REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
57. Nangong Xi Datang


__ADS_3

"Apa yang membawa kalian berdua datang kemari ? " Tanya Kaisar dengan nada rendah dan tampak tidak antusias.


"Yang Mulia, hari ini aku dan Wangye berniat untuk berjalan jalan bersama. Tapi, secara tidak sengaja kami melihat keributan yang terjadi di kediaman Walikota Guan. " Ucap Chang Rui dengan lembut.


Kaisar mengerutkan dahinya dan menatap ke arah Guan Chong yang telah berkeringat dingin.


Karena pada saat ini, Guan Chong sedang terancam apakah posisi nya akan dicabut atau tidak.


"Oh ? Apa yang telah terjadi Walikota Guan ? Apakah kamu bisa menjelaskannya ?" Tanya Kaisar dengan dingin.


"Ini adalah kesalahanku ! Aku tidak bisa menahan kelakuan putraku dan membuatnya mempertaruhkan halaman kediaman milik Walikota yang telah diberikan oleh Kekaisaran kepada seorang penjahat bermarga Tu. " Jawab Guan Chong sambil menangis dan melemparkan dirinya ke depan singgasana milik Kaisar.


Kaisar tampak tidak berperasaan dan tidak terpengaruh dengan hal ini.


"Bagaimana mungkin kamu tidak melaporkan hal ini secara pribadi dan memilih untuk menyimpan nya ?! Apakah kamu pikir bisa menutupi langit dengan telapak tangan ?" Tegur Kasim Liu.


"Maafkan hamba ini ! Ini adalah kesalahanku !" Seru Guan Chong dengan ketakutan.


"Tidak hanya itu, Walikota Guan, sayangnya tidak bertindak tepat waktu dan tidak dapat membungkam bibir penjahat Tu itu. " Ucap Chang Rui dengan datar.


"Walikota Guan membiarkan penjahat Tu itu menghina Yang Mulia dan tidak segera menyuruh penjaga, bahkan penjahat dan penyebab masalah ini masih berkeliaran, membuatku takut bahwa hal ini akan menyebar dan membuat reputasi Yang Mulia menjadi buruk di mata rakyat. " Lanjut Chang Rui.


"Apakah putramu mendapatkan hukuman ?" Tanya Kaisar pada Guan Chong.


Kaisar jelas ingin menyelamatkan Guan Chong karena Guan Chong adalah orang yang ditanam oleh Kaisar sendiri.


Tapi, Chang Rui bersikeras untuk menampar wajah Kaisar secara terang terangan pada saat ini untuk memperingatkan Kaisar bahwa, dia masih memiliki beberapa kemampuan.


"Ya, ya, aku mengurungnya selama tiga hari !" Seru Guan Chong.


" Tampaknya ini ada kesalahan, Yang Mulia. Jika aku tidak salah, maka keributan ini baru dimulai 2 hari lalu. Jika Tuan Muda Guan di tahan maka seharusnya dia masih menjadi tahanan rumah bukan ? Tapi, sebelum aku pergi tadi, dia hanya berdiri dan menonton. Walikota Guan, apakah kamu tidak memandang Yang Mulia sama sekali ?" Tanya Chang Rui.

__ADS_1


Kaisar menatap Guan Chong dengan tatapan mencela dan Guan Chong langsung gemetar.


"Ini adalah kesalahanku! Aku tidak sanggup melihat putra ku menderita dan ingin terus melindungi nya sehingga dia telah tumbuh menjadi tanpa hukum !" Ucap Guan Chong terus membenturkan kepalanya ke tanah.


"Tentu saja, kasih sayang orang tua pada Putranya tidak akan bisa di ukur dengan kata kata. Aku mengerti dengan perasaan Walikota Guan, tapi kamu adalah orang yang diberi tanggung jawab oleh Yang Mulia secara pribadi. Bagaimana mungkin kamu tidak bisa membedakan yang mana pekerjaan dan yang mana kasih sayang pribadi ? Tampaknya, kesehatan Walikota Guan sudah tidak terlalu baik, bagaimana dengan beristirahat di kediaman ?" Tanya Chang Rui dengan senyum penuh makna.


Guan Chong tidak memiliki kata kata untuk membantah dan hanya bisa gemetar ketakutan.


Kaisar menatap Chang Rui dengan marah dan berniat untuk memukul Chang Rui sampai mati.


"Diam !" Perintah Kaisar untuk menekan amarah nya.


"Mohon maafkan aku Yang Mulia, aku terlalu lancang. Walikota Guan adalah orang pilihan Putra Surga, sudah seharusnya aku tidak ikut campur dengan begitu kurang ajar. " Ucap Chang Rui dengan makna ganda.


Chang Rui membawa maksud bahwa orang yang dipilih Kaisar adalah orang yang tidak bisa diganggu, tentu saja Kaisar bisa merasakan apa yang ingin disampaikan oleh Chang Rui dalam sindiran nya itu.


(Putra surga adalah sebutan lain untuk Kaisar. )


Tu Yuan diseret masuk oleh Xu Liang dan Fu Qing, Tu Yuan tampak telah babak belur ditangan Xu Liang dan Fu Qing.


"Lepaskan aku ! Dasar bajingan ! Putra Mahkota adalah orang dibelakangku ! " Teriak Tu Yuan.


Suasana menjadi sunyi sebelum akhirnya seorang pria masuk ke dalam Aula Kaisar.


"Ayahanda, putra ini telah mendengar kedatangan adik keempat dan saudari ipar. Tidak menyangka jika bertemu dengan orang penuh omong kosong ini. " Ucap Nangong Xi.


"Putra Mahkota. " Ucap Chang Rui sambil menunduk.


"Saudari ipar tampak lebih cerah , apakah aku akan segera mendapatkan keponakan ?" Tanya Nangong Xi dengan senyum yang di paksakan.


Chang Rui tertawa dengan malu malu dan menundukkan kepalanya sambil memegang perutnya.

__ADS_1


"Dengan doa dari Yang Mulia dan Putra Mahkota maka aku percaya akan ada seorang malaikat kecil di tengah keluarga kecil bahagia kami. " Ucap Chang Rui dengan malu layaknya seorang gadis yang sebenarnya.


Nangong Li hanya diam dari tadi dan memegang tangan Chang Rui dengan erat, Nangong Xi berharap bahwa semua ini hanyalah sebuah kebohongan belaka.


Tapi, melihat tangan Nangong Li yang menggenggam tangan Chang Rui dengan erat membuat semuanya menjadi lebih jelas.


Nangong Xi diam diam memikirkan sebuah rencana jahat dalam hati, karena Nangong Li sangat menghargai Chang Rui, itu berarti menambah satu titik kelemahan bagi Nangong Li.


"Putra Mahkota ! Bagaimana mungkin kamu mencoba untuk membakar jembatan setelah melewatinya ?!" Bentak Tu Yuan dengan tatapan tidak percaya.


"Apa yang dimaksud dengan membakar jembatan setelah melewatinya ? Hmph ! Mencoba untuk menjebak ku, kamu sebaiknya mengatakan yahh sebenarnya. " Ucap Nangong Li dengan dingin tapi tidak kehilangan ketenangannya.


Tangan Nangong Li mengepal erat dan membuat tangan Chang Rui yang halus mengalami rasa sakit yang tidak tertahankan.


Tapi, Chang Rui tetap diam dan rusak menunjukkan apapun.


"Kamu sebaiknya tidak melakukan hal bodoh atau aku akan berteriak disini dan mengungkapkan semua keganjilan di antara kita. " Bisik Chang Rui dengan peringatan.


"Untuk membuatku berada disini, aku akan memberikan hadiah padamu. " Balas Nangong Li dengan nada rendah.


Chang Rui memejamkan matanya dan tahu jika Nangong Li tidak akan melepaskan dendam ini dengan mudah, entah hal apa yang menunggu nya di kediaman nanti.


Jujur saja, Chang Rui tidak berani untuk membayangkannya karena Nangong Li pandai untuk memanipulasi orang lain.


"Saat ini, aku sedang dalam kondisi yang buruk. Aku akan meminta Kepala Biro Hukum untuk menangani hal ini. " Ucap Kaisar.


Kaisar tidak bisa menemukan jalan keluar untuk Guan Chong dan Nangong Li terbatuk batuk.


"Mohon pamit terlebih dahulu Yang Mulia, keadaan Wangye menjadi memburuk setelah terpapar cahaya matahari untuk waktu yang lama. Mohon pengertian darimu dan kemurahan hatimu. " Ucap Chang Rui.


"Ya, pulanglah dan berpakaian dengan hangat. " Ucap Kaisar dengan beberapa jenis emosi di dalam matanya.

__ADS_1


Chang Rui melihat semuanya dengan jelas dan memutuskan untuk menyimpan hal ini dalam hati.


__ADS_2