Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 156 Dordogne


__ADS_3

Sarapan pagi yang menyenangkan bagi Shena di Iselwalt Swiss, tepatnya di kediaman Refald sembari menikmati pemandangan menakjubkan danau Brienze yang kebetulan menghadap langsung danau itu. Matahari terbit juga bisa disaksikan langsung dari tempat ini. Sungguh Refald memilih tempat yang tepat sebagai hunian nyaman untuknya dan keluarga kecilnya. Beruntung sekali Shena punya kesempatan menikmati indahnya pagi di Switzerland.


Bisa berkumpul bersama seperti ini, adalah sebuah momen membahagiakan bagi Shena karena untuk kesekian kalinya, ia bisa bertemu lagi dengan para idolanya, yaitu Fey dan Refald. Apalagi kini, Shena juga menyusul sang idola yang sedang menanti kedatangan sang buah hati buah dari pernikahan mereka masing-masing. Benar-benar lengkap sudah kebahagiaan Shena saat ini.


“Apa rencana kita, sekarang? Kau bilang kau akan mengajakku ke suatu tempat?” tanya Leo pada Refald setelah ia kembali rileks dan tidak mual lagi.


“Kita akan ke dokter spesialis kandungan setelah ini. Aku harus membawa tiga orang hamil untuk mendapatkan vitamin agar mereka semua tetap sehat.”


“Tiga?” tanya Leo bingung mendengar ucapan Refald sampai dahinya berkerut. “Hanya ada dua wanita hamil di rumah ini. Siapa yang satunya? Masih ada waita lain lagi, kah?”


“Satunya adalah, kau!” jawab Refald yang lagsung disambut tawa oleh Fey dan Shena.


Leo langsung geram dan tidak terima kalau dirinyalah orang ketiga yang dimaksud hamil oleh Refald. “Kau mau mati, ha? Enak aja ngatain aku hamil? Aku hanya berbagi dengan istriku supaya bukan cuma dia saja yang merasakan gejala kehamilan. Kau tidak tahu bagaimana rasanya mual dan muntah! Menyakitkan, tahu! Sangat tidak enak sekali. Aku lebih memilih kena peluru daripada harus mengalami gejala awal wanita hamil, tapi aku tidak keberatan jika aku yang mengalaminya.


Justru aku akan sedih jika Shenaku yang tersiksa karena mengandung buah hati kami. Harusnya kau bangga padaku, bukan malah mengolokku! Dasar, kau kakak tidak pengertian!” Leo mecoba membela diri, meskipun ia dongkol juga dengan Refald.


Shena langsung terharu mendengar kata-kata suaminya. Sungguh meski nggak ada akhlak, tapi Leo termasuk salah satu barang langka dan menjadi suami idaman semua para wanita. Tidak akan ada yang bisa menyamainya.


Tanpa sadar, Shena menggenggam erat tangan Leo dan bersandar di bahunya sehingga membuat siapapun yang melihatnya pasti sangat iri sekali. Apalagi jika yang baca ini adalah para jomblo sejati pasti jiwa jomblonya sedang meronta-ronta. Secara, Leo si gengster nggak ada akhlak bisa sweet banget gitu.


“Leo benar Sayang. Tak banyak suami seperti Leo. Kau bahkan tidak bisa sepertinya.” Fey membela Leo dan langsung disambut tos tangan keduanya.


Sedangkan Shena hanya tersenyum bahagia bercampur haru Sampai tidak bisa berkata-kata. Leo sama sekali tidak keberatan jika dia menggantikan morning sickness yang harusnya ia alami di awal kehamilan pertamanya ini.


“Kak Refald juga suami yang pengertian dan siap siaga. Kalian berdua adalah duo saudara yang tidak ada tandingannya. Kami beruntung menjadi istri-istri kalian berdua,” puji Shena yang langsung mendapat ciuman hangat dari Leo.


“Kau banar, Shena.” Fey juga memberikan hadiah ciuman manis untuk suaminya sehingga wajah Refald kembali berseri.


“Terserah kalian saja, bisa kita berangkat sekarang? Kalian berdua sudah siap?” tanya Refald yang beralih menatap Shena dan Leo bergantian.


“Kami siap!” ucap Leo dan Shena kompak dan saling pandang sambil bergandengan tangan. Pancaran kegembiraan menyelimuti wajah keduanya. Leo dan Shena sangat bahagia karena mereka berdua juga akan segera memiliki keturunan.

__ADS_1


****


Di sebuah rumah sakit di Swiss, Leo menatap was-was apa yang akan dikatakan dokter padanya setelah dokter itu memeriksa kondisi Shena. Berbeda dengan Refald yang dari tadi tertawa bersama dengan Fey ketika ia melihat pergerakan janin yang ada dalam perut istrinya begitu Fey di USG.


“Lihat, Sayang, dia gesit sekali,” ucap Refald yang duduk di samping istrinya.


“Dia sama seperti ayahnya.” Fey pun tak henti-hentinya tersenyum melihat perkembangan buah hatinya yang luar biasa.


“Anak kalian sehat dan benar-benar gesit. Tanda-tanda vitalnya juga normal. Dia akan tumbuh menjadi bayi yang kuat dan sehat kelak.” Dokter spesialis kandungan yang memeriksa Fey ikut senang melihat perkembangan si jabang bayi begitu cepat. “Seperti biasa, aku akan memberikan vitamin supaya tubuhmu tidak lemah,” ujar dokter itu sambil menulis sebuah resep untuk Fey.


“Lalu bagaimana dengan istri saya, Dokter?” tanya Leo yang sedari tadi sudah harap-harap cemas menanti hasil dari pemeriksaan Shena.


Dokter itu berdiri dan mengambil berkas hasil lab. Shena. Sambil tersenyum, dokter itu kembali duduk di kursinya. Sedangkan Shena sendiri duduk di damping Leo dan tak kalah tegang dengan suaminya.



“Selamat juga untuk kalian berdua, karena kalian akan jadi ayah dan ibu.”


“Ehem, Ehem.” Dokter itu hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah pasangan pengantin baru Shena dan Leo. Mungkin dokter itu baru kali ini melihat ada seorang anak sultan senorak dan sekatrok Leo.


Refald dan Fey hanya melongo memandangi tingkah konyol Leo yang benar-benar gak ada akhlak. Tidak peduli dimanapun berada, mereka berdua selalu saja mengumbar kemesraan. “Untung saja ini di luar negeri, dokternya cuek saja. Coba kalau mereka seperti ini di Indonesia. Dapat tampol iya itu bocah tengik!” gumam Refald.


“Mereka berdua keren!” Fey menambahkan sambil melirik Refald yang berdecak kesal.



****


Setelah mengetahui bahwa Shena benar-benar hamil, Refald mengajak sepupunya itu pergi ke tempat pacuan kuda yang ada di Dordogne, Prancis dengan menggunakan jet pribadi Refald.


__ADS_1


Dordogne adalah tempat yang mirip seperti negeri dongeng di barat daya Perancis, didominasi oleh desa-desa kecil, kastil kuno, dan ladang bunga matahari yang sangat besar. Sangat cocok digunakan untuk berkuda apalagi jika memasuki musim panas. Selain itu juga bisa digunakan sebagai salah satu destinasi tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.


Refald mengajak Leo langsung menemui penjaga kuda miliknya yang baru ia beli beberapa bulan yang lalu. Sementara Fey dan Shena menunggu di salah satu vila yang juga baru saja di beli oleh Refald. Kedua istri para sultan itu berjalan menuju balkon untuk mengamati pergerakan suami-suami mereka. Sepertinya saat ini sedang banyak sekali wisatawan yang datang berkunjung sehingga kawasan ini sangat ramai, tidak seperti biasanya.


“Kenapa kau mengajakku kemari?” tanya Leo heran karena kakak sepupunya ini malah mengajaknya ke tempat pacuan kuda. “Kau mau balapan kuda denganku?”


“Tidak, kita memang akan balapan kuda, tapi bukan hanya kita berdua, melainkan ada beberapa orang lagi yang akan bergabung dengan kita.” Refald sibuk menyiapkan segala perlengkapan yang akan ia gunakan untuk menunggang kuda begitu juga dengan Leo.


“Siapa?” tanya Leo lagi sambil dibantu pengawal Refald untuk memakaikan baju berkudanya.


“Kau akan tahu begitu kita sampai di area balapan, ayo!” Refald keluar sambil menunggangi kuda kesayangannya bersama dengan Leo.





BERSAMBUNG


****


.


.


.


Semoga tidak bosan, ya ... maaf untuk adegan serunya slow dulu ... mumpung Leo, Shena, Refald dan Fey berkumpul, jadi aku bikin santai saja. karena kapan lagi mereka bisa kumpul seru-seruan bersama, sembari menunggu partner kolabsku juga. Pasti sudah tahu siapa, hehe ...


jangan lupa terus dukung like, vote dan komentarnya ya ...love you all

__ADS_1


__ADS_2