan, ibu Roy masih tinggal di sini dan lokasinya dekat dengan universitas mereka. Ibu dan ayah Roy sudah lama bercerai dan sejak usianya masih 13 tahun, ia memutuskan ikut ayahnya tinggal di Jerman karena ibunya menikah lagi.
Namun, setelah bertemu Leo, Roy jadi merindukan sosok ibunya. Itulah alasan kenapa Roy mengikuti jejak Leo pulang ke tanah air dan tinggal bersama ibu kandung dan saudara tirinya yang berusia 8 tahun dari pernikahan ibunya yang kedua. Sayangnya, hubungan ayah tiri Roy dan dirinya tidak terlalu akur, sehingga Roy sendiri jarang sekali pulang ke rumah. Ia lebih sering tinggal dengan Leo atau neneknya.
Segala hal yang berhubungan dengan Roy selalu diketahui Leo karena yang bisa memahami seperti apa Roy sebenarnya hanyalah Leo. Mereka berdua adalah sahabat sekaligus saudara yang saling menjaga satu sama lain. Seperti hari ini, Roy siap mempertaruhkan nyawanya hanya untuk melindungi Leo begitu juga sebaliknya. Jika Roy dalam kesulitan, maka dengan sigap, Leo akan selalu membantunya.
“Itulah kenapa aku selalu tahu, apa yang ada dalam pikiran Roy begitu juga sebaliknya.” Leo mengakhiri kisah singkat persahabatannya dengan Roy yang dimulai saat keduanya masih remaja.
Persahabatan Leo memang luar biasa, pantas saja mereka itu sepaket. Mereka tidak hanya sekedar teman dekat yang punya kepribadian yang sama, tetapi sudah seperti saudara. Semoga aku dan Laura juga bisa seperti mereka, batin Shena.
“Kenapa kamu diam? Mau main lagi?” tanya Leo mulai menggoda Shena karena istrinya hanya diam saat Leo menceritakan kisahnya dengan Roy.
“Dasar mesum! Aku lelah! Aku ingin tidur.” Shena berbalik badan membelakangi Leo sehingga membuat cowok itu tersenyum geli menatap istrinya.
“Satu kali saja! Baru kamu boleh tidur, mau ya?” bujuk Leo.
“Nggak! Katanya kamu lagi banyak urusan dan salah satu penjahat yang kamu incar kabur? Sana pergi dan tangkap penjahat itu! Jangan sampai pengorbanan Roy jadi sia-sia hanya karena otak mesummu itu!” jawab Shena dengan ketus.
Tentu saja Leo jadi gemas mendengar jawaban Shena, dan tanpa menunggu lama, Leopun menyerang Shena tanpa ampun, tidak peduli Shena setuju atau tidak bergumul di bawah selimut dengannya.
“Leoooo!” teriak Shena. “Lepasin nggak?”
“Nggak! Kamu tahu sendiri, aku paling tidak suka ditolak!”
Sekali lagi ranjang bergoyang-goyang gara-gara ulah usil Leo pada Shena.
***
jangan lupa like, vote dan juga komentarnya ya .. love you all ...
__ADS_1