
Pada akhirnya setelah bertarung lebih dari 300 pukulan di langit, mereka berdua pada akhirnya memilih untuk mundur dan Chang Rui juga menyadari bahwa tujuannya sudah tercapai.
Siapa yang menyangka bahwa dia berhasil untuk menahan Zhang Nie begitu lama, keduanya saling menatap dengan sinis tapi tidak mengangkat senjata lagi.
Chang Rui mendarat dan sayapnya perlahan menyusut sampai akhirnya menjadi tiada. Chang Rui disambut oleh Bing Fanrui dan Lin Junya.
Keduanya tampak sangat kelelahan sementara yang Prajurit lain juga tampak luka luka.
"Rencana yang kamu buat benar benar bagus, kamu telah bekerja keras untuk menahan Zhang Nie. " Puji Lin Junya.
"Tidak juga, kalian juga sudah bekerja keras. Terima kasih karena telah mau berkoordinasi bersama. " Ucap Chang Rui dengan sopan dan menundukkan kepalanya.
"Semuanya sudah melakukan hal yang baik !" Ucap Bing Fanrui menyemangati semuanya.
Chang Rui meminta kedua Dewi itu untuk mendekat padanya dan Chang Rui memukul kedua punggung Dewi itu.
Keduanya terkejut sebelum akhirnya merasakan aliran kekuatan penyembuhan dari Chang Rui.
"Jika kamu menggunakannya sekarang, bukankah kekuatanmu akan dengan cepat habis ?" Tanya Lin Junya dengan bisik bisik.
"Tidak akan, dengan disini memiliki kekuatan Yin yang pekat seperti ini maka kekuatanku akan cepat pulih. Aku mungkin akan meminta bantuan kalian setelah ini untuk mengobati banyak orang karena aku tidak akan mampu untuk mengobati semuanya sekaligus. " Jawab Chang Rui.
Keduanya mengangguk dan rasa lelah yang sebelumnya mereka rasakan telah menguap ke udara hampa.
Pada saat ini Chang Rui telah berubah dari Dewi Bulan menjadi Dewi Pengobatan sementara disisi lain, Nangong Li yang sedang maju ke depan bersama dengan Dewa Api dan Dewa Kehidupan.
Mereka melawan Iblis Keserakahan, itu tidak kalah dari Zhang Nie. Jadi mereka memiliki tujuh Iblis utama, yaitu Iblis Nafsu, Iblis Keserakahan, Iblis Malas, Iblis Iri, Iblis Kemarahan, Iblis Kesombongan, dan Iblis Kerakusan.
Itu diluar Raja Iblis, jadi bisa dikatakan pada saat ini ada sembilan petinggi Iblis yang akan mereka hadapi.
Hanya saja melawan para petinggi Iblis ini saja membuat mereka kesulitan apalagi melawan Raja Iblis.
Disisi lain juga ada Huang Lingyi bersama dengan Dewa Tanah dan Dewi Bintang, mereka melawan Iblis Kemarahan.
Mereka tampaknya bisa mengendalikan situasi, sejauh ini masih menunjukkan ketenangan dan belum menunjukkan situasi diluar kendali mereka.
Masing masing dari mereka berusaha yang terbaik untuk memenangkan pertandingan kali ini, karena ini menentukan siapa yang akan menjadi Raja.
Yang menang akan dicatat dalam sejarah sementara yang kalah, akan diingat sebagai pecundang selamanya.
Di tempat Dewi Air bersama dengan Dewa Embun dan Dewa Arah Mata Angin melawan Iblis Kemalasan.
Masing masing hanya melawan Satu petinggi Iblis, Chang Rui tidak bisa membayangkan jika mereka datang bertiga atau berdua maka ini akan diluar rencananya.
Chang Rui berharap bahwa tidak akan ada pasukan tambahan sementara di dunia fana sendiri sama sekali tidak damai.
__ADS_1
Sejak Chang Jian Ming sampai di Kota Wu, Kota Wu mulai dikepung oleh Pasukan orang bar bar. Mererka bertarung dengan keras selama tiga hari tiga malam.
Mereka benar benar bekerja keras, Chang Jian Ming sendiri mengangkat kembali pedangnya yang sudah lama dipajang saja.
Dia kembali lagi seperti dia masih muda dan berlatih dengan Ayahnya, Chang Jian Ming agak kaku tapi itu tidak buruk.
Melihat Chang Jian Ming angkat pedang tentu saja Fang Huai Li tidak tinggal diam , dia juga mengangkat panahnya yang sudah lama tergeletak.
Dia pernah berjanji untuk tidak mengangkat senjata lagi, siapa yang menyangka bahwa ini akan berubah.
Jika situasi sudah mendesak seperti ini maka tidak akan ada pilihan lain, tidak ada gunanya tetap berkeras pada janjinya di masa lalu.
Semuanya demi putrinya yang tercinta selama mereka berhasil memukul mundur pasukan, maka tidak ada cara lain selain mengangkat senjata kembali.
Di Dinasti Qing yang jauh sendiri, Long Yu sedang berjaga dengan serius bersama dengan pasukannya yang dilatih.
Nangong Xiu sendiri di datangi oleh seorang pria aneh dengan jubah hitam yang menutupi kepalanya.
"Aku mendengar bahwa kamu ingin mengendalikan semua bawahanmu yang tidak setia ?" Tanya pria asing itu.
"Siapa kamu ?" Tanya Nangong Xiu dengan waspada.
"Tidak perduli siapa aku hanya saja aku adalah orang yang bisa membantumu dengan tulus. Apakah kamu tahu bahwa sebenarnya pamanmu adalah seorang Dewa ? Dia adalah Dewa Perang dan kamu tidak tahu bukan ? Dia tidak ingin memberitahukannya padamu. " Ucap Pria asing itu.
"Apakah kamu gila ? Itu tidak mungkin. " Ucap Nangong Xiu.
"Apakah kamu pernah melihatnya belakangan ini ? Dia adalah seorang Dewa yang bisa membantumu tapi dia memilih tetap diam ditengah kesulitanmu sementara aku bersedia untuk membantumu mendapatkan semuanya asalkan kamu bisa setia padaku. "Ucap pria asing itu.
"Jika pamanku adalah Dewa maka apakah kamu adalah Iblis ?" Tanya Nangong Xiu dengan tatapan tajam.
"Betapa pandainya, aku senang dengan pria muda yang pandai. Tapi itu hanyalah julukan, aku benar benar orang yang baik. " Jawab pria asing itu.
Nangong Xiu tertawa meremehkan dan tampak tidak tertarik.
"Aku memang ambisius terhadap kekuasaan ku tapi aku tidak bodoh jika kamu bisa membantumu maka permintaanmu pasti besar dan jika kamu ingin aku menjadi antek antek mu maka kamu memilih orang yang salah, aku lebih baik mati dibandingkan tunduk pada orang lain. " Ucap Nangong Xiu.
"Kamu harus mempertimbangkannya dengan hati hati, dia membohongi mu dan untuk apa kamu tetap setia pada pamanmu ? Dia hanya berusaha untuk memanipulasi mu. " Ucap pria asing itu.
"Jika harus memikirkannya dengan hati hati maka yang lebih sesuai dengan kata kata itu adalah kamu, pamanmu hanya ingin aku menghadapi tantangannya sendiri dan aku mencintai tantangan itu. Karena itu membangun kebanggaan dalam diriku, untuk apa aku mendapatkan semua kekuasaan itu jika itu hanya untuk dimanfaatkan oleh orang lain ?" Tanya Nangong Xiu.
Nangong Xiu duduk di atas tahktanya dengan bangga dan menunjukkan kharisma yang luar biasa walaupun dia masih muda, Nangong Xiu benar benar berada diluar dugaan semua orang.
"Karena pamanku memilih untuk melawan mu maka aku akan melakukan hal yang sama, jangan mencoba untuk menghasut ku melawan pamanku sendiri ! Karena pamanku adalah tolak ukur dari segala tindakanku, jika dia adalah Dewa maka aku akan semakin memujanya. " Ucap Nangong Xiu.
Disisi lain, Nangong Li beberapa kali bersin entah karena apa. Nangong Li benar benar merasa bahwa hidungnya gatal.
__ADS_1
"Apakah ada orang yang sedang membicarakanku ?" Tanya Nangong Li.
Ditempat Chang Rui, sebagai Dewi Pengobatan maka dia harus mengobati semua orang. Dia berusaha semampunya untuk mengembalikan anggota tubuh yang hilang.
Sementara luka luka ringan akan diobati oleh Bing Fanrui bersama dengan Lin Junya, Chang Rui menyadari bahwa mereka tidak memakan terlalu banyak korban hanya saja ada yang aneh karena para prajuritnya seolah olah telah kehilangan moral.
Mereka tampaknya terpukul dengan perbedaan kekuatan di antara keduanya , Chang Rui dapat menebaknya dengan mudah ketika melihat tatapan kosong yang diberikan oleh mereka.
Chang Rui tidak bisa menyalahkan mereka juga sebagaimana mereka selama ini telah terlalu lama bersantai dan menikmati kehidupan.
Bernyanyi dan menari, berpuisi, beradu syair syair yang indah, tidak heran bahwa mereka lebih senang memegang kuas alih alih senjata.
Chang Rui berdiri dan menatap ke arah mereka semua lalu menepuk tangannya untuk meminta atensi dari berbagai orang disini.
"Aku akan menyampaikan satu hal kepada kalian, aku tahu bahwa kita kalah dari mereka dalam segi jumlah tapi apakah kita kalah dari segi kekuatan ? Tentu saja tidak bukan ?! Kita memiliki banyak pengalaman dengan prestasi turun temurun yang cemerlang, kita harus bertarung dengan keras bukan hanya untuk mempertahankan prestasi cemerlang leluhur kita, melainkan untuk mempertahankan apa yang telah kita miliki ! Kita mempertahankan tempat tinggal dan harga diri kita !" Seru Chang Rui.
"Kita sebagai orang dengan kekuatan khusus yang di anugerahkan, bertugas untuk berjuang sampai mati demi kedamaian dunia. Bahkan jika meninggal di medan perang maka itu tidak memalukan, itu adalah kematian yang terhormat ! Kita memiliki jiwa pejuang dalam diri kita !" Seru Chang Rui lagi.
Orang orang mulai menyadari kesalahan mereka dan menyadari bahwa mereka harus bertarung sekuat tenaga untuk mempertahankan nyawa mereka, rumah mereka, keluarga mereka, dan harga diri mereka.
Selama ini mereka berpikir untuk apa bertarung ? Biarkan saja para Iblis untuk menyerang karena mereka tidak akan berani tapi setelah melihat serangan hari ini telah memukul kepercayaan diri mereka.
Chang Rui mengatakan ini untuk membangkitkan naluri petarung dalam diri mereka. Bahkan jika mereka adalah orang orang yang belum pernah bertarung maka selama mereka memiliki gairah pertarungan maka itu bukan masalah besar.
Chang Rui juga tidak pernah terlibat dengan peperangan besar seperti ini tapi dia percaya diri dengan kekuatannya sendiri.
Dia percaya bahwa dia bisa mengendalikan situasi dan mengembalikan kedamaian kepada dunia ini. Chang Rui ingin semuanya kembali ke bagaimana semestinya.
Ini bukan hanya masalah mempertahankan prestasi cemerlang yang telah diturunkan dari turun temurun melainkan masalah hidup atau mati mereka.
Jika mereka kalah maka tidak ada gunanya lagi bagi mereka untuk tetap bertahan karena mereka semua akan mati oleh pasukan Iblis.
Chang Rui berhasil meningkatkan kepercayaan diri para pasukannya dengan mengatakan tentang jiwa pejuang yang ada di dalam diri mereka.
Chang Rui merasa nostalgia dengan bagaimana cara ibunya memimpin pasukan dulu dengan gagah dan berani.
"Kamu benar benar hebat, karena kamu berhasil meningkatkan semangat para prajurit. Sebelumnya kami bingung bagaimana cara untuk meningkatkan semangat mereka, karena jika mereka terus menerus lesu seperti ini maka kita akan mengalami kekalahan cepat atau lambat. " Ucap Bing Fanrui.
"Aku hanya mengikuti cara yang ditinggalkan oleh ibuku, aku ingin menjadi seperti dirinya. Dia begitu hebat sampai sampai aku pikir aku tidak akan bisa mengejar prestasi gemilang nya. " Ucap Chang Rui sambil menunduk.
"Aku pernah mendengar tentang bagaimana betapa hebatnya ayah dan ibumu dulu , aku mendengarnya dari ayahku dan ibuku yang selalu bercerita dengan antusias karena mereka adalah tolak ukur bagi keluarga yang sempurna." Ucap Lin Junya dengan serius.
Chang Rui yang mendengarkan ini menundukkan kepalanya dan mengingat kenangan masa lalunya kala bersama ayah dan ibunya.
"Pasangan yang sempurna ya ? Itu benar benar hal yang nyata. " Gumam Chang Rui dengan suara yang sangat pelan sampai sampai hanya dia sendiri yang bisa mendengar gumamannya itu.
__ADS_1