
Gerbang mulai dibangun dengan hati hati dan pengawasan ketat untuk penjagaan apabila ada orang yang ingin mengambil kesempatan dari kemalangan ini.
Hati orang orang tidak bisa ditebak apabila ada orang yang menginginkan untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan.
Chang Rui ingin meminimalisir hal ini untuk mencegah terjadinya kesalahan, apa yang salah dengan dirinya jika dia ingin mengawasi tempat ini ?
Dia juga mengalokasikan dana sebesar 1 juta Tael untuk membangun kamp bagi para Prajurit yang datang ke Kota miliknya.
Walaupun dia adalah seorang Walikota, tapi pakaiannya sederhana dan tidak berubah , masih sama seperti dulu.
Warna kesukaannya adalah ungu muda dan putih, tapi terkadang dia akan menggunakan pakaian warna merah karena dia menyukainya.
"Betapa cantiknya, Walikota Yu !" Seru para wanita Kota Wu dengan antusias.
Mereka bahu membahu membuat anyaman untuk dijual ke kota lain dan menambah penghasilan bagi keluarga mereka.
Chang Rui maju ke depan dan duduk di samping salah satu wanita wanita yang ada disana dan membantu membuat anyaman.
"Walikota, jangan sampai mengotori pakaian mu." Ucap salah satu wanita sambil tertawa tawa.
Chang Rui sendiri hanya tertawa ringan menanggapi hal tersebut lalu mulai menganyam tas belanja dengan daun bambu.
Daun bambu terkenal kuat dan besar sehingga bisa dibentuk seperti ini, juga ada wanita yang membuat anyaman dari batang bambu yang di sudah dipotong menjadi beberapa bagian.
Sehingga setiap bagian berubah menjadi sangat tipis dan lebih mudah untuk di tekuk, jika tidak maka tidak akan bisa dibayangkan bagaimana hasilnya.
Chang Rui bahkan tidak yakin bahwa dia bisa menghancurkan batang bambu besar dalam satu pukulan.
Karena memang kekuatan bambu tidak sesederhana yang kelihatan, ada beberapa orang yang hanya menggunakan bambu sebagai senjata dan benar benar tidak kalah dari pedang.
__ADS_1
Dikatakan bahwa jika mencapai sebuah pencerahan tingkat tertinggi maka bukan tidak mungkin untuk mengubah bambu menjadi sebuah pedang.
Bukan berarti bentuknya menjadi sebuah pedang melainkan ketajamannya dan tidak kalah mematikan daripada pedang itu sendiri.
Betapa hebatnya, Chang Rui benar benar berharap orang yang dikatakan dalam legenda itu.
"Walikota begitu cantik dan menawan, apakah sudah ada yang datang kerumah untuk melamar ?" Tanya salah satu wanita.
"Aku belum memiliki niat untuk segera menikah, tujuan ku adalah melindungi perbatasan dan menjaga Kota Wu. Tidak terburu buru untuk menikah. " Ucap Chang Rui dengan santai.
Tapi, tanpa di sangka sangka ditanggapi dengan serius oleh wanita wanita ini. Mereka semua memasang wajah khawatir.
"Walikota, kamu tidak boleh seperti itu. Bagaimanapun kamu harus memiliki seseorang sebagai sandaran mu untuk semasa hidup mu. Kenapa kamu harus mengabdikan dirimu untuk Kota ini sementara kamu tidak berhutang apapun ?" Tanya salah satu wanita.
Chang Rui merenungi kata kata ini, sandaran..... kata kata ini tidak pernah terlintas di kepalanya bahkan sekali saja tidak pernah muncul.
Karena, selama ini dia tidak pernah memiliki sandaran, selalu melakukan semuanya sendirian. Dia selalu menjadi orang yang keras kepala dan berhati dingin dan semua orang sudah tahu itu.
"Chang ? Bukankah marga Nona adalah Yu ? Kenapa mengikuti marga Ibu ?" Tanya salah satu wanita dengan penasaran.
"Karena ...... perlakuan di Istana tidak terlalu baik dan tidak ada tempat bagiku, ada baiknya bagiku untuk menggunakan marga milik Ibuku dan kakek ku saja. " Ucap Chang Rui dengan senyum tipis dan membuat kebohongan semacam itu.
"Ternyata seperti itu, malang sekali Nona..... Nona adalah wanita yang cantik, manis, dan mandiri. Aku memberkati Nona supaya bisa cepat menikah dengan orang yang di cintai dan bukan sebatas pernikahan politik. " Ucap salah satu nenek tua.
"Semoga saja. " Balas Chang Rui sebelum akhirnya melihat seseorang melangkah dari kejauhan dan menyadari bahwa orang ini berjalan dengan orang lain.
Ketiga pria ini saling mengobrol satu sama lain dan tidak memperdulikan pembangunan dan gerbang, tampaknya mereka adalah pedagang kaya.
Bukan....... salah satunya adalah orang yang dia kenal , eh dua di antaranya dia mengenal orang tersebut.
__ADS_1
Itu adalah Nangong Li dan Long Yu yang berjalan berdampingan, Chang Rui memandang keduanya dengan tatapan tenang.
Selama mereka tidak membuat keributan maka dia juga tidak akan mengusik mereka bahkan akan melindungi mereka.
Kebetulan Nangong Li menoleh ke arahnya dan menatap ke arah Chang Rui. Tatapan mereka bertemu dan Nangong Li tersenyum tipis.
Chang Rui tidak bisa menentukan apakah itu benar benar senyum atau tidak karena jarak yang sangat jauh. Mereka paling tidak memiliki jarak sekitar 150 meter jauhnya atau bahkan lebih.
"Nona terus menerus melihat ke sana, apakah ada pedagang kaya yang tampan ?" Tanya salah satu wanita disana menggoda nya.
"Aku ingin melihat siapa yang berani untuk menggoda ku, aku bukan wanita yang lembut dan penurut. Juga bukan orang yang berbakat di dapur. " Ucap Chang Rui dan telah siap untuk menerima cibiran tapi pada akhirnya tidak mendapatkan itu semua bahkan mendapatkan pujian.
"Hebat sekali ! Hebat ! Seorang wanita tidak hanya harus pandai masak dan lemah lembut, juga bisa melakukan apapun yang kami mau lakukan. Wanita seperti Nona Chang sangat langka, berani mengatakan apa yang Nona rasakan dan bisa menunggang kuda dengan begitu gagah. " Balas nenek tua yang mendoakannya tadi.
"Chang Rui memang hebat, dia pandai dalam segala hal. " Ucap suara dari belakang dan ketika Chang Rui menoleh langsung menyadari bahwa itu adalah orang yang membuat nya kesal.
Siapa lagi jika bukan Nangong Li yang menghampiri nya, Chang Rui membalikkan tubuh nya dan menatap Nangong Li dengan tatapan datar.
"Apa yang bisa di bantu oleh Kota kecil ku terhadap Jiu Wang ?" Tanya Chang Rui dengan sinis.
"Kenapa Nona Chang terdengar tidak suka seperti itu padaku, padahal kita dulu berteman sangat baik satu sama lain. " Ucap Nangong Li dengan melankolis.
"Jiu Wang adalah seorang Paman Kekaisaran yang menjabat sebagai pendamping Kaisar muda, bagaimana mungkin tidak bisa menemukan sebuah teman yang baik untukmu. " Sindir Chang Rui.
"Aku juga telah memperlakukan Jiu Wang dengan tulus dan berakhir hanya dengan secarik surat , betapa menyedihkan nya. "Lanjut Chang Rui dengan sarkas.
"Itu karena aku terburu buru dan aku tahu bahwa aku bersalah padamu, Nona Chang. Bagaimana jika kita kembali berteman ?" Tanya Nangong Li.
Chang Rui melihat bahwa mereka telah menjadi tontonan umum, lalu menarik tangan Nangong Li menjauh.
__ADS_1
"Katakan padaku, apakah kita pernah bertemu sebelumnya ? kenapa aku merasa tidak asing dengan wajah mu ?" Tanya Chang Rui dengan nada menyelidik.