
Chang Rui akhirnya menyatukan ingatannya dengan keras tapi tetap tidak bisa menemukan asal usul pedang pendek di tangannya.
Setelah mencoba untuk membiasakan dirinya dengan keadaan sekitar, barulah Chang Rui memanggil pelayan yang tadi lagi.
Namanya adalah Cuiyun, hanya saja ketika mengingat bahwa dia memiliki seorang pelayan membuatnya tidak nyaman seolah olah dia memiliki suatu trauma dengan kata kata itu.
"Cuiyun, halangi semua orang yang ingin masuk ke dalam kediaman ku. Katakan kepada siapapun itu bahwa aku belum sadar sampai saat ini. "Ucap Chang Rui.
"Nona, kenapa anda tidak ingin melaporkan ini kepada Yang Mulia ?" Tanya Cuiyun.
Chang Rui hanya menggelengkan kepalanya dengan tenang dan tampak tidak terpengaruh.
"Kenapa aku harus melaporkan nya kepada Yang Mulia ?" Tanya Chang Rui sambil menyeringai.
Cuiyun tampak bingung dengan kata katanya yang ambigu dan tidak bisa di mengerti, lebih tepatnya Cuiyun ini terlalu polos.
"Putri Tertua melakukan sesuatu kepadaku, tidak hanya dia tidak dihukum, melainkan dia diberi fasilitas yang sangat baik. Belum lagi aku tidak mendapat pelayanan Tabib Kekaisaran dan hanya tabib kelas dua yang telah dibayar oleh Permaisuri untuk membuat tubuhku selalu lemah terus menerus, menurutmu apakah perlu melaporkan ini kepada Yang Mulia ?" Tanya Chang Rui.
Cuiyun akhirnya mengerti dengan arti dari kata kata nya dan segera memberikan anggukan antusias.
"Nona bisa percaya, aku akan selalu menjaga Nona diluar tanpa ada kecurigaan. " Ucap Cuiyun.
Chang Rui mengangguk dan melihat buah anggur yang terpampang di depan sana, tampak cemberut dengan hal yang ada disini.
Buah ini belum cukup waktu untuk dimakan pasti rasanya akan sangat asam, tapi sekelebat bayangan muncul di kepalanya.
Seolah olah dia telah pernah memakan buah yang tidak matang ini, tapi dimana dia memakannya dan dengan siapa dia memakannya ?
Dia tidak pernah memakan buah yang belum sepenuhnya matang, ini pasti hanya halusinasinya.
Belum lagi dengan rasa bencinya pada buah yang asam sehingga itu tidak mungkin. Hanya saja ini agak aneh, kenapa dia menjadi aneh seperti ini ?
Chang Rui mengingat setiap kenangan yang dimiliki oleh Yu Cheng Qing dengan hati hati dan memandang dirinya sendiri yang menggunakan pakaian lusuh.
Ini sama sekali tidak mencerminkan perilaku seorang Putri Kekaisaran yang besar.
"Akan lebih baik jika aku bisa membalas kan dendam milik Yu Cheng Qing. Yu Cheng Qing telah lama menderita , hari ini di umurnya yang ke tujuh belas tahun, dia justru menemukan kematiannya , ini terlalu menyedihkan untuknya. " Ucap Chang Rui dengan dingin.
__ADS_1
Chang Rui memainkan pedang pendek dengan alur misterius di gagang pedang dan menajamkan pandangannya.
Chang Rui berdiri dan melihat dirinya sendiri di pantulan cermin, mirip dengan dirinya tapi juga tidak terlalu mirip.
Mungkin karena model rambut yang membuat semuanya berubah menjadi aneh baginya, tapi tidak apa apa.
Lagipula, dia akan berusaha untuk beradaptasi dengan semua ini. Chang Rui membaringkan tubuh Yu Cheng Qing di atas ranjang dan mulai memejamkan matanya.
Chang Rui bermimpi sangat panjang bahwa dirinya berada di sebuah padang pasir yang sangat luas, sangat panas, dan sangat berbahaya.
Tidak tahu apa yang dilakukan olehnya disana, disana sangat panas, sangat sangat panas.
Chang Rui tidak bisa bergerak dan hanya bisa menonton bahwa dirinya dengan pakaian yang aneh , berjalan dengan pedang pendek yang sama.
Melindungi sebuah kotak kayu cokelat tua seolah olah itu adalah harta yang berharga.
"Aku pasti akan menyelamatkan mu. " Ucap Chang Rui.
Sebelum akhirnya Chang Rui terbangun dari mimpi nya dan kata kata itu terus menerus terbayang di benaknya.
Apa yang dimaksud dengan aku pasti akan menyelamatkan mu ? Siapa yang ingin dia selamatkan ? Apa yang ingin dia selamatkan ?
Sementara di sisi lain,
Nangong Li yang sudah sangat lama tertidur nyenyak tiba tiba membuka matanya dan membuat Zhang Yue sangat senang.
"Kau sudah bangun ?" Tanya Zhang Yue dengan antusias.
"Belum." Balas Nangong Li dengan dingin.
"Hmph ! Dasar ! Aku hanya melakukannya demi kesopanan saja. " Ucap Zhang Yue dengan kesal.
"Dimana Chang Rui ? "Tanya Nangong Li sambil mengerutkan dahinya.
"Pergi." Ucap Zhang Yue.
Nangong Li terdiam dan memikirkan semua yang dialaminya tapi tidak mengerti kenapa Chang Rui pergi.
__ADS_1
"Apakah pergi berjalan jalan ?" Tanya Nangong Li.
"Pergi untuk yang sebenarnya. " Ucap Zhang Yue dengan jujur.
Nangong Li kembali diam untuk sejenak dan memandang sekitarnya dengan pandangan rumit, tampak ada kekecewaan di wajahnya.
"Ketika kamu tidak sadar dan dibawah pengaruh beberapa hal yang membuat ingatanmu tidak sadar, telah membuatmu mengira bahwa Chang Rui adalah Liu Qing Yuan. Ini membuatnya sedih dan kecewa. " Ucap Zhang Yue.
Nangong Li untuk sejenak menundukkan kepalanya dan memandang kedua telapak tangannya yang saling terjalin satu sama lain, tampak sangat gugup dan gelisah.
"Jika begitu...... maka biarkan dia pergi, jika dia bahagia dengan pergi maka aku juga akan baik-baik saja. " Ucap Nangong Li dengan suara yang sangat pelan.
"Apakah kamu tidak khawatir padanya ? Dia hanya menghilang begitu saja. " Ucap Zhang Yue dengan tenang.
"Cari dia dan awasi dia dari jauh apabila menemukannya, tidak perlu mengusiknya jika telah menemukannya. Tapi, jika itu adalah dia maka aku takut bahkan jika semua orang telah di kerahkan maka tidak akan berhasil menemukannya. Dia tidak akan membiarkan dirinya di tangkap dengan sangat sia sia. " Balas Nangong Li.
"Aku pikir..... aku percaya dengan kemampuannya, tidak perlu mencarinya lagi. Jika kami berjodoh maka kami akan bertemu dengannya lagi di masa depan. " Lanjut Nangong Li dengan penuh keyakinan.
Bukan karena Nangong Li tidak khawatir pada Chang Rui melainkan karena dia menganggap tinggi Chang Rui dengan berbagai kemampuannya yang mengejutkan.
Menurut Nangong Li, Chang Rui adalah seorang wanita yang kuat, pasti akan bisa menghadapi kerasnya dunia luar.
Mungkin saja, Chang Rui sudah pergi ke tempat yang jauh, percuma untuk mencari Chang Rui lagi.
Jika Chang Rui benar benar pergi dari rumah maka seharusnya Chang Rui telah menyiapkan semuanya dengan matang.
Nangong Li berjalan turun lalu melihat keluar dan menghirup udara segar , memejamkan matanya.
Kedua tangannya bertaut di bagian belakang di tubuhnya, Nangong Li memikirkan Chang Rui dengan hati hati sebelum akhirnya menyadari bahwa hatinya telah berubah.
Yang semula hanya menganggap semuanya sebagai mainan, tampaknya telah berubah sepenuhnya.
Sepertinya, Nangong Li telah terjebak ke dalam permainan yang telah dia buat sendiri.
"Aku pikir, aku merindukanmu. " Gumam Nangong Li.
...----------------...
__ADS_1
Note : Siapa nih yang kemarin cari cari Nangong Li ? Nih Nangong Li sudah keluar, mana jadi lebih bijak pula. Untuk chap ini masih damai dan chap selanjutnya akan keluar konflik lagi.
Oh ya, mungkin upnya agak enggak stabil, karena kondisi kesehatan author yang kurang baik belakangan ini 🙏