REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
283. Serangan Mendadak II


__ADS_3

Chang Rui dan Nangong Li dengan cepat mencapai Kerajaan Langit bersama sama dan mendarat tepat di depan Kerajaan Langit, disana sudah sangat ramai dan kerumunan langsung membuka jalan untuknya.


Di bagian depan sudah ada Dewa Dewi besar dan paling depan ada Huang Lingyi yang bertugas mengkoordinator.


"Maafkan kami karena datang terlambat. " Ucap Chang Rui sambil menunduk rendah karena ini memang kesalahannya.


"Tidak apa apa, tidak ada kata terlambat disini. Jadi, pada saat ini peperangan besar yang terjadi setiap 10.000 tahun sekali akan kembali dimulai lagi. Kali ini mungkin akan lebih besar dari sebelumnya karena kali ini mereka memiliki kebangkitan dua raja iblis yang baru. " Ucap Huang Lingyi.


Kerumunan menjadi terpecah dan gelisah ketika mendengar ini karena selama ini jika hanya satu Raja Iblis saja sudah membuat mereka kewalahan tapi kali ini ada dua, bukankah ini menurunkan rasa percaya diri mereka ?


"Bagaimana kita bisa menang ? Haruskah kita menyerah saja ?" Tanya seorang Dewa kecil dibelakangnya.


"Jika kalian begitu pengecut untuk membela apa yang seharusnya kalian bela maka tidak perlu menjadi seorang Dewa ! " Seru Chang Rui dengan dingin.


"Aku bersedia untuk memimpin pasukan ke Gerbang Utara. " Ucap Chang Rui.


Tidak banyak yang ingin maju ke Gerbang Utara terutama ketika Utara dipenuhi dengan es dan kedinginan yang membekukan tulang maka itu sulit untuk diadaptasi oleh Dewa Dewi lain sementara hal itu akan menguntungkan Iblis yang memang pada dasarnya memiliki hawa Yin murni.


Hanya Chang Rui yang memiliki kekuatan yang sama dengan para Iblis, bisa dikatakan bahwa mereka memiliki akar kekuatan yang sama.


"Bagus sekali ! Inisiatif yang bagus ! Dewi Kematian, Lin Junya akan mengikutimu !" Seru Huang Lingyi.


Chang Rui berjalan mendekati Dewi Kematian dan membisikkan sesuatu padanya dan kedua wanita itu saling bersalaman.


Lalu Chang Rui berjalan kembali menuju posisinya semula dan Nangong Li tampak sedih.


"Tidak apa apa jangan sedih, kamu harus berjuang dengan baik dan kamu harus kembali dalam posisi tubuh yang utuh. Jika tidak maka aku tidak ingin menerimamu lagi. " Ancam Chang Rui karena kecemasannya.


Dia benar benar takut bahwa Nangong Li kembali dengan luka luka yang parah sementara dia sendiri belum sembuh sepenuhnya.


Satu hal lagi yang membuat Chang Rui lebih khawatir adalah Racun Gu yang bisa kumat kapan saja.


"Apa yang kamu bisikkan padanya ?" Tanya Nangong Li.


"Tidak banyak, aku hanya mengatakan agar kita bisa bekerja sama dengan baik di masa depan dengan satu tujuan yaitu untuk kemenangan Kerajaan Langit. " Jawab Chang Rui dengan santai.


Dengan kata lain dia telah memperingatkan rekan masa depannya agar tidak berbuat macam macam.


Untunglah bahwa dia memiliki reputasi yang hebat disini sehingga kebanyakan orang akan lebih banyak mendengarkannya.


Setelah dibagi , pada akhirnya ada tiga orang yang pergi ke Gerbang Utara. Dimana itu adalah Chang Rui, Dewi Pengobatan sekaligus Dewi Bulan , Lin Junya, Dewi Kematian dan Bing Fanrui, Dewi Es.


Nangong Li sendiri pergi ke arah yang berlawanan, yaitu ke Gerbang Selatan bersama dengan Dewa Api dan Dewa Kehidupan.


Arah Gerbang Timur ada Kaisar Langit, Huang Lingyi yang memimpinnya didampingi oleh Dewa Tanah dan Dewi Bintang.

__ADS_1


Arah Gerbang Barat ada Dewi Air didampingi oleh Dewa Embun dan Dewa Arah Mata Angin. Masing masing dari mereka adalah 12 Dewa Utama.


Tapi, sebenarnya sejak awal ada 13 Dewa Dewi Utama tapi sejak Chang Rui ada maka itu berubah menjadi dua belas.


Alasannya adalah karena ada Dewi Bulan dan Dewa Pengobatan, ketika lahir Chang Rui maka itu menjadi satu.


Kenapa Chang Jian Ming tidak mewarisi kemampuan ayah mereka ? Yaitu Pengobatan yang murni ? Adalah karena Chang Jian Ming tidak memiliki bakat itu dan cenderung tidak tertarik dengan Kerajaan Langit.


Jadi, Chang Rui terpaksa memikul dua posisi berat , yaitu Dewa Pengobatan dan Dewi Bulan. Itulah kenapa tanggung jawab yang dia tanggung sangat berat, dua kali lipat dari Dewa Dewi biasa.


Chang Rui tanpa basa basi lagi mengeluarkan sayapnya yang bercahaya bersama dengan Dewi Kematian dan Dewi Es.


Mereka seperti membentuk papan catur, yang mana sayapnya berwarna putih perak sementara Dewi Kematian berwarna hitam pekat dan Dewi Es memiliki warna sayap putih salju.


Ada ribuan pasukan di belakangnya, dan mereka harus langsung melesat ke Gerbang Utara yang merupakan Gerbang terjauh.


"Apakah sebaiknya kita membangun Gerbang ke dunia fana terlebih dahulu ?" Tanya Bing Fanrui.


"Seharusnya seperti itu tapi ini sangat mendesak, jika para Iblis sampai masuk ke Kerajaan Langit maka ini akan menjadi hal yang fatal. " Jawab Chang Rui.


"Karena perhatian Iblis tertuju pada Kerajaan Langit maka mereka tidak akan memiliki waktu yang cukup untuk menyerang Dunia Fana. " Balas Lin Junya.


Chang Rui tiba tiba memikirkan sesuatu dan menyadari bahwa mereka telah lengah.


"Ada satu kemungkinan, kemungkinan mereka telah bekerja sama dengan Manusia Gunung dan Orang Bar bar untuk menghancurkan dunia fana." Ucap Chang Rui menyuarakan pendapatnya.


"Kemarin aku menemukan beberapa orang suku bar bar dengan hawa Iblis hanya saja tidak bisa melaporkannya kemari karena situasi mendesak." Jawab Chang Rui.


"Jika begitu maka hanya bisa memasrahkan ini pada mereka apakah mereka mampu atau tidak itu tergantung pada mereka. " Ucap Lin Junya dengan pusing.


Lin Junya tampaknya akan mencatat banyak nama dibuku kematiannya. Lalu mereka sampai di Gerbang Utara dan menunjukkan bahwa itu dipimpin oleh seorang pria botak yang tidak dikenali.


Chang Rui memiliki sebuah ide dan menghubungi Jiu Qing untuk membawa Chang Jian Ming menuju Kota Wu, disana akan lebih aman karena mereka bertarung bersama dan tidak kekurangan apapun.


Chang Rui telah melatih banyak Prajurit yang terlalu muda itu menjadi Prajurit yang berpengalaman dengan cara berburu dan melawan bandit bandit yang ada di sekitar untuk menambah pengalaman mereka.


"Nona, dimana kamu pada saat ini ?" Tanya Jiu Qing melalui gelang jiwa miliknya.


"Aku berada di suatu tempat yang jauh, aku hanya bisa mengandalkan mu untuk melindungi kakakku dan kakak iparku serta keponakanku. " Jawab Chang Rui.


"Akan ku lakukan, Nona. Situasi disini agak memanas dan Yu Lian dikatakan dibunuh oleh seseorang dan digantikan oleh putra keduanya yang ambisius. Aku sedang menyelidiki apa yang terjadi. " Ucap Jiu Qing.


"Perhatikanlah sekitar dengan serius, aku takut bahwa hal yang sangat besar akan datang dan aku tidak bisa membantu mu. " Balas Chang Rui sebelum akhirnya memutuskan hubungan mereka.


Chang Rui memikirkan sesuatu yang sangat mengerikan, apakah mungkin setiap Dinasti telah disusupi oleh orang yang terpengaruh oleh Iblis ? Mungkinkah hal itu terjadi ?

__ADS_1


Hal ini tidak sulit untuk dilakukan sebagaimana tawaran yang diberikan selalu menggoda dan mampu menarik minat orang yang ambisius terhadap posisi tertentu.


Apakah........ Nangong Xiu akan terpengaruh untuk ini juga ? Pria muda itu sangat ambisius untuk mencapai kekuasaan penuh miliknya, apakah dia akan menjadi salah satu sasaran empuk ?


Chang Rui maju ke depan dan melihat pria botak itu dengan seksama dan mereka sedang bertarung.


"Mundur !" Perintah Chang Rui pada pasukan bertahan yang ada di Gerbang.


Pada saat ini, orang yang menjaga Gerbang Utara hanya tersisa sedikit dan masing masing luka luka.


"Hentikan ! Aku melihat seorang gadis yang sangat cantik, apakah kamu akan menggunakan dirimu sebagai upaya ?" Tanya pria botak itu dengan genit.


"Ha ha ha, apakah aku boleh tahu namamu ?" Tanya Chang Rui maju ke depan tanpa rasa takut.


"Aku ? Zhang Nie, tidak banyak yang tahu tentang diriku tapi aku akan mengatakan bahwa aku adalah Iblis Nafsu. Aku menerima berbagai wanita cantik yang datang ke dalam pelukanku. " Jawab Zhang Nie.


"Oh, jadi kamu adalah Iblis Nafsu, aku berpikir bahwa yang datang adalah Raja Iblis, sangat menyedihkan bahwa mereka hanya mengirim mu kemari sendirian karena kamu ditakdirkan untuk mati." Ucap Chang Rui dengan tawa kecil dan mengeluarkan cambuk tulang naga miliknya.


Cambuk itu bersinar dengan terang dan mulai menyerang kedepan layaknya seekor ular yang hidup dan melihat mangsanya.


Setiap jalan yang dilewati oleh Cambuk Tulang Naga berubah menjadi abu , bahkan rumput rumput yang indah berubah menjadi abu.


Chang Rui menyerang ke depan sementara Zhang Nie terus mundur dan berusaha bertahan dengan pedang lebar miliknya.


Zhang Nie tampaknya terkejut karena serangannya sementara Lin Junya dan Bing Fanrui mengambil kesempatan dari ini untuk membawa mundur pasukan yang terluka dan menyusun formasi serangan mereka selanjutnya.


Chang Rui berhasil menyabet pinggang Zhang Nie dengan Cambuk Tulang Naga miliknya dan itu membuat luka berdarah kecil di pinggang Zhang Nie.


Chang Rui mundur beberapa langkah, kembali ke tempat semulanya dan tertawa dengan lantang.


"Siapa kamu ?!" Tanya Zhang Nie dengan marah.


"Siapa aku ? Aku adalah orang yang akan membunuh setiap orang dengan Darah Iblis kalian ! Aku akan membalaskan dendam ayah dan ibuku, aku adalah Chang Rui. " Jawab Chang Rui dengan dingin.


Zhang Nie tampak terkejut ketika mendengar nama itu dan mundur beberapa langkah. Sementara Lin Junya mendekatinya dengan beberapa kata kata.


"Pasukan Iblis ada lima kali lipat dari jumlah kita, jika termasuk dengan pasukan yang terluka maka itu 6 kali lipat dari kita. Aku takut maka sulit bagi kita untuk menang. " Ucap Lin Junya.


"Apa yang harus kita lakukan adalah bertahan dan menunggu pasukan bantuan datang. " Bisik Chang Rui.


Chang Rui berkumpul dengan Lin Junya dan Bing Fanrui dan membentuk sebuah skenario sederhana tapi cukup untuk mengecoh musuh.


Tidak tahu apakah hal ini akan berhasil atau tidak, Chang Rui mengutuk dalam hati karenanya. Bagaimana mungkin pasukan Iblis ini bisa sangat banyak dan memusingkan ?


Alasan kenapa Pasukan Iblis ini tidak pernah musnah adalah karena mereka dengan mudahnya mempengaruhi orang lain dan menjamur kemana mana.

__ADS_1


Dengan satu yang lolos bisa menghasilkan 1000 yang lain, kali ini Chang Rui benar benar tidak ingin menyisakan apapun.


__ADS_2