
Leo menyudahi ciuman mautnya dan kembali menatap Shena dengan mesra. Sejuta kerinduan terpancar jelas di mata Shena. Leo membersihkan sisa air mata yang mengalir membasahi pipi lembut calon istrinya. “Maaf, aku datang terlambat Sayang. Ada banyak hal yang harus aku lakukan, sehingga aku tidak bisa datang kemari lebih awal. Tapi mulai sekarang, kita akan terus bersama selamanya dan hanya mautlah yang bisa memisahkan kita.” Leo mencium punggung tangan Shena.
Shena tersenyum bahagia karena bisa mendengar kata-kata indah Leo lagi. Sampai detik ini, Shena masih belum percaya bahwa yang berdiri dihadapannya ini adalah Leo. “Leo ... kamu benar-benar Leo?” Shena tersenyum, tapi air matanya tak henti-hentinya mengalir.
Leo mengusap lembut pipi Shena. “Iya, ini aku, Sayang.” Leo mengecup kening Shena sambil mengusap air mata belahan jiwanya. Gadis itu memejamkan mata dan merasakan sepenuh hati setiap ciuman mesra yang diberikan Leo padanya.
Ini bukan mimpi, perasaan ini memang benar-benar nyata. Leoku sudah datang dan aku ... aku sangat sangat sangat bahagia. Batin Shena sambil membuka matanya. Lagi-lagi, Shena serasa melayang karena melihat Leo masih tetap berada di depannya dan menatap mesra dirinya.
Leo menanggalkan jaket hitamnya dan memakaikannya pada Shena. “Pakai ini Sayang, cuaca mulai dingin. Kenapa kamu tidak membawa jaket? Apalagi ini sudah malam.” Leo merapikan jaket yang ia pakaikan pada Shena.
Shena masih terdiam karena ia baru sadar, bagaimana bisa Leo tiba-tiba saja menemukannya di sini. Padahal, ia tidak pernah memberitahu Leo tentang keberadaannya di tempat ini. “Bagaimana kamu tahu kalau aku ada di sini. Dan kamu ... juga terlihat berantakan sekali. Apa yang terjadi? Darimana kamu bisa tahu kalau aku ada di sini?” Shena mulai memberondongi Leo dengan berbagai macam pertanyaan.
Leo kembali memeluk Shena dan mengecup kening Shena. “Aku langsung datang kemari, begitu Roy mengirimkan alamatmu padaku. Aku juga bisa mendengar teriakanmu tadi. Jika kamu tidak memanggil-manggil namaku, mungkin aku juga akan tersesat di hutan ini,” terang Leo sambil tertawa bahagia.
Shena terkejut karena Leo juga tiba-tiba tersesat seperti dirinya. “Bagaimana bisa kamu tersesat sampai kemari?” tanya Shena penasaran.
“Helikopter sialan itu menurunkanku di atas bukit itu. Mereka tidak bisa menurunkanku di atas area perkebunan ini, karena bisa merusak tanamannya. Mereka juga tidak membawa tali tangga, padahal aku ingin turun dari helikopter itu dengan gaya kerenku untuk mengejutkanmu, tapi pilot nggak ada akhlak itu malah membuatku kesal dengan menurunkanku di tengah hutan, menyebalkan sekali. Lihat saja, akan aku pecat mereka nanti karena sudah membuat ketampananku berkurang gara-gara menerobos semak belukar tadi.” Leo merapikan rambutnya yang berantakan. Shena bisa membayangkan bagaimana Leo menerobos pepohonan untuk bisa mencari jalan keluar sampai kemari, mengingat betapa rimbunnya hutan di dalam sana.
“Bagiku kamu sudah sangat keren, kamu muncul disaat yang tepat. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku jika kamu tidak beneran datang kemari.” Shena memeluk tubuh Leo dengan erat saking senangnya.
“Aku terlalu bersemangat ingin menemuimu, jadi kuputuskan datang kemari dengan menggunakan helikopter pribadiku, supaya lebih cepat sampai kemari. Dari atas tadi, aku sempat melihatmu menuju kemari, makanya aku meminta mereka menurunkanku di sekitar sini. Tidak ku sangka, perjalanan kemari juga butuh waktu dan hampir saja aku kehilangan arah seandainya kamu tidak berteriak tadi. “ Leo mengecup bibir Shena yang matanya masih berkaca-kaca mendengar penjelasan panjang lebar dari Leo saking terharunya. “Aku sangat merindukanmu Sayang, aku selalu memikirkanmu di setiap waktuku. Dengan segala upaya yang aku bisa, aku berusaha menyelesaikan misiku secepat mungkin agar kita bisa kembali bersama selamanya.”
“Misi? Misi apa yang kamu maksud? Apa kamu baik-baik saja? Kamu tidak terluka, kan?” tanya Shena yang terkejut mendengar kata-kata Leo. Ia juga khawatir kalau Leo sampai kenapa-napa.
__ADS_1
“Aku tidak apa-apa, Sayang. Tidak akan ada yang bisa melukaiku. Kamu tahu seperti apa aku, kan?” Leo berusaha menenangkan Shena. “Aku sedang melakukan misi pencarian seseorang yang selama ini di cari-cari oleh keluargaku. Aku harus menunjukkan kepada keluargaku bahwa aku bukanlah orang lemah seperti yang mereka duga. Akan aku buktikan pada mereka bahwa kamu bukanlah kelemahanku, tetapi sebaliknya. Kamu adalah sumber kekuatanku.”
“Benarkah? Lalu ... bagaimana kalau ...”
Leo langsung mencium bibir Shena lagi agar kekasihnya itu berhenti bicara. Tentu saja Shena langsung terkejut dengan sikap Leo yang tiba-tiba menciumnya. “Tidak akan ada yang berani menyakitimu selama aku masih hidup.” Leo menyudahi ciumannya dan menempelkan dahinya di dahi Shena. “Jangan pernah meninggalkan aku lagi hanya demi kebaikanku. Hidupku tidak akan pernah baik jika tidak kamu di sisiku. Mulai sekarang, apapun yang terjadi, kamu harus tetap bersamaku kemanapun aku pergi, Oke!” Leo mengangkat dagu Shena agar bisa melihat jelas wajah kekasihnya yang sangat ia rindukan.
“Tapi ... orangtuamu tidak merestui hubungan kita, jika aku bersamamu, itu artinya aku melanggar janjiku pada ayahmu.”
“Mereka juga melanggar janji mereka padamu. Mereka tidak bisa membuatku bahagia tanpamu. Karena itulah, ibuku merestui hubungan kita. Jadi, jangan cari alasan lagi atau coba-coba melarikan diri. Karena aku pasti bisa menemukanmu dimanapun kamu bersembunyi. Oke, Sayang.” Leo menempelkan lagi dahinya pada Shena.
Shena semakin tidak percaya mendengar apa yang dikatakan Leo padanya. “Benarkah? Ibumu merestui kita? Lalu? Bagaimana dengan ayahmu?”
“Aku tidak peduli dengannya. Lagipula, tidak ada alasan baginya untuk tidak setuju kerena aku sudah berhasil menyelesaikan misinya. Orang yang aku cari sudah aku temukan, sisanya aku serahkan pada Ayahku.” Leo menatap Shena yang terlihat bahagia, wajah gadis itu bersinar seketika. “Aku mencintaimu,” ucap Leo dengan mesra.
“Aku juga mencintaimu, Leo. Sangat-sangat sangat mencintaimu.” Shena mengecup lembut bibir Leo. Leopun membalas ciuman Shena dan tak kalah mesra juga. Mereka berdua saling menghisap bibir masing-masing dan tenggelam dalam suasana yang romantis habis.
“Jangan buat masalah di sini. Aku ingin secepatnya pergi dari sini begitu penelitianku selesai.” Shena tidak ingin Leo berurusan dengan Rega ataupun yang lainnya.
Karena sekarang Leo sudah ada di sini maka, tidak ada alasan lagi bagi Shena untuk menetap di tempat yang bagai neraka baginya.
“Tapi sayangnya, aku punya banyak urusan di sini. Jadi, sekalian aku mau bikin onar kampung ini.” Leo mulai meluncurkan gaya khas liciknya.
“Apa yang akan kamu lakukan?” tanya Shena penasaran.
__ADS_1
“Memberi mereka semua pelajaran atas apa yang sudah mereka lakukan padamu.” Leo tersenyum menakutkan. Sekali lagi, Shena bakal menyaksikan bagaimana jiwa genster Leo keluar.
Leo menggendong Shena yang terlihat kelelahan meninggalkan perkebunan teh dengan sejuta rasa kebahagiaan menyelimuti perasaan mereka berdua.
****
aduhhhh .... so sweet banget ya .. 😍😍😍
jangan lupa like, vote dan komentarnya ya ..
nantikan keseruan kisah Shena dan Leo selanjutnya..
terimkasih ..
ini Leo kalau lagi natap kalian semua 🤭🤭
jangan meleleh ya. ... 🤭🤭
ini Shena yang lagi ngliatin kalian. awas! baper 🤭🤭🤭
__ADS_1
love you all ♥️
salam manis dari penulis ♥️