REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
32. Putri Mahkota Masa Depan


__ADS_3

Chang Rui mendorong kursi roda milik Nangong Li dengan hati hati ketika ingin memasuki kediaman pria itu.


"Aku tahu bahwa kamu tidak akan mendatangi ku hanya karena hal yang remeh." Ucap Nangong Li dengan santai.


"He he, Wangye memang sangat mengertiku, aku merasa sangat terharu atas kebaikan ini. " Ejek Chang Rui.


"Aku merasa bahwa hal itu telah sepantasnya aku lakukan. " Balas Nangong Li tanpa tahu malu dan menerima pujian dari Chang Rui.


Chang Rui menuangkan teh yang ada di meja kerja Nangong Li, untuk dirinya dan untuk pria itu sendiri lalu bersulang dan menenggak habis teh tersebut tanpa berpikir dua kali.


"Apakah kamu tidak takut bahwa aku akan meracuni mu ?" Tanya Nangong Li.


Chang Rui yang mendengar pertanyaan ini mengangkat kepalanya dan menatap Nangong Li sebelum akhirnya tersenyum kecil.


"Kenapa aku harus takut ? Jika aku meninggal, maka bahkan jika Chang Zi tidak suka padaku maka dia harus menunjukkan sikapnya di depan Kaisar. Lalu, Wangye, kamu tidak akan pernah menemui kesembuhanmu untuk waktu yang lama. Apa salahnya menjadi lebih sabar ?" Tanya Chang Rui tanpa rasa takut.


Nangong Li tidak menolak tuduhan Chang Rui sama sekali dan hanya bertepuk tangan dengan ringan.


"Kamu benar benar luar biasa, aku mengagumi mu. " Puji Nangong Li.


"Aku tidak berani untuk menerima pujian semacam itu dari Wangye. " Balas Chang Rui dengan datar.


Biasanya, jika Nangong Li memujinya maka tidak akan ada hal baik yang datang ke arahnya.


Melainkan, semuanya adalah berbagai tindakan yang tidak masuk akal. Nangong Li adalah tipe pria yang akan berbicara manis diawal dan pahit diakhir.


Karena dia telah menyadari hal ini, maka dia tidak boleh lengah dan jatuh ke dalam jebakan yang dibuat oleh Nangong Li.


"Aku akan bertanya satu hal, menurut Wangye. Apakah ada yang aneh antara hubungan Putra Mahkota dengan Chang Qiao Ye ?" Tanya Chang Rui.

__ADS_1


Di depan Nangong Li, Chang Rui tidak perlu berpura pura dekat dengan Chang Qiao Ye, karena Nangong Li telah mencari tahu semua tentangnya, maka tidak ada lagi yang perlu di sembunyikan.


"Menurutmu, apa yang aneh ?" Tanya Nangong Li dengan senyum penuh arti.


"Permaisuri selalu berasal dari tiga klan Keluarga Qing. Bagaimana tiba tiba berasal dari Keluarga Chang ? Belum lagi yang menyarankan ini adalah Permaisuri sendiri. " Ucap Chang Rui.


"Kamu benar, memang ada yang aneh dengan hal itu. Menurutmu, apa yang diinginkan oleh Permaisuri dengan melakukan langkah ini ?" Tanya Nangong Li sambil memajukan kepalanya.


Saat ini, wajah Nangong Li dan Chang Rui sangat dekat sampai sampai bisa merasakan hembusan nafas satu sama lain.


Chang Rui merasa bahwa dirinya telah di intimidasi dan merasa gugup terhadap Nangong Li, tapi berusaha untuk tetap tenang agar tidak menyatakan kekalahannya secara terang terangan.


"Karena Permaisuri melakukan ini, tidak mungkin menguntungkan klannya. Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama, Permaisuri menggunakan Keluarga Chang untuk menutupi sesuatu yang besar yang dia lakukan. Kedua, kemungkinan Permaisuri sedang berselisih dengan Keluarga Qing dan ingin mendapat keuntungan untuk dirinya sendiri sekaligus menekan Keluarga Qing. " Ucap Chang Rui.


Tanpa diduga, Nangong Li menggelengkan kepalanya sambil tertawa ringan.


"Apa yang kamu katakan tidak salah, tapi Permaisuri lebih dari itu. Apa yang kamu katakan semula, hanyalah permainan anak anak di matanya. " Balas Nangong Li.


"Penjual permen di depan Toko Qin Huo ?" Tanya Chang Rui dengan penuh tanda tanya.


"Ada banyak mata yang mengawasiku saat ini bahkan dalam kegelapan maupun secara terang terangan. Tapi, bagaimana dengan kamu ? Seorang putri tidak berguna dari Keluarga Chang, tidak akan ada yang peduli padamu. " Ucap Nangong Li dengan santai.


Chang Rui yang mendengarkan ini memikirkan kata kata Nangong Li, tidak ingin langsung percaya tapi tidak ingin melepaskan ini juga.


Nangong Li adalah seseorang yang penuh dengan jebakan. Tidak tahu apakah ini hanya salah satu trik dari pria itu atau pria itu benar benar membantunya.


"Aku penasaran dengan apa yang di inginkan Wangye dariku. " Ucap Chang Rui.


"Apakah kamu menganggapku orang seperti itu ? Apakah aku sangat rendah di matamu ?" Tanya Nangong Li bermain drama.

__ADS_1


"Tidak ada makan siang gratis saat ini, lebih baik sudahi permainan mu dan kita akan mengatakannya dengan terbuka. " Balas Chang Rui dengan jengah.


"Tidak ada maksud khusus, kamu pasti sudah tahu bukan bahwa pembunuh itu di kirimkan oleh Nangong Xi. Saat ini, kamu pasti sudah sangat membencinya, aku hanya membantumu. " Ucap Nangong Li.


"Wangye, sudah berulang kali aku katakan. Aku tidak akan mencampuri urusanmu dan kamu tidak akan mencampuri urusanku. " Balas Chang Rui dengan geram.


"Tidak ada yang seperti itu, sayangku. Sejak kamu menikah denganku, maka kamu sudah masuk ke dalam permainan ku. Satu satunya pilihanmu adalah bertahan atau meninggal. "Nangong Li mengulurkan tangan dan mencengkram dagu Chang Rui.


Chang Rui ingin melepaskan diri tapi cengkrakan Nangong Li sangat kuat, Nangong Li menarik wajah Chang Rui untuk lebih dekat.


"Sudah waktunya untuk mencari tahu tentang masalah di balik Putri Mahkota masa depan. Jika kamu ingin membalas dendam maka ini adalah waktu terbaik, apakah kamu mengerti ?" Tanya Nangong Li dengan lembut dan ibu jarinya mengelus bibir Chang Rui dengan halus.


Chang Rui menatap Nangong Li dengan tatapan tajam, penuh dengan pemusuhan. Setelah menyadari bahwa cengkraman Nangong Li melemah, Chang Rui langsung melepaskan diri dengan sekuat tenaga.


Pada saat ini, Chang Rui menyadari. Tidak peduli seberapa keras dia berusaha untuk berlatih kekuatan fisik, kekuatan Nangong Li bahkan masih jauh lebih baik.


Chang Rui takut, bahkan jika dia berada dalam tubuh sebelumnya, yaitu tubuhnya yang asli. Maka masih sulit baginya untuk mengalahkan Nangong Li.


Kekuatan fisik Nangong Li, benar benar diluar ekspektasi semua orang, jadi bahkan jika kakinya lumpuh, ini masih bisa dikatakan sebagai bakat luar biasa.


Tidak heran bahwa Nangong Li dijuluki sebagai Dewa Kematian di medan perang, musuh manapun yang berhadapan dengannya akan mengalami kekalahan.


Sayang sekali bahwa pertarungan terakhir, walaupun membawa kemenangan tapi juga meminta bayaran yang besar, yaitu kedua kakinya.


Wajah Chang Rui merah karena cengkraman Nangong Li, tapi Nangong Li bertindak seolah olah tidak peduli dengan hal itu.


"Jika begitu, maka aku akan memperhatikan masalah Putri Mahkota masa depan. " Ucap Chang Rui sambil menunduk dalam ke arah Nangong Li.


Setelah Chang Rui pergi, Nangong Li tampak menjilat bibirnya sendiri. Sensasi ketika mencengkram wajah dan mengelus bibir Chang Rui membuatnya kecanduan.

__ADS_1


Nangong Li tersenyum dengan penuh arti dan tidak tahu pikiran gila apa yang ada di dalam benaknya, tentu saja itu bukan hal yang baik, terutama untuk Chang Rui.


__ADS_2