REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
147. Misi Selanjutnya


__ADS_3

Chang Rui pergi dari kota itu dengan rombongannya dan menatap pintu kota itu dengan tatapan rumit.


Di kota kecil ini, dia mendapat banyak pengalaman aneh yang tidak pernah terjadi di dalam hidupnya selama ini.


"Nangong Li, aku yakin kita akan bertemu lagi cepat atau lambat. " Ucap Chang Rui dengan perasaan yang rumit.


Chang Rui tidak tahu jenis perasaan apa yang di miliknya untuk Nangong Li, hanya tahu bahwa Nangong Li memiliki tempat khusus di hatinya pada saat ini.


Walaupun waktu pertemuan mereka tidak lama, tapi Chang Rui selalu merasa bahwa ada sesuatu dari dirinya yang terkait dengan Nangong Li.


Entah bagaimana, Chang Rui merasa nyaman dengan keberadaan Nangong Li. Mungkin juga karena Nangong Li telah menolongnya beberapa kali.


Chang Rui juga tidak bisa melupakan pertemuan mereka dimalam hari itu, Chang Rui benar benar menemukan sensasi yang belum pernah di temui nya di dalam kehidupan sebelumnya.


"Nona, kamu hanya melamun sejak tadi. " Ucap Cuiyun dengan khawatir.


"Tidak apa apa, aku hanya sedang memikirkan sesuatu. " Ucap Chang Rui yang duduk di kereta kuda.


Sementara Fu Jin Yang dan Jiu Qing mengendalikan kereta kuda, Chang Rui dan Cuiyun duduk di dalam dengan damai.


Misi selanjutnya adalah dia harus mengurus wabah parah di Kota Wu, wabah ini sudah memakan banyak korban.


Tapi sayangnya tidak ada yang ingin mengurusnya, karena Kota Wu bukanlah kota penting dan hanya merupakan kota kecil.


Yu Lian tidak peduli dengan kota kecil semacam ini , memang ada beberapa bantuan yang dikirimkan dari Istana untuk Kota Wu.


Hanya saja telah melewati beberapa tangan dan ketika sampai di Kota Wu, itu sudah bersih dan tidak menyisakan apapun.


Kota Wu saat ini sedang memiliki wabah yang memuncak, yaitu flu. Dimana orang yang menderita akan menderita batuk dan pilek yang parah.


Jika ada yang mendapat penyakit yang parah maka akan demam parah, sebenarnya ini bukan penyakit yang luar biasa parah.


Tapi, karena kurangnya pengobatan dan tingkat makanan yang tidak bergizi membuat itu menjadi wabah mematikan.

__ADS_1


Yu Lian mengirimnya kemari tanpa persiapan apapun pasti menginginkan dia untuk mati. Chang Rui mengeluarkan semua jumlah koin yang dia miliki.


Chang Rui lalu menghitungnya dan melihat berapa banyak uang yang masih dipegang olehnya.


"Masih dua ratus sebelas ribu Tael, ini seharusnya cukup untuk memberikan bantuan. " Ucap Chang Rui dengan pelan.


"Nona, jika untuk membantu seperti itu, bahkan jika Nona mengeluarkan sepuluh ribu Tael, itu sudah lebih dari cukup. " Balas Cuiyun dengan tenang.


"Masalahnya adalah, orang yang menerima bantuan ini. Itu adalah utusan Kekaisaran yang melakukan kesalahan kepada Mendiang Kaisar, karena dia adalah seorang Menteri dulunya dan memiliki banyak pengabdian pada Kekaisaran. "


"Maka Kaisar pada saat ini membebaskannya dari penjara dan mengasingkan nya di Kota Wu untuk mengabdikan diri pada Kekaisaran. Jika sudah seperti itu maka mustahil bagi orang untuk tidak memiliki dendam pada Istana. " Lanjut Cuiyun.


Cuiyun tidak menjelaskan secara spesifik tentang apa yang ingin di maksud olehnya , tapi Chang Rui telah mengerti apa yang akan dimaksud oleh Cuiyun.


Jika orang yang sudah di asingkan seperti itu maka sama saja dengan memberikan makan pada serigala liar.


Bisa dilihat bahwa Yu Lian ini agak bodoh dan pada saat ini dia panik dengan orang yang telah dilepaskannya ini sehingga mengirim Chang Rui ke Kota Wu untuk mengadu kekuatan.


Orang orang Kota Wu akan memandang bahwa Kekaisaran tidak memiliki belas kasih, sementara Kota Wu sendiri berbatasan dengan salah satu gerbang Ibukota.


Jika orang orang Kota Wu sudah habis kesabaran maka mereka akan mengamuk dan menyebarkannya kepada orang orang Ibukota.


Jadi, itulah niat dari menteri yang diasingkan tersebut, tentu saja itu adalah ide yang cemerlang, tapi Chang Rui tidak akan membiarkan itu terjadi !


Bagaimanapun, itu melibatkan begitu banyak nyawa, Chang Rui benci dengan orang yang seperti itu.


Bahkan, bisa jadi, menteri yang diasingkan itulah yang menyebarkan wabahnya. Sehingga semuanya akan berjalan seperti yang telah di perkirakan.


"Apa kesalahannya sampai sampai harus di penjara dan diasingkan ?" Tanya Chang Rui dengan penasaran.


"Dikatakan bahwa dia mengatakan sesuatu yang menyinggung tentang mendiang Kaisar demi membela Putra Mahkota yang pada saat ini menjadi Kaisar, yaitu ayah Nona. " Ucap Cuiyun dengan suara yang sangat rendah.


Menyebarkan sebuah fakta yang tidak di sebarkan oleh orang Kekaisaran bisa mendapatkan cambukan sampai mati.

__ADS_1


Cuiyun benar benar tidak berani untuk berkata dengan suara yang lantang.


Chang Rui yang mendengar ini mengerti tindakan yang diambil oleh menteri yang diasingkan ini, dia pasti mengira bahwa dirinya akan diselamatkan setelah Yu Lian di angkat.


Siapa yang menyangka bahwa Yu Lian akan melakukan hal yang tanggung, dengan mengasingkan orang ini ?


Yu Lian ini, bisa dikatakan sangat bodoh dan tidak bijak, tidak tahu bagaimana bisa menjadi seorang Kaisar.


Yu Lian ini tidak ingin menjadi orang yang begitu murah hati tapi juga tidak ingin menjadi orang yang begitu kejam, bukankah itu terlalu menjijikkan ?


Alhasil, dia hanya bisa membuat pekerjaan yang tidak bertanggung jawab seperti ini.


"Pada saat ini, kita harus menemui orang itu terlebih dahulu dan mengatakan padanya bahwa kita adalah orang Kekaisaran, aku ingin melihat apa reaksinya. " Ucap Chang Rui dengan tatapan tajam.


"Nona, bukankah itu tidak baik ?" Tanya Cuiyun dengan ragu ketika mendengar rencananya.


"Ada sebuah pepatah bahwa tempat yang tidak aman adalah yang paling aman. Kita harus melihat orang ini, apakah orang yang mengatakan dengan terus terang atau orang yang pandai menyembunyikan diri. Yang perlu kita lakukan adalah menjadi seseorang putri pemalas yang tidak bisa melakukan apapun, dengan begitu maka dia tidak akan menganggapku sebagai ancaman. " Ucap Chang Rui dengan senyum lebar.


Melihat berapa bahagia Nona nya, Cuiyun tidak dapat mengatakan apapun lagi. Chang Rui menganggap bahwa misi selanjutnya ini adalah petualangan yang seru.


Tapi, sesaat kemudian Chang Rui membeku dan menyentuh dadanya, pakaian disini memiliki saku dilipatan dada.


(Note : ada sebuah lipatan di pakaian tradisional Cina untuk menyimpan kertas atau benda benda kecil.)


Chang Rui langsung mencari kertas yang di tanda tangani oleh Hu Yi, takut bahwa itu akan menghilang.


Ternyata, kertas itu masih ada di dadanya dan masih dalam keadaan kering dan aman. Chang Rui pingsan semalam dan Chang Rui takut bahwa dia menjatuhkannya di tanah secara tidak sengaja.


Dengan begini maka misi pertamanya sudah diselesaikan walaupun terjadi banyak kendala dan memakan waktu yang cukup lama, paling tidak lebih lama daripada yang di perkirakan olehnya.


...----------------...


Note : Maaf ya belum bisa crazy up untuk saat ini tapi segera kok, karena author saat ini lagi kena flu jadi masih kurang fit. Mohon doa nya ya supaya cepat sembuh dan bisa langsung crazy up, terimakasih !

__ADS_1


__ADS_2