REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
96. Cinta


__ADS_3

Chang Rui pernah mendengar bahwa orang mengatakan kalau cinta itu buta dan selama ini Chang Rui merasa bahwa semua hal itu sangat berlebihan karena diri nya sendiri belum pernah merasakan seperti itu.


Tapi, setelah dia merasakan nya, dia merasa bahwa cinta itu lebih berbahaya di bandingkan dengan efek Racun Gu.


"Aaaaa, buka mulut mu ! "Seru Nangong Li.


Nangong Li mengulurkan tangannya dan memasukkan potongan buah yang telah di potong secara acak itu untuk nya.


Chang Rui memakan semua nya dengan wajah tersenyum walaupun dia tidak bisa berbicara apapun lagi karena ukuran buah yang terlalu besar baginya.


Buah buahan ini di potong dengan sangat lebar lebar tanpa memikir kan orang lain lagi, Chang Rui baru saja akan marah ketika melihat potongan buah tersebut tapi ketika melihat pemotong nya, Chang Rui tidak Jadih marah.


Pemotong nya adalah Nangong Li, karena di lahir kan di keluarga Kekaisaran, maka dia terbiasa untuk di layani untuk hal hal sepele sehingga tidak pernah memotong buah.


Kali ini, untuk mengupas buah saja hampir memotong jari nya sendiri dan memotong dengan acak.


Melihat usaha yang di lakukan oleh Nangong Li membuat Chang Rui tidak jadi untuk kerasa marah dengan orang yang memotong buah tersebut.


Bahkan jika buah itu belum sepenuh nya matang, itu masih terasa sangat manis karena memakan nya sambil mendapatkan senyuman manis dari Nangong Li.


Seperti yang di katakan oleh orang orang , cinta itu buta. Chang Rui benar benar tidak habis pikir dengan diri nya sendiri.


Semula dia selalu memakan buah buahan tepat waktu, jadi ketika matang baru di potong dan jika buah tersebut tidak matang sempurna maka dia tidak akan pernah memakan buah tersebut.


Semua orang di kediaman tahu itu dan jika di rumah nya maka dia sendiri yang memotong nya maka dia akan tahu apakah itu matang atau tidak.


Tapi, kali ini tidak hanya dia menyentuh buah mentah itu bahkan dia makan untuk jumlah yang sangat banyak dan tidak terhitung.


Chang Rui mengulurkan tangan nya untuk menyuapi Nangong Li juga jadi mereka bersama sama untuk makan.

__ADS_1


"Ha ha ha , kamu sangat lucu ketika memakan ini. " Tawa Chang Rui ketika melihat Nangong Li mengerutkan dahi ketika memakan anggur yang asam.


"Umhhh, asam sekali aku tidak suka dengan ini. Bagaimana kamu bisa memakan nya untuk jumlah yang sangat banyak ?"Keluh Nangong Li sambil meminggir kan keranjang buah buahan yang dibawa nya.


"Apakah kamu mau tahu kenapa aku memakan nya untuk jumlah yang banyak ?" Tanya Chang Rui dengan usil.


"Tentu, kenapa kamu memakan dalam jumlah banyak tanpa memberikan protes sedikit pun ?" Tanya Nangong Li ketika melihat Chang Rui.


"Sini dekatkan telinga mu, jangan sampai orang lain mendengar ini. " Ucap Chang Rui dengan misterius.


Jadi Nangong Li dengan patuh mendekatkan telinga nya. Chang Rui tersenyum penuh kemenangan.


"Itu semua karena orang yang memberikan nya terlalu manis sehingga buah nya tidak terasa asam lagi. " Bisik Chang Rui dengan antusias.


Nangong Li yang mendapatkan hal tidak terduga ini langsung menundukkan kepala nya dan tertawa keras dengan wajah memerah karena malu.


"Kamu sangat pandai menggoda ku, kita benar benar pasangan yang di berkati oleh Surga. " Ucap Nangong Li dengan bahagia.


Mereka memuntahkan omong kosong seharian tapi menikmati waktu dengan sepenuh hati , kedua teman Nangong Li yang akan masuk langsung membatalkan niat mereka ketika melihat ini.


"Sialan, aku tidak menyangka bahwa bajingan itu akan berubah menjadi seperti ini. " Umpat Zhang Yue.


"Siapa yang tahu bahwa mulut terkutuk mu akan memuntahkan ucapan manis seperti nya di masa depan ?" Tanya Long Yu dengan putus asa.


Long Yu melihat bahwa Tuan nya telah berubah, dari orang yang gagah berani telah berubah menjadi orang yang dimabuk cinta.


"Aku pikir aku tidak akan menemukan cinta ku sampai seumur hidup ku karena aku tidak berniat untuk mencari nya. " Ucap Zhang Yue dengan acuh tak acuh.


"Kamu harus mencari nya jika tidak maka tidak akan ada yang mau mengurus seseorang bermulut gagak seperti mu ketika tua. " Ucap Long Yu dengan dingin.

__ADS_1


"Siapa yang kamu sebut dengan bermulut gagak ? Kamu harus mengatakan ini kepada Nangong Li supaya dia sadar dan menutup mulut gagak nya itu ! Setiap hari bertingkah malu malu seperti seorang gadis yang baru menemukan cinta, apakah tidak malu ?" Tanya Zhang Yue dengan murka.


"Kenapa harus malu ? Itulah cinta. Tanpa merasakan nya maka kamu tidak akan tahu. " Ucap Long Yu membela Nangong Li habis habisan.


Jika Nangong Li tahu ini, maka Nangong Li harus menaikkan gaji Long Yu. Sayang sekali bahwa Nangong Li sedang sibuk dengan Chang Rui sehingga lupa dengan Long Yu.


"Halah, bertingkah laku seolah olah kau sudah pernah merasakan nya. Kamu sama penuh omong kosong nya dengan Nangong Li, benar benar menyebalkan. " Keluh Zhang Yue pada Long Yu.


Long Yu hanya menghela nafas sedih dan membayangkan jodoh nya, apakah sudah lahir atau belum.


Semua pasukan Nangong Li kebanyakan adalah pria lajang atau lebih tepatnya tidak laku.


Sial sekali bahwa Long Yu dan Zhang Yue yang mengikuti Nangong Li harus merasakan kesedihan yang sama dengan pria itu.


Tapi, sedangkan ketika orang itu telah mendapatkan jodoh nya. Mereka masih melajang, bukankah ini tidak adil untuk mereka berdua ?


Tidak lama, Jiu Hua datang dan ingin menerobos masuk tapi kedua orang itu menahan Jiu Hua yang ingin masuk.


"Kenapa aku tidak boleh bertemu dengan jie jie ku ? Bukan kah dia sudah sadar sepenuh nya ?" Tanya Jiu Hua dengan polos.


"Lihat lah, dia pada saat itu. Apakah menurut mu kamu akan merusak suasana atau tidak ?" Tanya Long Yu.


Jiu Hua dengan polos melihat ke arah yang di tunjuk oleh Long Yu lalu melihat jie jie nya yang sedang berduaan dengan Nangong Li begitu bahagia.


"Baiklah, aku akan kembali, tidak akan menganggu. " Ucap Jiu Hua dengan paham ketika melihat kedua orang itu.


Jiu Hua merasa bahwa dia telah kehilangan jie jie nya, sekarang jie jie nya hanya sibuk dengan Nangong Li dan telah melupakan nya sepenuhnya.


"Jangan sedih, kita semua sekarang memiliki nasib yang sama, yaitu sama sama di lupakan. " Ucap Long Yu sambil menghibur Jiu Hua.

__ADS_1


Jadilah tiga orang itu meratap di depan pintu kamar Chang Rui.


__ADS_2