
"Ketika kita 'pertama' kali bertemu, kamu menawarkan Tanghulu kepadaku. Jadi aku berpikiran bahwa kamu menyukai nya, kebetulan orang yang menjual di pinggir jalan itu telah membuka satu kedai khusus. " Ucap Nangong Li menekankan kata kata pertama.
Chang Rui terdiam, apa yang dimaksud oleh Nangong Li dengan kata kata pertama kali ? Apakah pertama kali sebagai Chang Bao Yu atau sebagai Chang Rui ? Kenapa begitu sulit untuk di pahami ?
Ketika sebagai Chang Rui, mereka bertemu pertama kali, Chang Rui menawarkan Tanghulu kepada Nangong Li.
Ketika sebagai Chang Bao Yu, mereka bertemu pertama kali di tengah jalan, dia juga menawarkan Tanghulu kepada Nangong Li.
Jadi, pertama kali yang mana yang dimaksud oleh Nangong Li ? Tapi, jika mengatakan hal itu maka Nangong Li tidak terlihat seperti dia mengenali Chang Rui.
Jadi, sebenarnya Nangong Li sudah mengetahui identitas Chang Rui atau belum ? Tidak ada yang bisa menjawab hal ini kecuali Nangong Li sendiri.
"Ya, memang aku sangat suka dengan Tanghulu tapi sayang sekali bahwa aku memiliki kesempatan yang sangat jarang untuk menemukan penjualnya. Ketika aku mencoba milik orang lain maka rasanya sedikit berbeda dan tidak sesuai dengan lidahku. " Ucap Chang Rui dengan ringan.
"Ini adalah ketiga kalinya aku memakan dari penjual yang ini. " Lanjut Chang Rui.
"Oh, kalau begitu maka aku sedikit kurang dari Nona Chang. Kali ini adalah kali kedua ku. " Balas Nangong Li dengan senyuman yang mempesona.
"Kedua kali yang ini ? Jadi sebelumnya Jiu Wang telah pernah memakan ini ? Aku tidak menyangka bahwa Jiu Wang menyukai hal semacam ini. " Ucap Chang Rui dengan senyum tipis.
"Tidak, aku diberikan oleh seseorang. " Balas Nangong Li.
"Apakah itu Jiu Wangfei ?" Tanya Chang Rui.
Nangong Li tidak menjawab hanya tersenyum penuh dengan makna, Chang Rui menahan diri untuk tidak bertanya lebih lanjut.
Keduanya berjalan menuju kedai sederhana yang dimaksud oleh Nangong Li lalu memesan dua tusuk.
Chang Rui mengambil miliknya dengan antusias, ini benar benar permen yang sangat luar biasa.
Di Ibukota, ini adalah makanan terbaik yang pernah dia makan. Chang Rui memakan miliknya dengan perlahan untuk menikmati dari setiap rasa yang muncul.
Sensasi manis dari lapisan gula dibagian luar dan asam dari buah buahan dibalik lapisan gula membuatnya ketagihan.
Ini benar benar nikmat !
__ADS_1
Chang Rui tampak sangat antusias sehingga lupa untuk menahan diri di depan Nangong Li.
Nangong Li memandang Chang Rui dari pinggir , Nangong Li sendiri masih ragu tentang Chang Rui dan Chang Bao Yu.
Keduanya tampak tumpang tindih tapi berbeda juga. Jika Chang Rui tampak lebih tertutup dan berhati hati.
Chang Bao Yu tampak lebih tenang dan terbuka, tapi setelah menonton pemandangan ini, Nangong Li menjadi yakin dengan pilihannya.
Nangong Li tersenyum tipis tanpa di sadari oleh Chang Rui yang sedang sibuk dengan permen miliknya.
Sampai akhirnya mereka melewati tempat dimana ini adalah pusat pasar, Chang Rui menurunkan pandangannya lalu tersenyum pelan.
Senyum itu agak sedih, sedih karena hanya Yuan Xinyun yang selamat. Karena Yuan Xinyun masih selamat, Chang Rui berharap bahwa semua yang lain juga mendapatkan nasib yang sama.
Tapi, Yuan Xinyun mengatakan bahwa yang lain telah benar benar pergi, ini membuat Chang Rui menjatuhkan harapannya.
Tapi, karena Yuan Xinyun telah mengatakan bahwa mereka semua telah mendapatkan pemakaman yang layak maka Chang Rui tidak berani untuk menuntut yang lain.
Karena mereka semua telah mendapatkan kenyamanan maka itu akan baik untuk mereka sementara dia masih hidup di dunia yang sempit ini dan terjepit disini ditengah kebencian dan cinta.
"Jiu Wang, aku mendengar bahwa makam Jiu Wangfei ada di kediaman Jiu Wang, apakah aku boleh untuk memberinya penghormatan ? Bagaimanapun di masa depan aku akan mengambil posisi nya, aku akan mengucapkan salam ku padanya. " Ucap Chang Rui dengan nada rendah.
"Tentu jika kamu ingin melihatnya. " Ucap Nangong Li.
Chang Rui mengikuti Nangong Li menuju kediaman Nangong Li, mereka berbelok cukup banyak sebelum akhirnya melihat sebuah bangunan.
Di dalamnya adalah sebuah papan peringatan bernama Chang Rui, Jiu Wangfei. Bangunan ini adalah bangunan baru dan tidak pernah ada sebelumnya.
Ruangan ini dikunci dan hanya Nangong Li yang membawa kuncinya, disana ada belasan gambar dirinya dalam beberapa pakaian yang berbeda.
Itu tampak sangat nyata, semua nya tampak hidup dan sedang melakukan kegiatan yang ada di gambar.
Chang Rui terarah pada gambar yang terakhir, disana tidak hanya ada satu orang melainkan ada dua orang.
Itu adalah dirinya yang sedang memeluk Nangong Li dengan tangan yang berdarah, ini pasti mengacu pada hari terakhir.
__ADS_1
Chang Rui benar benar tidak mengerti, apa maksud dari Nangong Li dengan memajang semua ini ? Apakah benar kata Yuan Xinyun bahwa pria itu merasa bersalah ?
Chang Rui menghela nafas dan berlutut di depan aula yang dimaksudkan untuknya lalu berdoa dalam hati.
'Aku tidak akan memiliki akhir yang tragis sepertimu. 'Pikir Chang Rui pada dirinya yang terpajang disana lalu Chang Rui bersujud satu kali pada diri nya sendiri.
Chang Rui berdiri dan menatap ke belakang , disana ada Nangong Li yang masih menatapnya tepat di mata.
"Jiu Wang pasti sangat mencintai mendiang Jiu Wangfei, jika tidak maka Jiu Wang tidak akan melukis semua ini untuknya. Sangat beruntung untuk menjadi Jiu Wangfei. " Ucap Chang Rui dengan sedikit gemetar.
Tangannya yang tertutup oleh pakaian, mengepal dengan sangat erat sampai sampai kuku nya hampir menembus kulit nya.
"Ya, aku sangat mencintai nya jika tidak maka aku tidak akan memajang semua lukisan nya disini. " Ucap Nangong Li.
Chang Rui untuk sejenak terdiam dan berusaha untuk tetap tenang dengan kata kata Nangong Li.
"Jiu Wang adalah orang yang sangat lembut, itu pastilah berkah bagi ku untuk bisa memiliki suami masa depan seperti Jiu Wang. Aku akan pamit terlebih dahulu, karena sudah sore. " Pamit Chang Rui dengan buru buru.
Chang Rui tidak percaya dengan semua yang keluar dari mulut Nangong Li tapi semua ini benar benar terngiang-ngiang di kepalanya.
Kata kata itu seolah olah seperti kaset rusak yang terus berputar di kata kata yang sama, membuatnya hampir gila.
Sementara di sisi lain, Nangong Li sendiri tidak tahu apa alasannya untuk mengatakan ini.
Jelas jelas, dia tidak mencintai siapapun, kenapa dia harus mengatakan ini ? Lalu ada apa dengan reaksi Chang Bao Yu tadi ?
Apakah dia berlari karena dia adalah Chang Rui atau karena dia adalah Chang Bao Yu jadi cemburu ketika dia mengatakan bahwa dia mencintai Chang Rui ?
Nangong Li mengerutkan dahinya dan otaknya yang pintar mulai berputar dengan sangat cepat.
Pada akhirnya, kedua orang yang terus berputar di tempat yang sama itu , tidak ingin mengakui perasaan satu sama lain dan kekeh dengan pemikiran dan harga diri masing masing.
Keduanya sangat keras kepala dan sibuk dengan ribuan intrik yang telah digambarkan di kepala mereka.
Sebenarnya, keduanya adalah orang yang pintar tapi membuat semuanya menjadi hal yang sulit dan tak terpecahkan.
__ADS_1