
Chang Rui langsung terbangun dengan keringat yang mengalir deras di dahinya, Chang Rui terduduk dengan dada yang bergerak naik turun.
Chang Rui menyeka keringat di dahinya dan menyadari bahwa seluruh tubuhnya telah berubah menjadi lautan keringat.
"Untuk siapa aku berjuang sekeras itu ?" Tanya Chang Rui dengan tatapan putus asa.
Dia benar benar tidak tahu apakah itu hanya mimpi atau sebenarnya pernah terjadi tapi dia melupakannya.
Alasan kenapa Chang Rui merasa ragu bahwa itu adalah salah satu ingatannya adalah karena dia selalu merasa bahwa ada potongan puzzle kosong dikepalanya.
"Kenapa aku melupakannya ? Kenapa aku tidak bisa mengingat tentang padang pasir itu sedikitpun ?" Tanya Chang Rui lagi.
Tiba tiba, Chang Rui mengingat tentang Nangong Li. Nangong Li selalu memandangnya dengan cara yang berbeda seolah olah mereka pernah bertemu satu sama lain.
Lalu, pertemuan di bawah bulan itu...... itu agak aneh sebenarnya. Nangong Li mengetahui kesukaannya dan setiap kebiasaannya.
Apakah jika dia mendatangi Nangong Li maka dia akan bisa menemukan petunjuk untuk kondisinya saat ini ?
Apakah dia benar benar harus mencari pria itu ? Chang Rui merasa bahwa harinya menjadi agak kosong setelah kepergian Nangong Li.
Tapi, Chang Rui tahu bahwa mereka bertemu karena kebetulan , bagaimana mereka bisa bersama selamanya ?
Chang Rui membuka jendela sedikit dan menyadari bahwa ini sepertinya adalah pukul 5 pagi, dilihat dari embun dan cuaca yang masih sangat sejuk.
Chang Rui berjalan keluar dengan mata yang sembab karena kurang tidur, dia tidur tidak nyenyak tampaknya karena mimpi buruk.
"Nona sudah bangun ? Aku baru saja bangun dan ingin menyiapkan makanan untuk Nona lalu pergi membangunkan Nona. " Ucap Cuiyun.
"Ya, aku terbangun dan sulit untuk tidur kembali." Ucap Chang Rui dengan alasan.
"Mata Nona tampak sembab, ini tidak akan baik untuk penobatan mu. " Keluh Cuiyun dengan sedih ketika melihat kondisi wajah Chang Rui yang seperti tidak tidur selama 2 hari.
"Tidak apa apa, kamu kan pandai dalam merias orang lain bukan ?" Tanya Chang Rui dengan tenang.
__ADS_1
"Aku takut bahwa itu tidak akan sesuai dengan ekspektasi Nona. " Ucap Cuiyun dengan ragu dan tidak percaya diri.
"Kemampuan mu dalam merias tidak perlu diragukan lagi, jika kamu mengatakan bahwa kamu tidak pandai maka aku akan menganggap bahwa kamu tidak ingin merias ku. " Ucap Chang Rui pura pura merajuk.
Wajah Cuiyun langsung berubah menjadi panik dan berusaha untuk menghibur Chang Rui yang akan menangis.
"Jangan, jangan menangis, aku akan merias Nona. Bukan seperti itu maksud ku, Nona jangan salah paham. " Mohon Cuiyun.
"Baiklah ! Kamu yang akan merias ku, aku akan senang dan bersemangat !" Seru Chang Rui.
Chang Rui sebenarnya bisa merias dirinya sendiri tapi Cuiyun lebih akrab dengan riasan orang orang disini.
Jika dia tampil dengan riasan modern maka akan menarik banyak orang, jadi Chang Rui meminta Cuiyun untuk merias nya.
Chang Rui tidak menggunakan terlalu banyak perhiasan, bukan karena dia tidak ingin melainkan karena dia tidak memilikinya sampai akhirnya pintu diketuk dan ada empat orang pelayan yang datang membawa gaun dengan pola awan ungu.
Yang melambangkan lambang Pengadilan Istana, setiap pejabat dibedakan menjadi tiga tingkat.
Disana ada begitu banyak Perhiasan, Chang Rui mengenakan gaun itu dengan megah dan rambutnya ditata dengan hati hati.
Chang Rui memilih sebuah perhiasan yang indah , itu adalah sebuah kalung giok dengan bandul terbuat dari giok besar dibagian tengah, ini benar benar indah ketika digunakan oleh Chang Rui.
Biasanya dia hanya menggunakan jepit rambut sederhana yang terbuat dari perak tapi hari ini berubah menjadi jepit rambut emas yang sangat besar dan memberatkan kepalanya sampai kepalanya sulit untuk berdiri.
Lalu dia menggunakan sebuah gelang emas yang indah dengan permata merah delima yang mengelilingi lengannya yang kecil.
Chang Rui memandang pantulan dirinya sendiri di depan kaca, di depannya terdapat wajah seseorang yang cantik luar biasa.
Tapi, sayangnya Chang Rui merasa asing dengan hal ini, merasa bahwa bayangan itu bukanlah dirinya.
"Nona, kamu sangat cantik dengan riasan ini, kamu harus lebih sering menggunakannya di masa depan. " Ucap Cuiyun dengan antusias.
Chang Rui tidak menjawab dan hanya tersenyum tipis, Chang Rui berdiri dibantu dua orang dan naik ke atas tandu yang telah disiapkan.
__ADS_1
Memang, orang yang diangkat atau akan menjadi pejabat boleh naik ke atas tandu sampai di depan Aula Kekaisaran, hanya untuk itu saja sekali.
Lebih dari itu maka akan mendapatkan sanksi dari Istana, ada empat orang pria yang mengangkat keempat sisi tandunya.
Chang Rui duduk diatas tandu dengan mata yang terpejam dan menunggu sampai ke Istana, sebenarnya ini adalah pengalaman yang baru.
Sebelumnya dia tidak pernah naik ke atas tandu yang diangkat oleh manusia , hanya pernah naik ke atas kereta kuda.
Sesampainya di depan Aula, tandunya diturunkan dengan sedikit kasar dan membuat Chang Rui terhenyak kedepan.
Chang Rui tiba tiba mengingat bahwa orang yang mengurus semua ini adalah Menteri Keluarga Kekaisaran.
Sejak lama sudah tidak senang dengan Yu Cheng Qing, tampaknya memang orang ini sudah memiliki dendam mendalam dengan Yu Cheng Qing.
Ada banyak menteri yang duduk di samping kanan dan kiri untuk menyambut penobatannya.
Di paling depan ada Kaisar yang duduk di atas Tahkta, Chang Rui berjalan dan memberikan hormat kepada Kaisar.
"Chang Rui memberikan hormat kepada Yang Mulia, semoga Yang Mulia panjang umur dan mendapatkan kelimpahan seluas lautan. " Ucap Chang Rui dengan lancar.
Tentu saja dia bukan seorang anak yang akan mengatakan kata kata sepele ini dengan terbata bata.
"Berdiri, ini adalah hari bahagia mu, Cheng Qing. " Ucap Kaisar sambil berdiri dan Chang Rui juga berdiri.
Semua orang berjalan masuk dan duduk di tempat mereka masing masing, masing masing dari mereka memandangnya tidak senang ketika menggunakan jubah Pengadilan Istana.
"Yu Cheng Qing, memberi hormat kepada Para Menteri Menteri dan Pejabat senior lain, di masa depan Yu Cheng Qing akan meminta pengajaran dari kalian semua. " Ucap Chang Rui sambil menundukkan kepalanya.
"Hari ini, adalah hari yang bagus, menurut peramal Istana, itu adalah hari yang indah. Hari ini, aku akan menobatkan Yu Cheng Qing, sebagai Walikota dari Kota Wu ! Mari bersulang untuk Yu Cheng Qing !" Titah Kaisar.
Chang Rui menerima cangkir yang ditawarkan dan mencelupkan jarinya sedikit yang menggunakan cincin perak.
Cincinnya tidak berubah warna berarti itu aman, dan sekarang dia telah resmi menjadi seorang Walikita dari Kota Wu.
__ADS_1