
"Tunggu sebentar ! Aku ingin kamu memberikan pajak setiap tahun 50 persen kepada Istana. " Ucap Yu Lian.
Chang Rui yang mendengar ini tertawa ringan lalu menatap ke arah Yu Lian dengan tatapan dingin.
"Ayahanda, bagaimana jika semua ini tersebar kepada semua orang ? Apa reaksi orang orang , Ayahanda kamu sudah memimpin selama berpuluh puluh tahun di Istana ini, kamu pasti tahu apa akibatnya. " Ucap Chang Rui dengan lembut.
Walaupun dia mengatakan semua ini dengan hati hati dan lembut tapi entah kenapa Yu Lian masih saja merasa terancam, dia seharusnya tidak perlu takut dengan ancaman dari anak perempuan yang tidak pernah dia anggap.
"Hal ini tidak akan tersebar selama kamu tidak mengatakannya. " Ucap Yu Lian.
Chang Rui tersenyum dingin dan tidak menanggapi hal ini lalu menatap ke sebuah peti yang diberikan.
"Daripada mengorbankan rakyat untuk kepentingan sesaat, Cheng Qing lebih memilih untuk mencari sumber dana dari tempat lain. " Ucap Chang Rui dengan tegas.
Kata katanya lantang dan jelas, mustahil bahwa orang di luar Aula untuk tidak mendengarkan setiap kata demi kata yang diucapkannya.
"Bagaimana ini bisa dianggap dengan kepentingan sesaat ? Jika kamu tidak berhasil mencari dana dan membiarkan rakyat Kota Wu kesulitan maka kamu yang akan menjadi kambing hitam nya. " Ucap Yu Lian dan menganggap bahwa Chang Rui akan terpojok.
Yu Lian tidak pernah tahu bahwa 3,5 juta Tael yang akan diberikannya pada Chang Rui sebenarnya tidak memberikan pengaruh apapun apabila Chang Rui mendapatkannya atau tidak.
Yu Lian telah memandang dirinya sendiri terlalu tinggi dan serakah, bahkan terhadap kekayaan sebuah Kota yang berada di ambang kehancuran.
"Hamba ini tidak memiliki masalah apabila harus menanggung dosa tersebut daripada memberi derita yang lebih besar kepada mereka di masa depan !"Seru Chang Rui dengan lantang.
"Kau ! " Ucap Yu Lian dengan darah tinggi ketika melihat kekeras kepalaan milik Chang Rui.
"Hamba ini tidak sopan, tapi tidak takut mati ketika harus membela kebenaran. Hamba ini merasa bahwa apa yang telah aku lakukan sesuai dengan kata kata yang ditulis oleh orang Suci. " Ucap Chang Rui menekan Yu Lian.
Dengan kata katanya yang manipulatif membuat orang orang akan berpikir bahwa Yu Lian penjahat utamanya disini.
"Kalau begitu bukankah aku yang menjadi orang jahatnya ?!" Tanya Yu Lian dengan murka.
__ADS_1
"Hamba ini tidak berani untuk menuduh Yang Mulia ! Hamba ini hanya berpikir dan menjalankan setiap langkah seperti utusan langit. " Ucap Chang Rui dengan tenang.
Setelah menebarkan jaring maka harus menunggu sebentar sebelum akhirnya mengangkat jaring.
Semakin sabar maka semakin banyak ikan yang masuk kedalam jaring, pada saat ini Chang Rui telah menebarkan jaring.
Hanya perlu menunggu ikan masuk kedalam jarinya. Chang Rui mengamati setiap ekspresi di wajah Yu Lian yang tampak sangat masam.
"Yang Mulia, bagaimana jika hamba ini menawarkan hal yang lain. Sebagai gantinya, kami siap untuk menjadi garda terdepan dari serangan orang bar bar. " Ucap Chang Rui dengan tenang.
Jika dia mengatakan ini dan Yu Lian setuju maka Kota Wu benar benar akan menjadi sebuah Pangkalan Militer.
Selama dia bisa mengambil kendali maka dia akan bisa memerintah sebagian besar prajurit yang dikirimkan kesana.
"Lalu, bagaimana dengan misi yang aku berikan padamu ?" Tanya Yu Lian.
"Yang Mulia tenang saja, aku akan bisa menangani keduanya dengan baik. " Ucap Chang Rui dengan percaya diri sementara Yu Lian hanya tertawa meremehkan.
"Terima kasih atas kebaikan Yang Mulia. Hamba ini yakin bahwa Yang Mulia adalah orang yang bijak. " Ucap Chang Rui dengan seringaian.
Selama gerbang lain di dekat Kota Wu ditutup, maka orang orang hanya bisa melewati Kota Wu untuk pergi ke Ibukota.
Karena Kota Wu berada di Selatan Ibukota maka gerbang lain di bagian selatan akan di tutup. Selama bisa menjadi tempat singgah para pedagang dari tempat yang jauh maka Kota Wu akan menjadi Kota yang hidup.
Chang Rui telah memikirkan semua ini dengan sangat baik, orang orang dari Ibukota lebih senang memegang luas daripada pedang.
Sehingga jika mendengar serangan maka hati mereka akan gelisah, karena dirinya bersedia menjadi dinding penghambat di Selatan maka dia akan bisa membuat orang orang Ibukota merasa lebih tenang dan aman.
Chang Rui merasa bahwa tawarannya kali ini telah menguntungkan kedua belah pihak pertukaran, tidak ada yang di rugikan dari hal ini.
"Untuk tidak mencolok, maka aku sebaiknya prajurit dikirimkan 200 orang setiap harinya. " Ucap Chang Rui dengan senyum tipis.
__ADS_1
"Baik. " Ucap Yu Lian.
Chang Rui berjalan keluar dan sebuah kereta kuda mewah telah disiapkan untuknya, orang orang Istana tampaknya sangat antusias ketika mendengarnya akan pulang.
Kereta kudanya tidak langsung berjalan melainkan menunggu 200 prajurit untuk berjalan bersama ke Kota Wu.
Chang Rui duduk di dalam keheningan sementara kereta kuda terus berjalan, di depannya ada tiga peti yang berisikan uang.
"Tunggu sebentar. " Ucap Chang Rui yang sejak tadi diam.
Kereta kuda dihentikan dan Chang Rui turun dari kereta kuda.
"Bawa semua uang ini ke toko persenjataan dan beli sebanyak yang kalian bisa dengan uang ini. " Ucap Chang Rui dengan datar.
"Kemana Tuan Putri akan pergi ?" Tanya salah satu pengawal.
"Aku akan segera kembali, tidak perlu khawatir. Oh ya, aku ingin sekitar 20 orang mengikutiku. " Ucap Chang Rui.
Lalu dengan dua puluh orang, dia pergi ke penginapan untuk menemui Cuiyun dan Lan Qing.
"Bawa peti peti itu ke kereta kuda. " Perintah Chang Rui.
Dan harta benda yang dia dapatkan dari kediaman Lan langsung dibawa ke kereta kuda, karena terlalu banyak yang dibawa maka dia terpaksa membeli 2 kereta kuda lainnya dan 4 kuda jantan.
Setelahnya menjadi lancar dan di dalam kereta, duduklah mereka bertiga dalam keheningan. Lebih tepatnya karena Chang Rui lelah jadi dia hanya diam.
"Bagaimana dengan tanggapan Yang Mulia ?" Tanya Cuiyun membuka suara.
"Awalnya dia ingin setengah dari pajak tahunan Kota Wu tapi aku menolak, jika aku setuju. Maka, bagaimana dengan biaya pembangunan Kota Wu atau jika terkena wabah atau bahkan bencana alam, bagaimana aku bisa menangani hal ini ? " Tanya Chang Rui dengan helaan nafas.
"Jadi bagaimana Nona bisa meminta nya untuk memberikan ini ?" Tanya Cuiyun.
__ADS_1
"Menjadi tembok hidup untuk Ibukota. "