REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
76. Ditengah Hujan


__ADS_3

Chang Rui memakan Tanghulu nya sampai selesai dan akhirnya duduk di sebuah bangku, hanya untuk menatap lalu lalang orang lain.


Tanpa sadar, ini adalah tempat dimana dia duduk dan membuat mainan bambu bersama dengan Qiaoling ketika dia baru pertama kali datang kemari.


Chang Rui tertawa ringan dan memegang dua batang Tanghulu, sama seperti dengan saat itu.


"Apakah kamu mau ?" Tanya Chang Rui pada udara kosong.


Chang Rui benar benar tidak tahu, pertanyaan ini diarahkan untuk Qiaoling atau untuk orang yang telah bertemu dengannya disini.


Pada saat itu, dia menemukan bahwa orang itu menyedihkan, duduk ditengah keramaian orang orang tampak kesepian dan duduk di kursi roda.


Chang Rui berpikir bahwa orang itu terlalu menyedihkan jadi dia menawari orang itu dengan permen di tangannya.


"Sudah sangat lama, mungkin sudah tiga tahun berlalu. Kenapa sangat sulit untuk melupakan mu ?" Tanya Chang Rui dengan senyum tipis.


"Aku seharusnya benci denganmu, tapi ketika melihatmu seperti tadi, aku merasa bahwa aku telah melewatkan sesuatu. Seolah olah aku telah melupakan sesuatu, kenapa aku merasa ada yang salah ?" Tanya Chang Rui.


Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaannya, lalu lalang masih ramai sama seperti pada tahun itu tapi banyak hal yang berubah.


Orang yang berdiri di sampingnya telah pergi dan orang yang duduk di kursi roda telah mengkhianatinya.


Chang Rui berdiri dan membeli satu botol arak lalu meminumnya, Chang Rui berpikir bahwa hatinya sudah cukup keras dan penuh dengan kebencian.


Tapi, setelah memikirkannya lagi, tampaknya dirinya tidak sekuat yang di bayangkan. Tidak seperti yang di harapkan.


Chang Rui menelan setiap arak yang menetes ke dalam mulutnya lalu tanpa sadar berjalan menuju pusat pasar, jika berjalan beberapa ratus meter ke depan maka akan bisa melihat Istana.


Sebuah bayangan yang menyakitkan muncul di kepalanya, dimana dia dipaksa untuk berlutut dan di hadapannya, satu persatu pelayannya dibawa.


Chang Rui berdiri dalam diam sementara orang orang melewatinya, Chang Rui merasa bahwa kepalanya menjadi pusing.


Sebelum akhirnya meneguk lebih banyak arak yang membuat perutnya menjadi panas, tapi siapa yang peduli ?


"Aku tidak menyesal untuk mengikuti mu, Nona. "

__ADS_1


"Nona adalah penyelamat ku, bagaimana mungkin aku menyesal ?"


"Nona, jika ada kehidupan selanjutnya maka kita pasti akan bertemu lagi. "


"Nona, terima kasih karena telah membuatku bisa melihat dunia. "


"Aku telah menganggap mu sebagai putriku sendiri. "


Setiap kalimat kalimat itu mengisi indra pendengarannya seolah olah ada orang yang mengatakannya di sampingnya.


Pyarrr !!


Chang Rui membanting guci araknya dengan mata yang memerah dan tampak penuh dengan kebencian.


Hujan mulai turun dan orang orang mulai berpencar satu sama lain, sementara Chang Rui masih berdiri disana, ditengah hujan dan menundukkan kepalanya.


"Maafkan aku, maafkan aku. Aku akan membuat orang orang membayar apa yang telah mereka lakukan, kalian akan mendapatkan kepergian yang layak. Aku akan menunjukkan, bahwa kita tidak bisa ditindas begitu saja. Maafkan aku, ini adalah ketidak


mampuan ku untuk menjaga kalian semua. " Gumam Chang Rui.


Dia tidak pernah merasa bersalah seperti ini, ini benar benar menyakitkan dan berat untuk di tanggung, rasa bersalah ini, mungkin tidak akan pernah bisa meninggalkan nya.


Sudah seharusnya, dia sebagai Tuan mereka seharusnya memberikan keamanan kepada mereka tapi sebaliknya, dia menyeret mereka menuju Neraka.


Chang Rui tertawa, tapi di tengah hujan ini, siapa yang bisa mendengar tawanya yang menyedihkan ? Orang orang bahkan tidak bisa melihat Chang Rui ditengah hujan.


Chang Rui berdiri disana sejenak sebelum akhirnya berjalan menuju penginapan dan kebetulan bertemu dengan Jiu Hua.


"Jie jie ! Jie jie !" Ucap Jiu Hua dengan panik.


"Tidak apa apa, aku baik baik saja. " Ucap Chang Rui dengan tenang.


"Jie jie, diluar hujan deras tapi kamu tidak kunjung kembali, ini membuat ku sangat khawatir. " Ucap Jiu Hua dengan sedih.


Chang Rui tertawa ringan dan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Tidak apa apa, aku bisa menjaga diriku sendiri. Karena hujan jadi aku berteduh sebentar. " Chang Rui mengibaskan pakaiannya dan masuk ke dalam kediaman mereka.


Walaupun ini penginapan tapi ini memiliki taman pribadi dan kolam ikan pribadi seolah olah benar benar memiliki satu paviliun.


Jadi, setelah masuk kedalam Paviliun mereka, Chang Rui melepaskan pakaiannya dan membiarkan pelayan Jiu Hua untuk merendam pakaiannya lalu dia mengambil pakaian baru.


"Jie jie, kamu kembali tepat waktu, pelayan ku baru saja membuatkan sup panas untuk kita berdua, kamu harus menghangat kan diri jika tidak maka akan masuk angin. " Ucap Jiu Hua.


"Kamu sangat banyak bicara ketika hanya kita berdua tapi di depan orang lain maka kamu akan diam seribu bahasa. " Canda Chang Rui.


Jiu Hua hanya tertawa ceria ketika mendengar candaan Chang Rui, memang Jiu Hua sebenarnya adalah orang yang perhatian dan banyak bicara tapi hanya pada orang orang terdekatnya.


Salah satunya adalah Jiu Yu dan Chang Rui. Tidak bisa membayangkan bahwa orang seperti Jiu Hua akan menikah dengan Nangong Li.


Ketika memikirkan bahwa Jiu Hua akan menikah dengan Nangong Li, wajah Chang Rui berubah menjadi cemberut.


Entah kenapa dia menjadi tidak senang, mungkin karena Jiu Hua dekat dengannya dan Chang Rui tidak ingin Jiu Hua dekat dekat dengan orang licik seperti Nangong Li.


Lalu, yang menyebalkan adalah mereka tidak memiliki data perceraian yang sah. Sehingga bisa dianggap sebagai suami istri sampai saat ini.


Jika dia tiba tiba mengajukan perceraian, bukankah itu akan mengungkap identitas nya ? Tapi jika tidak melakukannya, bukankah itu akan membuatnya menjadi kesal ?


Chang Rui benar benar merasa serba salah dan selalu merasa bahwa apapun yang berkaitan dengan Nangong Li selalu serba salah dan sulit di mengerti, benar benar menyebalkan.


Sementara di sisi lain, Nangong Li sedang duduk di meja kerjanya dan memikirkan dimana dirinya ditawari sebuah Tanghulu oleh seorang gadis yang sepertinya adalah murid baru Tuan Jiu.


Kejadian ini benar benar bukan yang pertama, Nangong Li benar benar tidak bisa tidak memikirkan orang yang pertama kali memberikan itu.


Nangong Li tiba tiba berjalan keluar dan melihat bahwa hujan deras, Long Yu yang melihat bahwa Tuannya akan berjalan keluar dengan sigap mengambil payung untuk Nangong Li.


Nangong Li mengambil payung tersebut dan berjalan ditengah kesepian dan berhenti di sebuah tempat, disana tempat dimana terakhir kali dia menatap Chang Rui.


Nangong Li melihat bahwa disana ada sebuah guci arak yang di pecahkan, benar benar di atas posisi Chang Rui pada saat itu.


Tidak tahu apa yang dipikirkan Nangong Li untuk terus berdiri di sana dan mengerutkan dahi sebelum akhirnya berjalan kembali ke kediaman.

__ADS_1


Seandainya Nangong Li datang sedikit lebih cepat ke tempat yang sama maka Nangong Li akan menemukan petunjuk dan akan bertemu dengan Chang Rui, sayang sekali bahwa Langit belum menginginkan Nangong Li tahu tentang Chang Rui.


__ADS_2