
Dinasti Qing benar benar mengerahkan kekuatan penuh mereka, semua orang bahu membahu untuk mencapai kemenangan.
Ini adalah peperangan terbesar yang ada di dalam sejarah, selama ini selalu ada orang yang menjadi pihak penengah tapi kali ini benar benar mengerahkan segala yang dimiliki.
Tidak ada satupun yang dibiarkan untuk hidup, sementara disisi lain bagian belakang pasukan musuh.
Terdapat orang orang Kota Wu yang bertindak layaknya seorang anonim, mereka membantu tanpa menyebutkan nama mereka.
Membuat mereka menjadi lebih ditakuti oleh lawan karena lawan tidak tahu sedalam apa kekuatan mereka.
Yang berdiri di garis paling depan adalah Cuiyun dengan busur panahnya, dia tidak memiliki fisik yang kuat tapi dia memiliki pandangan yang baik sehingga Chang Rui mengajarkan cara memanah yang baik pada Cuiyun.
Karena Chang Rui ingin setiap bawahannya paling tidak memiliki kemampuan untuk menjaga diri sendiri agar tidak saling merepotkan.
Dengan begitu barulah bisa membentuk sebuah pasukan yang utuh, di sebelah Cuiyun ada Fu Jin Yang yang merangkul pinggang istrinya.
"Jangan terlalu lelah, jika tidak maka kamu akan mempengaruhi bayi kecil kita. " Ucap Fu Jin Yang dengan lembut.
"Tidak terlalu lelah, aku hanya sedikit bekerja keras. Hitung hitung olahraga agar aku bisa melahirkan dengan lebih lancar. " Ucap Cuiyun dengan jujur dan memanah dengan semangat.
Tidak banyak yang diantara mereka yang pergi, hanya yang unggul saja untuk pergi kemari. Bukan karena apa , melainkan karena mereka tidak ingin membantu.
Beberapa orang mengatakan bahwa Dinasti Qing tidak membantu mereka ketika mereka berada di dalam masa tergelap mereka, tentu saja Chang Jian Ming tidak bisa menyalahkan pemikiran mereka.
Karena memang pada kenyataannya seperti itu, pada akhirnya Chang Jian Ming hanya mengajak orang yang ingin untuk pergi membantu Dinasti Qing.
Bukan karena hubungan kekerabatan mereka sebelumnya tapi karena, jika kali ini Dinasti Qing kalah maka mereka yang akan menjadi sasaran kedua Kekaisaran ini di masa depan.
Lebih baik untuk memanfaatkan kekuatan Dinasti Qing dan menyatukan kekuatan mereka dibandingkan berjalan sendiri sendiri dan berakhir kekalahan seluruhnya.
Kadang kadang, semua orang harus menurunkan ego mereka demi bersama dan keselamatan diri sendiri.
Bukan hanya apa yang tampak di permukaan, Chang Jian Ming sudah berpengalaman dengan hal semacam ini jadi dia benar benar tidak ingin lengah untuk hal ini.
Sebelum situasi stabil maka tidak boleh menaruh senjata, bahkan jika dia harus mengalami luka luka.
Alasan kenapa Cuiyun sangat bersemangat adalah karena Nonanya sangat menjaga Dinasti Qing sebelumnya dan menghormati Dinasti Qing layaknya rumahnya sendiri.
Maka dari itu, Cuiyun tidak ingin tempat tinggal Nonanya menjadi hancur. Cuiyun sendiri cenderung bukan orang yang manja, mungkin karena kehidupannya yang keras.
Seandainya Jiu Hua bisa belajar sedikit saja dari sikap Cuiyun maka itu akan baik baik saja dan Jiu Hua akan bisa membantu suaminya untuk melawan musuh.
__ADS_1
Jika sudah seperti ini, maka semuanya akan kesulitan. Bahkan untuk melindungi nyawa sendiri saja sulit apalagi melindungi orang lain.
Itulah kenapa Chang Rui ingin orang tua dan anak anak sekalipun memegang senjata mereka erat erat dan berlatih dengan keras.
Karena usia dan jenis kelamin tidak menghalangi selama ada niat, mungkin tidak bisa dikatakan sempurna tapi lebih baik ada bahkan jika sedikit dibandingkan tidak ada sama sekali.
Dan hal ini terbukti bahwa seluruh orang di Kota Wu bisa mengangkat senjata mereka. Anak anak membawa ketapel dan melempar musuh dengan batu sementara orang tua membawa tombak dan membunuh musuh.
Itulah yang diinginkan Chang Rui dalam membangun sebuah Kota, tidak ada yang tidak berguna.
Selama ada niat maka semua hal bisa terjadi, oleh karena itu maka tidak akan ada orang yang menjadi beban bagi orang lain di Kota Wu.
Hal inilah yang menyebabkan Kota Wu berbeda dibandingkan Kota lainnya yang cenderung hanya menekankan kemampuan menulis dan membaca mereka.
Belum lagi dengan tarian dan nyanyian, menurut Chang Rui yang paling penting adalah cara untuk bertahan hidup terlebih dahulu sementara yang lain adalah opsi kedua.
Terlihat bahwa Dinasti Qing sudah mulai merangsek ke depan dan menyerang dengan membabi buta sementara Chang Jian Ming mulai mengangkat tangannya dan orang orang Kota Wu yang duduk di atas kuda mulai mengangkat busur mereka dengan sebuah anak panah.
"Tembak !" Seru Chang Jian Ming dan panah diluncurkan.
Semuanya menancap dengan tepat tanpa ada yang disia siakan, bahkan jika mereka tidak berjumlah banyak orang.
Tapi tidak apa apa, mereka memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Bahkan dua murid kecil Chang Rui juga ikut salah satunya adalah yang berasal dari Keluarga Lan yang dibantai oleh Chang Rui.
Mereka sudah tumbuh dewasa pada saat ini dan memegang panah dengan mantap. Pada saat ini susunannya adalah Chang Jian Ming, Fang Huai Li, Cuiyun, Fu Jin Yang, Jiu Qing, Chang Qing Xin.
Baru yang lain berada di belakang mereka. Masing masing mengikatkan satu wadah anak panah yang penuh, mereka menyadari bahwa tidak ada satupun pasukan yang bisa menyeberangi api untuk mendekati mereka.
"Apakah menurutmu Dinasti Qing akan menang ?" Tanya Jiu Qing.
"Tentu saja menang, tidak mungkin kalah. Jika mereka masih kalah bahkan dengan bantuan yang kita berikan maka mereka adalah seorang idiot. " Jawab Cuiyun dengan tenang.
"Sabar, sabar sayangku. " Ucap Fu Jin Yang.
"Kapan kamu melihatku marah ? Aku jelas jelas tidak marah, hanya menjelaskan saja. " Balas Cuiyun dengan kesal.
Api terus berkobar sebelum akhirnya mulai padam dan Cuiyun mundur ke belakang bersama dengan Fang Huai Li dan kedua murid Chang Rui yang masih kecil sementara yang lain turun dari kuda dan menarik pedang mereka untuk masuk ke dalam arena pertarungan.
"Pada saat ini, mereka hanya tersisa setengah. Tentu saja tidak sulit untuk mengalahkan mereka jika memiliki pengalaman dan pasukan yang berkualitas. " Ucap Cuiyun menilai pertarungan.
"Jika saja ada Nona disini bersama dengan Tuan Nangong, aku yakin ini bukan hal yang sulit untuk mengalahkan orang orang ini. "Lanjut Cuiyun dengan sedih dan mulai memanah lagi.
__ADS_1
"Jika kedua orang itu disini maka tidak akan ada kekacauan ini, karena mereka belum kembali sampai saat ini maka pantas bagi kita untuk khawatir pada mereka. " Ucap Fang Huai Li.
"Sebenarnya, apakah Kak Huai Li tahu kemana mereka berdua pergi ?" Tanya Cuiyun dengan tatapan menyelidik.
"Sebenarnya, Chang Rui dan Nangong Li adalah Dewa dan Dewi yang pada saat ini sedang bertarung di Kerajaan Langit. Mereka sedang melawan Iblis yang telah menjadi dalang di antara semua keributan ini. Karena mereka belum kembali sampai saat ini maka ada kemungkinan bahwa mereka sendiri kewalahan untuk melawan Iblis. " Jawab Fang Huai Li dengan penjelasan singkat.
"Dewa dan Dewi ? Apakah mereka benar benar nyata ? Apakah Kak Huai Li tidak membohongiku ?" Tanya Cuiyun dengan mata yang membulat.
"Tidak, untuk apa aku membohongimu ? Mereka benar benar Dewa dan Dewi. Pasti tidak mudah bagi mereka pada saat ini, karena mereka belum kembali pada saat ini. " Jawab Fang Huai Li meyakinkan.
"Kalau begitu maka aku akan mendoakan Nona dan Tuan Nangong agar bisa kembali kesini dan melaksanakan pernikahan. " Ucap Cuiyun dengan helaan nafas.
"Tapi...... bukankah Tuan Chang adalah kakak dari Nona ? Kenapa dia berada disini ?" Tanya Cuiyun dengan ragu karena takut kalau Fang Huai Li akan tersinggung dengan pertanyaannya.
Siapa yang menyangka bahwa Fang Huai Li akan tertawa ketika mendengar pertanyaannya ini.
"Santai saja, aku merasa geli dengan pertanyaanmu. Ini memang banyak ditanyakan bahkan oleh putri kami, Chang Qing Xin. Memang mereka adalah kakak dan adik, tapi bukan berarti semuanya memiliki bakat untuk menjadi Dewa dan Dewi dan Chang Jian Ming adalah salah satu yang tidak beruntung. Chang Rui adalah seseorang yang dibekali kekuatan dari kedua Dewa Dewi utama tapi bukan berarti itu adalah keberuntungan, menurutku semakin besar kekuatan yang dimiliki maka semakin besar tanggung jawabnya. " Ucap Fang Huai Li menjelaskan.
Cuiyun yang mendengar ini menganggukkan kepalanya dan lumayan paham walaupun selama ini masih tidak terlalu paham dengan konsep yang dimaksud Dewa dan Dewi ini.
Beberapa jam kemudian,
Kondisi peperangan sudah hancur lebur dan Gerbang milik Dinasti Qing serta rumah rumah warga telah berubah menjadi abu.
Jalanan hancur masuk ke dalam dan mengubur tubuh pasukan, Nangong Xiu sendiri terbaring dengan dua luka tusukan pedang di bahunya.
Dia berhasil membunuh kedua musuhnya sementara di sampingnya ada Long Yu yang tangannya hampir putus dan langsung dihampiri oleh Jiu Hua.
Yuan Xinyun sendiri hampir mati dan dalam kondisi pingsan pada saat ini, yang masih bisa berlari akan membantu bahu membahu membawa orang masuk.
Warga Dinasti Qing yang sudah bersembunyi sejak tadi langsung berlari keluar dan membawa orang orang yang masih hidup.
Cuiyun sendiri membantu bersama dengan Fang Huai Li dan melihat bahwa Fu Jin Yang hanya terluka gores sedikit , bukan hal yang sangat besar dan bisa diobati nanti.
Penting untuk membawa orang orang yang sudah sekarat ini, jika mereka terlambat sedikit maka mungkin akan kehilangan satu nyawa.
Long Yu yang samar samar melihat seseorang langsung memanggil orang itu.
"Kak Jian Ming, aku sudah menduga bahwa kamu yang datang. Untunglah peperangan ini sudah berakhir. " Ucap Long Yu sebelum akhirnya pingsan.
Jiu Hua langsung histeris sementara Chang Jian Ming menggendong tubuh Long Yu dipunggungnya dan dibawa ke salah satu rumah warga yang masih lumayan utuh.
__ADS_1
Tidak tahu masuk ke rumah siapa, tapi yang pasti mereka menumpang untuk membaringkan Long Yu sementara Fu Jin Yang membawa Nangong Xiu.
Cuiyun melihat bahwa seorang wanita dengan pedang yang berdarah, terbaring ditengah tumpukan mayat itu jadi dia mendekatinya.