REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
54. Berjalan Bersama


__ADS_3

"Selamat tinggal !" Seru Chang Rui sambil melambaikan tangannya pada Tabib Yue tanpa rasa bersalah.


Dimata orang lain, semua orang tahu bahwa karakter Chang Rui adalah seseorang yang bodoh dan polos.


Tentu saja, dia harus menjalani karakter buatan ini dengan baik sehingga bisa menipu orang lain.


Tabib Yue ini pasti akan berusaha untuk mencari masalah baginya di masa depan, lihat saja. Orang semacam Tabib Yue, tidak layak untuk menyebut dirinya sendiri sebagai penyelamat.


Tabib Yue menggunakan pekerjaannya untuk dijadikan ladang uang dan telah melupakan niat asli dan kewajiban sebenarnya dari seorang Tabib.


Chang Rui merasa bahwa orang seperti itu tidak layak untuk di pertahankan. Chang Rui menjalankan pekerjaannya dengan tulus dan tahu niat utama miliknya.


Kedua tabib telah melihat bagaimana Tabib Yue pergi dan bagi mereka Tabib Yue adalah panutan mereka jadi mereka ikut pamit.


"Kami mohon undur diri. " Ucap Kedua tabib itu lalu melemparkan tatapan tajam pada Chang Rui.


Tapi, Chang Rui tertawa layaknya seorang idiot disana sampai akhirnya kedua tabib itu benar benar pergi dan kali ini Chang Rui benar benar menghilangkan tawanya.


"Wangye, kamu sudah sangat lama di rumah. Apakah tidak bosan ?" Tanya Chang Rui.


"Apa yang kamu inginkan ?" Tanya Nangong Li.


"Kamu terlalu sering berada di dalam rumah dan kurang terkena cahaya matahari, kamu harus berjalan keluar. Bagaimana jika menemaniku berjalan jalan sambil membeli obat ?" Tanya Chang Rui.


"Bagaimana jika aku tidak mau ? Lagipula kamu sudah dewasa, kenapa harus ditemani olehku ?" Tanya Nangong Li dengan wajah malas.


"Aku adalah seorang wanita lemah, saat ini aku hanya mempercayai Wangye. " Keluh Chang Rui dengan penuh tipu daya.


Nangong Lu tidak tampak setuju tapi juga tidak menolak dengan permintaan Chang Rui, baru saja Long Yu akan mengatakan sesuatu dan Nangong Li telah membatalkan nya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan rencana kita sebelumnya ?" Tanya Long Yu dengan sedikit cemas.


"Tidak apa apa, minta mereka untuk menunda. Jangan lupa siapa Tuan mereka !" Ucap Nangong Li dengan penuh peringatan.


"Karena Wangye sudah setuju maka aku akan mengusulkan sesuatu, bagaimana jika kita menyamar menjadi orang biasa ? Sama seperti ketika kita bertemu pertama kali ? " Tanya Chang Rui.


"Tentu saja, aku akan mengikutimu. " Ucap Nangong Li dengan persetujuan tanpa syarat yang sangat jarang terjadi.


Chang Rui tidak menunda lebih lama dan berganti pakaiannya menjadi pakaian sederhana tapi tidak membuatnya tampak buruk, tampak seperti pakaian bagus gadis gadis biasa.


Sementara Nangong Li hanya mengenakan pakaian hitam polos dengan ikat pinggang berpola Naga emas, tampak samar.


Benar benar menawan.


Dengan rambut yang diikat layaknya seorang pendekar biasa, Nangong Li mengenakan topeng yang menutupi setengah wajahnya.


Chang Rui sendiri melakukan hal yang sama yaitu mengenakan cadar untuk menutupi wajahnya.


Tapi, dengan semangat membara milik Chang Rui, itu bahkan tidak terasa melelahkan lagi. Ketika keduanya sudah sepenuhnya berada di depan kediaman.


Barulah Nangong Li buka suara terhadap Chang Rui.


"Kamu melakukan ini dengan niat tersembunyi bukan ? Kenapa harus melakukan nya dengan sangat diam diam ?" Tanya Nangong Li dengan sinis.


"Ha ha ha, aku tahu jika aku tidak bisa menutupi hal ini dari Wangye. Tapi, Wangye harus tahu jika niat ku tulus. Kamu memikirkan ribuan langkah ke depan dan melupakan kesehatanmu sendiri. Kali ini, aku mendapatkan sebuah kabar dari bawahan ku bahwa akan ada kekacauan di pasar timur. " Ucap Chang Rui dengan lembut.


"Pasar timur ? Darimana kamu mendapatkan kabar semacam ini ?" Tanya Nangong Li tampak mengerutkan dahi.


"Walikota Guan, memiliki seorang putra bernama Guan Yi. Memiliki sifat tercela dan suka berjudi sampai sampai menggadaikan halaman rumahnya. " Ucap Chang Rui sambil tertawa ringan.

__ADS_1


"Guan Chong, Walikota Guan. Sangat kecewa dengan sikap buruk milik putranya yang sangat tidak patut. Jadi, Guan Chong berniat untuk membeli kembali halaman kediamannya yang digadaikan, siapa yang menyangka jika orang orang yang mendapatkan halaman itu menolak untuk menjualnya ?" Tanya Chang Rui.


"Guan Chong ? Aku sudah mendengar masalah Guan Yi sebelumnya, lalu kenapa kamu ingin mengurusi hal ini ? " Tanya Nangong Li dengan bingung.


"Guan Chong adalah Walikota yang diangkat oleh Kaisar secara pribadi dan merupakan orang kepercayaan Kaisar langsung. Bagaimana mungkin bisa menerima penghinaan seperti ini ? Setiap orang tahu jika Guan Chong adalah orang yang didukung oleh Kaisar, tapi para penjahat ini bahkan tetap berani begitu angkuh di depan Guan Chong. Menurut Wangye, apakah itu masuk akal ?" Tanya Chang Rui.


"Itu tidak masuk akal kecuali penjahat itu mendapatkan dukungan. Biarkan aku menebak, ini adalah salah satu langkah Putra Mahkota bukan ?" Tanya Nangong Li.


"Kita akan tahu setelah berjalan ke sana dan menonton pertunjukkan. " Balas Chang Rui dengan misterius.


Chang Rui mendorong kursi roda Nangong Li menuju Pasar Timur dan disana sangat ramai, selama ini Chang Rui selalu keluar untuk pekerjaan.


Tapi, baru kali ini merasa agak bebas jadi Chang Rui sangat antusias sambil membawa Nangong Li dan membeli banyak hal.


Chang Rui kali ini memberikan gulali berbentuk naga satu dan yang lain adalah Phoenix.


Chang Rui memberikan bentuk Naga kepada Nangong Li dan Phoenix untuk dirinya sendiri, lalu tertawa lebar sampai sampai matanya menjadi sebuah bentuk garis.


Nangong Li menerima permen itu dan memandang wajah Chang Rui yang sangat berbeda dengan hari hari biasa.


Wanita itu menjadi lebih cantik dan lebih polos pada saat ini, Nangong Li menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat menarik dari Chang Rui.


Hanya saja, Nangong Li hanya mengeluarkan tawa meremehkan. Tidak tertarik untuk memikirkan hal ini lagi, tapi matanya tidak bisa berhenti melirik ke arah Chang Rui.


"Apakah kamu sakit ? Terus tertawa layaknya orang gila, bahkan jika tidak menggunakan identitas asli, jangan seperti ini juga. " Ejek Nangong Li.


"Wangye, apakah kamu tidak tahu kalau ini yang disebut dengan bahagia ? Aku sangat bahagia hari ini, aku selalu suka dengan makanan manis. Sayang sekali bahwa makanan di kediaman mu sebagian besar hambar dan dingin, sama sepertimu. Benar benar menyebalkan. Setelah aku keluar kali ini, aku benar benar merasa seperti aku kembali hidup. " Ucap Chang Rui sambil menghela nafas lega.


"Jika kamu suka makanan manis maka aku akan meminta orang untuk membuatkan makanan penutup untuk mu dirumah. " Ucap Nangong Li dengan dingin.

__ADS_1


"Oh ? Baiklah, terima kasih atas kebaikan hatimu Wangye. " Balas Chang Rui lalu membawa Nangong Li untuk berjalan jalan lagi sambil menunggu pertunjukkan yang dia maksudkan.


__ADS_2