
Tabib Kekaisaran Qin yang baru saja kembali ke Istana tiba tiba mendapat panggilan darurat langsung kembali ke kediaman Nangong Li.
Sesampainya di kediaman Nangong Li, wajah tua Tabib Kekaisaran Qin menjadi pucat. Bagaimana mungkin, Jiu Wangfei yang penuh warna dan tampak ceria sebelumnya dalam sekejap berubah menjadi mayat yang membeku ?
Mengetahui berapa parahnya kondisi Jiu Wangfei, Tabib Kekaisaran Qin tidak berani lengah. Semua pelayan diminta mundur dan hanya ada Nangong Li yang mengawasi dari sudut ruangan.
"Tabib Kekaisaran, pangeran ini hanya bisa mengandalkan mu, kamu harus melakukan yang terbaik. " Ucap Nangong Li sambil tersenyum penuh makna.
Tabib Kekaisaran Qin yang melihat senyum Nangong Li menjadi lebih ketakutan dan keringat mengalir deras dari dahinya.
Dalam sekejap, kamar Chang Rui yang dipenuhi oleh bau obat herbal. Nangong Li memandang dengan acuh tak acuh.
Kepalanya menumpu pada tangannya dan tampak tidak peduli dengan keadaan yang dialami Chang Rui.
Satu jam berlalu,
Tabib Kekaisaran Qin masih belum bisa mengobati Chang Rui dan membuat keringat dingin membasahi punggung pria yang telah hidup lebih dari setengah abad itu.
"Jiu Wang.... bolehkah aku mengatakan sesuatu padamu ?" Tanya Tabib Kekaisaran Qin dengan ragu dan takut.
"Apa yang ingin dikatakan oleh Tabib Kekaisaran Qin padaku ? Aku harap bahwa pengetahuan ku tidak mempermalukan diriku sendiri di hadapan Tabib Kekaisaran Qin yang penuh dengan pengalaman. " Ucap Nangong Li dengan rendah hati, tapi nada suaranya sama sekali tidak menunjukkan hal itu.
Tabib Kekaisaran Qin merasa bahwa Pangeran Keempat ini terlalu sulit untuk ditebak, bahkan Putra Mahkota tidak sesulit ini untuk ditebak.
"Jiu Wangfei hanya menderita kedinginan, tapi selain itu, tidak ada penyakit fisik lain. Hanya saja, tampaknya jiwanya terlalu lelah sehingga akan tertidur lebih lama. " Ucap Tabib Kekaisaran Qin.
"Dengan kata lain, Istriku tertekan ?" Tanya Nangong Li dengan kekhawatiran di dalam suaranya.
Tentu saja, semuanya palsu. Untuk menjalankan hubungan yang "romantis" ini.
"Ya, bisa dibilang begitu. Jiu Wangfei terlalu tertekan dan membuat kondisi fisiknya menjadi menurun. " Ucap Tabib Kekaisaran Qin.
Nangong Li mengatakan beberapa hal lain dan Tabib Kekaisaran Qin merasa kagum terhadap pengabdian yang dimiliki oleh Nangong Li untuk Chang Rui.
Sebelum pergi ke Istana milik Jiu Wang, Kaisar telah berpesan kepadanya untuk mengawasi hubungan sebenarnya antara Nangong Li dengan Chang Rui.
Siapa yang menyangka bahwa ada hubungan yang begitu tulus ?
__ADS_1
Jadi, Tabib Kekaisaran Qin memberikan resep untuk diberikan kepada Chang Rui jika sudah sadar. Lalu, Tabib Kekaisaran Qin kembali ke Istana untuk melaporkan temuannya.
Sementara Nangong Li memilih untuk tidak mengurusi Chang Rui lagi.
"Kalian berdua, urus Nona kalian. " Perintah Nangong Li kepada Qinlin dan Qiaoling.
Keduanya menunduk dengan dalam dan tidak berani untuk menatap Nangong Li secara langsung.
Nangong Li juga tidak peduli lagi dan memilih untuk pergi dari halaman kediaman Chang Rui dan kembali ke kediamannya seolah olah tidak ada yang terjadi.
Keesokan harinya,
Chang Rui terbangun dengan seluruh tubuh yang sakit dan pegal pegal. Qinlin yang melihat ini langsung membantu Chang Rui untuk duduk.
"Apakah Nona merasa tidak nyaman ? Apakah perlu bagi ku untuk memanggil tabib ?" Tanya Qiaoling.
Chang Rui menggelengkan kepalanya dan merasa bahwa bibirnya terlalu kering dan tidak memungkinkan nya untuk mengatakan sesuatu.
Jadi menggunakan bahasa isyarat untuk meminta minum, Qinlin dengan tangkas mengambil satu cangkir teh.
"Sudah lebih dari 9 jam, Nona. " Ucap Qiaoling menjawab.
"Oh, aku tidak sengaja kehilangan kesadaran di dalam bak mandi. Apakah kalian membocorkan hal ini kepada orang luar ?" Tanya Chang Rui.
Wajah Qinlin dan Qiaoling langsung berubah, jadi mereka berdua langsung berlutut di depan Chang Rui dan tampak ketakutan.
"Semalam kamu panik jadi meminta pertolongan kepada Jiu Wang. " Ucap Qinlin dengan gemetar.
Chang Rui yang mendengar ini menghela nafas, kedua pelayannya tidak mengerti tentang pengobatan, jadi tidak bisa membedakan apakah situasinya kritis atau tidak.
"Bagaimana tanggapan Nangong Li ? Apakah dia datang ke sini ?" Tanya Chang Rui.
"Jiu Wang datang kemari dan merawat Nona sembari menunggu kedatangan Tabib Kekaisaran Qin. " Ucap Qinlin.
"Jiu Wang terlihat khawatir dengan kejadian yang menimpa Nona. " Lanjut Qiaoling.
Chang Rui yang mendengar ini tertawa dengan pahit. Chang Rui tahu jelas apa alasan Nangong Li peduli padanya.
__ADS_1
Bukan karena pria itu benar benar peduli, melainkan jika dia meninggal, maka pria itu akan kehilangan salah satu bidak yang berharga.
Chang Rui menyadari hal ini dengan jelas dan berusaha untuk melepaskan diri dari hal ini, tapi terasa begitu sulit.
Chang Rui tidak ingin menjatuhkan perasaan kedua pelayannya, jadi tidak mengiyakan dan tidak menolak apa yang dikatakan oleh kedua pelayannya.
"Kalian semua bisa pergi, aku akan pergi ke tempat Jiu Wang. " Ucap Chang Rui.
"Nona, Fu Qing dan Jing Yi semalam berada disini untuk melaporkan tugas. Tapi, ketika mereka datang, ternyata Nona berada di dalam kondisi yang kurang baik. " Jelas Qiaoling.
"Dimana mereka saat ini ?" Tanya Chang Rui.
"Saat melihat bahwa Jiu Wang akan masuk, keduanya bersembunyi lalu pergi. Mereka hanya meninggalkan satu gulungan kertas yang berisi pesan rahasia ini. " Ucap Qinlin sambil menyerahkan sebuah gulungan kertas yang masih disegel dengan rapi.
Chang Rui yang melihat ini langsung menerima gulungan kertas tersebut dan melihat isinya dengan tatapan datar.
"Nangong Xi, benar benar menyebalkan. Aku akan menunjukkan padanya, bagaimana cara memperlakukan orang lain dengan baik. " Ucap Chang Rui dengan tatapan yang kejam.
Chang Rui membakar kertas tersebut lalu berjalan turun dari ranjangnya, tanpa repot repot mengganti pakaiannya, Chang Rui berjalan menuju kediaman Nangong Li.
Sesampainya disana, pria itu tampak sedang duduk dan membaca sebuah buku sambil berjemur matahari.
Long Yu menemani Tuannya untuk berdiri di bawah sinar matahari yang terik.
"Wangfei." Ucap Long Yu sambil berlutut di depan Chang Rui.
"Di masa depan , jika bertemu maka tidak perlu berlutut. Tuanmu bukanlah aku. " Jawab Chang Rui dengan acuh tak acuh.
"Long Yu tidak berani. " Ucap Long Yu sambil menunduk.
Chang Rui memberi tanda pada Long Yu untuk pergi dan Long Yu langsung menurut, Chang Rui berjalan ke samping Nangong Li yang hanya menonton sejak tadi.
"Wangye tidak berada di sampingku ketika aku sadar, aku merasa sangat sedih. " Ucap Chang Rui dengan datar.
"Aku sedang berjemur untuk menambah kesehatan ku, bagaimanapun aku adalah seorang pria yang cacat dan tidak memiliki kuasa. Paling tidak, aku harus sehat. " Nangong Li membuat alasan tanpa memerah sama sekali.
"Tentu saja , aku tidak akan mengurus hal ini lagi denganmu dan aku akan membahas yang lebih penting dengan mu. " Ucap Chang Rui dengan tatapan yang tajam.
__ADS_1