REINKARNASI DEWI PENGOBATAN

REINKARNASI DEWI PENGOBATAN
81. Kakek


__ADS_3

Chang Rui telah mengetahui banyak gerakan dan digabungkan dengan setiap pengetahuan yang dia miliki, Chang Rui tidak berani untuk tidur terlalu banyak.


Hanya bisa terus berlatih setiap hari dan hanya menyisakan waktu 4 jam untuk tidurnya, sangat kurang.


Jika ada dokter yang bekerja dengannya maka mereka akan menegurnya dan mengatakan bahwa dia perlu beristirahat lebih banyak jika tidak maka tubuhnya akan hancur.


Tapi, Chang Rui tahu bahwa selama Nangong Li masih berkeliaran di sekitarnya maka dia tidak akan bisa tidur dengan nyenyak.


Belum lagi dengan Nangong Xi, alih alih membenci Nangong Li, seharusnya dia membenci Nangong Xi yang menjadi dalang di balik semua kemalangan nya.


Tapi, setelah memikirkan nya lagi, Chang Rui tahu bahwa dia marah dengan Nangong Li adalah karena Nangong Li mengkhianati nya.


Chang Rui menyandarkan dirinya di dinding dan merasa bahwa ada sesuatu di dalam dirinya yang mengatakan bahwa jika dia melakukan ini maka dia akan menyesal.


Tapi, kenapa ?


Chang Rui benar benar tidak mengerti dengan hal ini, tidak tahu apa yang dimaksud dengan kata kata Dewa Kehidupan.


Ingatlah dengan hati hati semua yang dia dapatkan di kehidupan modern miliknya, benar benar membuatnya bingung, kenapa dia benar benar kesulitan ?


Apa yang menunggu nya di masa depan ? Kenapa dia merasa kesulitan ? Apa yang harus dia lakukan ?


Apakah dia harus menikam Nangong Li atau tidak ? Kenapa rasanya begitu berat ? Apakah perasaan nya yang membuatnya ragu untuk membunuh Nangong Li ?


Sebenarnya, apa yang di inginkan nya dari Nangong Li ? Jika Nangong Li meninggal, apakah dia akan senang ? Tidak ada yang tahu hal ini.


Sebenarnya, yang dia ingin nyawa Nangong Li atau pengakuan bersalah milik Nangong Li karena telah mengkhianati nya ?


Chang Rui memejamkan matanya dan tubuh nya perlahan lahan merosot dari dinding lalu terduduk di tanah dengan satu tangan yang mengenggam pedang pendek.


"Nangong Li, aku tidak tahu, apa yang aku hutang kan pada mu di kehidupan lalu sehingga aku harus terikat denganmu selama 2 kehidupan. " Ucap Chang Rui.


Chang Rui merasa bahwa dirinya begitu sulit untuk membuka mata, setiap kenangan itu seperti permen.


Terasa asam tapi manis juga, terkadang pahit. Tapi inilah yang membuat permen tersebut menjadi menarik.


Jika permen itu hanya manis saja maka akhirnya akan menyisakan rasa asam di mulut dan terasa tidak nyaman.

__ADS_1


Chang Rui benar benar berada di persimpangan jalan yang akan merubah kehidupannya.


Chang Rui menyerah dan pada akhirnya kembali ke tujuan awalnya, dendamnya akan di hilangkan ketika dia menghancurkan semua keturunan Nangong.


Setiap harinya di lakukan dengan tegas dan penuh dengan latihan yang berat, benar benar tanpa belas kasihan terhadap diri sendiri.


Setelah untuk waktu yang lama mengurung diri sendiri, Chang Rui berjalan keluar dengan cadar nya ketika melihat orang orang dari kediaman Jiu Wang membawa banyak sekali peti uang.


"Terima kasih atas berkah yang di berikan oleh Jiu Wang. " Ucap Chang Rui menundukkan kepalanya.


Chang Rui tidak mengenakan riasan nya sehingga hanya bisa menundukkan wajah nya secara terus menerus.


Dia seharusnya akan berjalan jalan dengan Jiu Hua hari ini tapi pada akhirnya orang orang Nangong Li tiba tiba datang.


"Nona Chang, Tuan kami memberikan sebuah hadiah khusus kepadamu. " Ucap Long Yu.


Chang Rui melangkah ke depan dan jantung nya berdetak dengan cepat ketika melihat Long Yu mengeluarkan sebuah kotak yang sangat indah.


Itu sangat indah tapi membawa Chang Rui ke kenangan masa lalu, itu adalah kotak dari pedang pendek miliknya.


"Indah sekali, sayang sekali bahwa ini milik Wangfei terdahulu, aku tidak berani menggunakan nya. Tolong katakan kepada Jiu Wang bahwa aku tidak berani untuk menerima hadiah yang sangat berharga semacam ini. " Ucap Chang Rui dengan tenang.


"Tuan sudah mengatakan bahwa akan ada baiknya jika niat baik nya tidak di tolak oleh Nona Chang. " Ucap Long Yu.


"Baiklah jika begitu maka sampaikan terima kasihku kepada Jiu Wang, ini sangat indah. " Ucap Chang Rui.


"Tentu saja. " Ucap Long Yu sebelum akhirnya pamit.


Setelah itu , Chang Rui berbalik dan masuk ke dalam paviliun miliknya, disana sangat indah tapi sangat sepi.


Chang Rui membuka pedang tersebut di meja makan pribadi yang ada di kamarnya lalu mengambil pedang yang sudah sangat lama di rindukan olehnya.


Walaupun pedang pendek yang diberikan oleh Jiu Yu sangat indah tapi pedang pendek yang diberikan oleh Nangong Li benar benar berada di tingkat yang berbeda, itu adalah pedang yang luar biasa.


Ketika memegangnya, maka akan merasakan kenyamanan total. Ini masih sama nyaman nya dengan dulu, itu masih pas di genggamannya.


Chang Rui melepaskan pedang pendek yang diberikan oleh Jiu Yu dan menggantinya dengan pedang pendek ini.

__ADS_1


Chang Rui menaruh milik Jiu Yu di dalam kotak milik Nangong Li lalu menaruhnya dibawah bantalnya untuk menyembunyikan nya seolah olah itu adalah sebuah harta karun.


Jika orang orang melihat nya maka orang orang akan merasa aneh, dia bahkan tidak menoleh dua kali untuk satu juta tael emas melainkan terus memperhatikan pedang pendek ini.


Satu juta tael memang berharga tapi pedang pendek ini pernah menjadi saksi penderitaan nya.


Baginya, pedang ini adalah benda yang sangat berharga, entah karena pedang ini telah menemani nya sampai akhir hayatnya.


Atau karena alasan lain......... seperti, ini adalah satu satunya benda yang diberikan oleh Nangong Li.


Chang Rui tertawa ringan dan tampak lebih percaya diri dengan pedang pendek ini. Tidak mungkin itu menjadi alasan yang kedua, tentu saja yang pertama.


Chang Rui berjalan keluar dan melihat Jiu Hua yang sudah berganti pakaian.


"Jie jie, kamu sekarang telah berubah menjadi tunangan orang lain. Seandainya aku bisa menikahi mu maka aku tidak akan takut bahwa bahwa aku akan di tindas oleh orang lain lagi. " Keluh Jiu Hua.


Lalu disentil oleh kakeknya, Jiu Yu dengan kesal karena mulut cucu nya yang berkata dengan sembarangan.


"Apa yang kamu katakan ? Kamu mulai memuntahkan omong kosong. " Ucap Jiu Yu dengan kesal.


Jiu Hua langsung tutup mulut sementara Chang Rui hanya tertawa ringan ketika melihat hal ini.


"Chang Rui, jika kamu bersedia , maka aku akan dengan senang hati memperlakukan mu sebagai cucuku. Selama ini, hanya anak tertua ku yang berbakti sementara putraku yang lain hanya menginginkan posisi ku. " Ucap Jiu Yu dengan sedih.


"Jadi, aku menganggap bahwa dia adalah satu satunya keluargaku tapi ternyata dia meninggal lebih awal dan menyisakan Jiu Hua. Aku merasa sangat kesepian, apakah kamu mau menjadi cucuku yang kedua ?" Tanya Jiu Yu.


Chang Rui terdiam sejenak dan memandang mata Jiu Yu untuk melihat, apakah ada kepalsuan di dalam kata kata Jiu Yu atau tidak.


Tapi, pada akhirnya Chang Rui tidak berhasil menemukan kepalsuan sedikitpun di mata Jiu Yu.


Jadi, Chang Rui ragu ragu sejenak sebelum akhirnya mengangguk.


"Kakek !" Seru Chang Rui.


Jiu Yu tersenyum senang dan merentangkan tangannya, Jiu Hua dan Chang Rui memeluk Jiu Yu.


"Aku merasa bersalah padamu. " Ucap Jiu Yu sambil mengelus rambutnya dengan sedih.

__ADS_1


__ADS_2