REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
220. Kemenangan


__ADS_3

"Tidak ada kewajiban seperti itu, memang." Jawab Kasim Liu dengan tenang dan menatap kebawah seolah olah tidak perduli dengan martabat dari keponakan Kaisar.


Tapi, mungkin karena keluarga Kasim Liu sendiri berada di atas tingkatan keluarga Xu, bagaimana mungkin Kasim Liu menunduk dan memperlakukan Xu Shu Rui dengan baik baik ?


Itu bukan tindakan yang aneh, selama Kaisar tidak menentang maka Xu Shu Rui hanya bisa menanggung semua penghinaan ini dalam diam sementara dia sendiri disini tidak memiliki kemampuan yang cukup ataupun kuasa yang cukup.


Xu Shu Rui ini cukup menyedihkan tapi tidak bisa menyalahkannya juga, bagaimanapun Xu Shu Rui sendiri yang telah mencari cara untuk menghancurkannya melalui tangan Kaisar.


Maka, Chang Rui akan membiarkan hal itu berbalik pada dirinya sendiri dan membuat caranya menggigit dirinya sendiri.


Chang Rui tidak akan bertingkah laku tidak masuk akal pada orang yang memiliki akal sehat. Tapi, jika memang Xu Shu Rui tidak bersahabat maka Chang Rui terpaksa untuk membalasnya dengan sama tidak bersahabat nya.


Chang Rui adalah tipe orang yang mengembalikan apa yang diterimanya dari orang lain, jadi jika orang memberikannya hal baik maka dia akan mengembalikan hal baik.


Tapi, jika orang memberikannya hal buruk maka dia akan mengembalikan hal buruk tersebut kepada orang yang memberikan hal tersebut padanya.


Itulah yang disebut dengan sikap tidak ingin berhutang budi, mengembalikan semua yang telah diterima dari orang lain, bukankah Chang Rui melakukannya dengan baik pada saat ini ?


"Bagaimana menurutmu Tuan Muda Xu ? Aku mendengar bahwa Tuan Muda Xu adalah salah satu putra kesayangan Tuan Xu saat ini, ibumu pasti sangat bangga dengan pencapaian ini. " Ucap Chang Rui dengan senyum miring.


"Beruntunglah kamu bahwa kamu diangkat sebagai seorang putra, jika tidak maka kamu seharusnya hidup dijalan dengan terlantar. Kamu harus tahu, bahwa di atas dirimu masih banyak orang lain yang jauh lebih berharga dan berbakat." Lanjut Chang Rui.


Tuan Xu yang sedari tadi duduk di pinggir lapangan langsung berdiri dan menunjuk Chang Rui dengan penuh amarah.

__ADS_1


"Jaga kata katamu ! Aku Xu Yue, adalah orang yang bertanggung jawab ! Semua yang telah aku perbuat pasti akan aku pertanggung jawabkan. " Ucap Xu Yue tanpa tahu malu sementara anak haramnya tersebar dimana mana.


Chang Rui tidak emosi ataupun terburu buru dan menatap Xu Yue dengan tatapan menyelidik.


"Aku menebak bahwa ini adalah Tuan Xu, Tuan Xu tidak perlu begitu marah bagaimanapun Tuan Xu selalu sibuk untuk mengurusi area pertambangan , jadi aku hanya membantu Tuan Xu untuk mendidik putramu yang bertindak layaknya kuda liar ini. " Ucap Chang Rui dengan penuh makna.


Ekspresi wajah Xu Yue langsung berubah dan menatap Chang Rui dengan tatapan membunuh, tapi siapa yang benar benar perduli dengan gertakan kecil semacam itu ? Chang Rui dapat menemukannya dimana mana.


Dia sudah lama hidup di tengah dunia persilatan bukan baru satu atau dua tahun, eh tidak. Dia baru satu atau dua tahun jika mengingat di dunia ini.


Tapi, jika di kehidupan sebelumnya maka sudah lebih dari 8 tahun dia telah belajar seni bela diri.


Kadang kadang, yang paling susah saat pelajaran seni bela diri bukankah langkah atau gerakannya melainkan kesulitannya berasal dari cara untuk menahan diri agar tidak memukul orang awam.


Xu Yue dikatakan hanya mengurus pertanian dan tidak pernah mengurus pertambangan tapi itu semua hanya kata kata semata sementara aslinya, Xu Yue sendiri diam diam campur tangan dalam pasar gelap pertambangan.


"Ah aku lupa, Tuan Xu adalah seorang ahli pertanian. Mohon maaf atas kesalahan ingatanku yang bertindak seperti orang tua ini." Ucap Chang Rui dengan senyum santai seolah olah tidak takut bahwa Xu Yue akan mengirim orang untuk membunuhnya.


"Tuan ini membuat orang orang salah paham denganku. " Ucap Xu Yue sambil tertawa dengan paksa.


"Tentu saja, jangan salah paham dengan Tuan Xu. Ini hanya murni kesalahan pengucapan. " Ucap Chang Rui dengan ketenangan tidak masuk akal.


Xu Shu Rui sendiri sangat takut dengan ayahnya dan ketika melihat ada seseorang yang begitu berani melawan ayahnya membuat Xu Shu Rui entah kenapa mendapatkan sedikit rasa hormat untuk Chang Rui.

__ADS_1


Bagaimanapun, berulang kali Xu Yue menghina Xu Shu Rui sebagai pewaris cabang dan terus menerus merendahkan Xu Shu Rui di hadapan orang orang.


Selama ini, Xu Shu Rui hanya menahan diri agar menahan semua hinaan ini tapi pada akhirnya Xu Shu Rui tidak bisa menahannya lagi ketika melihat Chang Rui menghina ayahnya secara diam diam, Xu Shu Rui mendukung tindakan Chang Rui dan kebenciannya pada Chang Rui pun berkurang drastis.


"Yang mulia bisa menjadi saksi bahwa setiap generasi dari keluarga kami sangat bersih dan jujur, bahkan dari anak yang baru saja lahir sampai tetua. Tidak ada satupun dari kami yang berani untuk sedikitpun tidak setia pada Yang Mulia. " Ucap Xu Yue dan tidak melupakan untuk menjilat Yu Lian sampai habis.


"Kata kata dari Tuan Xu sangat indah, kamu pastinya orang yang romantis dan terpelajar. " sindir Chang Rui pada Xu Yue.


Kata kata Chang Rui selalu on point dan menusuk tepat dititik sakit musuhnya, memang itulah Chang Rui.


Jika sikapnya tidak seperti itu maka jangan dipercaya karena itu pastilah bukan Chang Rui, Chang Rui yang asli tidak akan pernah takut untuk menyinggung orang lain bahkan jika orang itu adalah seorang Kaisar.


"Lanjutkan pertandingan, jika tidak maka kalian berdua akan di diskualifikasi. " Ucap Kasim Liu dengan tenang menyela kata kata dari Xu Yue.


Xu Yue jelas jelas kesal dengan tingkah laku dari Kasim Liu, tapi apa yang bisa di katakan nya ? Yang Mulia tampaknya sangat menyayangi Kasim Liu bagaikan putranya sendiri.


Karena sudah ditegur seperti itu maka mereka terpaksa bertarung lagi, lebih tepatnya hanya Xu Shu Rui yang terpaksa karena Xu Shu Rui tahu bahwa dia tidak akan menang dari Chang Rui dalam aspek ini, benar benar membuatnya sedih tapi apa boleh buat ?


Qin Ming seorang murid jenius, dapat ditundukkan hanya dengan beberapa jurus kecil. Lebih tepatnya karena Qin Ming kurang pengalaman sehingga tidak mampu memberikan serangan terbaiknya.


Memang benar bahwa ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik, sehingga Qin Ming masih membutuhkan pengalaman untuk menjadi seorang seniman bela diri sejati sementara Xu Shu Rui sendiri memiliki belenggu di dalam hatinya yang menjadi penghalang bagi kemajuan seni bela dirinya.


Chang Rui tidak ingin menunda ini lebih lama sebelum akhirnya menjulurkan kaki kanannya dan menendang dada Xu Shu Rui, suaranya sangat besar tapi sebenarnya tidak sekuat itu.

__ADS_1


__ADS_2