Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 123 Trending Topic


__ADS_3

Berita pernikahan pewaris tunggal rumah sakit milik ayah Leo langsung menjadi trending topic di dalam rumah sakit ini. Semua orang langsung terkejut dan tak sedikit dari mereka para kaum hawa langsung pingsan setelah tahu bahwa pangeran idaman mereka sudah menikah dengan wanita cantik yang tidak diketahui asal usulnya. Dalam sekejap, rumah sakit menjadi heboh. Jeritan hati para jomblo kembali meronta-ronta. Petugas rumah sakit juga bingung karena penyakit pasien para kaum hawa bukannya sembuh tetapi malah bertambah parah.


“Ada apa ini? Kenapa semua jadi heboh begini? Tanya salah satu petinggi rumah sakit milik ayah Leo. Pria yang sudah berusia setengah abad itu mengamati area sekeliling yang dipenuhi dengan suara tangisan dan jeritan menyayat hati para wanita yang terpaksa patah hati setelah mendengar berita pernikahan pria idamannya terjadi begitu saja, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.


“Pasti karena efek berita spektakuler seputar pernikahan putra tunggal tuan besar Byon Pyordova,” jawab asisten pria paruh baya itu.


“Kenapa tuan Byon tidak memberitahu kalau putranya sudah menikah? Bikin heboh saja!” gerutu salah satu petinggi itu.


“Ehm ... ada masalah lain yang jauh lebih penting dari ini, Tuan.” Asisten itu ragu-ragu apakah ia harus melaporkannya pada atasannya soal insiden pemecatan Tyo dan Mila yang merupakan tangan kanan atasannya ini.


“Apa?” bentak petinggi itu.


“Tuan muda Leo ... memecat dokter Tyo dan Nona Mila, mereka diusir dari rumah sakit ini tadi.” Asisten itu agak sedikit takut karena atasannya ini mudah sekali darah tinggi alias marah.


“Apa? Kenapa kau baru melaporkannya padaku sekarang? Dimana Leo sekarang? Kenapa anak ingusan itu berbuat seenaknya saja tanpa berkonsultasi dulu padaku!” wajah pria paruh baya itu langsung memerah karena marah. Benar dugaan asisten itu, atasannya langsung naik pitam mendengar Leo memecat bawahannya tanpa bilang dulu padanya.


“Tidak hanya itu, Tuan. Tuan muda Leo juga meminta mengadakan rapat darurat dalam dua jam. Anda dan para petinggi yang lainnya diminta hadir dalam rapat yang dipimpin langsung oleh tuan muda Leo,” terang asisten itu.


“Apa? Sial, anak itu ... kenapa dia ada disini. Dia bisa merusak semuanya! Kenapa dia tiba-tiba saja kemari, ha?” teriak pria itu dengan ekspresi kesal.


“Tuan muda Leo bilang hanya kebetulan mampir saja Tuan, sepertinya istri tuan muda Leo lah yang mengajaknya kemari karena sahabat dekatnya ada di rumah sakit ini.”


“Istri? Hah ... siapa istrinya? Anasti?” pria paruh baya itu penasaran akan sosok pendamping hidup Leo.


“Bukan, Tuan. Tidak ada yang tahu asal usul istri tuan muda Leo.”


“Benarkah? Kenapa tuan Byon mau menerima wanita yang tidak jelas sebagai menantunya. Ini sangat aneh. Aku perlu bicara padanya nanti. Sambungkan aku dengan tuan Byon sekarang juga.”


“Baik, Tuan.” Asisten itu menundukkan kepalanya dan langsung menjalankan perintah atasannya.


***


Sementara itu, Shena masuk ke dalam ruangan Laura dan langsung disambut bahagia oleh sahabatnya. Roy kebetulan juga ada di dalam ruangan itu bersama dengan ayah Laura.


“Halo, paman. Senang bisa bertemu anda lagi.” Shena mengulurkan tangannya pada ayah Laura.


“Halo juga Shena.” Ayah Laura membalas uluran tangan Shena. “Terimakasih sudah mau datang kemari. Oh iya, selamat atas pernikahanmu, maaf aku tidak bisa datang bersama Laura karena aku baru saja kembali dari LA.”


“Tidak apa-apa, Paman. Aku mengerti, Paman pasti sangat sibuk sekali.” Shena tersenyum pada ayah Laura.


“Dimana suamimu? Apa kau datang sendiri?” tanya ayah Laura.


“Tidak, Leo ada diluar, dia sedang sibuk menelepon. Dan juga ada beberapa hal yang harus dia urus,” jelas Shena.

__ADS_1


“Owh, bagaimanapun juga, aku ikut senang karena kini kamu terlihat lebih bahagia dari sebelumnya. Aku harap Laura dan Roy juga akan segera menyusul kalian berdua.”


“Apa?” teriak Roy dan Laura bersamaan.


“Kenapa? Bukankah kalian berdua lebih dulu pacaran dari pada Shena dan Leo, tapi kini mereka berdua sudah menikah. Kenapa kalian tidak mengikuti jejak mereka juga? Bagaimana menurutmu Shena?” Sepertinya, ayah Laura sangat setuju degan hubungan Laura dan Roy tanpa tahu bahwa keduanya, masih terlibat perang dingin.


“Aku sangat setuju, Paman. Roy dan Laura harus segera menyusul kami supaya mereka tidak jadi tom and jerry terus.” Shena semakin memperkeruh suasana.


Ayah Laura langsung tertawa mendengar kata-kata Shena. “Kau benar, rasanya aku ingin sekali menikahkan mereka berdua kalau mereka sedang bertengkar. Barusan, sebelum kau datang keduanya juga habis berdebat. Aku dibuat pusing karenanya,” ucap ayah Laura masih sambil tertawa dan melirik Roy yang sedang menatap Laura. “Oke, aku ingin bicara pada Roy sebentar diluar. Kau temani Laura dulu, ya?” pinta Ayah Laura pada Shena lalu beralih pada Roy yang berdiri di sampingnya. “Ayo Roy, ikut aku sebentar.” Ayah Laura keluar dan disusul oleh Roy yang sempat saling pandang dengan Laura.


“Ehem.” Shena berdeham untuk menggoda Laura yang menatap kepergian Roy bersama ayahnya. Kebetulan Leo juga masuk dan berpapasan dengan keduanya. Merekapun saling sapa sebentar sebelum ayah Laura dan Roy menghilang dari balik pintu ruangannya. Kini, tinggal Leo dan Shena saja yang menemani Laura.


“Shena, bagaimana kau bisa kemari?” Laura mengalihkan pembicaraan, sejujurnya ia senang karena sahabat dekatnya datang mengujunginya meskipun ia sempat penasaran apa yang ayahnya bicarakan dengan Roy. Shena duduk di samping Laura sambil memegangi tangan sahabatnya yang terbaring lemah di ranjang.


“Tentu saja aku mengkhawatirkanmu, maaf aku baru bisa menjengukmu. Aku juga tidak sempat membeli oleh-oleh karena terlalu terkejut mendengarmu masuk rumah sakit. Kenapa kau tidak memberitahuku? Apa kau sudah tidak mau menganggapku teman lagi?” Shena merasa kesal pada Laura karena tidak segera memberitahunya kalau Laura sakit.


“Aku tidak ingin mengganggu bulan madu kalian, makanya aku melarang Roy untuk tidak memberitahu kalian. Aku sampai memarahinya tadi, karena ternyata Roy melanggar janjinya dan memberitahu Leo, menyebalkan sekali dia.” Laura mengerucutkan mulutnya. Ia terlihat sangat manis jika lagi cemberut.


“Jadi karena itukah tadi paman bilang kalian habis bertengkar? Karena Roy memberitahu Leo?” Shena memastikan.


Laura mengangguk. “Aku tidak mau bulan madu kalian rusak hanya karena mendengar aku masuk rumah sakit. Karena aku tahu, kau pasti akan langsung datang kemari jika tahu apa yang terjadi padaku.”


“Memang iya, Shena bahkan menghentikan paksa semuanya disaat aku sedang menginginkannya! Dia benar-benar merusak suasana,” sela Leo dengan ekspresi kesal.


"Aku berkata yang sejujurnya, Sayang." Leo membela diri.


"Kejujuranmu tidak dibutuhkan disini," ucap Shena dengan ketus. Masa iya Leo membicarakan masalah ranjang di depan Laura. Bikin malu saja.


Wajah Shena cemberut berat menatap Leo yang cengar-cengir melihat wajah istrinya. "Sebagai gantinya malam ini aku mau 5 ronde. Ah tidak, 10 saja! Kamu nggak boleh nolak!"


"Sudah ku bilang diam! Kalau tidak mau diam juga, aku nggak mau bicara lagi sama kamu!" ancam Shena.


"Oke-oke daripada kamu ngambek bisa gawat nanti." Leo menggenggam erat tangan istrinya agar tidak kesal lagi padanya sambil mengedipkan sebelah mata Leo.


Siapa yang nggak meleleh, coba? kalau Leo menunjukkan pesonanya seperti itu? beruntunglah Shena yang bisa everytime menyaksikan pesona Leo yang begitu rupawan.



Laura tersenyun melihat ketua gengster takhluk juga pada seorang wanita tangguh seperti Shena. “Menginginkan? Memangnya kau menginginkan apa dari Shena? Kalian berdua main apa, sih? Kok ada ronde segala?” Tanya Laura tidak mengerti maksud ucapan Leo.


“Menikahlah dengan Roy, baru kau akan mengerti apa maksduku!” jawab Leo sambil menyeringai nakal pada Shena.


“Bisa diam nggak?” ancam Shena lagi sebelum suaminya mulai bicara ngelantur kemana-mana. Leo hanya tertawa sambil menempelkan dahinya di dahi Shena.

__ADS_1


Sungguh pemandangan yang harmonis sekali untuk pasangan pengantin baru. Membuat siapa saja yang melihatnya jadi iri.


“Kalau kalian datang kemari hanya untuk memamerkan betapa bahagianaya pernikahan kalian sebaiknya pergi saja, karena aku sama sekali tidak tertarik. Aku turut senang melihat kalian berdua akhirnya bisa bahagia.” Laura mulai keki dengan sikap sok romantis Leo pada Shena.


Tiba-tiba saja ada seorang pegawai rumah sakit datang ke kemar Laura dan menyerahkan sebuah ponsel pada Leo. “Permisi tuan muda Leo. Ada yang minta berbicara dengan anda,” ujar pegawai itu.


Leo berdiri dari duduknya dan mengambil ponsel yang disodorkan padanya. “Halo, ini aku ... ehm, katakan ada apa ....” mata Leo menatap tajam jendela kamar rumah sakit sambil tersenyum sinis. “Baik! Aku akan kesana, tentukan saja lokasinya dimana.” Leo menutup sambungannya dan menoleh pada Shena.


“Aku pergi sebentar, Sayang. Aku tidak akan lama.” Leo mengecup kening Shena dengan lembut.


“Ada apa? Apa ada masalah?” Shena jadi khawatir soalnya raut wajah Leo berubah jadi serius sekali seolah akan terjadi sesuatu.


“Tidak ada apa-apa, aku harus segera membereskan kecoak pembuat onar. Jangan kemana-mana. Tetaplah di sini sampai aku kembali. Dan kau Laura, semoga lekas sembuh, aku titip Shena sebentar.” Leo tersenyum manis pada Shena sebelum ia menutup pintu ruangan Laura.


“Apa aku tidak salah dengar? Harusnya kau yang menjagaku. Bagaimana bisa dia menitipkan istrinya pada orang sakit dan lemah sepertiku. Dasar orang gila!”


“Dia bukan hanya gila! Tapi, tidak waras juga, dan anehnya, aku sangat sangat sangat mencintainya. Aku benar-benar mencintainya.” Senyum mengembang Shena membuat Laura ikut tersenyum melihat Shena begitu bahagia.


Akhirnya kamu menemukan kebahagiaanmu Shena. Aku ikut senang sekali, batin Laura.


****


tetap semangat menunggu up selanjutnya ya ... terimakasih buat yang sudah memberikan tips/koinnya. sangat berarti banget buatku ...


terimakasih juga yang sudah mau memberikan dukungan dengan like, vote dan komentarnya ... jujur aku jadi semangat membuat cerita Leo dan Shena yang sekarang sudah mulai masuk kisah Roy dan Laura. love you all ...


bonus visual



Roy



Laura



Shena



Leo kalau lagi senyum bikin meleleh ... iya gak?

__ADS_1


__ADS_2