
"Terima kasih banyak atas rahmat baik yang telah diberikan oleh Yang Mulia. Hamba ini, Yu Cheng Qing, bersumpah akan menjalankan tugas dan kewajiban dengan sebaik mungkin dan merawat penduduk Kota Wu dengan sepenuh hati. " Ucap Chang Rui lalu meminum araknya hingga habis.
Semua orang yang diangkat memang harus melakukan sumpah pada hal yang telah diberikan oleh Kaisar.
Ketika dia duduk di dekat Yang Mulia, adalah seorang Menteri tua dan itu adalah kakek Yu Qingyun, Fang Liang.
"Menteri tua ini akan memberikan pendapatnya kepada Yang Mulia, akan lebih baik jika kita meminta seorang utusan untuk menjaga Putri Cheng Qing, bagaimanapun Putri Cheng Qing adalah seorang wanita. " Ucap Fang Liang dengan kata kata yang sopan.
Tentu saja itu sangat luar biasa untuk didengar, meminta Kaisar untuk mengurus orang memantaunya ? Nyali Fang Liang ini benar benar luar biasa.
Utusan Kekaisaran hanyalah sebuah hal, tapi secara tidak langsung meragukan kemampuannya.
Chang Rui tidak akan membiarkan siapapun meremehkan dirinya dengan begitu kurang ajar !
"Tuan Fang, terima kasih atas perhatian mu. Tapi, di Kota Wu yang jauh aku sulit untuk menemukan seseorang yang mau menemaniku. Jadi aku tidak ingin merepotkan. " Ucap Chang Rui dengan lembut.
"Cheng Qing, apa yang dikatakan oleh Tuan Fang benar, kamu seorang wanita lemah, akan tidak baik bagimu untuk berjalan sendirian. " Ucap Kaisar setuju dengan Fang Liang.
"Cheng Qing akan mengikuti semua perintah yang diberikan oleh Ayahanda, selama Ayahanda bahagia. " Balas Chang Rui dengan senyum dingin.
Tatapan Yu Liang bertabrakan dengan senyumannya yang mengerikan dan Yu Lian tiba tiba merasa ngeri.
"Tuan Fang penuh dengan pengalaman, memiliki banyak hal untuk di pelajari dari Tuan Fang. Di masa depan, aku harus berkunjung ke kediaman Tuan Fang, harap Tuan Fang ingin menerima kedatangan ku. " Ucap Chang Rui sambil menundukkan kepalanya.
"Tentu saja, kamu adalah seorang Putri Kekaisaran. Sementara hamba ini hanya orang tua tentu saja akan terus menerima kehadiran Tuan Putri. " Balas Fang Liang dengan penuh kemenangan.
"Dimana Putri Qingyun, dia biasanya paling suka ikut acara seperti ini ? Aku sudah lama mengembara dan tidak bertemu dengannya, membuatku merasa rindu dengannya. Bagaimanapun kami tumbuh bersama dan memiliki banyak 'kenangan indah', bukankah begitu Ayahanda ? " Tanya Chang Rui dengan penekanan.
__ADS_1
Sudah jelas bahwa dia ingin Yu Qingyun melihatnya dinobatkan menjadi seorang Walikota.
"Kebetulan Qingyun sedang sakit sehingga dia tidak bisa datang kemari, kamu harus mendatangi kediamannya nanti. " Ucap Kaisar Yu Lian.
Chang Rui mengangguk dan tersenyum, acara dilanjutkan tapi pada akhirnya Chang Rui mendapatkan pertentangan lain.
" Mohon maaf atas kelancanganku, aku hanyalah seorang hamba tanpa nama dan hatiku terpaku untuk rakyat. Aku benar benar ingin menanyakan hal ini, Putri Cheng Qing adalah seorang wanita, apakah memiliki kemampuan untuk mengelola sebuah Kota ?" Tanya seorang pria dengan janggut yang panjang.
Pria ini mengenakan pakaian yang sama yang berarti bahwa pria ini merupakan seorang Walikota juga.
"Jika aku boleh tahu, siapa nama Tuan ini ?" Tanya Chang Rui dengan sedikit keangkuhan.
Yang menunjukkan bahwa dia tidak mengenal pria itu dan pria itu sama sekali tidak terkenal di Pengadilan Istana ini, itu adalah penghinaan besar bagi seorang Pejabat Istana.
"Namaku Hua Wulin, Walikota Kota Zen. " Ucap pria berjanggut panjang itu.
"Aku memang seorang wanita lemah yang tidak terpelajar, tapi hatiku seluas lautan, keprihatinan ku pada Kota Wu membuatku tergerak. Lagipula, Yang Mulia telah setuju dan membiarkanku untuk menjadi seorang Walikota. Apakah dengan kata lain Tuan Hua merasa bahwa keputusan Yang Mulia tidak bijak atau Tuan Hua merasa bahwa Yang Mulia pilih kasih karena aku adalah putrinya ?" Tanya Chang Rui bertubi tubi.
Hua Wulin tidak percaya bahwa dia akan dijatuhkan kedalam posisi yang sulit seperti ini dan langsung berlutut dengan ketakutan, menatap Kaisar dengan tatapan memohon.
Merasa bahwa keputusan Kaisar tidak bijak adalah kejahatan besar, semula dia hanya tidak senang ketika melihat bahwa dirinya setara dengan wanita.
Jadi Hua Wulin ingin menjatuhkan dan mempermalukan Yu Cheng Qing, siapa yang menyangka bahwa gadis itu akan membalasnya dengan begitu tajam dan tenang.
"Hua Wulin, kamu sudah melayani Negara selama 10 tahun, apakah kamu sekarang memiliki keberanian untuk meragukan keputusan yang aku buat ? " Tanya Yu Lian dengan marah.
"Hamba ini telah salah, mohon Yang Mulia memaafkan ! Walaupun mulut hamba ini tidak baik di dengar, tapi hati hamba ini hanya untuk kebaikan rakyat !" Ucap Hua Wulin sambil bersujud.
__ADS_1
"Jadi maksudmu hatiku tidak untuk rakyat ?" Tanya Yu Lian dengan datar.
"Bukan.... bukan, bukan, bukan ! Bukan seperti itu maksud hamba ini..... Yang Mulia mohon dengarkan penjelasanku !" Mohon Hua Wulin sambil menangis.
"Pengawal, bawa Hua Wulin untuk kembali ke kediamannya dan jangan biarkan dia menemuiku sampai suasana hatiku membaik. " Ucap Yu Lian dengan dingin.
Kedua orang pengawal datang dan menyeret Hua Wulin yang terus menangis, sementara Chang Rui hanya menatap dingin kearah Hua Wulin.
Hua Wulin secara tidak sengaja menatap mata Chang Rui yang sedang melihatnya juga, tiba tiba Hua Wulin merasa menyesal.
Hua Wulin pada akhirnya tahu bahwa Chang Rui hanyalah penyamaran, yang aslinya adalah seseorang yang penuh tipu daya.
Hua Wulin terus menerus meraung raung meminta untuk dilepaskan, sementara Chang Rui duduk dengan wajah acuh tak acuh.
"Tuan Putri Cheng Qing baru datang pertama kali di Pengadilan Istana dan membuat Hua Wulin ditarik keluar oleh Pengawal, ini adalah pencapaian hebat. " Ucap Fang Liang menyindir nya karena membuat onar pada hari pertamanya.
"Terima kasih atas pujian dari Tuan Fang, aku tidak berani untuk menerima pujian sebesar ini. Aku takut jika aku memakan lebih besar daripada yang seharusnya maka perutku akan meledak. " Ucap Chang Rui dengan tawa kecil.
(Yang kalimat kedua di kata kata Chang Rui diatas mengarah pada keserakahan, jika serakah maka akan tidak dapat ditanggung. )
"Tuan Putri terlalu merendahkan diri. " Ucap Fang Liang dengan kesal karena Chang Rui sama sekali tidak terpancing oleh pancingan yang dia berikan.
"Tuan Fang, berapa umurmu tahun ini ? Mengingat Permaisuri bahkan sudah menginjak setengah abad dalam keagungannya. " Ucap Chang Rui.
"Umurku pada tahun ini adalah 82 tahun. " Jawab Fang Liang dengan ragu.
"Betapa hebatnya ! Tuan Fang benar benar seorang Terus sejati, tapi diusia ini harus datang pagi pada pukul 5 dan kembali pada pukul 6 sore setiap harinya, ini tidak akan baik untuk kesehatan Tuan Fang. Ada baiknya untuk meminta belas kasih dari Yang Mulia, pasti Yang Mulia akan berbelas kasih dan memberikan Istirahat kepada Tuan Fang. " Ucap Chang Rui dengan senyum tulus.
__ADS_1
Wajah Fang Liang sedikit berubah karena kata kata Chang Rui berarti memintanya berhenti dari Pengadilan Istana, bukankah itu sama saja dengan melepaskan jabatan nya ?