
"Arghhh ! Kenapa sangat sakit ?" Tanya Chang Rui dengan lemah dan terus menerus mengeluh.
Sementara Centaur Huang sendiri yang menatap perubahan Chang Rui, dari berambut hitam menjadi berambut putih perak sama sepertinya dan warna matanya berubah menjadi merah masih menatap dengan tatapan tidak percaya.
"Dewi." Ucap Huang Xi.
Huang Xi langsung menekuk keempat kakinya dan menaruh tangan kanannya menyilang di depan dada.
Lalu memberi hormat kepada Chang Rui, bukan Chang Rui lebih tepatnya melainkan eksistensi yang berada di dalam tubuh Chang Rui.
"Kamu masih menjaga tempat ini ?" Tanya Chang Rui dengan tatapan mata yang kosong dan tajam.
"Menjawab Dewi, memang hamba ini masih menjaga disini dan tidak berani untuk melangkah keluar sedikitpun tanpa perintah dari Dewi. Dewi pada saat ini telah bereinkarnasi adalah berkat besar, aku akan segera menyampaikan hal ini kepada Kaisar Langit agar bisa membantu Dewi." Ucap Huang Xi dengan kegembiraan yang tidak bisa ditahan.
"Jangan, jangan pergi. Pada saat ini aku tidak ingin ada orang lain tahu selain kamu bahwa aku merupakan takdir tersembunyi gadis ini. " Ucap Chang Rui dengan dingin.
"Jika Dewi mengatakan seperti itu maka hamba ini pasti akan menurutinya, lebih baik mati daripada mengungkapkan kata kata yang dilarang oleh Dewi. " Balas Huang Xi dengan gagah berani.
"Pada saat ini, mungkin dalam beberapa bulan aku bisa kembali bangkit menjadi diriku lagi yang sebenarnya. Sebagaimana untuk menjadi diriku yang sebelumnya maka aku diperlukan untuk 3 kehidupan fana, selama tubuh ini meninggal sekali lagi maka aku akan mendapatkan wujud abadi ku. " Ucap Chang Rui.
"Lalu, bagaimana dengan gadis ini ?" Tanya Huang Xi dengan bingung.
"Gadis ini masihlah dirinya sementara aku adalah dirinya dan sebenarnya aku dan dia adalah orang yang sama. " Jawab Chang Rui.
"Hamba ini mengerti, karena begitu maka hamba ini akan menunggu dengan sabar akan kedatangan Dewi dan sebentar lagi Dewa Perang yang baru akan dipilih. " Ucap Huang Xi.
__ADS_1
"Siapa yang akan naik menjadi Dewa Perang ?" Tanya Chang Rui.
"Yang menjadi Dewa Perang adalah seorang Dewa yang memiliki kemampuan yang cakap dan tampan, dia telah memenangkan beberapa pertarungan melawan Iblis baru baru ini. " Ucap Huang Xi.
"Benarkah ? Apakah masih ada orang yang layak untuk di anggap sebagai Dewa Perang selain Zhuang Yi pada saat itu ? Aku benar benar meremehkan mereka pada saat ini. " Balas Chang Rui dengan tawa meremehkan.
"Bagi orang orang seperti Kaisar Langit, nyawa beberapa Dewa tidak lah penting selama dia bisa mencapai keinginannya. Orang orang yang bisa hidup lebih lama disebut Dewa atau Dewi tapi pada akhirnya mereka masihlah manusia yang memiliki perasaan dan mengalami sakit. " Lanjut Chang Rui dengan senyum tipis.
"Dikatakan bahwa Iblis telah merajalela pada saat ini dan menganggu banyak orang. " Ucap Huang Xi.
"Menurutku, aku memiliki seseorang yang aku anggap layak untuk menjadi seorang Dewa Perang yang baru, selain orang ini aku pikir tidak ada yang layak lagi. " Balas Chang Rui.
"Siapa orang itu ?" Tanya Huang Xi.
"Kamu akan tahu sendiri dan kamu akan melihat bagaimana cara takdir berjalan, aku tidak bisa terlalu banyak mengatakan hal ini padamu, terutama karena tubuh gadis ini tidak kuat untuk menampung kekuatanku. Kamu harus memantau orang yang akan naik menjadi Dewa Perang, aku menantikan kerja kerasmu. " Ucap Chang Rui sebelum akhirnya pingsan.
Setelah beberapa waktu kemudian, Chang Rui tersadar dari tidur lelapnya dan menyadari bahwa dia berada di dekat semak semak.
Chang Rui langsung duduk untuk melihat lihat sekitarnya, Chang Rui tidak mampu mengingat apa yang telah membuatnya sampai ke sini.
Dia mengingat bahwa ketika dia masuk ke dalam pintu dimensi, semuanya menjadi gelap dan sekarang dia baru bangun.
Apakah ini adalah hal yang normal ? Chang Rui selalu merasakan bahwa ada yang telah dia lupakan selama ini, tapi tidak tahu apa yang sebenarnya dia lupakan.
Chang Rui berdiri dari tempatnya dan meraba tubuhnya sendiri untuk memastikan bahwa tidak ada yang hilang dari tubuhnya.
__ADS_1
Tidak ada yang berubah dari tubuhnya dan Chang Rui secara tidak sengaja melihat sehelai rambut panjang berwarna putih perak di pakaiannya.
"Apa ini ? Siapa yang memiliki rambut putih perak seperti ini ?" Tanya Chang Rui dengan terkejut dan memutuskan untuk menyimpan barang bukti ini.
Chang Rui menemukan bahwa masih ada pedang pendek kesayangannya dan dia bersyukur bahwa semua itu tidak sia sia.
"Hanya memiliki satu jam lagi ?" Tanya Chang Rui dengan terkejut ketika melihat pelat namanya.
Disana hanya tertulis satu yang berarti bahwa dia hanya memiliki satu jam lagi yang tersisa.
"Sialan, aku tidak boleh kalah dalam babak pertama ini jika tidak maka itu akan memalukan bagi diriku. " Ucap Chang Rui dengan penuh keluhan.
Chang Rui pertama kali bertemu dengan sebuah monster , yaitu kelinci berkaki tiga. Chang Rui mengerutkan dahinya, bagaimana monsternya bisa begitu lucu.
Tapi, detik berikutnya Chang Rui mencabut kata katanya lagi mengingat bahwa kelinci ini langsung mengeluarkan taringnya dan menerjang ke arahnya dengan kejam.
Chang Rui reflek melemparkan pisau kecil di pinggangnya dan kelinci itu jatuh ke tanah dengan menyedihkan sambil mengeluarkan raungan kecil yang akan membuat siapapun merasa kasihan.
"Jangan salahkan aku, semula aku tidak ingin memburu mu dan mencari yang lain tapi kamu begitu agresif dan memutuskan untuk mencari masalah denganku." Ucap Chang Rui dengan bibir yang cemberut.
Lalu, tidak lama terdengar suara kresek kresek di pinggir semak semak sebelum akhirnya tanpa di duga duga muncul puluhan kelinci yang sama dengan kelinci yang di bunuhnya tadi.
Chang Rui benar benar bingung dengan hal ini, apakah mungkin raungan terakhir dari kelinci tadi adalah permintaan bantuan ? Chang Rui merasa bahwa alam mungkin telah memberikan jalan padanya, dia tidak perlu melakukan pencarian lagi pada saat ini dan dia akan mendapatkan banyak inti monster sekaligus pada saat ini.
"Karena kalian mencoba untuk menindas ku. Maka jangan salahkan aku karena bertindak kejam pada kalian semua, mahkluk mahkluk kecil yang lucu. " Ucap Chang Rui dengan geram.
__ADS_1
Mereka ramai ramai mengeluarkan raungan dan Chang Rui tiba tiba merasa bahwa dia mendapatkan firasat buruk tentang hal ini. Apakah mereka benar benar hanya meraung atau membawa kelinci lain untuk datang dan menyerangnya bersama ? Chang Rui benar benar merasa bingung akan hal ini.