REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
295. Akhir Peperangan II


__ADS_3

Ketika mengecek kondisi Wanita itu barulah Cuiyun menyadari bahwa wanita itu masih hidup dalam kondisi yang sangat sekarat dan berada di ambang kematian.


Tubuhnya penuh dengan luka tusukan pedang baik dari bahu, perut, kaki , dan tangan, semuanya penuh dengan luka luka pedang.


Bahkan juga ada luka bakar, Cuiyun tanpa ragu membawanya dengan perlahan lahan dan membaringkan nya di salah satu halaman rumah warga.


"Nyonya, aku izin menggunakan halaman rumahmu sejenak. " Ucap Cuiyun pada wanita tua yang berjaga disana.


"Tentu, tentu, aku akan membawakan obat yang ada di rumahku. " Ucap wanita tua itu dengan ramah.


Cuiyun mengoyak pakaian wanita itu dan berharap bahwa tidak ada yang mengintip, dia memahami sedikit tentang pengobatan berkat Chang Rui juga jadi dia menjaga wanita itu dengan pelan pelan, takut bahwa lukanya sudah mengering.


Luka yang sudah mengering akan menempel pada pakaian dan itu akan menyatu dengan kulit, Cuiyun tidak ingin hal itu terjadi dan langsung melepaskan seluruh pakaian wanita itu.


Wanita tua yang baru saja keluar langsung terkejut dan melepaskan selendangnya untuk menutupi tubuh wanita yang dibawa Cuiyun.


"Apa yang kalian lihat, hah ?!" Marah nenek tua itu pada orang yang berdiri di depan pagarnya dan semua orang berlari.


"Nona muda, sebaiknya dia dibawa masuk saja. " Ucap nenek tua itu.


"Tunggu sebentar. " Ucap Cuiyun dan melepaskan setiap helai pakaian wanita ini dengan hati hati.


Bahkan ada yang sudah agak mengering dan itu menyatu dengan kulitnya, Cuiyun mengerutkan dahinya dan menarik dengan sekali tarikan agar sakitnya hanya sekali.


Wanita ini meringis di dalam pingsannya tampak sangat kesakitan.


"Bersabarlah, aku akan berusaha sebaik mungkin. " Bosok Cuiyun dan setelah semua kain terlepas, Cuiyun langsung mengangkat tubuh wanita itu masuk ke dalam rumah nenek itu.


Di dalam rumah nenek itu, tidak perlu takut ada orang yang mengintip lagi, jadi Cuiyun membasuh dengan kain dan air hangat.


Benar benar kasihan sekali wanita ini, dia sangat pemberani dan penuh dengan ketegasan diwajahnya.


Terlihat bahwa dia bukan sembarang wanita dan membawa sesuatu yang membuatnya mirip dengan Chang Rui di beberapa sisi.


Cuiyun terus menerus membalut perban sampai akhirnya terdengar orang yang berjalan masuk. Ternyata itu adalah Fu Jin Yang, Fu Jin Yang langsung memejamkan matanya setelah tahu ada yang salah dan berbalik badan.


"Maafkan aku. Aku akan menunggu diluar. " Ucap Fu Jin Yang dan berlari keluar dengan malu.


Sementara disisi lain, Nangong Li masih bertarung dengan Nangong Xi dan didampingi oleh Huang Lingyi dan Huang Yi.


Tapi kekuatan Nangong Xi benar benar berbeda, seorang Dewa besar biasa tidak akan mampu mendekatinya sementara Chang Rui sendiri merasa bahwa tubuhnya lemas, mungkin karena serangan serangan yang diberikan tadi benar benar berhasil untuk memukulnya.


Dengan satu kibasan, ketiga orang itu terlempar ke belakang dan memuntahkan darah, Nangong Xi akan berjalan ke Nangong Li tapi Chang Rui menghalanginya.


"Aku akan mengakhiri semuanya denganmu. " Ucap Chang Rui sambil menyeka darah yang ada di sudut bibirnya dan langit berubah menjadi gelap, bulan purnama muncul di atas mereka.


Menyinari Chang Rui dan Chang Rui menerjang ke depan dengan berani, bahkan tanpa memandang ke belakang.


Rasa sakit menggerogoti tubuhnya, tapi dia tidak peduli dan mengayunkan pedangnya dengan kuat lalu hal yang mengejutkan terjadi.

__ADS_1


Pedang Raja Iblis terbagi menjadi dua dan hancur lalu berubah menjadi bubuk bubuk halus yang tertiup oleh angin.


"Tidak mungkin !" Seru Nangong Xi.


"Tidak mungkin ? Inilah yang seharusnya dilakukan oleh Dewi Bulan sejak dahulu !" Teriak Chang Rui dan menikam dada Nangong Xi.


Nangong Xi tampak terbatuk batuk dan mundur ke belakang sebelum akhirnya berubah menjadi abu dengan tatapan tidak percaya sementara Chang Rui sendiri jatuh berlutut dan memuntahkan darah tanpa henti.


Tubuhnya sudah tidak tahan ketika dia menggunakan Jiwa bulan ditambah lagi kini dia menggunakan kekuatan terlarang Dewi Bulan.


Dia telah menghancurkan seluruh pembuluh darah di tubuhnya, tubuhnya sudah meledak seluruhnya dan tidak ada bedanya dengan cangkang kosong.


Nangong Li yang tidak berbeda jauh darinya, langsung merangkak ke arahnya dan menahan tubuhnya agar tidak membentur lantai.


Chang Rui menggapai wajah Nangong Li dan mengelusnya dengan tangannya yang berdarah darah membuat Nangong Li langsung gemetar.


"Tidak, tidak akan, aku tidak ingin kehilanganmu sekali lagi. Benar benar tidak ingin !" Teriak Nangong Li dengan tangisan.


"Tidak ada gunanya lagi, Dantianku sudah hancur sepenuhnya. Aku tidak memiliki kekuatan apapun lagi yang bisa ku gunakan untuk menopanh kehidupanku. Aku berharap bahwa kamu bisa menjalani kehidupanmu dengan baik." Ucap Chang Rui dengan tangisan di wajahnya.


"Tidak ! Tidak ada kehidupan baik bagiku tanpamu ! Aku benar benar tidak bisa tanpamu ! Lebih baik mati dibandingkan ditinggalkan untuk ketiga kalinya. " Ucap Nangong Li sambil menangis.


"Jangan, anggaplah bahwa kamu harus hidup di dunia ini demi diriku. Kamu harus menjaga dunia yang indah ini menggantikan aku yang sudah tiada, aku akan selalu ada dalam hatimu. Aku akan tidur sejenak, tolong jangan lupakan aku. " Bisik Chang Rui sebelum akhirnya tertidur.


Nangong Li menangis dengan keras dan memeluk Chang Rui dengan erat, inilah akhir Perang yang di dambakan olehnya dan tidak pernah terpikirkan olehnya bahwa dia akan kehilangan orang yang dicintainya.


Tanpa disadari oleh Nangong Li, Huang Yi berjalan mendekat dan membacakan mantra sambil mengulurkan tangan ke arah tubuh Chang Rui.


"Apa yang terjadi padamu ?" Tanya Nangong Li dengan khawatir.


"Demi kehidupan majikanku, maka aku tidak keberatan untuk mengorbankan hidupku. Aku sangat menyayanginya karena di dunia yang luas ini hanya dia yang menyayangiku dengan tulus. Cinta kasihnya sangat luas dan dia membawa semua orang masuk agar tidak ada yang merasa kesepian. " Jawab Huang Yi dengan senyum tulus dan akhirnya benar benar menghilang.


"Dia mengorbankan nyawanya untuk Chang Rui, dia memberikan dantian miliknya pada Chang Rui. " Ucap Huang Lingyi.


"Apakah Dantian dapat diberikan kepada orang lain ? Kenapa kamu tidak mengatakannya sebelumnya ?" Tanya Nangong Li.


"Karena aku juga tidak tahu mantranya, Huang Yi adalah ras centaur yang sudah sangat tua , jauh lebih tua dibandingkan diriku. Aku hanya pernah mendengarnya hanya saja tidak tahu betul bagaimana ritualnya. " Jawab Huang Lingyi.


Nangong Li mengangguk dan menggendong Chang Rui dalam posisi pengantin lalu membuka sayapnya.


"Kemana kamu akan pergi ? Bukankah seharusnya dia dirawat disini ? Disini memiliki Perawat terbaik di dunia, dibandingkan dengan di dunia fana. " Ucap Huang Lingyi.


"Aku memiliki seseorang yang bisa mengobatinya lebih baik. " Ucap Nangong Li.


"Tidak akan ada yang lebih baik, bahkan jika mereka tidak sebaik Chang Rui tapi masih lebih baik dibandingkan orang orang di dunia fana itu !" Seru Huang Lingyi dengan nada yahh meninggi.


Nangong Li yang emosinya belum stabil pun dengan mudah langsung tersulut amarahnya.


"Perawat mana yang lebih baik dibandingkan keturunan Dewa Pengobatan terdahulu ?! Itu adalah orang yang tumbuh bersamanya dan orang yang paling dekat dengannya. Atas dasar apa kamu mengatakan ada orang yang lebih baik ?!" Tanya Nangong Li dengan teriakan.

__ADS_1


"Keturunan Dewa Pengobatan ? Chang Jian Ming , putra tertuanya ? Kamu sudah menemukannya ? Kenapa tidak membawanya ke Kekaisaran Langit ?" Tanya Huang Lingyi.


"Aku akan membahas hal ini denganmu nanti. " Jawab Nangong Li dan pergi dari sana.


Peperangan yang tersisa adalah hal yang tidak seharusnya dia ikut campur, Nangong Li langsung pergi ke Kota Wu tapi tidak ada Chang Jian Ming dan ketika pergi ke Dinasti Qing.


Itu sudah berubah jauh, dia bertemu dengan Jiu Qing secara kebetulan.


"Nangong Li ?" Tanya Jiu Qing dengan terkejut.


"Dimana Chang Jian Ming ? " Tanya Nangong Li.


"Ah.... disini, tolong ikuti aku. " Ucap Jiu Qing dan membawa ke salah satu rumah pejabat disana.


Rumah itu penuh dengan prajurit yang luka luka karena berada di dekat gerbang sehingga dirinya menjadi tempat yang pertama dijadikan penampungan.


Nangong Li melihat puluhan orang atau bahkan ratusan yang ditumpuk menjadi satu, terlihat Chang Jian Ming bahkan kesulitan untuk berjalan bersama dengan Dokter lain.


Tampaknya pejabat ini tidak rela dan hanya meminjamkan beberapa ruangannya, ini adalah kediaman Pejabat Li.


Kebetulan sekali bahwa Li Xun baru saja berjalan kemari dan Nangong Li langsung menghentikannya.


"Tolong berikan tempat yang lebih luas untuk mereka. " Ucap Nangong Li dengan sopan.


"Siapa kamu, dasar bajingan !" Teriak Li Xun dengan kesal.


Nangong Li menarik sabuk pinggangnya dan menunjukkan tanda identitas dirinya, Li Xun ini sudah tidak ikut perang tapi tidak memberikan kontribusi apapun.


Untung saja bahwa dia sedang sabar dan tidak ingin membunuh orang lain.


"Nangong Li !" Seru Li Xun dan segera menundukkan kepalanya.


"Cepat, atau jika tidak maka kamu tahu akibatnya !" Perintah Nangong Li dan Li Xu dengan buru buru menyiapkan kamar lain.


Ada puluhan kamar disini tapi Li Xun benar benar pelit dan hanya memberikan tiga kamar terluar yang penuh debu.


Chang Jian Ming keluar untuk melihat kondisi tapi terkejut melihat adiknya yang dibawa oleh Nangong Li.


"Chang Rui ! Apa yang terjadi padanya ?" Tanya Chang Jian Ming.


"Ceritanya panjang, tolong periksa kondisinya terlebih dahulu. Ini benar benar mendesak. " Jawab Nangong Li dengan singkat dan mereka masuk ke dalam sebuah ruangan kosong.


"Dia terluka dengan parah, dia benar benar dalam kondisi sekarat, tapi ada hal yang benar benar aneh menurutku bahkan ini adalah keajaiban. " Ucap Chang Jian Ming ketika mengecek denyut nadi adiknya.


"Apa yang aneh ? Apakah ada yang salah dengan dirinya ? Sebelumnya Dantiannya hancur tapi diselamatkan oleh Centaur yang mengabdi padanya-" Ucapan Nangong Li terpoton oleh Chang Jian Ming.


"Dia sedang hamil. "


...----------------...

__ADS_1


Hi guysss ! Enggak kerasa sudah menuju tamat ya ? Rencananya sebenarnya hari ini tamat tapi enggak jadi deh, author kasih bonus buat kalian semua, besok baru tamat untuk cerita kehidupan Chang Rui dan Nangong Li sesudah pernikahan mereka, ditunggu terus ya, thank you ❤


__ADS_2