REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
80. Berlatih Keras


__ADS_3

"Untuk kedua kalinya , aku jatuh kepadanya lagi. " Ucap Chang Rui sambil tertawa miris sebelum akhirnya jatuh pingsan.


"Jie jie ! Jie jie !" Teriak Jiu Hua dengan sedih dan air mata mulai mengalir.


"Kamu bantu pegang Nona Chang, aku akan memeriksa denyut nadi miliknya. " Ucap Jiu Yu.


Jiu Yu tidak ada pilihan lain, dibawah tekanan dari Dewa kehidupan, Jiu Yu benar benar takut bahwa dia akan membuat marah seorang Dewa sehingga memutuskan untuk mengatakan ini kepada Kaisar.


Jiu Yu benar benar merasa bersalah tapi tiba tiba menyadari karena Dewa telah memutuskan ini, bukankah seharusnya ini adalah jalan yang terbaik ?


Tapi, tetap saja melihat kondisi Chang Rui saat ini membuatnya merasa bersalah. Jiu Yu memeriksa keadaan Chang Rui lalu menghela nafas.


"Pegang Nona Chang sampai kita kembali ke penginapan terlebih dahulu, dia hanya kelelahan dan tertekan. " Ucap Jiu Yu.


"Ya, kakek. " Ucap Jiu Hua sambil memeluk Chang Rui.


Setelah sampai di penginapan yang diberikan oleh Nangong Li, Jiu Hua dan beberapa pelayannya membawa tubuh Chang Rui lalu membaringkan nya di tempat tidur Chang Rui.


"Bagaimana dengan jie jie ? Apakah kita harus memberinya suatu obat ?" Tanya Jiu Hua.


"Tidak bisa, tidak ada yang bisa kita lakukan. Dia hanya kelelahan, besok kita akan berjalan kembali ke kediaman. " Ucap Jiu Yu.


"Bagaimana jika jie jie belum sadar ?" Tanya Jiu Hua.


"Tidak apa apa, bawa dia. " Ucap Jiu Yu.


Sementara di sisi lain, Long Yu memandang Nangong Li dengan tatapan aneh seolah olah sedang melihat barang baru.


Nangong Li sendiri memasang wajah tidak peduli seperti biasanya.


"Apa yang terjadi ?! Aku mendengar bahwa kamu akan menikah lagi !!" Teriak Zhang Yue dengan suara yang menggelegar dari depan.


"Tutup mulut kaleng mu, itu menyakiti telinga siapapun yang mendengar. Aku pikir, bahkan dalam tiga kehidupan, kamu tidak akan pernah mendapatkan pasangan dengan mulut lebar mu. " Umpat Nangong Li dengan kesal sambil memegangi telinga nya.


"Apakah kamu serius ?! Istri mu belum meninggal selama 3 tahun dan kamu akan segera menikah lagi, apakah kamu gila ?!" Teriak Zhang Yue.

__ADS_1


"Kenapa jika aku menikah lagi ?" Tanya Nangong Li dengan acuh tak acuh.


"Sejujurnya, Nona Chang ini sangat mirip dengan Wangfei. Apakah Tuan ingin memeriksa Nona Chang ini ?" Tanya Long Yu dengan lebih cerdas.


"Apapun niatku, tentu saja itu bukan urusan mu. " Ucap Nangong Li dengan acuh tak acuh.


"Kamu ini ?? Apakah kamu telah berubah menjadi gila karena di tinggalkan oleh Chang Rui ? Bagaimana jika ternyata dia memiliki perangaian yang berbeda dengan Chang Rui, apakah kamu akan membunuh nya ?" Tanya Zhang Yue dengan bertubi tubi.


"Semuanya akan lebih baik jika kamu menutup mulut mu itu. " Ucap Nangong Li dengan tajam.


Sementara di sisi lain, yang dimaksud dengan Jiu Yu kembali ke kediaman bukanlah kediaman yang ada di Selatan.


Melainkan kediaman yang ada di Ibukota.


"Kakek, kenapa kamu tidak mengatakan bahwa kita memiliki kediaman di Ibukota ?" Tanya Jiu Hua dengan bingung.


"Sebenarnya, ini bukan kediaman milik keluarga kita melainkan kediaman pribadi milik ayah dan ibumu. Aku selama ini sangat sulit untuk datang kemari karena tidak akan pernah bisa melupakan Ayah dan Ibumu jika datang kemari. " Ucap Jiu Yu dengan sedih.


Jiu Hua mendengarkan semuanya dengan seksama. Jiu Yu membuka pintu yang terkunci dan beberapa pelayan yang terus merawat kediaman ini langsung memberikan hormat.


"Siapkan seluruh perhiasan untuk pernikahan sebaik mungkin. " Perintah Jiu Yu.


"Jie jie pasti akan sangat cantik jika mengenakan pakaian pernikahan, sayang sekali bahwa dia terlalu menyedihkan dan dia tidak memiliki kebahagiaan yang sama. " Ucap Jiu Hua dengan sedih ketika membayangkan hal ini.


"Biarkan dia beristirahat. " Ucap Jiu Yu.


Keesokan harinya, Chang Rui tersadar dan menjalankan harinya dengan semangat yang baru.


"Aku pikir, aku tidak boleh terperosok ke dalam jurang. " Ucap Chang Rui dengan tenang.


Chang Rui merencanakan rencana baru untuk dijalaninya, jika dia ingin membunuh Nangong Li maka dia harus melakukannya ketika hari pernikahan mereka.


Pengantin wanita akan menunggu di kamar pengantin untuk menunggu pengantin pria membuka tudung nya.


Pada saat itu, Chang Rui akan menikam Nangong Li. Tapi, untuk rencana itu maka dia harus berlatih dengan keras.

__ADS_1


Harus memiliki kekuatan yang sama dengan kehidupan sebelumnya atau bahkan melebihi itu.


Chang Rui bekerja dengan sangat keras, bahkan untuk berlatih pagi siang dan malam, ini membuat Jiu Hua dan Jiu Yu merasa khawatir dengan keadaan Chang Rui.


Chang Rui telah mengurung dirinya dan hanya keluar untuk makan pagi, siang dan malam. Ini sangat mengkhawatirkan sampai akhirnya pada hari ketiga, Jiu Hua mengetuk pintu dan tidak ada jawaban.


Jadi Jiu Hua hanya bisa menggeser pintu lalu berjalan masuk, melihat Chang Rui sedang berlatih dengan pedang pendeknya tampak sangat mempesona.


Dengan kibaran pakaian yang mempesona membuat orang orang akan melihatnya sebagai seorang Dewi yang tersesat di dunia fana.


Jiu Hua merasa walaupun Chang Rui tidak bisa dikatakan sebagai kecantikan yang luar biasa tapi biasa dikatakan sebagai seseorang yang mempesona orang lain dengan gerakan dan perilaku nya.


Jika Jiu Hua adalah seorang pria maka dia akan bersyukur untuk memiliki seorang istri semacam Chang Rui.


Jiu Hua merasa bahwa Chang Rui adalah panutan nya, Chang Rui adalah orang yang sangat layak untuk menjadi panutannya, selain kakek nya.


Untuk ayah dan ibunya, kakek nya selalu mengatakan bahwa mereka adalah orang yang luar biasa.


Tapi, sejujurnya Jiu Hua belum pernah bertemu dengan mereka sejak lahir. Sejak lahir dia di titipkan dengan kakek nya lalu keduanya pergi.


Jadi, tidak ada kesan mendalam tentang kedua orang tuanya di dalam diri Jiu Hua. Ini membuat Jiu Hua merasa ragu, tapi terkait dengan kakek dan Chang Rui maka Jiu Hua tidak akan merasa ragu.


"Jiu Hua, apa yang kamu lakukan disini ?" Tanya Chang Rui yang sedang menoleh.


Kali ini, Chang Rui tidak menggunakan riasan dan hanya menggunakan pakaian sederhana berwarna putih yang menunjukkan keanggunan nya.


"Jie jie, aku telah mengetuk pintu kamar mu tapi kamu benar benar tidak memberikan jawaban jadi aku masuk karena aku mengkhawatirkan mu. " Ucap Jiu Hua.


"Maaf karena telah membuat mu khawatir tapi Jie jie tidak apa apa, hanya berlatih dengan keras. Minggu depan adalah minggu terakhir kita bersama, bagaimana jika kita bermain main bersama dan berjalan bersama ?" Tanya Chang Rui.


"Tentu saja ! Jika begitu maka aku tidak akan menganggu Jie jie lagi !" Seru Jiu Hua.


Chang Rui tersenyum ketika melihat Jiu Hua menyerahkan sebuah keranjang berisi buah buahan untuknya.


"Jangan sampai kelelahan Jie jie, jika tidak maka kamu akan jatuh sakit. " Ucap Jiu Hua lalu berjalan pergi.

__ADS_1


Setelah Jiu Hua pergi, Chang Rui menurunkan senyumnya dan tampak kelelahan lalu menggigit sebuah buah pir yang di antarkan oleh Jiu Hua.


__ADS_2